Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Pengakuan Christina.


__ADS_3

"Terserah," jawab Aska.


"Kalau begitu aku akan pergi ke dapur untuk membantu ibu membuat puding buat nenek dan kakek," pamit Maria.


"Kok ibu bikin puding sih? Padahal sebentar lagi akan ada acara besar," tanya Aska.


"Buat besok. Besok Ibu didaulat untuk pergi ke perusahaan dan membereskan seluruh masalah. Terutama ibu akan membuang seluruh barang-barang yang dimiliki Jamaludin dan Benjamin," jawab Maria.


Deg.


Aska menatap wajah Maria sambil menggelengkan kepalanya. Ia baru sadar kalau masalah ini belum kondusif sepenuhnya. Ia memegang tangan Maria lalu berkata, "Bilang sama ibu. Jangan pergi kemana-mana. Soalnya kondisi sekarang belum kondusif sama sekali. Siapa tahu nanti Jamaludin akan menyerang rumah ini maupun kantor."


"Maksud kamu apaan?" tanya Maria.


"Setelah peresmian ahli waris. Paman Frank memintaku dan ayah untuk tidak pulang ke rumah maupun pergi ke kantor untuk sementara waktu. Takutnya akan ada serangan balik dari Jamaludin. Paman Frank bersama beberapa jenderal sedang menyusun rencana selanjutnya. Bisa dikatakan rencana itu adalah rencana b. Jika saja Jamaludin masih berkeliaran dan belum tertangkap. Jamaludin akan menyerang rumah maupun kantor. Kemungkinan besar aku bersama Mbak Winda dan Mas Roni ditambah lagi dengan Pak Broto bersama Pak Ahmad berjaga di area hotel. Yah istilahnya menjebak Jamaludin agar bisa tertangkap secepatnya. Pokoknya kamu harus menjaga ibu atau siapapun pergi ke kantor kecuali ayah," jelas Aska.


Maria langsung pergi meninggalkan Aska. Wanita berbaris cantik itu segera mendekat Christina untuk mengajaknya ke tempat lain. Di sana Maria menceritakan apa yang terjadi besok. Mau tidak mau Christina menuruti permintaan Aska.


Memang Frank yang sedang memperhitungkan apa yang terjadi pada esok hari. Sebab Jamaludin tidak mengetahui kalau markasnya sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Ditambah lagi Frank bersama Aska memecat Jamaludin dan Benjamin dari kursi Wicaksono Group. Itulah mengapa Frank bersama Adrian sudah memberitahukan kejadian untuk besok.

__ADS_1


Jam di tangan Maria sudah menunjukkan lima sore. Ketika ingin masuk ke kamar, ada salah satu pelayan yang mendekatinya. Pelayan itu mengatakan kalau ada orang butik datang. Maria segara pergi ke ruang tamu dan melihat seorang pemilik butik.


Dengan senyum bahagianya Maria mendekatinya dan menatap wajah pemilik butik itu. Sang pemilik butik itu mengatakan kalau baju yang diminta Maria sudah dibesarkan. Maria jangan bersyukur ketika mendengar bajunya sudah dirombak. Untung saja pemilik butik tersebut sudah mengerjakannya tepat waktu. Akhirnya Maria membawanya ke kamar.


Di tempat lain Aska, Luke, Frank, Jenderal Leon, Jenderal William dan Adrian sedang menyusun strategi di ruangan kerja milik Damian. Mereka sedang membicarakan kegiatan nanti malam. Namun nanti malam Frank meminta pihak kepolisian untuk tidak menangkap Jamaludin terlebih dahulu. Namun Frank sengaja menempatkan keempat pasukan khusus itu di dalam area. Yang di mana keempat pasukan itu dipegang oleh Pak Broto Roni, Romeo dan Max.salah satu pasukan tersebut berjumlah sebanyak tiga puluh orang. Yang dimana mereka akan membaur menjadi satu di dalam ballroom sebagai pengunjung. Dengan cara inilah Frank bisa mengamankan acara ini hingga selesai. Setelah dirasa sudah mereka bubar dan meninggalkan kediaman Wicaksono.


Aska segera masuk ke dalam kamar dan melihat Maria sedang memakai gaun. Matanya berbinar dan senyumnya merekah. Untung saja desain yang digunakan oleh Aska sangat bagus sekali. Padahal saat itu Aska hanya corat-coret di buku agenda ketika sedang rapat.


"Warnanya terlalu mencolok ya?" tanya Maria.


"Tidak. Aku sengaja membuat baju itu bertabur berlian putih. Yang di mana berlian putih itu adalah lambang cintaku yang suci buat kamu. Aku harap kamu tidak menodainya sama sekali. Karena cintaku yang kuberikan kepadamu sangat tulus dan tidak ingin menerima imbalan apapun darimu," jawab Aska yang membuat Maria berlari dan menabrak tubuhnya lalu memeluknya dengan erat.


Di kamar sebelah Adrian sudah melihat Christina memakai gaun biru navy. Yang di mana gaun itu sengaja dijodohkan dengan bajunya. Dengan senyumnya yang merekah Adrian mendekatinya dan memeluk dari belakang.


"Kamu tahu kita akan bersatu selamanya. Hanya satu langkah lagi Jamaludin tertangkap bersama putranya itu," ucap Adrian yang membuat Christina lega.


"Syukurlah semuanya sudah berakhir. Dengan berakhirnya konflik di Wicaksono Group. Kita akan memiliki seorang cucu dari Maria," ujar Christina yang membuat Adrian tersenyum.


"Kamu tidak mengakui Aska sebagai putramu?" tanya Adrian.

__ADS_1


"Semakin lama putramu itu tidak mirip sama kamu. Aku bingung kenapa bisa begitu. Dingin sih dingin kalau di depan karyawan. Ujung-ujungnya sifat tengilnya itu muncul ketika sedang berkumpul dengan kita," kesal Christina.


Adrian tertawa tipis dan memandang wajah Christina, "Kamu tahu kenapa? Ketika kamu mengandung Aska, Aku sangat membenci kakakku itu. Entah kenapa aku tidak suka saja melihat wajah tengilnya itu."


Christina memukul dada Christina sambil memberengut. Pantas saja Aska semakin lama kok semakin mirip Frank. Sering sekali Christina diledek oleh ayah ibunya. Jangan-jangan ia berselingkuh dari Frank ketika Adrian sedang bertugas.


Akan tetapi Christina membiarkannya. Sebab ia tidak akan pernah berselingkuh di belakang Adrian. Jadi kesimpulannya Christina sudah mengetahui kalau Adrian mengakui kesalahannya itu.


"Jadi begitu masalahnya? Tapi aku beruntung mendapatkan putra yang sangat cerdas sekali di dunia bisnis. Gara-gara kamu membenci Frank, putra kita memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dan semuanya itu karena ulahmu," ucap Christina secara blak-blakan.


Adrian mengakuinya dan tersenyum manis. Memang benar apa yang dikatakan oleh orang-orang. Jika istrinya mengandung, sang pria maupun sang wanita tidak boleh membenci orang. Konon katanya anaknya itu akan mengikuti sifat dari orang yang dibencinya.


Akhirnya Christina membenarkan perkataan orang tersebut. Untung saja Aska mewarisi ilmu bisnis yang mumpuni dari Frank. Meskipun tengil, Aska memiliki kepribadian baik. Ditambah lagi perilakunya mencerminkan kesopanan. Nah itulah Aska yang sebenarnya memiliki sifat baik dan lucu.


Christina berharap dirinya tidak akan pernah berpisah lagi dari putranya itu. Ditambah lagi ia juga tidak mau berpisah dari sang menantunya. Diam-diam sepasang suami istri itu sedang menyelidiki, apakah putranya sangat mencintai Maria atau tidak? Sebab selama ini Aska tidak terlalu memperhatikan Maria.


"Aku masih penasaran dengan sifat Aska itu," ujar Christina.


"Ya aku tahu. Diam-diam putramu itu sangat menginginkan Maria. Aku pernah mengajaknya makan bersama di restoran. Di sana Aku mulai menanyakan tentang keadaan rumah tangganya. Aska bercerita kalau dirinya sangat bahagia bersama Maria. Bahkan hidupnya berwarna setelah tahu dirinya mencintai sang istri. Aku tahu kamu masih takut dengan Maria," jelas Adrian sambil bertanya pada Christina.

__ADS_1


"Kamu tahu dari mana Kalau aku takut soal Maria?" tanya Christina.


__ADS_2