
"Lihatlah di kebun. Nanti kamu akan menemukan macam-macam buah yang akan dipanen. Ambilah sepuasnya bagikan untuk Nyonya Christina dan tuan Adrian," suruh Pak Ahmad yang masih fokus membawa kendaraannya.
"Okelah kalau begitu. Aku akan ke sana setelah kasus ini selesai. Ternyata oh ternyata... Kasus ini sangat sulit sekali. Kalau begitu kita harus semangat untuk memecahkan kasus ini," ucap Romeo dengan semangat.
Paris Prancis.
Seorang wanita tua sedang berada di suatu tempat yang gelap. Wanita itu hanya bisa menulis dan menulis. Dirinya sedang mencurahkan isi hatinya. Mengapa hidupnya sangat menderita sekali seperti ini?
Terkadang wanita itu menangis, tertawa, diam dan marah-marah tidak jelas. Bahkan dirinya sangat kecewa terhadap kehidupannya kali ini.
Seharusnya wanita itu mendampingi sang suami hidup di istana mewahnya. Namun wanita itu dituduh berselingkuh dengan pria lain. Mau tidak mau wanita itu harus menceraikan sang suami.
Beberapa saat kemudian seorang pria paruh baya membuka pintunya. Pria itu masuk dan membungkukkan badannya sambil memberi hormat, "Selamat malam nyonya."
"Selamat malam. Ada kabar tentang Christina?" tanya wanita itu.
"Sejauh ini saya tidak menemukan Nyonya Christina tinggal di Paris. Kemungkinan besar Nyonya sedang berada di Indonesia untuk mencari putranya," jawab pria itu.
Mendengar kata putra dari pria itu, wanita itu seketika menangis. Entah kenapa wanita itu sangat merindukan Christina dan putranya alias cucunya. Wanita itu langsung mengangkat wajahnya dan melihat pengawalnya itu.
"Bagaimana kabarnya? Apakah Christina baik-baik saja? Apakah cucuku baik-baik saja? Apakah mereka merasakan kebahagiaan yang indah?" tanya wanita itu bertubi-tubi.
Maaf nyonya... Mereka tidak baik-baik saja. Nyawa mereka sedang terancam. Banyak orang yang ingin membunuhnya karena nyonya Christina dan putranya itu adalah ahli waris Wicaksono Group. Cepat atau lambat mereka akan membunuhnya. Kami mendapatkan berita ini dari seseorang yang sengaja aku kirimkan di dalam perusahaan," jelas pria itu.
"Nasib mereka sangat buruk sekali seperti aku. Seharusnya mereka tidak akan pernah merasakan hal itu. Namun mereka harus merasakannya. Jika tidak gara-gara wanita gila itu, kemungkinan besar putriku dan cucunya akan bahagia selamanya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa karena umurku sudah tua. Aku tidak bisa seperti dulu lagi. Apa yang harus aku lakukan sekarang ini untuk menyelamatkan mereka?" tanya wanita itu dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Apakah Anda ingin tinggal di Indonesia?" tanya pria itu.
"Apakah wanita itu akan mengejarku?" tanya wanita itu balik.
"Tenang saja nyonya. Kami akan ikut dengan nyonya. Jika anda tinggal di Indonesia memakai identitas lainnya, saya bisa pastikan anda akan aman-aman saja," jawabnya dengan jujur.
"Okelah aku setuju. Yang penting aku bisa dekat dengan putriku dan cucuku!" tegas wanita itu.
Setelah mendapatkan tugas dari wanita itu, pria tersebut langsung meninggalkannya. Pria itu akhirnya menghubungi seseorang untuk mempersiapkan rumah mewah di Indonesia. Dirinya juga memastikan untuk keamanan sang nyonya.
Di tempat lain seorang pria paruh baya bertemu dengan Julia. Pria itu membungkukkan badannya sambil menyapa Julia.
"Selamat malam Nyonya Julia," sapa pria itu.
"Malam," sapa Julia balik. "Apakah ada kabar menggembirakan dari Indonesia?"
"Kenapa lama sekali? Bukannya aku memberikan waktu selama setahun?" tanya Julia dengan geram.
"Maaf Nyonya kami tidak bisa melakukannya dengan cepat. Hal itu bisa membuat curiga Christina. Dan satu lagi Adrian sudah berkumpul dengan Christina bersama putranya. Maka dari itu kami tidak bisa melakukannya dalam jangka waktu setahun," jawab pria itu.
"Kamu harus menghubungi Benjamin untuk membuat huru-hara di perusahaan itu. Aku ingin seluruh karyawan berdemo agar menurunkan Christina dari kursi kepemimpinannya. Jika tidak maka kamu yang akan menjadi gantinya! Camkan itu Alejandro!" tegas Julia lalu pelanggakan kakinya pergi dari hadapan sang asistennya itu.
Alejandro nama pria itu hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana tidak perintah sang nyonya agak gila? Pria perubahan itu pun tahu tentang sepak terjang Adrian yang dikenal tegas dan kejam. Jika dirinya dan bawahannya salah langkah sedikit, maka Adrian bisa mengusut tuntas dengan cepat. Karena Adrian sendiri adalah pasukan elit kepolisian di Perancis.
Selaku tangan kanan wanita itu, Alejandro sangat ketakutan jika bertatap muka dengan Adrian. Ketimbang dirinya bertatap muka dengan Adrian, Alejandro memilih untuk bertatap muka dengan musuh lainnya. Jujur Alejandro mengakui kehebatan Adrian. Selain itu juga Adrian memiliki taktik sangat hebat di segala bidang. Terpaksa Alejandro mengurungkan niatnya untuk melawannya secara langsung. Iya akan melakukannya pelan-pelan dan tidak dapat diketahui oleh Adrian.
__ADS_1
Apakah Alejandro tidak melihat Aska yang sudah turun tangan di perusahaan? Tentu saja dirinya belum bisa melihatnya. Karena Aska sendiri belum dinobatkan sebagai sang CEO Aska Food Internasional.yang di mana perusahaan itu sangat terkenal memproduksi macam-macam makanan kaleng dan biskuit.
Karawang Indonesia.
Sesampainya di Karawang, Aska bersama Romeo dan Pak Ahmad menemui Pak Broto terlebih dahulu. Di sana dirinya berbincang-bincang sejenak dan melepas rindu. Jujur Aska sangat menyayangi Pak Broto seperti kedua orang tuanya itu.
"Eh... Tuan muda," sapa Pak Broto.
"Pak Broto.... Pak Broto... Jangan panggil aku tuan muda. Panggil aku Aska saja. Jangan pakai embel-embel tuan muda," sahut Aska yang tidak mau dipanggil tuan muda.
"Kamu ini sangat aneh sekali ka... Kenapa aku tidak boleh memanggilmu tuan muda? Lagian Kamu adalah pemilik perkebunan ini dan perusahaan Aska food internasional?" tanya Pak Broto.
"Hehehe... Meskipun diriku ini mempunyai segalanya, tapi aku nggak mau dipanggil tuan muda. Biarkanlah aku menjadi diriku sendiri," jawab Aska sambil menaruh tangannya di dada dan memberi hormat kepada Pak Broto.
"Kalau begitu ya sudah. Aku akan memanggilmu Aska saja. Oh ya... Ada gerangan apa kamu ke sini?" tanya Pak Broto.
"Aku ke sini ingin berkunjung ke suatu tempat. Sebentar lagi aku akan berangkat terlebih dahulu ke sana. Nanti kalau sudah selesai, aku mampir ke sini lagi. Ingin membeli buah-buahan untuk ibu dan ayah," jawab Aska dengan sopan.
"Kamu tidak perlu membelinya. Ambillah sesukamu dan berikan semuanya ke ibumu dan ayahmu. Karena kebun ini adalah milikmu sendiri. Jangan sungkan," kata Pak Broto.
"Kalau begitu terima kasih Pak," balas Aska. "Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu. Bang Romi sudah menungguku di depan."
"Kamu bersama bang Romi?" tanya Pak Broto.
"Iya Pak. Kami ke sini datang bersama bang Romi sekalian mengantarkan Pak Ahmad. Urusan sama Pak Ahmad sudah selesai. Nanti aku transfer uangnya," jawab Aska lagi.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu. Syukurlah masalah sudah selesai," bales Pak Broto dengan senyuman hangat.