
“Kata orang sih enak,” jawab Aska. “Tapi bagi ibuku tidak enak.”
“Lha... Ini sangat aneh sekali,” ucap Romeo.
“Memang saat aneh sekali. Ibuku sangat membingungkan,” ujar Aska yang menggaruk kepalanya tidak gatal.
“Kalau begitu Kamu harus berjuang sendiri demi kehidupanmu,” pesan Romeo.
“Semua orang ingin melihat aku berjuang. Terutama Pak Broto yang selalu membakar semangatku setiap pagi,” kata Aska. “Apakah pabrik Aska food sangat besar sekali?”
“Entahlah,” jawab Romeo yang tidak ingin memberitahu bagaimana dengan pabriknya itu.
“Apakah di sana ada lowongan pekerjaan?” tanya Aska yang membuat Romeo terkejut.
“Memangnya tuan muda mau bekerja di sana?” batin Romeo.
“Entahlah. Jika ingin membuka lowongan baru, mereka akan meminta pihak sekolah menyediakan lulusan lulusan terbaiknya untuk bekerja di pabrik itu,” jawab Romeo.
“Memangnya harus pakai ijazah?” tanya Aska yang matanya membulat sempurna.
“Semuanya harus pakai ijazah. Karena perusahaan itu sangat keren sekali,” jawab Romeo yang membuat Aska kecewa. “Memangnya ada apa?”
“Aku tidak bisa masuk ke sana. Ijazahku ditahan oleh sekolah karena tidak bisa membayar SPP selama satu tahun,” jawab Aska yang penuh dengan kesedihan.
Romeo tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena ia sendiri ditugaskan baru beberapa bulan yang lalu. Coba saja dirinya ditugaskan beberapa tahun yang lalu. Masalah tentang ijazah itu kemungkinan aman. Jika tahu tuan besarnya mengetahui kalau sang cucu sedang menderita. Tuan besarnya pun sangat kecewa sekali.
Setelah melahirkan Christina langsung pergi meninggalkan Jakarta. Sebelum dijemput paksa Christina disuruh menandatangani surat perceraian oleh sang suami. Sebenarnya Christina tidak mau sama sekali menandatangani surat itu. Tapi apa daya sang suami memaksanya dengan cara membunuhnya. Mau tidak mau Christina menuruti keinginan tersebut. Lalu siapakah ayah Aska sebenarnya? Kenapa ayah Aska sangat misterius sekali?
Romeo hanya menghembuskan nafasnya secara kasar. Ternyata oh ternyata... sang tuan muda sangat menderita sekali. Tidak bisa dibayangkan dokumen kelulusan ditahan oleh sekolah karena tidak membayar uang SPP selama setahun. Bagaimana dengan Minah? Romeo harus mencari tahu dengan kondisi Aska sebenarnya. Meskipun kenyataannya pahit Romeo harus menyampaikan berita ini ke Maria.
Sementara di kantor kepolisian ada dua orang pria memakai baju serba hitam. Mereka sengaja ke sana hanya untuk membebaskan Minah. Setelah membebaskan Minah, kedua pria itu membawanya ke suatu tempat. Mina yang merasa sudah bebas sangat senang sekali. Ia tidak bisa membayangkan Bagaimana kalau dirinya tidur di jeruji besi. Sepanjang perjalanan Minah selalu melebarkan senyumnya.
__ADS_1
“Tuan Benjamin ingin menemui anda,” ucap Mike.
“Tuan Benjamin? Apakah beliau ada di sini?” tanya Minah.
“Iya,” jawab Dul yang sedang menyetir mobil.
“Apa itu benar?” tanya Minah.
“Iya itu benar. Anda disuruh meminta laporan tentang Aska,” jawab Mike.
“Aku belum bisa membunuhnya. Jika membunuhnya Aku yang akan celaka,” ucap Minah.
“Tuan Benjamin sudah memberikan Anda tenggang waktu selama setahun. Kenapa anda tidak membunuhnya?” tanya Mike dingin. “Apakah anda tahu soal informasi tentang Christina?”
“Bukannya Wanita itu sudah mati?” tanya Minah.
“Kamu pikir seenaknya bilang kayak gitu!” geram Mike. “Wanita itu masih hidup. Itulah kenapa Tuan Benjamin menyuruh membunuhnya. Jika sampai bertemu, maka Aska dan Christina bisa bersatu. Jika bersatu kedudukan Benjamin akan terusik.”
“Oh... Jadi itu Kamu di penjara?” tanya Dul.
“Iya itu benar. Aku memang sengaja membawa golok untuk menghabisi Aska. Tapi aku ketahuan sama Pak Broto. Pak Broto langsung memanggil polisi datang ke sini,” jawab Minah.
“Kalau begitu kamu harus bertanggung jawab kepada Tuan Benjamin. Sekarang aku tidak bisa menolongmu lagi. Karena kamu sudah tidak bisa mengemban tugas dengan baik,” ucap Dul.
Minah hanya bisa terdiam. Ia tertunduk pucat pasi karena takut dengan Tuan Benjamin. Sebenarnya ada apa sih dengan Minah ini? Kenapa Minah ingin sekali membunuh Aska? Padahal Aska sangat menyayanginya dan menghormatinya sebagai seorang ibu kandung. Apakah Minah tidak ada belas kasihan terhadap Aska? Entahlah.
Di perkebunan Pak Broto mendengar bahwa Minah sudah keluar dari penjara. Ia sangat terkejut akan berita itu. Pak Broto bertanya-tanya, bukannya Minah dihukum selama beberapa hari ke depan? Namun Kenapa Minah keluar dengan cepat? Yang jadi pertanyaannya sekarang yaitu siapa yang mengeluarkan Minah secepat itu? Maka dari itu Pak Broto akan mencari jawabannya dengan segera.
“Sial!” geram Pak Broto.
Sang istri melihat Pak Broto sedang geram segera mendekatinya. Tangan mungilnya memegang lengan Pak Broto dengan lembut. Ia menatap wajah sang suami sepertinya ada masalah berat. Kemudian Bu Siti bertanya, “Ada apa Pak memangnya?”
__ADS_1
“Ibu tahu ndak, kalau tadi pagi tuan muda diserang oleh Minah,” jawab Pak Broto.
“Apa itu benar?” tanya Bu Siti yang terkejut dengan berita tersebut.
“Iya itu benar. Untung saja tuan muda lari ke selatan dan bertemu dengan Romeo,” jawab Pak Broto dengan lemah.
“Kenapa ini bisa terjadi?” tanya Bu Siti.
“Entahlah. Aku tidak tahu penyebabnya apa?” jawab Pak Broto yang masih tanda tanya.
“Apakah ini karena Tuan Benjamin?” tanya Bu Siti yang membuat Pak Broto kaget.
“Maksud ibu apa ya?” tanya Pak Broto lagi.
“Beberapa hari ini aku dengar kalau Tuan Benjamin sudah sampai di Jakarta,” jawab Bu Siti.
“Jadi kalau Tuan Benjamin datang, bisa dipastikan nyawa tuan muda dalam bahaya,” ucap pak Broto lagi.
“Iya itu benar. Tuan Benjamin terlalu ambisi untuk mendapatkan ahli waris Wicaksono Groups Internasional.
“Itu tidak dibenarkan. Tuan muda yang pantas mendapatkannya. Karena tuan muda adalah satu-satunya keturunan dari Nyonya Christina serta cucu dari Tuan besar Damian,” jelas Pak Broto.
“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Bu Siti.
“Rencana hari ini adalah mempertemukan Tuan Muda Aska dengan Nyonya Christina. Aku ingin cepat-cepat mereka berkumpul. Karena mereka bisa membentuk suatu kekuatan membalas kejahatan Tuan Benjamin dan Minah,” jawab Bu Siti.
“Kita doa bersama-sama. Semoga kejadian ini akan cepat berlalu. Kasihan dengan mudah setiap hari selalu ditindas oleh Minah. Bayangkan saja pagi-pagi sudah mendapatkan sarapan panci. Terkadang aku lewat depan rumahnya tidak berani melerai. Aku kalah telak sama Minah. Padahal wajahku sangat cantik sekali,” ucap Bu Siti sedih.
“Enggak butuh cantiknya sayang. Yang namanya Minah tetap saja Minah. Semakin lama sifatnya semakin menjadi-jadi. Coba bayangkan menjadi tuan muda yang hidupnya menderita ditambah lagi dengan penderitaan dengan perlakuan Minah. Aku sendiri nggak paham apa yang dimaksud dengan Minah itu? Jika sampai membunuhnya berarti Tuan Benjamin bisa menguasai seluruh aset Wicaksono di pusat maupun seluruh cabang dunia,” jelas Pak Broto.
“Apakah kita akan membantunya untuk bersatu dengan mereka?” tanya Bu Siti.
__ADS_1