Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Sifat Asli Aska.


__ADS_3

“Kita harus membantunya. Ibu tahu semenjak tuan muda di sini perkebunan ini menjadi sangat besar sekali. Pendapatan yang didapatkan selalu melebihi target,” jawab Pak Broto dengan jujur.


“Syukurlah. Ternyata tuan muda memiliki sifat untuk berbisnis. Aku yakin gen milik Nyonya Christina masuk ke dalam tuan muda Aska. Sedari dulu tuan muda sudah menunjukkan bakatnya untuk menggaet para penjual buah di pasar. Bahkan tuan muda sangat pandai bernegosiasi. Aku harap tuan muda bisa menduduki jabatan CEO di perusahaan Wicaksono Groups,” ucap Bu Siti dengan tulus.


“Amin,” balas Pak Broto.


Sesampainya di depan pabrik Aska Food, Romeo menghentikan mobilnya sementara. Ia memandang Tuan mudanya takjub pada bangunan modern di depannya. Romeo menyunggingkan senyumnya sambil berbisik, “Kelak cita-citamu akan tercapai bekerja di sini. Jangankan bekerja, kamu bisa memilikinya semua.”


“Jangan begitu,” jawab Aska sambil menggelengkan kepalanya.


“Bukannya kamu tahu istilah seperti ini? Ucapan ada doa. Aku mengucapkan itu sambil berdoa kepada Tuhan agar cita-citamu tercapai bekerja di sini. Siapa tahu nanti kamu bisa memilikinya. Di dunia ini yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karena itu kita harus berusaha sekuat-kuatnya. Siapa tahu kamu bisa duduk di jabatan tinggi sebuah perusahaan dalam ataupun luar negeri,” ucap Romeo dengan tulus.


“Mimpiku terlalu tinggi bro. Jika aku bermimpi terlalu tinggi, kalau aku tidak bisa menggapainya, aku bisa sakit hati,” jawab Aska. “Apakah kamu nggak mau kerja di sini?”


“Aku nggak mau. Aku pernah gagal masuk ke dalam pabrik karena wajahku terlalu tampan,” jawab Romeo yang membuat Aska menyelidiki wajah Romeo.


“Memang, aku akui kamu sangat tampan sekali. Aku kalah jauh darimu. Aku adalah pria desa yang tidak pernah merawat tubuhku. Sedangkan kamu sangat pandai merawat wajahmu itu,” ungkap Azka dengan jujur.


“Aku tidak pernah merawat wajahku ini. Kemungkinan besar Aku tampan dari bawaan lahir,” jawab Romeo yang membuat Azka menganggukkan kepalanya.


“Gimana caranya masuk ke sana ya?” tanya Aska.” Maksudku menjadi seorang pegawai atau satpam atau juga tukang ngitungin ban mobil aku sanggup.”


“Memangnya ada pekerjaan seperti itu?” tanya Romeo yang menilai Aska sangat absurd sekali.


“Kalau diadain ya ada,” jawab Aska.


Romeo langsung tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Aska. Memang benar apa yang dikatakan Aska adalah kenyataan. Tapi pekerjaan itu sangat dibutuhkan oleh semua orang. Bukan berarti disuruh menghitung ban beneran. Kemungkinan besar pekerjaan itu akan dikerjakan oleh administrasi. Yang di mana mereka tugasnya untuk menghitung ban masuk maupun keluar. Mungkinkah Aska menginginkan pekerjaan seperti itu?

__ADS_1


“Memang ada pekerjaan seperti itu. Kamu akan menjadi seorang administrasi gudang menghitung jumlah ban keluar masuk dari gudang. Selain itu juga kamu menjaga peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan oleh mekanik,” jelas Romeo.


“Oh... Ternyata memang ada pekerjaan seperti itu. Aku sangka tidak ada,” ujar Aska.


“Ada. Tidak mungkin nggak ada,” sahut Aska yang masih polos dalam bidang perkantoran.


“Kalau begitu ayo masuk!” ajak Romeo.


“Mobilnya?” tanya Aska.


“Udah biarin aja sini. Kita mau lapor kok kalau barang sudah datang,” jawab Romeo.


“Sepertinya sangat ketat sekali masuk ke sini?” tanya Aska lagi.


“Tidak bisa sembarangan orang masuk ke sini. Begitu juga dengan karyawan-karyawati di sini. Mereka harus memakai kartu pengenal. Begitu juga dengan perusahaan besar lainnya. Mereka harus menyerahkan kartu identitasnya untuk diperiksa. Agar mereka tidak mengusir kita dari sini,” jelas Romeo.


“Sebenarnya aku pernah bekerja di Surabaya di pabrik roti. Setiap masuk selalu memakai tanda pengenal tanda pengenal itu diberikan secara khusus dari perusahaan. Karena itu untuk mencegah dari orang-orang penyusup,” jawab Romeo.


“Memangnya ada ya penyusup seperti itu?” tanya Aska.


“Pasti ada. Setiap perusahaan pasti punya rival. Tidak ada yang tidak mungkin. Mereka akan memasukkan orang-orangnya ke dalam perusahaan dengan cara apapun. Mereka sengaja bekerja di sini sampai jangka waktu yang telah ditentukan. Kemudian mereka mendapatkan tugas untuk mencuri ide-ide perusahaan. Dulu aku pernah menemui orang seperti itu. Hingga akhirnya perusahaanku menjebloskan mereka ke dalam penjara. Mereka terkena pasal tentang hak cipta. Mulai dari a sampai z barang yang diproduksi sama persis dengan barang yang diproduksi kita. Jadi kita menuntutnya hingga tuntas. Itulah kisah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan itu sangat mengerikan sekali,” jelas Romeo hingga Azka paham tentang soal itu.


“Seram juga ternyata. Kalau dipikir-pikir mereka bisa berbuat curang. Apakah ini yang dinamakan dunia bisnis?” tanya Aska yang mulai kepo.


“Ya itu benar. Jika kamu terjun ke dunia bisnis, mau tidak mau kamu harus bekerja keras untuk melakukan sesuatu. Sesuatu itu banyak sekali. Bahkan kamu harus mempelajari seluk beluk dari a sampai z tentang dunia bisnis itu,” jelas Romeo dengan sabar melayani Tuan mudanya itu.


“Apakah Pak Ahmad sudah bongkar?” tanya Aska.

__ADS_1


“sepertinya lagi bongkar. Aku tadi ke sana banyak mobil-mobil yang bongkar muat barang. Makanya aku tidak ke sana dulu. Nunggu lama sekaligus nunggu antrian yang panjang seperti kereta api,” jawab Romeo.


Yang dikatakan Romeo benar apa adanya. Hari ini banyak sekali mobil-mobil berdatangan untuk bongkar muat barang. Mau tidak mau Aska dan Romeo menunggu. Begitu juga dengan Pak Ahmad yang datang duluan belum juga bongkar barang. Itulah kesibukan perusahaan besar Azka Food International. Meskipun gudangnya banyak namun mereka harus menunggu antrian satu persatu. Karena perusahaan ini menerapkan sistem antrian bongkar muat.


Romeo tidak terkejut sama sekali tentang sistem ini. Karena sang CEO sudah memiliki peraturan tersendiri. Apalagi di hari-hari tertentu akan ada barang ekspor ke berbagai negara. Bisa dikatakan perusahaan ini sering sekali ekspor hingga dua kali dalam sehari.


Beberapa saat kemudian ponsel pintar milik Romeo berdering. Kemudian Romeo mengambilnya dan membaca isi pesan tersebut. Romeo akhirnya membalas pesan itu dan melihat sang tuan muda sudah kepanasan. Akhirnya Romeo mengajaknya pergi dari tempat itu.


“Ayo kita pergi dari sini sebentar!” ajak Romeo.


“Kenapa kita harus pergi dari sini?” tanya Aska.


“Aku akan mengajakmu makan terlebih dahulu,” jawab Romeo.


“Lalu bagaimana dengan barangku ini?” tanya Aska.


“Itu mudah. Jangan terlalu dipikirkan. Sepertinya di sini penjagaannya sangat ketat,” jawab Romeo.


“Aku tidak mau. Nanti aku dimarahin pak Broto. Karena barang-barang ini adalah barang amanah,” ucap Aska yang ketakutan.”


“Tidak perlu takut soal itu. Aku menitipkan pada security yang berada di sana,” jawab Romeo lagi sambil menunjuk kedua pria memakai baju satpam sedang bersantai.


“Apakah mereka bisa dipercaya?” tanya Aska lagi.


“Kalau nggak bisa dipercaya, kita bisa melaporkan kepada perusahaan ini. Jika mereka tidak jujur dan mencuri, mereka akan dipecat dari pekerjaannya,” jawab Romeo yang sabar menjelaskan kepada Azka.” Ayolah kita makan terlebih dahulu! Siapa tahu nanti barang kita dibongkar pada waktu jam makan siang!”


“Apakah itu benar?” tanya Aska.

__ADS_1


 


__ADS_2