Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Kecurigaan Christina.


__ADS_3

"Maaf bang. Aku nggak sengaja melakukannya. Aku kira Abang mengetahui soal itu," jelas Aska.


"Bagaimana mengetahuinya? Sedangkan diriku masih berada di sini dan tidak berani mengotak-atik keluarga Wicaksono," ucap Romeo dengan jujur.


"Baiklah. Tapi setelah ini Abang nggak boleh ngadu ke ayah. Karena ayah akan marah kepadaku."


"Baiklah kita sepakat untuk merahasiakan ini terlebih dahulu. Kalau begitu ceritakanlah semuanya kepadaku."


Aska mengangguk paham lalu dirinya bercerita tentang sang nenek. Romeo sengaja mendengarkannya dan ingin tahu masalah sebenarnya. Alangkah terkejutnya Romeo ketika Azka bercerita tentang sang nenek bekerja sama dengan mafia yang terkenal di Paris. Langsung saja Romeo mengucapkan wajahnya berkali-kali.


"Apakah itu benar?" tanya Romeo sekali lagi.


"Itu benar bang. Bahkan nama ketua mafianya itu adalah Jamaludin," jawab Aska yang membuat Romeo terkejut untuk kedua kalinya.


"Kamu serius tentang perkataanmu itu?" tanya Romeo sekali lagi yang tidak percaya dengan sang nenek.


"Serius bang. Memangnya Abang tahu siapa itu Jamaludin?"


"Jamaludin adalah sepupu dari kakekmu. Aku kira orang itu sudah meninggal karena diburu oleh ayahmu sendiri. Semenjak kamu mengatakan Jamaludin bekerja sama dengan nenek. Aku seakan tidak percaya."


"Begitu juga dengan aku. Aku juga baru paham ketika mencari data-data tentang nenek."


"Jadi selama ini. Musuh yang sudah memporak-porandakan perusahaan ini dan Wicaksono adalah orang terdekat kita sendiri."


"Bisa dikatakan seperti itu bang. Kalau orang lain Aku nggak jadi masalah. Aku akan mengejarnya dan mengirimkannya ke dalam penjara. Namun kasus ini sangat beda sekali."


"Kamu benar. Untuk saat ini kita diam-diam terlebih dahulu. Kita nggak bisa ngomong secara bebas. Jamaludin adalah orang yang sangat licik sekali. Sedari dulu Jamal ingin menguasai Wicaksono Group. Padahal Wicaksono group yang membangun adalah kakekmu sendiri."


"Maksudnya apa?"


"Memang benar. Sedari dulu kakekmu adalah seorang pekerja keras yang ulet. Gara-gara keuletannya, Kakek bisa mendapatkan semuanya. Tapi masalah ini karena perebutan perusahaan utama yang dimiliki oleh buyutmu sendiri."

__ADS_1


"Berarti kasus ini menjadi misteri?"


"Kamu benar. Makanya aku menebak kalau musuh itu berada di sekitaran kita."


"Sekarang semuanya sudah jelas. Tinggal tunggu saja tanggal mainnya. Setelah menikah aku akan melebarkan sayapnya untuk mencari Jamaludin dan nenek itu."


"Baguslah. Nanti aku bantu. Jika ayahmu tidak mau bantu. Jangan kamu paksa. Kecuali bukti-bukti itu sudah berada di tangannya sendiri."


"Siap bang," balas Aska.


"Kalau begitu kita makan terlebih dahulu."


Kemudian Romeo mengajak agama akan terlebih dahulu. Sambil menikmati pemandangan yang asri itu. Mereka mencoba menu yang sudah dipesannya itu.


Sementara di kantor Christina dihebohkan atas kedatangan Damian. Tiba-tiba saja Damian memeluk Christina sambil berbisik, "Perusahaanmu tidak baik-baik saja. Kamu harus mempertahankannya agar bisa masuk ke dalam Wicaksono Group. Jika sudah masuk ke sana. Aku dengan mudah bisa mengangkat atau menjadi ceo-nya."


"Aku tidak janji soal itu ayah. Aku tidak bisa memaksa keinginan Aska ingin sekali memiliki saham lebih dari lima puluh persen. Aska bisa menguasai perusahaan dan menilai cara kerja sang Manager. Jika sang managernya itu jelek Aska berhak memecatnya," jelas Christina.


"Ada benarnya juga. Kalau begitu aku akan memberikan saham Wicaksono secara cuma-cuma kepada Aska. Dirinya harus mengambil keputusan agar perusahaan ini bisa menjadi utuh selamanya," Damian mulai menganalisis keadaan sebenarnya.


"Nggak perlu takut seperti itu. Cepat atau lambat Aska akan mendapatkan gelar S2 maupun S3 pelan-pelan," ujar Damian.


"Yang dikatakan papa benar apa adanya. Kita jangan terlalu memaksa Aska. Karena apa bukan robot yang terus-terusan kita suruh begini begitu," sahut Adrian yang dari tadi membantu mengecek keuangan.


"Kamu benar Adrian. Kalau begitu kita akan menggemblemnya secara perlahan. Karena cepat atau lambat Aska harus memegang perusahaan besar," ujar Damian.


"Kok Papa tiba-tiba saja ada di sini?" Tanya Adrian.


"Aska memberitahukanku bahwa sebentar lagi dirinya akan menikah," jawab Damian.


"Aku hampir lupa memberitahukan kabar baik itu. Seharusnya papa adalah orang pertama yang aku beritahukan. Namun nyatanya aku lupa," gumam Christina yang membuat Damian terkekeh.

__ADS_1


"Kamu terlalu sibuk dengan urusan kantor. Semua pesanku yang aku kirimkan sekarang. Kamu membalasnya dua minggu setelahnya," kesal Damian.


"Papa kan sudah tahu sendiri. Kalau pekerjaanku itu menumpuk dari hari ke hari. Aku tidak bisa bergerak dengan leluasa. Ponsel pun aku nonaktifkan terlebih dahulu. Setelah ada waktu senggang. Aku bisa membalasnya satu persatu," ujar Christina dengan jujur.


"Ya sudahlah kalau begitu. Tidak apa-apa. Yang penting kamu dan Aska sehat-sehat selalu. Untung saja saat itu kamu memberikan nomor Aska. Jadi aku bisa mengirim pesan kepada Aska untuk menanyakan kabarmu itu," sahut Damian.


"Papa ke sini sama siapa?" Tanya Christina.


"Aku ke sini sendirian. Aku tidak bersama ibumu itu," jawab Damian dengan jujur.


"Kenapa Papa nggak mengajak ibu? Aku ingin ibu melihat cucunya menikah," tanya Christina.


"Sebenarnya Papa ke sini untuk menghindari ibumu yang suka marah-marah nggak jelas. Jujur saja Papa sangat muak sekali, jika ibumu marah-marah seperti itu. Bayangkan saja tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada badai ibumu langsung ledakan amarahnya. Ditambah lagi dengan sifat arogannya itu kepada pelayan," jelas Damian yang mencurahkan isi hatinya kepada sang putri.


"Memangnya masalahnya apa pa?"


"Papa sendiri nggak tahu apa masalahnya. Terus papa sering sekali memergoki ibumu pergi ke suatu tempat. Papa nggak tahu tempat apa itu. Ingin rasanya ke sana Aku masih sibuk sekali."


"Kenapa Papa nggak meminta pengawal untuk memeriksa tempat itu?"


"Pap pernah mengirimkan seseorang ke sana. Tapi orang itu kembali dalam keadaan tidak bernyawa. Saat itu juga papa sangat bersalah sekali kepada keluarganya. Jika Papa mengirimkannya kembali dengan orang yang berbeda. Kemungkinan besar orang itu akan mengalami nasib yang sama."


"Apakah motifnya sama dengan mafia?" tanya Christina sambil memandang wajah Adrian.


"Bisa jadi. Di sana para mafia belum habis sepenuhnya. Karena diriku Sudah pensiun. Di sisi lain pada kepolisian di sana harus Memiliki generasi baru. Setelah aku telusuri mereka tidak memiliki generasi itu," jawab Adrian.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Damian.


"Terpaksa aku harus mempunyai organisasi bawah tanah untuk menumpas mereka semua. Kalau nggak gitu. Aku nggak bisa melakukannya," jawab Adrian dengan jujur.


"Kayaknya kamu sudah menyimpang dari norma-norma kehidupanmu yang taat dalam beragama," kesal Christina.

__ADS_1


"Terpaksa sayang. Kalau tidak aku tidak sanggup melawannya sendiri. Bisa jadi organisasi bawah tanah yang berada di Paris itu bekerja sama dengan organisasi lainnya beda negara," jelas Adrian.


"Apakah kamu akan mengajak Aska dan Romeo?" Tanya Christina yang mulai curiga tentang Adrian.


__ADS_2