Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Penyerangan Markas Jamaludin 1.


__ADS_3

“Aku harus berbicara tentang kesiapan Wicaksono Groups,” jawab Aska.


“Oh... jadi itu,” ucap Damian. 


“Ya... sudah kek... aku ingin lagi ke taman bersama Maria,” pamit Aska. 


Damian hanya menganggukan kepalanya. Ia tersenyum manis dan membiarkan mereka pergi ke taman. Setelah mereka menghilang, Stefanie menatap wajah Damian sambil berkata, “Sebentar lagi kita akan mendapatkan seorang cicit.”


“Apa itu benar?” tanya Damian.


“Ya... itu benar. Karena Aska sudah berhasil menghamili Maria,” jawab Stefanie.


“Astaga, itu bocah,” ucap Damian sambil tertawa. 


“Kenapa kamu memanggilnya bocah? Bukankah dia sudah dewasa?” tanya Stefanie.


“Ya... itu benar. Aku harap mereka baik-baik saja,” jawab Damian sambil mendoakan Maria dan bayinya tetap sehat. 


Sesampainya di taman, Aska mendekati Christina sambil berkata, “Bu... sebentar lagi ibu akan mendapatkan seorang cucu.” 


“Apa?” pekik Christina yang menatap wajah Maria. 


“Itu benar Bu. Aku sedang hamil empat Minggu,” jawab Maria. 


Christina dan Adrian mengulas senyumnya. Mereka seakan tidak percaya apa yang dikatakan oleh Aska. Namun mereka di dalam hati mereka sangat bahagia. Bagaimana tidak Aska sebenar sebentar lagi akan menjadi seorang ayah?


“Ada yang harus aku bicarakan,” ucap Adrian.


“Baiklah,” sahut Aska. 


Adrian dan Aska segera meninggalkan para wanita di taman. Mereka akhirnya menuju ke ruangan kerja. Sesampainya di sana Adrian dan Aska duduk saling berhadapan. 


“Ada apa ayah?” tanya Aska. 


“Jamaludin semakin hari semakin meresahkan. Hampir setiap hari banyak sekali laporan tentang kejahatan masuk ke meja ayah,” jawab Adrian. 


“Lalu?” tanya Aska yang menatap wajah Adrian. 


“Satu-satunya jalan menghancurkan Black Crossover malam ini. Kami para jenderal akan melakukan pertemuan pada sore ini,” jawab Adrian. 


“Aku ikut ayah,” ucap Aska. 

__ADS_1


“Ya... nggak usah ikutlah. Besok pagi akan ada acara peresmian ahli waris di ballroom,” ujar Adrian yang membuat Aska teringat akan acara hari esok. 


“Janganlah kamu ikut,” ucap Adrian. 


“Lalu?” tanya Aska. 


“Penghancuran markas Black Crossover akan dikepalai oleh Paman kamu. Di belakang Paman kamu ada banyak jendral. Mereka akan mengerahkan semua pasukan khusus untuk menghabisi musuh negara. Para warga di sini sudah dibuat ketakutan. Jadi biarkan mereka bekerja,” jelas Adrian yang membuat Aska menganggukan kepalanya. 


“Apakah Minah sudah tiba di sini?” tanya Aska. 


“Sudah tadi pagi. Minah dikawal ketat oleh pengawal Black Knight. Kamu tenang saja Benjamin akan masuk perangkap,” jawab Adrian yang sudah merancang ini semuanya. “Setelah ini kamu harus tinggal di rumah utama, Biarkan ibumu dan nenekmu menjaga Maria.”


“Baik ayah,” balas Aska.


Sementara di tempat lain, Frank bersama Romeo dan Max menuju ke suatu tempat. Mereka akan mengecek kesiapan serangan nanti malam. 


Di sini Aska dan Adrian tidak ikut. Karena mereka akan melakukan persiapan untuk esok hari. 


Ketika sampai di markas pada jenderal, mereka sudah disambut hangat oleh Daniel sang jenderal paling ramah. Di sinilah Frank bisa bercanda. Sebab jenderal Daniel adalah teman sekolahnya semenjak SMA. 


Setelah semuanya berkumpul mereka langsung berdiskusi. Frank memberikan denah markas Black Crossover mendetail. Para jenderal itu pun terkejut dengan denah markas itu. 


“Ada ruangan tersembunyi. Yang dimana ruangan itu berisi organ tubuh manusia. Jamal adalah psikopat sejati. Dia menghabisi lawannya penuh dengan kekejaman,” ucap Frank yang sedari dulu sudah mengetahui tentang sepak terjang Jamaludin. 


“Itu benar,” jawab Frank. 


“Seluruh laporan masuk ke meja Adrian sama informasimu menandakan kebenaran,” ucap Tio sambil membaca berkas-berkas yang diberikan oleh Frank. 


“Mumpung nanti malam, Jamaludin bersama Benjamin tidak berada di tempat. Kita akan menggrebeknya. Kalau berada di tempat, mereka berdua bisa berkilah,” ucap Frank yang dibenarkan oleh para jendral. 


Jujur pada jendral sudah mengetahui sifat asli Jamaludin. Setiap mau ditangkap Polsek bawahan mereka, Jamaludin berkelit dan tidak pernah jujur. Di saat tidak jujur Jamaludin bisa melenggangkan kakinya ke sembarang tempat. Mau tidak mau kepala kepolisian meminta para jenderal untuk turun menangani kasus Jamaludin. 


Selesainya berdiskusi mereka akhirnya menyiapkan pasukan. Yang di mana mereka akan menangkap pengawal Jamaludin beserta putranya itu. 


Rumah utama Wicaksono. 


Aska yang sedang duduk di balkon rumah sedang menikmati indahnya malam. Kepalanya menatap langit biru bertaburan bintang. Aska berharap serangan malam ini yang dipimpin oleh Frank berhasil. 


Tiba-tiba saja Maria mendekatinya sambil memegang tubuhnya. Wanita berparas cantik itu memeluk tubuh kekar Aska. Saat memikirkan serangan itu Aska terkejut. Ia tidak menyangka kalau sang istri sudah berada di belakangnya. 


“Kamu baik-baik saja?” tanya Maria. 

__ADS_1


“Aku baik-baik saja,” jawab Aska yang menyunggingkan senyumnya yang manis. 


“Ada apa?” tanya Maria. “Sepertinya kamu sangat serius sekali memikirkan sesuatu.”


“Besok akan ada  peresmian ahli waris,” jawab Aska. “Sebentar lagi ada penggeledahan markas Jamaludin yang dilakukan para jenderal senior. Ayah sengaja tidak ikut. Sebab ayah ditugaskan untuk mengawal peresmian ahli waris besok pagi.” 


“Wow,” pekik Maria. “Peresmian perusahaan dikawal oleh aparat keamanan.” 


“Itu benar,” jawab Aska. “Selama ini perusahaan Wicaksono sudah membuat negara untung besar. Bahkan perusahaan Wicaksono sangat loyal pada negara. Tidak tanggung-tanggung perusahaan tersebut bisa menghasilkan banyak sekolah dan rumah sakit di berbagai daerah. Meskipun swasta mereka berusaha untuk menjadi yang terbaik. Oh... ya... pesawat pribadiku sudah sampai ke sini.” 


“Apakah kita akan pergi?” tanya Maria. 


“Tidak. Mereka akan mengangkut ibu dan bapak untuk ikut peresmian di ahli waris,” jawab Aska yang membuat Maria tersenyum manis. 


“Terima kasih atas kebaikanmu selama ini,” ucap Maria yang bahagia. 


“Aku tahu kamu pasti sangat merindukannya,” ucap Aska. 


“Ya... aku memasang sangat merindukan mereka,” jawab Maria yang benar-benar merindukan kedua orang tuanya. “Apakah kamu tidak berencana pulang ke Indonesia?”


“Pengennya sih ke sana,” jawab Aska. “Tapi enggak tahu kapan?”


“Sebentar lagi akan ada acara reuni sekolah,” jawab Maria. 


“Aku dengar dari Fabian teman sekolahku yang sekarang menjadi dokter ahli gizi di perusahaan Aska Food,” ucap Aska yang sangat merindukan masa-masa sekolah. “Kita akan ke sana.”


“Kamu serius?” tanya Maria. 


“Ya... aku serius. tiba-tiba saja aku merindukan Soto Ayam Pak Sholeh yang buka di depan sekolah. Rasanya segar sekali,” ujar Aska yang membayangkan makan soto di warung Pak Sholeh.


“Suka banget ya?” tanya Maria. 


“Suka. Aku sudah menjadikan makanan favoritku,” jawab Aska yang membalikkan badannya sambil menatap wajah Maria. “Memangnya kapan?” 


“Empat bulan lagi,” jawab Maria yang membuat Aska menggelengkan kepalanya. 


“Lama sekali berarti?” tanya Aska dengan tatapan sendu. 


“Iya itu benar,” jawab Maria yang membuat Aska langsung mencium bibir tipisnya. 


“Kalau begitu mari kita bobo,” ajal Aska. 

__ADS_1


“Kok bobok sih sayang?” tanya Maria. 


“Lalu kita ngapain?” tanya Aska.


__ADS_2