Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Terbongkar Sudah.


__ADS_3

"Aku nggak tahu barang itu mau dijual ke mana. Sekarang jadi pertanyaan, jika barang itu ditimbun bisa dipastikan akan menumpuk di sini. Yang jadi pertanyaan adalah ketika terjadi penggerebekan barangnya tinggal sedikit. Inilah yang menjadi tanda tanyanya," Romeo mulai bingung dengan keadaan barang itu.


"Inilah yang harus diselidiki. Kita nggak bisa diam-diam seperti ini. Kita akan mengambil beberapa jenis barang palsu lalu kita cek di laboratorium. Aku harap barang-barang itu baik-baik saja," Aska semakin gusar atas keputusannya itu.


"Aku tahu kamu nggak baik-baik saja. Perasaanmu ada di barang palsu itu. Aku juga begitu. Badan kita yang berkualitas bagus diganti dengan barang palsu. Aku nggak tahu apalagi Bagaimana selanjutnya? Coba tato lambat berita ini akan menyebar ke seluruh penjuru dunia," ucap Romeo yang mulai mengambil barang-barang palsu itu dan menaruhnya di kardus.


"Inilah yang aku takutkan. Jika ini sampai terjadi bisa dipastikan Aska akan jelek di mata dunia. Sementara yang melakukannya adalah oknum orang dalam. Kasihan nyonya yang sudah capek-capek dari nol sampai sekarang," kesal Romeo.


"Kalau sudah selesai yuk kita ke kebun. Kita santai dulu aja di sana. Sambil mencari inspirasi menemukan jawaban semua ini. Semoga Tuhan membantu kita semuanya. Karena kita melakukan ini dengan cara terbaik dan jujur," jelas Aska.


"Okelah," balas Romeo.


Setelah mendapatkan barang-barang palsu itu, mereka akhirnya berpamitan kepada pihak kepolisian di sana. Mereka memutuskan untuk berkunjung ke kebun. Saat memasukkan kardus itu ke dalam mobil, Asta sengaja tidak melihat orang yang sedang memakai baju hitam berdiri di belakang pohon.


Dengan penuh keberanian Aska mendekati pohon itu dan melihat orang itu sedang menghubungi seseorang. Dirinya mendengar jelas kalau pria itu berbicara pada seseorang dengan jelas. Lalu ia langsung menendang orang itu dan menghajarnya habis-habisan.


Sedangkan Romeo tidak sengaja melihat Aska bertarung langsung mendekatinya dan memukul pria itu bertubi-tubi. Pria itu berteriak kesakitan kemudian Romeo menghentikannya.


Dengan cepat tangan Romeo membuka topeng yang dipakai pria itu. Lalu Romeo tersenyum dan memandang pria itu. Kemudian Romeo menyapa orang itu dengan wajah yang berubah menjadi iblis, "Ternyata kamu yang berkhianat."


Aska yang dari tadi melihat Romeo yang sedang menghajarnya matanya membola sempurna. Ternyata yang melakukannya adalah...


"Oh... Jadi selama ini?" Tanya Romeo yang masih menahan emosi.


Pria itu langsung membuang ludahnya ke sembarang arah. Dengan senyum sinisnya pria itu memandang wajah Aska. Jujur pria itu tidak suka ada Aska di hadapannya. Kemudian pria itu mengintimidasi Aska sambil memakinya, "Buat apa anak miskin Itu di sini?"


"Jangan pandang dia anak miskin!" Tegas Romeo yang tidak mau tuan mudanya diejek.


"Sekarang aku tanya, ngapain kamu di sini? Bukankah kamu hari ini di kantor?" tanya Aska dengan nada datar.


"Bukan urusanmu! Kerjain aja tuh motong-motong rumput di kebun! Ngapain juga ngurusin gue!" jawab pria itu dengan ketus.

__ADS_1


"Gue nggak ngurusin elu. Lu itu kerja dibayar orang! Tapi kenapa lu jadi penghianat! Jujur gue akan mencet lo sekarang juga! Lu udah nggak berhak lagi di Aska food internasional!" tegas Aska yang tidak banyak bicara dan langsung memecat pria itu.


"Gue nggak peduli lu mau mecat gue! Ada hubungan apa lu sama perusahaan itu? Sekarang gue tanya, Lu kenapa ngurusin kerjaan gue? Gue mau kerja mau nggak terserah! Gaji gue udah 30 juta di sana. Ketimbang elu, gaji lu hanya beberapa perak saja. Mana ada perempuan yang mau sama elu! Sudah miskin belagu lagi!" Ejek pria itu.


"Lepasin aja bang! Aku masih memberikan satu hari lagi untuk masuk ke dalam kantorku. Setelah itu aku yang akan memecatnya secara resmi dan tidak terhormat!" perintah Aska yang membuat Romeo menuruti keinginannya.


"Kalau begitu biarkanlah orang itu berkeliaran terlebih dahulu," ajak Aska yang melanggarkan kakinya lalu diikuti Romeo.


Setelah menjauh dari sana, Aska meminta Romeo untuk meminta satu orang agar mengikuti orang tersebut. Romeo pun setuju dan langsung menghubungi seseorang yang berada di kebun Pak Broto. Orang itu langsung meluncur dan menjadi mata-mata untuk sang penyusup.


Kemudian Aska dan Romeo menuju ke kebun Pak Broto. Di dalam perjalanannya Romeo tidak melihat Aska sama sekali. Dirinya lebih fokus menatap jalanan yang berliku.


"Kenapa kamu melepaskan Sony?" tanya Romeo.


"Biarkan saja," jawab Aska sambil tersenyum smirk. "Apakah kamu memiliki nomor telepon Sony?"


''Aku memilikinya," jawab Romeo yang paham akan pikirannya Aska.


"Bener seratus persen. Nanti deh kalau sampai di kebunnya Pak Broto akan aku cek seluruh aktivitas nomor milik Sony. Nanti kita akan menemukan siapa-siapa yang sudah bekerja sama dengan Sony," jawab Romeo sambil tersenyum sumringah.


"Nah itu yang aku maksud. Jika aku menangkapnya kemungkinan besar Sony bisa keluar dari penjara itu. Soalnya orang yang dihubunginya akan melepaskan dari penjara. Makanya aku nggak mau gagal batu terlebih dahulu. Biarkanlah Sony menikmati kebebasannya," jelas Aska yang memiliki rencana brilian.


"Iya ya... Kenapa nggak terpikirkan olehku? Dengan cara melacak aktivitas nomor milik Sony, kita bisa mendapatkan siapa-siapa saja yang terlibat. Kalau begitu aku siap untuk ini," ujar Romeo yang membuat Aska menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu laksanakanlah setelah ini. Aku akan bersantai terlebih dahulu dan mencari Mala untuk mengenalkannya kepadamu. Aku yakin kamu akan sangat menyukainya. Karena Mala sangat cantik sekali. Aku sudah menganggapnya dia sebagai adikku," ungkap Aska yang bahagia memiliki adik perempuan.


"Terima kasih adikku. Kalau begitu aku akan menunggu kalian datang," balas Romeo sambil memarkir mobilnya tepat di depan halaman Pak Broto.


Kedua pria itu keluar dari mobil dan melihat rumah sedang sepi. Aska langsung masuk dan mencari keberadaan Bu Siti. Begitu juga dengan Romeo yang mengikuti Aska dari belakang. Ketika masuk kedua pria itu melihat seorang gadis cantik sedang membawa nasi bungkus. Gadis itu menatap Aska lalu menyapanya dengan lembut, "Eh... Bang Aska."


"Eh... Mala... Apa kabar?" tanya Aska sambil melemparkan senyumnya yang hangat.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja setelah kirim barang abang langsung menghilang tanpa jejaksetelah kirim barang abang langsung menghilang tanpa jejak," jawab Mala yang rindu pada Aska.


"Tiba-tiba saja Pak Broto melemparkanku ke perusahaan terbesar yang berada di Jakarta. Katanya di sana sedang ada staf yang tiba-tiba saja keluar dari perusahaan. Terpaksa aku disuruh bekerja di sana sambil belajar tentang manajemen," ucap Aska yang berbohong karena tidak mau identitasnya terbuka.


"Ya udah deh bang nggak apa-apa... Akhir-akhir ini Cici selalu ke sini. Katanya nyari Abang untuk jadian lagi. Aku bilang abang udah di Jakarta. Dia tanya lagi, tinggal di mana Abang? Aku jawab nggak tahu. Aku salah ya bang?" tanya Mala yang ketakutan.


"Enggak, kamu nggak salah apa-apa sama Abang. Biarin aja Cici mencariku. Sedangkan aku tidak mencarinya. Kalau dia tanya lagi bilang nggak tahu. Aku yakin Cici mencariku untuk jadian. Tapi sayangnya aku sudah memiliki calon istri yang baik hati dan penyayang," ucap Aska dengan jujur.


Jederrrrrrr.


Bagai petir di siang bolong hati Mala merasa sakit. Lalu cepat-cepat Mala meminta izin dan pergi meninggalkan Aska.


Melihat kepergian Mala, Aska sangat kebingungan sekali. Lalu mata Aska beralih ke Romeo dan bertanya, "kenapa ya itu Mala?"


Romeo yang sedari tadi melihat percakapan Aska dan Mala hanya bisa menghembuskan nafasnya. Romeo paham lalu menangkap kekecewaan Mala terhadap Aska. Dirinya langsung menyimpulkan bahwa Mala sedang tidak baik-baik saja. Melainkan malah merasakan hatinya sakit tercabik-cabik oleh perkataan Aska.


"Adikku," panggil Romeo dengan santai.


"Iya bang," balas Aska sambil menghambatkan bokongnya di hadapan Romeo. "Memangnya ada apa bang?"


"Jujur... Karena jawabanmu gadis itu sakit hati mendengar kalau kamu sudah memiliki calon istri," jawab Romeo dengan jujur.


"Kok sakit hati bang. Padahal aku berkata jujur. Kalau aku sebentar lagi akan menikah dengan Maria," ucap Aska dengan bingung.


"Kamu nggak tahu ya? Kalau Mala itu jatuh cinta sama kamu," tanya Romeo kepada Aska.


"Aku nggak tahu. Jujur aku sama Mala tidak terjadi apa-apa. Malahan aku sama Mala hanya memiliki hubungan biasa saja. Di mana salahnya aku?" tanya Aska yang semakin bingung karena tidak paham dengan pembicaraan Romeo.


"Memangnya kamu nggak punya pacar selama ini?" tanya Romeo yang masih kebingungan dengan Tuan mudanya itu.


"Aku punya pacar namanya Cici.Setiap jalan sama dia, diriku tidak nyaman sama sekali. Selain itu juga aku tidak merasakan cinta yang tulus dari Cici. Begitu juga dengan sebaliknya, aku menolak Cici diam-diam. Namun Cici saat itu memaksaku untuk tetap berjalan. Tapi saat aku putus sama Cici, dia berbicara kalau aku adalah anaknya orang miskin. Sudah miskin gak punya apa-apa lagi. Bajuku yang kupakai itu-itu saja. Memang nasib menjadi orang miskin. Cici lebih mementingkan juragan jengkol sama aku. Kalau sering bersama aku juga ikut-ikutan jatuh cinta sama Cici. Tapi itu tidak mungkin. Biarkanlah saja. Yang sudah biarkanlah yang sudah selesai. Aku tidak akan mengingat siapa itu Cici lagi. Bahkan memanggil namanya pun aku tidak sudi. Yang aku rasakan adalah Cici sudah menginjak-injak harga diriku di depan semua orang," Aska menjelaskan kisah cintanya kepada Romeo sambil menghela nafasnya. Aska merasakan sesuatu yang hampa ketika berpacaran sama Cici. Namun Tuhan adil sekali kepada Azka. Beberapa hari kemudian Aska mendapatkan kabar Kalau Cici berselingkuh dengan juragan jengkol. Akan tetapi akan selalu mendoakannya agar bisa menikah dan memiliki keturunan yang baik.

__ADS_1


Apakah Azka tahu kalau Cici hanya mengambil keuntungan dari hubungan ini? Aska belum tahu itu karena sudah tidak peduli lagi sama Cici. Sekarang dirinya akan melupakan Cici dan fokus pada Maria bersama pekerjaannya yang sudah menumpuk. Ia akan berkonsentrasi untuk mempelajari segala hal dalam masalah bisnis. Itulah Aska yang sangat gigih sekali ingin menjadi orang sukses.


__ADS_2