Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Bantuan Apa?


__ADS_3

Ketika terjadi penangkapan Jamaludin, Jono tidak sengaja melihatnya. Lalu Jono mengamuk dengan hebat. Ia memaki Aska dan keluarga Wicaksono lainnya. Banyak sumpah serapah yang dikeluarkan oleh Jono.


Dengan cepat Frank datang menghampirinya. Frank menatap mata Jono dengan tajam. Dalam tatapannya itu Frank seakan ingin membunuh Jono hari itu juga. Namun niat itu sengaja diurungkan.


Frank mulai mengintimidasi Jono. Frank memang sengaja memancing penyakit Jono di depan umum. Pria paruh baya itu pun sengaja melakukannya. Agar semua orang mengetahui siapa Jono sebenarnya.


Tak butuh waktu yang lama akhirnya Jono mengamuk. Banyak sekali tamu undangan yang tidak mengetahui kalau Jono mengidap autis. Semua orang yang masih menikmati penobatan itu terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Jono bersikap seperti manusia normal lainnya. Dengan cepat pihak kepolisian menangkap Jono dan menggiringnya ke kantor polisi. 


Frank tersenyum bahagia dan masuk ke dalam ruangan itu. Ia memang sengaja sudah memperhitungkan besarnya kerugian. namun Jono saat itu tidak merusak barang apapun. 


Bertepatan jam 10.00 malam, Aska akhirnya dinobatkan sebagai ahli waris sesungguhnya. Namun sebelum itu Adrian sebagai ayahnya menunjukkan surat tes DNA. Aska memang memiliki darah Wicaksono di dalam tubuhnya. Akhirnya malam itu seluruh tamu undangan mempercayainya. 


Pesta penobatan ini berjalan dengan epic. Selama pesta tidak ada orang yang mengganggu acara tersebut. Bahkan seluruh anak gadis yang dibawa oleh para kolega dan tamu undangan, mencoba mendekati Aska. Mereka ingin berkenalan dengan Aska. Dengan cepat Maria mendekati Aska sambil menggandeng tangannya. 


Jujur sebagai seorang istri, Maria memiliki kecemburuan yang tinggi. Bukan berarti Maria adalah sosok yang posesif. Malahan Aska sendiri yang posesif terhadap Maria. 


Di tempat lain Damian bersama Stefani tersenyum bahagia. Rencana yang selama ini diidamkan telah berjalan lancar. Mulai detik ini Damian akan mengundurkan diri dari jabatan pemegang saham. Yang artinya pemegang saham itu pun akan dipegang oleh Aska seluruhnya. Bisa dikatakan Aska memiliki kendali yang cukup besar di perusahaan tersebut.


Keesokan harinya Maria dan Aska masih tertidur dengan nyenyak. Untung saja malam itu Maria tidak rewel sama sekali. Sementara di tempat lain, Adrian dan Christina mengaku lega. Mulai hari ini mereka sudah tidak dibayang-bayangi oleh Jamaludin dan juga Jono. Lalu bagaimana dengan Benjamin?


Adrian memang sengaja tidak menangkap Benjamin. Di saat pertemuan dengan kakeknya Luke, mereka membuat perjanjian yang penting. Di saat Adrian menangkap Jamaludin, kakek Lione meminta untuk tidak menangkap Benjamin. Namun sampai saat ini kakek Lione masih bekerja sama dengan Aska. Kakek Lione meminta Aska agar bisa memancing Benjamin. Mau tidak mau Aska harus melakukannya.


Sejenak Aska terbangun dari tidurnya. Aska tidak menyangka kalau semalam menjadi perhatian banyak orang. Untung saat itu Adrian membawa surat tes DNA. Jadi ketika pengobatan ahli waris, mereka tidak kesulitan untuk menobatkan Aska.

__ADS_1


Aska melihat sang istri sedang tertidur pulas. Senyumnya yang manis dan tangannya mulai memegang pipi mulus Maria. Baru beberapa bulan menikah, Aska sangat menikmatinya. Ia akan berjanji akan menjaga Maria hingga akhir hayatnya.


Tiba-tiba saja ponsel Aska berdering. Azka meraih ponselnya di atas nakas, Lalu Aska melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. Ia langsung mengangkat ponsel itu bersama orang di seberangnya.


"Apakah kamu sudah bangun?" tanya Adrian.


"Aku sudah bangun ayah," jawab Aska yang masih berbaring di atas ranjang.


"Bangunkan istrimu jika masih tertidur pulas. Jika sudah bangun suruh pergi ke kamar ayah. Biar Maria bersama ibumu untuk bertemu dengan mertuamu. Oh ya ada satu misi yang belum selesai.kita harus menyelesaikannya sekarang atau dalam beberapa hari ke depan," ucap Adrian.


"Misi Apa itu ayah?" tanya Aska.


"Misi di mana kamu akan menyerahkan Benjamin ke tangan kakek Lione. Nanti kita akan bekerja sama dengan Minah," jawab Adrian yang sedang mengingatkan Aska.


Sambungan terputus.


Selesai berbicara dengan Adrian, Azka akhirnya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Di dalam toilet Aska mengguyur tubuhnya dengan air hangat. Jujur saja Aska hari ini sangat bahagia. Tinggal selangkah lagi musuh akan tertangkap juga. 


Tiba-tiba saja Aska teringat dengan masa lalunya yang kelam. Ada perasaan marah dan juga sedih. Namun bagi dirinya itu tidak jadi masalah. Ke depannya Aska akan lebih berhati-hati untuk mengenal orang. Karena kejadian yang lalu tidak ingin terulang lagi.


Selesai mandi Aska keluar dari toilet. Aska hanya berbalutkan handuk di pinggangnya saja. Meskipun tubuhnya masih basah, Aska mendekati istrinya dan membangunkannya terlebih dahulu.


"Bunda bangun," Aska menggoyang-goyangkan tubuh Maria.

__ADS_1


Merasakan ada guncangan yang hebat, Maria memutuskan untuk membuka mata. Maria akhirnya bangun dan melihat wajah Aska. Dengan cepat meriah mengambil bantal dan menutup wajahnya.


"Kamu itu selalu saja begitu. Kenapa sih kamu selalu menutupi wajahmu itu?" tanya Aska yang semakin gemas terhadap Maria. 


"Sudah kubilang kalau aku orangnya pemalu," jawab Maria yang tidak mau melepaskan bantalnya.


"Bangunlah... Suruh ayah pergi ke kamar ibu. Di sana kamu bersama ibu akan menemui kedua orang tuamu. Untuk saat ini aku tidak bisa menemanimu. Karena aku ada satu misi yang belum selesai," ucap Aska yang masih setia menunggu Maria bangun.


Mau tidak mau Maria bangun dan menatap wajah Aska. Entah kenapa dirinya merasakan perasaan yang tidak enak. Namun ia mencoba menepiskan perasaan itu. 


"Bisa nggak kamu tidak menjalankan misi itu?" tanya Maria.


"Misi ini harus dijalankan. Tinggal satu lagi yang akan menjadi tawananku. Aku sudah bekerja sama dengan kakek Lione. Aku ingin memancing Benjamin keluar. Saat acara penobatan itu, Jamaludin dan Jono tertangkap. Kemungkinan besar Benjamin kabur. Untung saja di saat kabur seluruh pintu keluar melalui darat, udara maupun laut sudah tertutup. Banyak anggota Blue Dragon dan Black Knight sudah menyebar ke seluruh kota. Mereka sedang mencari keberadaan Benjamin. Ditambah lagi dengan agen rahasia mata-mata milik ayah. Aku harap Benjamin bisa tertangkap dengan secepatnya. Jika tidak Benjamin dengan mudah akan mengeluarkan Jamaludin dan Jono. Inilah yang aku takutkan. Jika mereka tertangkap maka Jamaludin dan Jono tidak akan keluar sama sekali. Kamu sama ibu dan ayah ibumu tetap di hotel ini. Hotel ini sudah diamankan oleh Paman Frank," jelas Aska yang membuat Maria paham. 


"Apakah kamu melibatkan Minah?" tanya Maria. 


"Sebelum acara bubar, Minah mendekati kami dan mengatakan sesuatu. Minah meminta ikut memancing Benjamin. Jujur saat ini Minah membenci Benjamin. Maka dari itu dirinya ingin menangkapnya," jawab Aska. 


"Ya sudah kalau begitu. Aku akan pergi mandi terlebih dahulu dan mengikuti perkataanmu," ucap Maria yang bangun dari tidurnya. 


"Apakah kamu meminta bantuan kepadaku?" tanya Aska.


"Bantuan apa?" tanya Maria balik.

__ADS_1


__ADS_2