
"Aku tidak mengajak Maria ke sini. Jujur aku belum berani bercerita tentang ini semuanya," jawab Aska.
"Kalau begitu ikutlah denganku! Aku akan memberikan sesuatu untukmu!" perintah Frank yang mendapat anggukan dari Aska.
Mereka pun keluar dari rumah itu dan menuju kebun. Mereka berdiri tepat di bawah pohon yang rindang. Di sana kedua pria berbeda generasi itu menatap langit.
"Seharusnya kamu cerita tentang keluarga dari pihak ibumu ke Maria. Maria harus tahu semuanya. Saat menjalankan pernikahan Maria tidak terkejut sama sekali dengan prahara keluarga besarmu itu. Aku nggak pernah habis pikir. Kenapa ayahmu bisa menikahi ibumu itu? Sebelum mereka menikah, akulah orang yang pertama mengetahui prahara itu. Bahkan Jamal adalah musuh bebuyutanku. Meskipun si Jamal adalah kerabat dekat Wicaksono. Aku tidak menyetujui pernikahan itu. Tapi ayahmu memaksaku untuk menyetujuinya. Mau tidak mau aku harus berkata ya kepada ayahmu itu. Jujur ini sangat berat buatku untuk mengatakan semuanya kepadamu," jelas Frank yang berkaitan dengan jujur.
"Lalu Kenapa aku menjadi sasaran utamanya? Padahal aku sendiri tidak tahu menahu soal masalah itu?" tanya Aska yang membuat Frank menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Makanya itu. Dari segi kebaikan, ibumu itu bisa dikatakan sebagai seorang malaikat. Ayahmu adalah pria yang sangat hebat sekali. Kakekmu adalah seorang pria yang sangat dermawan. Meskipun aku adalah ketua mafia. Aku sangat mengaguminya," jawab Frank yang membuka identitas dirinya ke Aska.
"Berarti Paman adalah seorang ketua mafia? Aku tidak menyangka kalau hidupku serumit ini," ucap Aska yang terkejut atas kejujuran Frank.
"Memang. Tapi aku sendiri adalah seorang pengusaha. Aku mendirikan sebuah perusahaan bernama Agard Groups. Perusahaan itu berdiri di kota Lyon. Sekarang perusahaan itu masih berdiri dengan tegak. Kamu pasti tahulah perusahaan itu. Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi," jelas Frank.
Jujur Aska terkejut dengan pernyataan Frank. Perusahaan yang pernah didengarnya itu adalah perusahaan impiannya. Jika ia memiliki kemampuan di basic coding, bisa dipastikan Aska masuk ke dalam perusahaan tersebut. Namun ada tidak pernah mengasahnya lebih dalam. Karena kesibukan sebagai tukang buah sudah menghabiskan waktu berjam-jam di kebun.
"Ya aku tahu itu. Malahan aku ingin masuk ke dalam sana. Tapi aku tidak akan mungkin bisa masuk ke sana. Karena keterbatasan biaya maupun hidup," sahut Aska.
__ADS_1
"Impianmu sangat banyak sekali. Paman sudah mengorek seluruh informasimu itu. Kamu sekarang Paman kasih kunci agar bisa masuk ke sana. Dan kamu juga bisa mengajak kerjasama perusahaan itu dengan perusahaan ibumu," ucap Frank yang mengijinkan Aska mengunjungi perusahaannya.
"Aku sangat terhormat sekali bisa masuk ke sana. Cepat atau lambat aku akan ke sana sekalian bermain untuk memperdalam ilmuku," kata Aska. "Jadi Paman tahu semuanya tentang kejadian di keluarga Wicaksono itu?"
"Ya. Paman tahu semuanya. Bahkan ibumu dan kamu sengaja disingkirkan agar tidak memegang perusahaan Wicaksono Group. Dan itu karena ulah Jamaludin. Diam-diam Jamaludin mempunyai banyak rencana agar kalian lenyap dari bumi ini. Padahal ibumu sendiri sengaja ke sini untuk menghindari Jamaludin. Tapi tidak disangka mereka memburunya sampai ke sini. Soal kamu dipisahkan oleh ibumu adalah skenario Jamaludin. Kamu sengaja dibuang dengan dalih tidak sempurna sama sekali. Alias cacat fisik. Itulah kenapa kamu dipisahkan oleh Jamaludin. Paman hanya bisa memberitahukan sedikit saja untukmu. Kamu bertanyalah kepada ayahmu kronologi jelasnya. Karena ayahmu memiliki kunci utamanya," tambah Frank yang menjelaskan kejadian tersebut.
Semakin jelas informasi yang didapatkan oleh Aska. Ia baru tahu kalau dirinya sengaja dipisahkan oleh orang lain. Sungguh dirinya tidak mengerti dengan si Jamaludin itu.
"Aku tidak paham dengan Jamaludin itu. Oh iya paman? Siapa orang yang mengacau pada pernikahanku itu?" tanya Aska yang penasaran sekali dengan orang yang berbuat kacau di pernikahannya.
"Kamu tahu siapa dia? Dia adalah suruhan Jamaludin. Dia memang dikhususkan untuk mengadakan pernikahanmu itu. Oh ya... Mulai saat ini kamu harus berhati-hati. Mereka sedang memburumu dan akan membunuhmu. Itu pesan Paman saja. Soal pernikahanmu jangan terlalu diekspos ke media. Jika kamu sampai mengekspos atau memberitahukan kepada mereka. Musuh dengan seenaknya akan mengincarmu dan Maria. Anggap saja kalian di muka umum tidak ada apa-apa," pesan Frank untuk Aska.
Aska sangat berterima kasih kepada sang paman. Dengan tulus sang Paman mengingatkan dirinya agar terus berhati-hati. Aska pun sadar karena hidupnya sedang terancam bahaya. Mau tidak mau dirinya harus bergelut dengan bahaya.
"Aku sudah meminta kepada kakek Damian sedikit tanah untuk membangun rumah kecilku itu. Dengan alasan aku ingin berlibur ke sana," jelas Frank.
"Memangnya kakek tahu jika Paman masih hidup?" tanya Aska yang mulai curiga.
"Belum tahu kamu itu. Seorang mafia bisa berkamuflase untuk menjadi orang lain. Kalau kamu nggak tahu soal itu. Tanyakan saja pada ayahmu," jawab Frank yang menarik akan masuk ke dalam.
__ADS_1
"Kalian dari mana saja?" tanya Adrian yang melihat keakraban Aska dan Frank.
"Melihat buah mangga yang sudah berbuah atau belum. Maria sangat senang sekali dengan buah mangga. Aku akan membawanya sedikit untuk ibu dan Maria," jawab Aska yang pintar mencari alasan.
Adrian menganggukkan kepalanya sambil menyuruhnya duduk. Lalu Romeo dan Max datang sambil membawa minuman.
"Aku akan memakai tempat ini sebagai markas perkumpulan kita. Memang dari rumah kalian itu sangat jauh sekali ke sini. Dan aku tegaskan di sini tidak akan membunuh seseorang di negara ini. Kemungkinan besar jika mereka yang ingin mengacaukan keluargamu. Kamu bisa menyerahkan ke kepolisian!" titah Frank.
"Pertemukan aku dengan orang itu!" perintah Aska yang mulai berubah menjadi tegas.
Max akhirnya membawa Aska ke ruangan bawah tanah. Aska mulai mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Tempat apa ini Max?"
"Ini tempat disediakan untuk mengorek informasi dari para musuh," jawab Max sambil membuka pintu rahasia.
"Aku sudah benar-benar gila ini. Berharap tidak berhubungan dengan hal-hal yang berbau mafia. Akhirnya Mulai detik ini aku harus berhubungan dengan mafia. Kenapa juga ada organisasi seperti ini di keluargaku sendiri?" tanya Aska sambil mengeluh.
"Tanyakan saja pada pamanmu itu. Nanti kamu akan tahu sesuatu," jawab Max yang tidak mau memberitahukan kepada Aska.
Kesal.
__ADS_1
Satu kata itu sedang bergelut di dalam hatinya. Sebelum Aska bertemu dengan Frank. Hobi Aska adalah sering menonton film action yang bertema mafia. Bahkan Aska sendiri suka berfantasi untuk menjadi salah satu bagian dari kelompok tersebut.
Jujur gara-gara fantasinya itu. Mau tidak mau Aska harus terjun dan bergabung dengan Blue Dragon.