
Sesampainya di hotel, Aska bertemu dengan petugas khusus. Di sana petugas itu membungkukkan badannya sambil memberi hormat, “Selamat sore Tuan muda Aska.”
“Sore... orangku sudah mereservasi kamar hotel atas nama Aska Wicaksono,” kata Aska yang memegang erat tangan Maria.
“Sudah saya siapkan semuanya Tuan,” sahut sang petugas hotel. “Mari saya antarkan ke kamar anda.”
Aska menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju. Kemudian sang petugas mengantarkan dirinya bersama Maria ke kamar hotel.
Sepanjang perjalanan menuju ke kamar, Aska dan Maria tidak sengaja desain yang sangat mewah sekali. Ia berdecak kagum sambil tersenyum. Jujur ia sangat mengagumi sang arsitek yang bisa merancang hotel yang sedemikian rupa.
“Siapa yang membuat desain seperti ini?” tanya Aska yang sempat sang petugas mendengar pertanyaannya itu.
“Oh... itu Tuan Frank Agard Junior,” jawab Sang Petugas Hotel yang membuat Maria memegang tangan Aska lebih erat.
“Hebat sekali ya... sang pemilik bisa membuat desain seperti itu,” puji Aska yang mengikuti petugas itu masuk ke dalam hotel.
“Ya... Tuan. Bisa dikatakan Tuan Agard memiliki otak sangat jenius sekali. Saking jeniusnya Tuan Agard memiliki banyak bisnis,” jawab sang petugas yang menjelaskan siapa itu keluarga Agard.
Aska menganggukan kepalanya dan tidak menyadari siapa Tuan Agard. Namun Aska tidak bertanya lebih lanjut lagi. Ia tidak tertarik untuk mencampuri sang pemilik hotel itu.
Namun sang istri, Maria mulai curiga atas apa yang dijelaskan oleh petugas hotel tersebut. Ia merasakan ada sesuatu dengan Tuan Agard. Ia sepertinya mencurigai kalau Tuan Frank Agard adalah pamannya Aska. Apakah Aska tidak mengetahuinya? Ah... ia akan memendam keingintahuannya itu.
Saat berada di depan hotel, Aska berterima kasih kepada sang petugas hotel. Ia tidak lupa juga memberikan sejumlah uang untuk tips dan pelayanan terbaiknya.
__ADS_1
Lalu Aska mengajak Maria masuk ke dalam. Mereka melihat kemewahan desain yang tidak terbayangkan. Ia menatap wajah Maria sambil berkata, “Bener-bener tuh asisten. Bisa-bisanya aku diberikan hotel yang sangat mewah ini!”
Bukannya Aska mengeluh soal kamar hotel yang dipesannya itu. Aska bingung dengan kamar hotel yang terlalu mewah itu.
“Apakah ini tidak terlalu berlebihan yang?” tanya Maria yang bingung dengan apa yang dilihatnya.
“Entahlah,” jawab Aska yang mengedikkan bahunya. “Oh... maafkan aku ayah. Aku sudah menguras uang tabunganmu untuk bersenang-senang bersama istriku.”
“Kamu memakai uang tabungan ayahmu untuk bersenang-senang?” tanya Maria yang mengerutkan keningnya.
“Terpaksa aku memakainya. Aku kira sang asistenku itu memberikan kamar hotel yang standar internasional. Eh.. malah dapat yang mewah seperti ini,” jawab Aska yang hatinya meringis.
“Sudah jangan bersedih. Lagian juga kamu enggak sengaja memesan kamar hotel ini,” hibur Aska.
Tanpa ragu Maria menganggukan kepalanya. Ia tersenyum manis hingga membuat Aska semakin semangat. Lalu Aska teringat kalau sore ini akan memasuki senja. Maka Aska memutuskan untuk berhenti sejenak dan memandang wajah Maria, “Hmmp... sebaiknya kita menundanya dulu. Karena aku berjanji sudah mengajakmu melihat sunset melalui balkon hotel ini,” ajak Aska yang menggandeng tangan Maria.
“Abang ada aja-aja,” balas Maria yang tersenyum malu dan menyembunyikan kepalanya di pundak Aska.
Mereka akhirnya pergi ke balkon untuk menikmati indahnya sunset sore ini.
Di tempat itu para petugas hotel sudah menyiapkan beberapa makanan ringan dan teh hijau yang berada di tempat penghangat. Sungguh indah hari ini buat Aska.
Di markas besar Frank dan Adrian sedang berkumpul. Mereka sedang bermain catur dan menikmati teh hangat.
__ADS_1
“Apakah kamu mengetahui kalau Aska pergi ke hotel?” tanya Frank.
“Aku sudah mengetahuinya. Aku sengaja memberikan kamar hotel yang mewah di hotel keluarga Agard,” jawab Adrian yang sengaja membuat Aska nyaman.
“Apakah Aska tidak tahu kalau hotel itu adalah milik aku?” tanya Frank.
“Aku enggak pernah bercerita soal keluarga Agard yang tersohor itu. Aku juga enggak menceritakan tentang hotel itu,” jawab Adrian yang sengaja membuat Aska penasaran.
“Baguslah. Nanti dia akan mati penasaran karena melihat hotel yang mewah itu,” ucap Frank sambil tertawa terbahak-bahak.
“Kamu suka banget menertawakan Aska seperti itu? Untung saja Aska tidak marah sama kamu?” tanya Adrian yang sedang mengasah kemampuannya.
“Begitulah. Dari dulu aku ingin memiliki seorang anak. Tapi Tuhan berkehendak lain. Sekarang Aska adalah anak angkatku.aku bisa menertawakannya jika terkejut seperti itu. Wajahnya loh lucu banget. Seperti nggak percaya dan benar-benar terkejut sama sekali,” jelas Frank.
“Itulah kenapa Azka tidak pernah merasa sama sekali. Aku baru tahu kalau Aska adalah orang yang sangat perih yang dan baik. Aku bersyukur pada Tuhan karena sudah menggemblengnya menjadi anak yang kuat,” ucap Adrian.
“Kisah masa lalu sudah lupakan saja. Aku sudah menemui Julia palsu dan menjebloskannya ke dalam penjara. Aku sudah muak sama orang itu. Jujur dia sekarang lumpuh total tidak bisa berjalan. Aku tidak akan membiarkan orang itu bebas. Dia harus menanggung akibatnya karena telah merusak rumah tanggamu dan rumah tangga Tuan Damian. Aku nggak menyangka wajah secantik itu bisa menyakiti banyak orang. Terutama Christina dan Aska. Aku nggak habis pikir kenapa ini bisa terjadi semuanya? Itulah kenapa aku melakukannya,” pesan Frank.
“Soal Julia hatiku masih sakit sekali. Bayangkan saja dirinya bisa membuat banyak orang menderita seperti itu. Kalau kamu mau menjebloskan ke dalam penjara lakukanlah. Istriku lah orang yang tersakiti. Gara-gara dia juga pas waktu kehilangan Aska, dia tidak mau mengenalku lagi. Aku berusaha mendekatinya dia selalu menyalahkan dirinya saat Aska menghilang. Jujur hatiku perih sampai saat ini. Walaupun kami sudah berkumpul lagi. Untuk terakhir kalinya aku nggak mau rumah tangga Aska hancur berantakan seperti itu,” jelas Adrian yang membiarkan Frank memasukkan ke dalam penjara.
“Tapi kamu nggak ngerasa kalau dia lumpuh terus kita masukkan ke penjara?” tanya Frank.
“Aku nggak merasa bersalah sama sekali. Jujur aku capek soal ini. Biarkan dia lumpuh biarkan dia mati tetap mendapatkan hukuman berat. Bayangan saja pas dia sedang merebut Tuan Damian dari Nyonya Julia asli. Terus merusak rumah tanggaku dan tertawa terbahak-bahak. Meskipun aku seorang polisi, Aku tidak akan pernah mau memaafkan orang seperti itu. Kamu mau tahu rasanya Christina berubah drastis saat kehilangan Aska? Hatiku sakit banget. Padahal dia adalah perempuan yang sangat kuat. Dia adalah wanita yang di mana membuat aku tersenyum bahagia. Dia adalah wanita yang di mana membuat aku meleleh seperti es terkena sinar matahari. Jangan kamu kira aku memaafkan orang seperti itu. Itu tidak. Aku tidak akan pernah memaafkannya sama sekali. Lagian juga kejahatannya sudah berada di tanganku tinggal diusut saja,” tambah Adrian yang tidak akan mundur sama sekali dengan keputusannya itu.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan Christina?’’ tanya Frank.