Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Menjebloskan Julia Palsu Ke Dalam Penjara.


__ADS_3

“Semuanya ada bukti yang valid. Aku sudah memiliki bukti itu. Setelah aku mengalami kecelakaan aku bersembunyi. Tapi kamu bodoh. Setiap kali kamu membuat rencana, aku mengetahui. Karena aku memang sengaja mengutus beberapa orang untuk menjadi mata-mata. Bahkan aku sendiri tahu. Kalau kamu ingin membunuh keponakanku. Tapi syukurlah... selama pertumbuhan Aska sejak bayi hingga sekarang... aku adalah orang pertama yang menjaganya. Akulah seorang paman yang sangat mencintai keponakanku! Mulai sekarang aku akan menuntut balas kepadamu! Kamu akan membusuk di dalam penjara!” bentak Frank.


“Jangan... aku tidak mau masuk ke dalam penjara! Aku enggak mau tinggal di sana! Lihatlah kakiku ini!” teriak Julia dengan histeris lalu menangis.


“Aku tidak akan menolongmu! Kamu sudah menghancurkan keluargaku! Kamu sudah membuat cucuku menderita. Kamu sudah membuat putriku menderita! Maka rasakan semuanya!” geram Stefanie.


“Apakah kalian tidak mau menolongku?” tanya Julia sambil terisak. “Aku akan memberikan semua informasi tentang Jamaludin.”


“Kamu enggak ngomong aku sudah memiliki banyak bukti tentang Jamaludin. Kamu bisa tertawa dan berbahagia ketika keluarga ini hancur berantakan. Kamu bisa membeli barang-barang mewah. Lalu kamu pamerkan ke semua media. Tapi kamu enggak lihat dengan mata kepala kamu apa! Kamu membiarkan Aska yang notabenenya adalah seorang cucu dari Tuan Damian menderita! Ha! Sekarang kamu meminta tolong pada kami! Jangan pernah mimpi ketinggian! Aku enggak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang! Cepat atau lambat kamu akan dijemput kepolisian!” bentak Stefanie.


Setelah itu Frank meraih ponselnya. Frank mencari keberadaan nomor milik Andrew, “Kamu tidak akan bisa lari dari kenyataan. Apa yang kamu tabur sekarang kamu petik. Janganlah menjadi orang yang licik dan picik. Hanya demi kekayaan Wicaksono Group, kamu mau menyingkirkan keberadaan Christina dan juga Nyonya Julia asli. Setelah kamu mendapatkan. Kamu ingin sekali membunuh cucu Tuan Damian! Memang bodoh! Lalu kamu menguasai Tuan Damian dan pura-pura mencintainya kan? Lalu kamu sengaja mencampurkan obat-obatan agar melemahkan seluruh otak dan saraf sampai lumpuhkan! Iya kan!” teriak Frank yang membuka semua rahasia yang selama ini telah ditutupi oleh Julia dengan rapat.


Jederrrrr!


Tiba-tiba saja sebuah kilatan masuk ke dalam ruangan. Terlihat jelas kilatan cahaya hingga membuat Aska takut. Aska menghembuskan nafasnya dengan kasar. Bagaimana bisa kilatan cahaya itu bisa masuk ke dalam ruangan ini? Inilah yang menjadi pertanyaan.


“Kamu tahu alam enggak suka sama kamu. Mereka tidak mau menerima kamu. Semakin lama semakin muak dengan kamu. Sekarang kamu enggak boleh menangis! Sekarang kamu harus menanggung akibatnya!” jelas Aska yang membuat Julia semakin kencang menangis.


Beberapa saat kemudian datang Andrew. Pria bertubuh kekar itu  langsung mendekati Frank sambil bertanya, “Ada apa bro?”


“Urus semuanya. Aku enggak mau semua kejahatan Julia palsu terlewat!” titah dengan serius.


Andrew menganggukan kepalanya dan menghubungi asistennya untuk mengurusi semua berkas-berkas yang sudah dipersiapkan. Kemudian mereka meninggalkan rumah sakit. Maria yang mengerti perasaan Aska hanya diam saja. Bukannya ia tidak ingin mencampuri urusan Aska, Namun ia sengaja memberi ruang untuk mereka bicara.


“Kalian mau ke mana?” tanya Stefanie.


“Aku mau ke hotel Neo,” jawab Aska yang tersenyum manis.


Stefanie tersenyum manis lalu mengambil salah satu ATM miliknya. Lalu ia menyodorkan ATM itu ke arah Aska, “Pergilah bersenang-senang. Lupakanlah masa lalumu!”

__ADS_1


“Buat apa ini neka?” tanya Aska yang mengerutkan keningnya.


“Buat kamu bersenang-senang. Ini hadiah dari nenek,” jawab Stefanie dengan tersenyum manis.


“Aku menolaknya nek,” tolak Aska dengan jujur.


“Kamu enggak boleh menolak apa yang nenek berikan. Ambilah!” suruh Frank yang menatap wajah Aska.


“Baiklah nek,” ucap Aska dengan terpaksa mengambil ATM itu.


“Hati-hati. Jangan mengebut bawa mobilnya,” pesan Frank yang membuka pintu mobil buat Stefanie.


Sebelum mengantarkan Stefanie pulang, Frank meminta beberapa pengawalnya untuk mengikuti dan menjaga Aska.


“Abang baik-baik saja?” tanya Maria yang masih melihat Aska belum menyalakan mobil.


“Syukurlah, kalau begitu. Maafkan aku yang tidak bisa membela Abang tadi,” ucap Maria yang sedari tadi diam.


“Tidak apa-apa. Meskipun neng ngga bicara sepatah kata, Abang tahu perasaan neng sakit sekali. Sekarang neng enggak usah merasakan sakit hati lagi ya. Julia palsu sebentar lagi di penjara,” ujar Aska.


“Tapi bang... Julia sedang lumpuh,” ujar Maria.


“Itu sudah menjadi konsekuensinya. Dia baru merasakan hal itu. Lalu nenek, nenek sangat mencintai kakek Damian semenjak dulu. Cintanya tidak pernah luntur sedikitpun. Semenjak kedatangan Diana, dunia nenek hancur. Diana berhasil mengusir nenek dari rumah. Ditambah Diana merebut posisinya sebagai istri sah. Lalu diam-diam Diana ingin membunuh kakek secara perlahan demi melancarkan aksi Jamaludin. Inilah yang membuat aku enggak habis pikir, kenapa ini bisa terjadi?” tanya Aska yang membuat Maria bertanya-tanya.


“Aku juga enggak tahu. Aku sendiri mumet memikirkan itu orang,” ujar Maria yang membuat Aska menatapnya.


“Maksud kamu apa?” tanya Aska yang membuat Maria bingung.


“Apakah kita enggak berdosa menjebloskan Julia ke dalam penjara? Sementara dia lumpuh,” tanya Maria sekali lagi.

__ADS_1


“Well, sekarang kita berganti posisi. Kalau kamu menjadi aku bagaimana? Jika melihat keluargamu hancur seperti itu walau dia cacat,” tanya Aska.


“Ah... iya ya bang. Aku juga akan seperti Abang. Secara Diana itu langsung membuat keluarga hancur berantakan,” ucap Maria yang membuat Aska menganggukan kepalanya.


“Iya itu benar,” sahut Aska.


“Aku akan melakukan hal yang sama,” celetuk Maria dengan jujur.


“Nah itu dia jawabannya. Jadi selama ini yang dia hancurkan langsung dua keluarga sekaligus,” ucap Aska dengan jelas. “Ditambah lagi dia melakukan perbuatannya melawan hukum. Jadinya dia akan mendapatkan ganjarannya sekaligus.”


“Kalau enggak bertentangan dengan hukum?” tanya Maria.


“Itu pertanyaan yang bagus. Lalu enggak fatal aku pasti memaafkannya dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Kita setiap saja ya... pembicaraan ini. Lagian juga masalah ini sudah aku tutup,” pinta Aska.


Maria menganggukan kepalanya sebagai menghormati permintaan Aska. Di sisi lain Aska akan melupakan masa kelamnya. Sebab ia ingin melangkah bersama Maria untuk menatap masa depan.


“Kita buka lembaran baru lalu kita melangkah ke depan. Aku ingin menggenggam tanganku untuk melewati bersama hari-hari yang akan datang,” ucap Aska yang membuat Maria tersenyum manis.


“Baiklah yang. Aku setuju,” balas Maria. “Apakah Abang akan menunda memiliki seorang bayi?”


“Hmmp... ayo kita buat,” ajak Aska sambil menyalakan mobilnya.


“Apakah Abang serius?” tanya Maria.


“Kita tidak usah menundanya, Paman Frank dan Papa Adrian protes sama aku ketika belum melaksanakan malam pertama,” jawab Aska dengan wajah memerah.


Maria pun tertawa mendengar pernyataan dari Aska. Memang benar apa yang dikatakan oleh Aska, saat ini mereka orang tuanya sangat menginginkan cucu. Karena usia mereka sudah sangat tua.


“Bagaimana kabar bapak dan ibu?” tanya Aska yang menancapkan gasnya ke hotel yang sudah dipesannya itu.

__ADS_1


__ADS_2