Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Bertemu Dengan Wanita Misterius Itu.


__ADS_3

"Ingat... Jangan lama-lama. Kamu harus membuatkan jadwal pertemuanku dengan Aska!" perintah Frank.


"Baik Tuan. Saya usahakan. Oh iya tuan... Saya hampir lupa. Beberapa hari lagi Tuan Aska akan menikahi asisten dari Nyonya Christina," ucap sang asisten tersebut.


"Kalau begitu, siapkan hadiah yang indah dan mahal untuk Aska. Kirimkanlah hadiah itu tepat di hari pernikahannya," jelas Frank.


"Baik Tuan," balasnya.


Tempat pukul enam sore, Aska dan Maria bersama Romeo sudah sampai ke restoran yang sudah ditetapkan oleh wanita berumur senja itu. Aska hanya memakai baju santai namun sopan. Sedangkan Maria, Maria hanya berganti atasan saja. Gadis manis itu pun bisa menyesuaikan baju yang dipakai oleh Aska. Kalau dilihat mereka sangat cocok sekali dan bisa dikatakan baju itu berpasangan. Sementara Aska dan Maria tidak pernah membeli baju bersamaan.


"Akhirnya sampai juga. Untung saja jam segini tidak terlalu macet. Kalau begitu kita temui saja orang yang kamu maksud itu," ajak Romeo.


Mereka akhirnya keluar dari mobil dan memasuki restoran mewah yang bergaya klasik itu. Sebelum masuk Aska melihat pesan terakhir dari wanita itu. Kemudian Aska mengerutkan keningnya dan memberikan ponselnya ke Romeo.


"Aku nggak tahu di mana tempat pertemuan ini? Jujur aku tidak pernah masuk ke dalam restoran mewah seperti ini," ucap Aska dengan jujur.


"Tidak apa-apa. Aku mengerti keadaanmu," sahut Romeo sambil meraih ponsel Aska dan melihat pesan tersebut.


Tiba-tiba saja mata Romeo membuat sempurna. Bagaimana tidak, wanita berumur senja itu memilih sebuah ruangan yang sangat mewah sekali. Kemudian Romeo menatap Aska sambil bertanya, "Apakah kamu serius? Jika wanita ini memilih sebuah tempat VVIP priority."


"Maksud Abang apaan? Aku tidak mengerti sama sekali," jawab apa yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Romeo.


"Ternyata orang yang kamu temui itu bukan sembarangan. Lihat saja ruangan yang dipakai untuk bertemu denganmu adalah ruangan yang termewah dan termahal di restoran ini. Sekalinya menyewa satu tempat itu seharga dua puluh lima juta," ucap Romeo sambil menyerahkan ponsel tersebut ke Aska.


Aska meraih ponsel itu sambil berkata, "Jujur, Aku tidak tahu soal wanita itu. Aku juga tidak tahu di mana tempat pertemuannya dan ruangan mana yang dipilihnya. Sebaiknya kita ke sana dan harus menghormati wanita itu."


"Menurutku, orang ini tidak berbahaya sekali untuk Aska. Sepertinya orang ini memiliki sifat yang dermawan," ucap Maria sambil menilai orang tersebut yang akan ditemuinya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu itu. Tapi kenapa kok perasaanku mengatakan, aku seakan dekat dengan wanita itu. Ini sangat aneh sekali. Apakah kita akan tetap di sini selamanya atau kita masuk ke sana?" tanya Aska.


"Masuklah. Ngapain juga kita di sini? Memangnya kamu tidak capek berdiri di sini?" kesal Romeo yang segera pergi meninggalkan mereka.


Aska dan Maria segera mengikuti Romeo dari belakang. Jujur Aska tidak tahu tempat ini sama sekali. Ketika kakinya melangkah masuk, entah kenapa hatinya seperti mengenal wanita itu. Dan dirinya juga merasakan ada sesuatu yang aneh.


Di saat Romeo sudah masuk ke dalam. Romeo menanyakan ke customer service untuk mencari ruangan VVIP priority. Sang CS restoran itu langsung memanggil pelayan untuk mengantarkan Romeo dan lainnya pergi ke ruangan tersebut.


Sesampainya di sana Romeo sungguh terkejut. Di depan pintu itu ada dua orang bertubuh kekar memakai baju serba hitam berdiri di dekat pintu itu. Ia mengerutkan keningnya sambil bertanya-tanya, kenapa wanita itu membawa pengawal?


"Kenapa ada pengawal? Siapakah wanita itu?" tanya Romeo dalam hati.


"Ada apa bang?" tanya Aska menepuk bahunya Romeo.


"Kenapa di depan ada dua pengawal di situ? Jujur saja ini sangat aneh sekali," jawab Romeo.


"Tenanglah. Biar aku yang urus semuanya. Abang di sini saja," ucap Aska yang mulai mendekati para pengawal itu.


"Selamat sore tuan. Saya mendapatkan undangan dari wanita berusia senja. Bisakah saya menemuinya?"


Salah satu pengawal itu berbicara dengan tegas sambil meminta undangan tersebut, "Kalau begitu perlihatkan kepada saya tentang undangan tersebut!"


Mau tidak mau Azka memberikan ponselnya dan memperlihatkan undangan tersebut melalui pesan. Sang pengawal langsung meraih ponsel itu dan membaca pesan tersebut. Kemudian ia mengetahui nomor yang memberikan undangan itu.


"Tunggu di sini tuan. Saya akan mengkonfirmasikan kepada nyonya besar," ucap pengawal itu sambil membawa ponselnya Aska ke dalam.


Selang beberapa menit pengawal itu keluar dan memberikan ponsel tersebut. Lalu pengawal itu menyuruh Aska masuk. Namun Aska menatap wajah Romeo dan Maria. Akan tetapi pengawal tersebut memintanya untuk bertemu secara privat terlebih dahulu.

__ADS_1


"Lebih baik Tuan Jangan membawa orang terlebih dahulu. Anda masuk saja ke dalam untuk menemui nyonya besar," pinta pengawal itu.


Maria dan Romeo menganggukkan kepalanya dan mengijinkan Aska masuk ke dalam. Lalu Aska melangkahkan kakinya sambil membuka pintu tersebut.


Kemudian Aska tidak sengaja menatap wanita yang sudah berusia senja. Tiba-tiba saja Aska menatap wanita itu sangat mirip sekali dengan Christina.


Tanpa basa-basi wanita itu langsung mendekatinya dan memeluk Aska.


"Cucuku... Kamu adalah cucuku. Kamu sangat mirip sekali dengan Christina," ucap wanita itu sambil menahan air matanya.


Aska semakin bingung dengan wanita itu. Tiba-tiba saja dirinya mendengar nama Christina disebut dari wanita itu. Ia memegang tangan keriput wanita itu sambil bertanya, "Anda siapa nyonya? Nyonya kok kenal sama ibu saya."


"Aku adalah nenekmu. Aku juga Ibu dari ibumu. Sekaligus istri dari kakekmu. Kamu sangat mirip sekali dengan putriku Christina," jawab Nyonya itu.


"Tapi nyonya, Bukankah anda berada di Paris? Apakah Nyonya datang bersama kakekku?" tanya Aska kebingungan sambil memegang tubuh mungil wanita itu dan memapahnya untuk duduk di sofa.


"Aku tidak datang bersama kakekmu," jawab wanita itu. "Cucuku, kamu datang sama siapa?"


"Aku datang bersama abangku dan juga calon istriku. Mereka sedang menunggu di luar," jawab Aska yang membantu wanita itu duduk di sofa.


"Kalau begitu suruh mereka masuk. Aku tahu mereka sedang menunggumu untuk keluar dari sini!" perintah wanita itu.


"Baiklah nyonya," balas Aska.


Selesai membantu wanita itu Azka terpaksa keluar dari ruangan tersebut untuk memanggil mereka. Akhirnya Romeo dan Maria ikut masuk ke dalam.


Ketika masuk ke dalam Romeo sangat terkejut sekali. Ia menatap wanita sambil berkata, "Nyonya Julia."

__ADS_1


"Maksud kamu apa bang?" tanya Aska yang tidak paham dengan Romeo.


"Kamu nggak tahu, kalau wanita itu bernama nyonya Julia. Tapi kenapa kok Nyonya tiba-tiba saja ingin bertemu Aska secara privat?" tanya Romeo yang membuat wanita itu tersenyum manis.


__ADS_2