Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Menangkap Benjamin 1.


__ADS_3

"Mandiin kamu," jawab Aska sambil cengengesan.


Maria menggelengkan kepalanya lalu melemparkan bantal itu ke wajah Aska. Maria segera bangun dan berdiri meninggalkan Aska menuju ke toilet. Sebelum masuk Maria berteriak, "Dasar Abang omes."


Aska menahan tawanya dan membiarkan Maria berteriak. Kemudian Aska menjauhinya, "Kamu yang ngajari aku omesh."


"Idih... Abang mah begitu. Abang suka melempar masalah ke aku," ucap Maria yang diam-diam menahan tawanya.


Setelah itu Maria masuk ke dalam toilet. Di sana Maria langsung mandi. Sementara Aska duduk dan mencari keberadaan Benjamin. Aska menemukannya sambil tersenyum licik.


"Ternyata dia terjebak di kota ini. Ampuh juga semalam ide ayah. Untung saja pihak kepolisian melepaskan Benjamin begitu saja. Rasanya ini akan menjadi hal yang sangat menggembirakan," ucap Aska dalam hati.


Hanya beberapa menit Maria selesai membersihkan tubuhnya. Maria langsung keluar dan mendekati Aska. Lalu Maria mengambil tasnya dan mencari keberadaan bajunya. 


"Abang tahu nggak? Aku mimpi dan melihat kedua anak kita yang sedang tersenyum. Mereka wajahnya sangat mirip sekali denganmu. Rasanya aku sudah tidak sabar untuk menggendongnya," ucap Maria hingga membuat Aska menatap tubuh wanita itu. 


"Dua anak? Berarti firasatmu benar. Kalau kita memiliki anak kembar," jelas Aska. "Dari mana kita mendapatkan bayi kembar? Sementara aku tidak memiliki keturunan keluarga kembar."


"Dari bapakku. Bapakku memiliki saudara kembar. Yang di mana saudara kembarnya itu jarang sekali pulang ke rumah. Kemungkinan besar pamanku sangat sibuk dengan pekerjaan sebagai mekanik di kapal pesiar," jawab Maria dengan jujur.


"Tapi kita tidak boleh berharap banyak seperti itu. Aku nggak masalah jika mendapatkan satu bayi saja. Kalau kamu mengharapkan dua bayi. Nanti takutnya kamu patah hati dan hanya mendapatkan satu bayi saja," ucap Aska.


"Tapi abang benar. Aku juga tidak berharap memiliki bayi kembar. Yah nanti kalau kita memiliki bayi kembar. Kita terima saja anugerah dari Tuhan," sahut Maria yang baru saja menemukan bajunya.


"Tetaplah semangat istriku. Jangan pernah menyesali keadaan. Aku ingin kamu menjadi wanita yang kuat dan menghadapi masalah bersama," pinta Aska. "Apakah kamu sudah selesai?"

__ADS_1


Maria menggelengkan kepalanya sambil membawa bajunya itu. Sebelum masuk ke toilet Maria menjawab, "Sebentar, Aku memakai baju terlebih dahulu."


Di tempat lain Benjamin sudah tidak bisa bergerak kemanapun. Benjamin menarik rambutnya sambil berteriak dan memaki Minah. Sedari dulu Benjamin meminta Minah untuk membunuh Aska. Namun Minah tidak mengindahkan ucapan Benjamin.


Posisi Minah saat ini sudah aman. Minah sekarang dilindungi oleh Luke. Di sisi lain Minah juga dilindungi oleh Black Knight. Untunglah Minah sudah tidak takut lagi dengan Benjamin. Bahkan sekarang pakaiannya lebih modis dan sangat cantik sekali. Tubuhnya yang gemuk itu pun kembali normal seperti dulu. Wajahnya yang dulu tua berseri kembali menjadi muda.


Diam-diam Luke meminta sang kakek untuk mencarikan seseorang. Yang di mana orang itu bisa membimbing Minah seperti dulu. Sang kakek pun menyetujui permintaan Luke. Ternyata diam-diam kakek mengetahui kalau cucunya sangat menyukai Minah. Maka dari itu kakek Lione memberikan restu kepada sang cucunya untuk menikahi Minah.


Di sisi lain Kakek Lione mengetahui kalau Minah tidak aman. Cepat atau lambat Benjamin akan membunuhnya. Sebab misi yang diberikan Benjamin gagal total.


"Kenapa aku mempercayakan Aska kepada Minah? Kalau begitu kenapa kau tidak membunuhnya sedari dulu?'' tanya Benjamin dengan nada membentak. 


"Gara-gara wanita iblis itu hidupku sekarang menjadi hancur. Aku tidak bisa bergerak kemanapun. Apalagi aku tidak bisa keluar dari kota ini untuk menuju ke kota lainnya. Pasukan milik Frank dan Lione sialan itu sudah menyebar ke mana-mana!" bentak Benjamin. 


Jujur kali ini dirinya tidak bisa keluar dari kota Paris. Benjamin harus mencari cara agar bisa keluar dari sana. Namun dirinya teringat pada Minah. Benjamin akhirnya menghubungi Minah untuk bertemu. 


Lalu tanggapan Minah seperti apa? Minah tidak menjadi masalah apapun. Beberapa jam sebelum terjadi penobatan ahli waris sesungguhnya, Minah diajak Aska untuk membuat strategi. Yang di mana strategi itu untuk menjebak Benjamin. 


Setelah berbicara dengan Minah, Benjamin mengaku lega. Dirinya langsung bersiap-siap untuk bertemu dengan Minah. Sebelum berangkat Benjamin menyiapkan airsoft gun yang sedang diisi peluru. Benjamin akan menghabisi Minah saat itu juga. Ia tidak akan membiarkan Minah hidup seenaknya. 


Kembali lagi ke Aska. Selesai mengajak Maria sarapan. Aska akhirnya mengantarkan Maria menuju ke kamar sang ayah. Sesampainya di sana Aska membuka pintu dan melihat Adrian sedang bersantai. Aska mengajak Maria masuk ke dalam. Namun Aska tidak menemukan Christina. matanya mencari keberadaan sang Ibu ke mana-mana. 


"Ayah," panggil Aska.


"Ada apa?" sahut Adrian. 

__ADS_1


"Di mana Ibu?" tanya Aska. 


"Ibu sedang menyusul keberadaan nenek dan kakekmu. Begitu juga dengan mertuamu. Tunggu di sini saja," jawab Adrian. 


"Kalau begitu duduklah," suruh Aska kepada Maria 


Kemudian Maria duduk di hadapan Adrian. Mereka akhirnya menunggu kedatangan Christina dan beberapa orang lainnya. Namun sebelum itu Aska memandang wajah Adrian sambil bertanya, "Kapan kita berangkat ayah?"


"Tunggu ibumu datang. Kita tidak bisa membiarkan Maria di sini. Oh ya kamu sudah menemukan Di mana keberadaan Benjamin? Soalnya seluruh anggota Blue Dragon dan Black Knight tidak bisa menemukan keberadaan Benjamin," jawab Adrian sambil bertanya balik.


"Benjamin berada di satu hotel. Yang di mana hotel itu miliknya Wicaksono Group.Hotel itu diklaim oleh Jamaludin sebagai miliknya seutuhnya," jawab Aska.


"Lalu bagaimana dengan hotel itu sekarang?" tanya Adrian.


"Hotel itu sedang aku rebut. Aku baru mengetahuinya dari Paman Frank. Entah kenapa Jamaludin sudah berani hotel tersebut. Ketika aku ke sana bersama Max. Banyak sekali hal-hal negatif yang sudah menimbulkan banyak masalah. Masalah itu sendiri berasal dari Jamaludin. Banyak sekali para petinggi yang kerja di sana akhirnya dipecat. Padahal mereka adalah seorang pekerja profesional," gelas Aska yang membuat Adrian menjadi geram.


"Sangat menyeramkan sekali Abang," celetuk Maria.


"Bagaimana tidak menyeramkan, kalau setiap malam selalu saja terjadi peperangan antar geng di depan Hotel maupun di dalam," jelas Adrian yang menyahuti ucapan Maria.


"Nggak bisa dibiarkan yah. Paman Frank pernah mengatakan seperti itu kepadaku. Bahkan pada waktu penyerangan terjadi, Jamaludin sengaja menyetingnya agar semakin parah," ujar Aska yang mengingat perkataan Frank.


"Bagaimana kamu tahu kalau itu ada settingan belaka?" tanya Adrian dengan serius.


"Firasatku mengatakan kalau pertempuran itu hanya untuk memancing ayah agar keluar dari persembunyian. Jika ayah keluar dari persembunyian dan menghadapi gangster tersebut. Bisa-bisa ayah terbunuh sama mereka. Itulah kenapa aku bersama paman Frank mengatakan kalau hanya settingan belaka," jelas Aska.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan terhadap Hotel itu?" tanya Adrian dengan serius.


__ADS_2