
Selesai mengunjungi makam, mereka masuk mobil dan saling melihat. Kemudian Jono bertanya, "Langkah selanjutnya apa?"
"Kita harus menguasai Wicaksono Group. Meskipun ayah tidak memegang dunia bawah tanah. Tapi ayah menurunkan pasukan khusus untuk menangkap Aska," jawab Jamaludin.
"Baiklah. Aku harus banyak berlatih mengurusi dunia bawah tanah. Lalu bagaimana dengan Julia?" tanya Jono lagi.
"Nggak usah dipikirin nenek-nenek tua gitu. Sudah seharusnya nenek tua itu membusuk dalam penjara. Ayah akan memasukkannya ke dalam penjara," jawab Jamaludin yang sudah jengah oleh kelakuan Julia.
"Apakah ayah serius memenjarakan Julia? Julia sudah cacat pa. Kalau dia menyeret kita dalam kecelakaan itu bagaimana?" tanya Jono.
"Mereka tidak akan pernah percaya dengan kecelakaan itu. Ayah sudah mengecek CCTV ketika terjadi kecelakaan itu. Julia memang teledor membawa mobil. Jadi bisa dikatakan pengawal ayah tidak sengaja menabraknya. Jika ada unsur kesengajaan maka itu hanya lima persen. Kamu tahu kan bagaimana selanjutnya. Kita akan memakai cara licik untuk membuat Julia mendekam di sana. Apalagi tentang pembunuhan ibumu itu. Untung saja saat itu kamu masuk dan menemukan sejumlah bukti. Yang di mana bukti itu berada di meja milik Julia. Kamu langsung mengeceknya satu persatu. Ternyata bukti itu mengarah ke sana," jelas Jamaludin.
"Maafkan aku pa. Saat itu aku memang tidak sengaja ingin mengecek tempat Julia. Aku menemukan sejumlah berkas yang mencurigakan. Berkas itu mengarah kepada pembunuhan sang ibu. Ternyata selama ini Julia ingin menguasai aset milik ibu. Yang di mana aset itu sudah tertulis untuk panti asuhan yang didirikan oleh ibu. Namun gilanya Julia ingin merebut semuanya. Agar panti asuhan tidak mendapatkan apapun," tambah Jono.
"Yang kamu katakan benar. Ibumu adalah orang yang sangat baik. Jadi wajar aset yang dimilikinya diserahkan kepada mereka. Kenapa Julia merebut aset itu?" tanya Jamaludin yang masih bingung.
"Aku tidak tahu yah. Jujur aset Ibu hilang semuanya. Apakah aku harus menyelidikinya?" tanya Jono.
''Ya kamu harus menyelidikinya.Ayah ingin tahu aliran dana yang dipakai oleh Julia itu ke mana? Ayah tidak akan membiarkan dunia selamat dari hidupnya," jawab Jamaludin yang sudah jengah oleh kelakuan Julia
Singapura.
Tepat jam dua belas siang pesawat pribadi milik Frank mendarat dengan sempurna. Di sana mereka dijemput oleh beberapa pengawal. Lalu mereka menuju ke suatu tempat. Yang di mana mereka belum mengetahuinya.
__ADS_1
"Mereka siapa Abang?" tanya Maria yang semakin panik saja.
"Oh iya kita belum kenalan ya?" tanya Frank yang wajahnya berubah menjadi baik.
"Itu benar tuan," jawab Maria yang takut memandang wajah Frank. "Anda siapa ya?"
"Pertanyaanmu cukup bagus sekali. Perkenalkan nama saya Frank Agard. Saya asli orang Perancis dan bisa berbahasa Indonesia dengan lancar.karena saya memiliki beberapa bisnis di negara Asia. Kamu tidak perlu memakai bahasa Inggris untuk mengobrol bersama saya. Karena saya sangat fasih sekali memakai bahasa itu," jawab Frank.
Maria pun menganggukkan kepalanya dan mulai menatap Frank. Lalu Maria menarik nafasnya dalam dan membuangnya untuk menetralisir keadaan. Setelah itu Maria terkejut melihat wajah Frank.
"Wajah Tuan mirip sekali dengan ayah Adrian," ucap Maria.
"Dia adalah kakaknya ayah," sahut Aska yang sedari tadi melihat interaksi mereka berdua.
"Apakah itu benar?" tanya Maria yang baru sadar.
"Maaf tuan. Kalian memiliki perbedaan yang sangat jauh sekali. Anda sangat ramah sekali berkenalan dengan orang. Sedangkan Tuan Adrian," ucap Maria menggantung.
"Ya aku tahu itu. Kamu ingin membandingkan aku dengan Adrian. Itu sangat jauh sekali. Tidak apa-apa. Jangan takut seperti itu jika bicara denganku. Banyak sekali orang mengeluh tentang adikku itu," sahut Frank sambil tersenyum.
"Huahaha... Benarkah itu paman? Apakah orang-orang mengeluh ketika melihat ayah? Sebenarnya sih ayah lebih tampan ketimbang paman," tanya Aska sambil meledek Frank.
"Kalau kamu nggak percaya tanya aja sama pengawal. Ayahmu itu lebih menyeramkan ketimbang aku. Tapi kamu harus bersyukur memiliki ayah seperti itu. Meskipun orangnya diam dan dingin. Ayahmu adalah seorang penyayang. Oh iya... Segala keluhan ayahmu bicarakan saja kepadaku. Aku tidak menampik akan hal itu. Karena ayahmu sendiri orang yang sulit untuk diajak kerjasama maupun bercanda," jelas Frank yang membuat Aska tertawa.
__ADS_1
Menurut Aska ini sangat lucu sekali. Bagaimana bisa dirinya membiarkan sang ayah dalam keadaan seperti ini? Jujur Aska suka mengeluh karena sikap dingin sang ayah. Namun Aska sangat bahagia sekali mendengar cerita dari Frank.
"Tapi kenapa ya Ibu sangat menyukai pria seperti itu?" tanya Maria jujur. "Kalau aku memiliki suami seperti itu. Aku tidak akan tahan dan memintanya bercerai."
Frank pun tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan dari Maria. Jujur Frank juga kesal terhadap sang adik. Entah kenapa Maria sangat penasaran sekali ketika Christina memilih Adrian untuk dijadikan suaminya.
"Kalau itu mending kamu tanyakan saja pada ibumu. Paman tidak tahu jawabannya seperti apa. Soalnya Paman bukanlah pria yang bisa menebak hati orang," jelas Frank.
Suasana siang itu sangat ramai sekali di dalam mobil. Aska memang merasakan kalau sang Paman adalah pria baik. Bahkan Aska menilai prank itu sebagai pria humble. Beda lagi dengan sang ayah. Ayahnya memiliki sifat dingin. Meskipun dingin ayahnya sangat melindunginya. Mereka bercanda habis-habisan di dalam sana.
Ketika sampai di markas besar Blue Dragon, Maria sangat terkejut sekali. Ia melihat pemandangan yang tidak bisa ditemukan di kota. Lalu Maria mengerutkan keningnya dan bertanya, "Ini tempat apa?"
"Ini tempat berkumpulnya para anggota pengawal yang sudah aku terjunkan untuk melindungi kalian. lebih tepatnya adalah markas mafia yang bernama Blue Dragon," jawab Frank.
Saat Frank menjelaskan tempat itu, Maria sangat ketakutan sekali. Bagaimana bisa dirinya dekat sekali dengan mafia. Ingin marah tapi tidak bisa. Lalu ia pasrah masuk ke dalam sana.
"Kamu harus menjelaskan semuanya. Kamu nggak boleh diam-diam seperti ini. Kalau kamu menjelaskan semuanya, Maria bisa tenang. Tujuan kamu bergabung di sini itu apa? Jika kamu tidak menjelaskannya, Maria tidak akan mengizinkanmu," pesan Frank yang mendapat anggukan dari Aska.
Kedua pria berbeda generasi itu pun masuk ke dalam. Lalu mereka melihat Maria yang ketakutan. Dengan cepat Aska memeluknya sambil mengelus punggung Maria.
"Maafkan aku Maria. Kamu harus mendengarkan aku. Kamu nggak boleh marah sama aku," ucap Aska yang merasakan Maria menangis.
"Aku takut di sini. Mereka adalah orang jahat. Mereka adalah organisasi hitam yang dilarang banyak negara. Apakah kamu mau membahayakan dirimu demi mereka?" tanya Maria yang menyembunyikan kepalanya di dada Aska.
__ADS_1
"Aku terpaksa melakukannya. Setelah mendapatkan penjelasan, kamu akan mengerti semuanya," jawab Aska dengan lembut.
"Penjelasan apa?" tanya Maria.