
Apa yang akan kamu lakukan jika perusahaanmu sedang diguncang prahara seperti ini? Sementara kamu tidak memiliki kekuatan apapun. Mereka bisa menyerangmu malam ini atau besok tanpa ada perisai utama. Apa yang akan terjadi?" tanya Adrian dengan jujur.
"Rasanya jiwa ini akan lepas dari raganya jika kita tidak memiliki perisai utama untuk melindungi diri kita sendiri. Apalagi jika musuh telah membabi buta untuk menguasai sesuatu di dalam perusahaan kita," jawab Aska dengan jujur.
"Kamu tahu nggak selama ini dua perusahaan besar yang dipegang oleh kakekmu dan ibumu itu tidak memiliki perlindungan yang super. Jika suatu waktu mereka melakukan penyerangan dan menghabisi kita, kita tidak bisa meminta bantuan ke siapapun. Apakah kamu mengerti maksudnya?" tanya Adrian.
"Jadi tuan ingin membangun portal Blue Diamond lagi?" tanya Romeo.
"Ya itu harus. Mau tidak mau kita harus memiliki sistem keamanan dalam perusahaan maupun luar perusahaan. Hal itu bisa membuat kita menjadi aman dari serangan para musuh," jawab Adrian.
"Baiklah saya setuju tuan. Saya akan membantu anda untuk membangun Blue Dragon lagi," ucap Romeo.
Beberapa saat kemudian ponsel Aska berdering. Aska segera meraih ponselnya itu dan mengusap lambang hijau lalu menyapa seseorang berada di seberang sana, "Selamat malam."
"Malam tuan. Pada malam ini akan ada pengiriman barang secara besar-besaran ke pelabuhan. Pengiriman barang ini dilakukan oleh Jontor bersama dengan Ryan," jelas pria itu.
"Hmmp... Baguslah. Apakah kamu tidak membayar salah satu sopir truk kontainer itu?" tanya Aska dengan serius.
"Sudah tuan. Saya sudah memberinya uang sejumlah lima juta rupiah," jawab pria itu.
"Apakah mobil itu sudah sampai pabrik?" tanya Aska lagi.
"Masih dalam perjalanan menuju ke pabrik. Kemungkinan besar mobil itu akan lewat di depan rumah tuan Romeo."
"Okelah. Aku akan menunggunya dan mendadak menjadi sopir."
"Siap tuan."
Sambungan terputus.
"Waktunya kita bermain!"
Aska tersenyum sambil meninggalkan ruangan tersebut.
Melihat kepergian Aska, Adrian segera berdiri dan menyusul Aska. Begitu juga dengan Romeo. Namun tidak disangka Aska sudah menghilang dari halaman.
Adrian melakukan sesuatu pada diri Aska. Namun Adrian baru sadar ketika Aska sudah menghilang. Dirinya meminta Romeo untuk menyebarkan para pengawal mencari keberadaan Aska. Mau tidak mau Romeo menghubungi pengawalnya dan mencari keberadaan Aska.
__ADS_1
Sedangkan Aska sudah sampai di persimpangan jalan. Di sana dirinya bertemu dengan Pak Ahmad. Ya... Tiga hari ini Aska meminta bantuan sama Pak Ahmad. Aska meminta Pak Ahmad untuk menyelidiki bangunan misterius di dekat kebun milik Pak Broto di bagian Selatan. Pak Ahmad pun menyetujuinya dan melaporkan setiap kegiatannya ke Aska.
"Pak Ahmad," sapa Aska.
"Tuan muda," Pak Ahmad pun terkejut melihat Aska sudah berdiri di sampingnya.
"Maaf Pak... Malam ini aku sudah merepotkan bapak," Aska melihat Pak Ahmad dengan senyum sumringahnya.
"Tidak apa-apa nak. Lagian aku memang disuruh sama Tuan Damian untuk menjaga anda," sahut Pak Ahmad.
"Jangan terlalu formal seperti itu pak kalau berbicara denganku. Lebih baik kita berbicara seperti biasanya saja," suruh Aska.
"Baiklah kalau begitu," balas Pak Ahmad.
"Apakah sopir itu mau kalau kita gantikan untuk sementara?" tanya Aska.
"Tenang saja. Aku sudah memberikan uang lima juta rupiah. Sopir itu memang sedang kesusahan untuk membayar rumah sakit. Karena anaknya itu sedang terkena tipes," jawab Pak Ahmad
"Baguslah kalau begitu. Akhirnya bisa berkamuflase kembali," puji Aska ke Pak Ahmad.
"Apakah Bapak bisa mengendarai mobil besar ini?" tanya Aska.
"Semua jenis mobil saya bisa mengendarainya. Kecuali odong-odong saya enggak bisa," jawab Pak Ahmad yang mengerutkan keningnya.
Aska paham apa yang dimaksud dengan jawaban Pak Ahmad. Ah... biarkan itu menjadi rahasia Aska dengan Pak Ahmad.
"Pak Ahmad," sapa Pria bertubuh tambun itu.
"Oh... iya Pak Yudi," sapa Pak Ahmad.
"Saya mau menyerahkan kunci ini ke bapak," sahut Pak Yudi sambil menyodorkan kunci itu ke arah Pak Ahmad.
Seketika Aska terkejut dengan apa yang dilihatnya. Aska mengenal sosok pria yang berada di depannya itu. Lalu Aska menyapanya dengan hangat, "Pak Yudi kan? Suaminya ibu Hanny bukan?"
Pak Yudi yang mendengar suara Aska terkejut. Lalu Pak Yudi menatap Aska sambil tersenyum hangat, "Iya... ini aku Aska."
"Apa kabar pak?" tanya Aska.
__ADS_1
"Kabarku baik-baik saja," jawab Pak Yudi.
"Memang benar ya... Deryl sedang dirawat di rumah sakit?" tanya Aska.
"Iya itu benar," jawab Pak Yudi.
"Kalau uangnya kurang saya tambahin. Agar Deryl cepat sembuh dan bisa bersekolah lagi," ucap Aska dengan tulus.
Pak Yudi pun menganggukan kepalanya sambil berkata, "Terima kasih nak Aska. Semoga Tuhan memperlancar urusan Tuan malam ini."
"Amin," balas Aska dan Pak Ahmad secara serempak.
"Kalau begitu saya pergi dulu pak," pamit Pak Yudi.
"Silakan," Aska mempersilakan Pak Yudi untuk lewat.
Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam mobil tronton tersebut. Mereka akan melakukan penyamaran agar bisa mengetahui apa yang terjadi di bangunan tua itu.
Saat mobil sudah jalan, Aska tersenyum melihat Pak Ahmad. Ternyata Pak Ahmad bisa diandalkan untuk membantu pekerjaannya. Jika dirinya merekrut Pak Ahmad, bagaimana dengan kebun Pak Broto? Itulah yang menjadi pertanyaan buat Aska. Karena Pak Ahmad sendiri adalah andalannya Pak Broto.
"Jadi ini yang dimaksud kesusahan membawa berkah?" tanya Pak Ahmad
"Sepertinya iya. Jujur Aska enggak tahu siapa yang dimaksud oleh bapak sebagai sopir tronton ini?" tanya Aska.
"Kamu pasti enggak tahu. Karena kamu enggak pernah ada di rumah," jawab Pak Ahmad sambil membawa mobil tronton.
"Bukannya aku enggak tahu. Aku memang enggak pernah nanya apa pekerjaan Pak Yudi?" Aska mencoba mengelak tentang pak Yudi.
"Mau mencoba mengelak?" tanya Pak Ahmad yang ternyata membuat Aska tertawa lepas.
Seketika Aska terdiam dan menganggukan kepalanya. Sekilas Pak Ahmad melihat anggukan Aska sambil tersenyum tipis. Kemudian Pak Ahmad kembali diam dan tidak melanjutkan pembicaraan tersebut.
Di dalam pabrik, Christina dan Maria melakukan penyamaran untuk melihat, bagaimana tim malam yang dipegang oleh Wahyu bekerja? Karena menurut laporan Aska, tim malam tidak bekerja secara efektif. Hal disebabkan oleh tim pagi selalu ikut-ikutan mencampuri masalah kegiatan ketika barang akan keluar dari perusahaan. Mau tidak mau kedua wanita itu harus turun tangan membantu Aska untuk mengungkap kasus di dalam perusahaan.
Setelah mengepak barang-barang tersebut, Maria bertugas mencatat barang mana yang akan masuk ke dalam gudang. Lalu Maria akan mengecek tempat kosong untuk menaruh barang itu.
Tak sengaja Maria melihat Jontor sedang berkeliaran di gudang. Lalu Maria bersembunyi sambil bertanya, "Ngapain itu si Jontor ada di sini?",
__ADS_1