
"Nama kakekmu adalah Guntoro Wicaksono. Beliau adalah termasuk pria yang sangat baik dan humble terhadap lingkungan di sekelilingnya," jelas Damian.
Sontak saja Aska terkejut dengan pernyataan Damian. Matanya membulat sempurna dan jantungnya berdetak dengan kencang.
"Sebelum meninggal beliau meminta aku untuk menjagamu. Beliau bercerita tentang keadaan keluarga Wicaksono setelah dirinya sudah tidak ada. Benar saja setelah meninggalnya beliau, keluarga Wicaksono mengalami prahara. Yang di mana prahara itu ingin merebut seluruh aset milik Wicaksono Group. Padahal kakek Guntoro sendiri tidak pernah memberikan aset kepada siapapun. Yang jelas sang pemiliknya itu menyuruh kami untuk merawatnya dan membesarkannya. Karena sang pemilik adalah orang yang sangat dermawan sekali. Maka dari itu kami berusaha merawatnya lalu menjaring orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan agar bisa bekerja di Wicaksono Group," jelas Damian.
"Jadi kakek adalah orang yang didaulat untuk memperbesar Wicaksono Group?" tanya Aska.
"Ya itu benar. Sang pemilik mengatakan kalau mau menurunkan aset Wicaksono Group harus keturunan dari aku. Semuanya sudah disepakati oleh kakek dan sang pemilik. Mau tidak mau ibumu lah yang menjadi ahli waris. Setelah itu kamu selanjutnya. kakek harap kamu bisa menurunkan Wicaksono Group kepada anak-anakmu. Begitu seterusnya. Jadi kakek harap perusahaan itu tidak akan mati," tambah Damian yang menjelaskan sang ahli waris Wicaksono Group sesungguhnya.
Aska mencerna apa yang dikatakan oleh Damian. Dirinya memang baru tahu tentang Wicaksono Group. Lalu, siapakah Jamaludin sebenarnya? Kenapa Jamaludin ingin merebut Wicaksono Group dari tangan Damian? Inilah yang menjadi pertanyaan di dalam hati Aska.
"Aska," panggil Romeo yang baru saja datang sambil membawa kotak bekal makanan.
Aska terkejut lalu menoleh ke arah Romeo. Ia segera berdiri dan menatap wajah Romeo sambil bertanya, "Ada apa?"
"Tadi Maria datang dan nggak mau masuk ke dalam apartemen. Katanya dirinya sedang disembunyikan oleh bapak ibunya. Jadi dia ke sini hanya membawa kotak makanan untuk kamu sarapan," jawab Romeo yang membuat mata Aska membulat sempurna.
"Bener-bener itu anak. Ada udang di balik batu," ucap Aska sambil tersenyum dengan wajah yang memerah.
"Maria bener-bener jatuh cinta sama kamu. Tolong jangan patahkan hatinya. Karena Maria adalah wanita yang lembut," jelas Romeo yang mengerti sifat Maria sambil memberikan kotak bekal itu ke arah Aska.
Lalu Aska mengambilnya dan menganggukkan kepalanya. Apa benar ini yang dinamakan cinta pertama? Entah kenapa dirinya juga merasakan perasaan yang sama ketika berjumpa dengan Maria. Namun ia sangat bersyukur sekali. Karena Maria menerima dirinya apa adanya dan masa lalunya yang kelam itu.
"Tenanglah. Akan aku jaga gadis itu baik-baik. Dia akan menjadi milikku selamanya," ucap Aska yang meraih kotak makanan itu.
__ADS_1
"Bagaimana kamu akan menjaga gadis itu baik-baik? Sementara kita sebagai kaum pria akan menghasilkan beberapa anggota baru lainnya. Dan mereka akan hidup di dalam perut gadis itu," tanya Romeo yang mulai meledek Aska.
"Apa maksudmu?" tanya Aska lalu meninggalkan Romeo sendirian.
"Mending kamu tanyakan saja pada ayahmu sana. Nanti ayahmu kasih tahu jawaban sebenarnya," jawab Romeo yang membuat Damian terkekeh.
Setelah Aska pergi, Romeo tidak sengaja melihat Damian terkekeh. Jujur saja Romeo menilai kalau Aska masih sangat polos dalam berumah tangga. Kemudian Damian mulai tertawa sebab ulah sang cucunya sendiri.
"Kenapa Tuan Damian tertawa seperti itu?" tanya Romeo yang masih dalam posisi berdiri.
"Kamu tahu menjelang pernikahannya, Aska masih sangat polos dalam yang namanya rumah tangga. Aku tidak bisa membayangkan Bagaimana dirinya menjadi suami yang baik buat Maria?" tanya Damian.
"Sepertinya Aska paham soal itu. Menurutku kabar Yang aku dengar di desa usia seperti Aska sudah memiliki istri dan anak. Jadi maklumlah jika Aska belum terjun sepenuhnya ke dalam rumah tangga. Jika sudah terjun nikmat rumah tangga akan dirasakannya. Kok aku jadi ingin menikah ya?" jelas Romeo yang membuat Damian menggelengkan kepalanya.
"Cari pacar sana dulu. Terus perkenalan lebih dalam. Jika sudah cocok, mintalah wanita itu untuk menjadi istrimu," saran Damian.
"Tidak ada yang namanya pria brengsek. Setiap pria akan mengalami fase di mana dirinya menjadi nakal. Kenakalannya itu bisa menjadi sang pria tersebut menjadi dewasa. Pesanku adalah Jika kamu sudah sadar jangan pernah kembali lagi ke masa lalu. Masa lalumu yang akan membuat dirimu bisa merawat anak-anakmu kelak. Berusahalah menjadi pria baik dan menjadi dewasa dalam menghadapi segala masalah dan cobaan dalam hidup ini," pesan Demian untuk Romeo.
"Terima kasih Tuan. aku sangat tersanjung sekali mendapatkan nasehat dari tuan," balas Romeo.
Di dapur Christina sedang membuat sarapan pagi. Sedangkan Adrian membaca koran di tab. Lalu Aska menaruh kotak bekal itu di meja. Kemudian Aska menghempaskan bokongnya di hadapan Adrian.
"Ibu," panggil Aska yang menatap sang Ibu sedang sibuk.
"Ada apa?" tanya Christina.
__ADS_1
"Kapan ibu ke rumahnya Maria?" tanya Aska balik.
"Sepertinya ibu akan ke rumah Maria setelah pulang kantor saja. Ibu lupa kalau hari ini ada jadwal meeting bersama dewan direksi," jawab Christina.
"Kalau begitu aku ikut Bu," pinta Aska.
"Kenapa harus ikut? Sebaiknya kamu di rumah saja dan fokus pada pernikahanmu," ucap Adrian.
"Pokoknya aku mau ikut. Aku hanya menghadiri meeting bersama dewan direksi. Aku ingin tahu suasananya bagaimana," jelas Aska.
"Kalau begitu ya sudahlah. Kamu boleh ikut. Tapi kamu nggak boleh bersuara apapun. Karena kamu masih dalam tahap pengenalan kepada perusahaan," ujar Christina.
"Ya nggak bisa begitulah bu. Andaikan mereka membuat kebijakan-kebijakan konyol. Masa aku diam saja seperti patung yang sedang mendengarkan dongeng menjemput tidur malam. Ini tidak asik buat aku," kesal Aska yang sedikit memberontak kepada Christina.
"Sepertinya sifatku yang itu tidak ada di dalam diriku," celetuk Christina.
"Itu sifatku yang. Aku dulu memang anak yang suka memberontak. Sangking memberontaknya kakakku nggak bisa menghalauku sama sekali. Malahan kakakku membiarkan aku menjadi seorang pria liar," sahut Adrian.
"Pantas saja. Kadang keras kepalanya membuat aku menjadi ingin memakannya kembali. Jangan bilang keras kepalanya itu dari kamu juga," ucap Christina dengan nada dinginnya.
Adrian menatap Aska sambil tersenyum kemenangan. Lalu Aska hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Jujur saja Aska memiliki dominan sifat dari Adrian. Ia baru menyadari sifat-sifatnya itu yang mirip sekali dengan Adrian.
"Sepertinya Ibu tidak terlalu keras kepala. Kemungkinan besar sifat keras kepalaku itu aku dapatkan dari ayah," jelas Aska.
"Bukannya kamu pernah berkata ketika hamil? Kamu menginginkan anak pertama kita wajahnya sangat mirip denganmu. Lalu sifatnya mengambil sifatku yang sangat tegas ini. Bahkan sifat jelekku itu menurun drastis ke Aska semua," kata Adrian sambil mengingat masa lalunya itu.
__ADS_1
"Apakah itu benar? Apakah aku mengatakan seperti itu? Jika aku mengatakan seperti itu kapan ya?" tanya Christina sambil mengingat-ngingat kejadian itu.