Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Uang Saku.


__ADS_3

"Maka dari itu. Ibu sengaja memberikan uang lebih agar kamu bisa bersenang-senang," ucap Christina yang tiba-tiba saja membuat Sang putra bingung.


"Ibu," panggil Aska.


"Ada apa sih?" tanya Christina.


"Bu, Aku ini sudah besar. Kenapa Ibu memberikanku uang saku untuk pergi ke Jakarta sana?" tanya Aska balik.


"Aska. Ibu nggak mau kamu kelaparan di negeri orang. Ini juga ongkos buat mengambil seluruh dokumen tersebut. Kemungkinan besar dokumen itu akan dibawa oleh asisten baruku," jawab Christina.


"Apakah itu Mala?" tanya Aska.


"Ibu tidak jadi mengambilnya. Bukannya ibu menghina. Ibu takut kalau dia tidak bisa merasakan nikmatnya liburan. Kamu tahu kan seorang pengusaha bagaimana? Jangankan hari biasa.hari libur kita harus stand by di depan ponsel," jawab Christina.


"Bukannya ibu menggebu-gebu ingin mengambil gadis itu?"

__ADS_1


"Memang. Setelah mendapatkan laporan dari Pak Broto. Malah kurang begitu cakap untuk mengerjakan banyak tugas sekaligus. Aku takutnya nanti dia pingsan setelah mengerjakan banyak tugas seharian."


"Oh aku tahu sekarang. Katanya Bu Siti, Mala memiliki kondisi tubuh yang sangat lemah. Makanya Pak Broto memberikan jabatan sebagai administrasi. Namun dedenya jarang sekali mengontrol keadaan tubuhnya. Jadi Mala sering sekali sakit."


"Pantas saja. Ya maaf. Memang aku sengaja mengambil Mala untuk dijadikan asisten."


"Ya nggak bisa bu. Nanti kalau pekerjaannya sedang menumpuk. Apakah Mala bisa menghandle semuanya."


"Maafkan aku ya Bu. Jujur saja dia tidak boleh bekerja dengan keras. Maka dari itu aku harus mengembalikan malah ke kebun. Siapa tahu nanti mala bisa memperkuat fisiknya?


"Janganlah kamu berbuat macam-macam dengan Mala. Kasihan istrimu yang sedang mengandung. Kalau kamu memberikan perhatian lebih. Dia bisa melakukan segala cara untuk dijadikan seorang suami. Apalagi dia sangat menyukaimu."


"Itu benar Bu. Aku sudah cerita ke Maria semuanya. Bahkan Maria sendiri memintaku untuk jangan terlalu dekat dengan Mala."


"Kamu itu ada-ada saja. Kamu jadi pria nggak peka banget sih sama perempuan?"

__ADS_1


"Maksud ibu apa?"


"Takutnya nanti mengganggu rumah tanggamu. Terus ibu nggak mau kalau kamu memperhatikan terus-menerus. Seharusnya jika pria sudah menikah. Jangan terlalu sering memberikan perhatian kepada siapapun itu. Makanya Ibu memberikan nasehat ini agar rumah tanggamu tidak ada masalah apapun."


"Ibu benar. Aku sangat bodoh sekali menjadi pria. Jujur aku terlalu baik hati ke teman-temanku yang berjenis perempuan."


"Nah makanya itu. Kamu harus mengurangi jadwal say hello kepada mereka. Ibu tahu kalau istrimu itu adalah pencemburu. Maka sekarang kamu harus menjaga perasaan istrimu."


"Bu, Apakah ayah memiliki wanita simpanan lain?"


Mata Christina membulat sempurna. Bisa-bisanya Aska bertanya seperti itu? Namun yang dikatakan oleh Azka itu benar. Ia harus melindungi suaminya dari perempuan-perempuan gatal itu.


"Tentu tidak. Ayah kamu malah sengaja tidak mengenal wanita manapun. ayahmu mencoba Untuk setia. Agar ibu tidak terlalu kecewa sama," jelas Christina.


"Baiklah Bu. Aku percaya dengan kalian berdua. Aku harap Ibu dan Ayah nggak boleh pisah lagi seperti dulu," ucap Aska yang memohon kepada Christina untuk selalu setia.

__ADS_1


Christina melemparkan senyumnya sambil memberikan sebuah kartu. Christina berharap kalau Aska mau menerimanya.


__ADS_2