Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Resmi Menjadi Suami Istri.


__ADS_3

"Usia Romeo sudah mencapai kepala empat. Kamunya sendiri dibohongi," jawab Winda dengan jujur.


"Apakah itu benar? Kenapa juga usianya disembunyikan? Kalau aku bertanya tentang usianya. Pasti jawabannya dua puluh delapan tahun," jelas Maria.


"Yang namanya Romeo itu sangat hebat sekali jika berhubungan dengan usia. Memang wajahnya baby face sehingga bisa menyembunyikan usianya itu. Beberapa dokumen yang asli itu disimpannya sendiri dan tidak ada yang berani mengotak-atiknya. Kalau ada yang mengotak-atiknya, Romeo akan sangat marah sekali," tambah Winda sambil menjelaskan sifat Romeo.


''Ada-ada saja itu Romeo. Rasanya aku akan mencarikan seorang gadis untuk dijadikan kekasih ataupun istri buat Romeo," ujar Maria.


"Sebaiknya jangan kamu lakukan. Nanti Romeo akan marah sama kamu. Prinsipnya Romeo Jangan pernah ada yang mengganggu hidupnya jika dirimu akan dihancurkan olehnya. Aku sama Roni memilih untuk diam dan membiarkan Romeo menjadi jomblo," jelas Winda yang membuat mereka menggelengkan kepalanya.


"Entah harus bagaimana lagi. Memang orang itu sangat asyik sekali dibuat diskusi," sahut Sheila dan melihat penampilan Maria yang tanpa make up.


Winda dan Sheila berteriak menatap wajah Maria. Mereka sangat mengagumi kecantikan Maria tanpa make up sedikitpun. Mereka berpikir kalau Aska terpincut oleh kecantikannya. Namun mereka tidak tahu kenapa Aska menikahinya.


Di saat Bu Tanti mengantarkan Mua, mereka sangat terkejut melihat penampilan Maria. Memang Maria sangat cantik sekali. Bu Tanti bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang diberikan-nya. Dirinya tidak menyangka kalau memiliki seorang putri bak model yang berjalan di atas catwalk. Dengan senyumnya yang tulus, Bu Tanti mempersilahkan MUA untuk mendandaninya.


Tepat jam delapan pagi, Aska sudah berada di dalam gereja. Acara sakral ini mengundang hanya keluarga dan teman terdekat Aska maupun Maria. Meskipun Aska tidak memiliki teman banyak. Namun Aska meminta Roni mengajaknya kemari semua. Mereka adalah para pegawai kebun yang sudah sangat akrab sekali dengan Aska.


Beberapa saat kemudian datang Maria bersama Pak Budi. Kemudian Pak Budi mengantarkan Maria ke altar pernikahan. Di dalam hati, dua insan itu pun jantungnya menjadi berdetak sangat kencang. Untung saja di dalam gereja itu suasananya sangat dingin.


Tepat berada di depan altar, Pak Budi mengiklaskan Maria untuk diserahkan kepada Aska. Di sana Pak Budi menatap Aska sambil memberikan sebuah kode agar bisa menjaga Maria hingga akhir hayatnya. Lalu Aska mengulurkan tangannya sambil tersenyum membalas kode tersebut.


Akhirnya mereka melakukan akad nikah yang sakral itu. Suasana di sana menjadi sangat tegang. Terutama kepada Christina maupun Adrian. Mereka berharap Aska tidak membuat kekonyolan.

__ADS_1


Satu jam berlalu. Setelah mereka sumpah membaca janji setia. Romeo mendekatinya sambil membawa kedua cincin. Di sana mereka tukar cincin sambil saling menatapnya. Kemudian pendeta meminta mereka untuk berciuman pertama kalinya. Akan tetapi Aska yang tidak pernah mencium seorang perempuan menjadi bingung. Ia bengong dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun Romeo memukul pundak Aska sambil berkata, "Kangan tegang bro. Nikmati saja ciuman kamu itu bersama Maria."


Aska tersadar dan mendekati Maria lalu menciumnya. Seluruh orang yang berada di sana bertepuk tangan dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Hari ini Aska dan Maria resmi menjadi pasangan suami istri. Lalu mereka keluar dan disambut oleh sopir. Sopir itu akan membawa mereka ke hotel. Di sana mereka akan beristirahat dan menunggu waktu untuk melakukan resepsi.


Lalu Christina dan Adrian sangat lega sekali melihat momen itu. Christina memandang Adrian dan mengingat momen di mana dirinya menikah. Dengan senyuman yang manis, Adrian berkata, "Beberapa bulan ke depan aku akan memperbarui pernikahan ini. Cepat atau lambat kita akan menikah seperti ini lagi."


"Apakah kamu serius untuk melakukannya?" tanya Christina.


"Iya aku memang ingin melakukannya. Sebagai tanda Kamu adalah milikku selamanya," jawab Adrian.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Adrian. Mereka sudah berpisah dengan jarak dua puluh dua tahun. Rencana ini sudah terpikirkan oleh Adrian sehari sebelumnya.


Jujur saja ketika mereka berpisah dengan begitu kejam. Adrian sudah menutup hatinya untuk wanita yang mendekatinya. Bahkan Adrian sendiri tidak mau berurusan dengan wanita-wanita di sekelilingnya. Ia hanya fokus dalam menangani pekerjaannya. Dirinya tidak peduli jika banyak wanita memakinya.


"Apakah kamu ingin memiliki seorang anak laki-laki yang sangat lucu dan menggemaskan?" tanya Maria kepada Aska.


"Kalau kamu mau sekarang kenapa tidak. Aku akan bercocok tanam pada siang ini," jawab Aska yang membuat Maria kesal.


"Aku kira kamu adalah pria yang sangat polos sekali. Ternyata kamu memiliki jiwa yang sangat liar," gerutu Maria.


"Sepolos-polosnya pria sudah menikah. Dirinya tumbang dan mengajak wanitanya itu berolahraga di ranjang setiap hari," ucap Aska yang sudah riset ke seluruh teman-temannya.


"Ternyata di dunia ini nggak ada pria yang sangat polos," celetuk Maria.

__ADS_1


"Ya Nggak ada. Mana mungkin seorang pria menyia-nyiakan kemolekan dan kencantikan istrinya?" ujar Aska.


Maria menganggukkan kepalanya dan menyetujui pernyataan dari sang suami. Lalu Maria menatap wajah Aska sambil berkata, "Ternyata kamu sangat tampan."


"Kamu baru tahu ya kalau aku tampan?" tanya Aska yang tersenyum seringai.


Jujur saja Maria sangat takut kepada Aska. Maria lebih memilih menjauhi Aska. Sedangkan Aska hanya terkekeh melihat kepolosan Maria.


"Aku sangka kamu sangat berpengalaman sekali merayu seorang pria," ucap Aska yang blak-blakan.


"Kalau merayu buku sih Aku memang jago. Tapi kalau aku merayu seorang pria. Aku tidak jago sama sekali. Aku nggak pernah pacaran dengan siapapun. Makanya aku tidak paham soal pria. Tapi aku bisa mana pria polos ataupun pria yang tidak polos," sahut Maria.


"Tidak apa-apa. Aku nggak marah soal itu. Jujur aku kaget banget lihat kamu masih polos seperti itu. Padahal di usiamu yang ke dua puluh tujuh tahun. Biasanya sudah berpengalaman merayu seorang pria," ujar Aska.


"Berarti kita masih sangat polos sekali," kata Maria sambil tersenyum.


"Ya itulah kita. Aku merasa kita sama-sama saling polos. Kalau begitu ayo kita belajar bersama untuk melakukan segala hal di dalam rumah tangga ini," sahut Aska.


Setelah itu mereka memutuskan untuk bersantai. Namun mereka dipisahkan oleh jarak hanya beberapa meter saja. Mereka cukup aneh untuk pasangan suami istri. Contohnya saja Aska yang duduk di atas ranjang. Sedangkan Maria duduk di sofa. Untung saja mereka berada di dalam kamar. Jika di luar kamar orang-orang berpikiran mereka sangat aneh sekali.


Di tempat lain Frank yang mendengar Aska menikah sangat lega sekali. Frank sebagai sang paman sangat antusias sekali ketika keponakannya menikah. Namun orang tidak bisa datang dalam acara pemberkatan. Meskipun Aska sudah memberikan undangan pemberkatan itu.


Beberapa saat kemudian datang Max sambil tersenyum sumringah. Pria itu menghempaskan bokongnya sambil berkata, "Acaranya seru."

__ADS_1


"Apakah Adrian ada di sana?" tanya Frank.


__ADS_2