
“Kalau terus-terusan begini perusahaan akan bisa bangkrut. Ini sangat disayangkan. padahal produk Aska Food bisa dikatakan sudah sangat terkenal dan banyak dicari atau dikonsumsi oleh pelanggan.”
Jelas Richie.
Aska berpikir sejenak, mencari solusi selanjutnya. Iya tidak bisa membiarkan ini terus-terusan terjadi. Jika tidak, perusahaan Aska Food akan bangkrut dengan sendirinya.
Hampir empat jam, mereka mencurahkan ide-ide baru mereka. Mereka harus melakukan terobosan baru. Lalu bagaimana dengan Adrian yang tidak hadir dalam rapat ini? Adrian menurut saja apa yang dilakukan oleh sang kakak. Adrian tidak ingin perusahaan ini akan hancur seketika.
Setelah mendapatkan beberapa ide untuk membangun perusahaan ini, mereka tidak akan membocorkan ide-ide tersebut. Sebab Aska memintanya agar tidak membuat gaduh seluruh karyawan maupun dewan direksi dan dewan komisaris. Hal ini sengaja dilakukannya demi melakukan penyelidikan lebih lanjut lagi.
“Ya sudah kalau begitu. Tidak ada lagi yang dibicarakan. Kita sudahi saja meeting kali ini. Sementara ini aku akan menurunkan mata-mataku untuk menyelidiki perusahaan ini. Aku meminta laporan tersebut hingga dua bulan ke depan.”
Pinta Aska yang mendapatkan persetujuan dari ketiga orang itu.
Sore pun tiba mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Namun Frank mengajaknya ke suatu tempat. Asbabun akhirnya menuruti keinginan Frank.
Di dalam perjalanan mereka berdua melanjutkan diskusi lagi. Ada beberapa poin yang akan dilaksanakan. Poin-poin itu adalah mengubah seluruh dewan direksi, mengubah seluruh dewan komisaris, mencari orang-orang baru yang tidak ingin menghancurkan perusahaan ini. Kemungkinan besar Aska dan Frank melakukan perombakan besar-besaran. Selain itu juga mereka sedang mencari kandidat penggantinya.
“Apakah Paman serius akan merombak seluruh peraturan perusahaan? Terus mengubah seluruh kepala divisi? Atau juga mengubah seluruh dewan direksi?”
Tanya Aska yang menghentikan mobilnya dan berhenti di tempat sepi.
“Mau nggak mau. Kamu tahu kalau seluruh orang melakukan kecurangan yang besar-besaran. Dua orang tadi yang berada di aula rapat. Itu adalah ekonom terhebat di negara Eropa. Memang mereka tidak memiliki perusahaan pribadi. Namun mereka mampu membantu membangun dua perusahaan dengan baik. Mereka memiliki otak cerdas. Yang di mana mereka memakai logika. Mereka juga orangnya cakep bekerja. Jadi mau tidak mau kita akan mengajaknya berkompromi lagi.”
Jelas Frank.
“Bukan itu maksudku paman. Coba Paman pahami? Kita dalam waktu sekejap bisa merubah semuanya? Padahal kalau mencari kandidat itu sudah kayak memilih seseorang yang akan dijadikan pasangan hidup.”
__ADS_1
Imbuh Aska sambil memperingatkan Frank.
“Nggak gitu kali. Agard grup pernah bangkrut. Ketika bangkrut aku tidak memiliki biaya apapun. Aku mau mengajukan kebangkrutan itu ke pengadilan. Tapi aku tidak mau melakukannya. Sebelum aku menjadi CEO, Aku adalah seorang pemegang saham di perusahaan tersebut. Maka aku sendiri mulai memikirkan langkah awalnya. Jika kamu percaya bisa melakukannya dalam waktu sekejap. Dan niatnya adalah untuk menyelamatkan perusahaan. Maka kamu akan mendapatkannya. Kamu jangan pernah menyerah sedikitpun. kalau kamu menyerah mereka akan bertepuk tangan dan berhasil menguasai perusahaanmu. Mereka bisa menganggapmu sebagai orang tidak berguna.”
Ungkap Frank yang tidak ingin Aska melemah.
“Aku tahu itu Paman. Paman hanya memberikan waktu agung selama tiga bulan. Apakah aku bisa mengerjakannya dalam waktu sekejap? Semuanya harus diganti dengan yang lebih mumpuni.”
Tambah Aska yang kebingungan.
“Kamu nggak perlu takut sama mereka.kamu harus melawan dewan direksi itu bagaimana. Kalau kamu diam saja dan tanpa ada perlawanan. Mereka akan menginjak-injak kamu seperti keset. Seorang keturunan dari keluarga Agard tidak boleh menyerah sedikitpun. Dan kamu itu memiliki darah Agard di dalam tubuhmu. Kamu harus maju ke depan bukan mundur. Kamu juga nggak boleh takut sama siapapun. Kalau kamu sampai malu, bisa dipastikan kamu akan berdosa kepada mereka.”
Frank sengaja menjelaskan siapa diri Aska sebenarnya. Frank tidak mau melihat Aska lemah di hadapan mereka. Apalagi Aska berniat untuk merombak habis-habisan dewan direksi.
“Kamu nggak perlu takut. Aku dan mereka akan membantumu. Sebab dirimu itu memiliki potensi yang besar.”
“Semuanya cukup. Aku sudah memiliki banyak data di perusahaan ini. Aku bisa menandai mereka yang jujur maupun tidak jujur. Dalam waktu sekejap aku memanggil satu persatu dan menyuruhnya untuk challenge yang aku berikan. Jika dia berhasil dan jujur melakukannya. Mereka mendapatkan reward untuk menggantikan posisi tersebut. Sebab membuat challenge itu lebih susah ketimbang harus interview. Itulah kenapa aku sendiri ingin melakukan hal itu.”
Frank sengaja menantang mereka semuanya. Frank tidak membutuhkan orang pintar. Tapi dirinya ingin memiliki orang yang jujur. Di mana orang jujur dijadikan satu. Bisa membangun perusahaan ini ke depannya.
Lalu bagaimana dengan Aska? Apakah dia masih ragu? Sejujurnya iya. Tapi keraguan itu harus dibuang lebih jauh. Ia tahu dengan siapa berhadapan sekarang ini.
Hingga akhirnya Aska melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat Frank.
Helena yang masih berada di kantor, dikejutkan oleh seseorang. Orang itu adalah orang kepercayaannya sendiri.
Sebelum berbicara, orang itu membungkukkan badannya sambil menyapanya terlebih dahulu.
__ADS_1
“Selamat sore Nyonya Helena.”
“Sore, ada apa ya?”
“Diam-diam Frank Agard melakukan pertemuan para pemegang saham di aula perusahaan ini. Pertemuan kali ini saya tidak mengetahuinya. Karena mereka melakukan rapat tertutup dan tidak ada orang sama sekali.”
Brakkkkk!
Helena sengaja memukul meja. Ia paham yang dilakukan oleh Frank saat ini. Karena Frank sudah mengetahui kejahatannya. Jika sampai Frank menemukan banyak bukti di perusahaan ini, maka aku sendiri yang akan menghabisinya!”
Tentu saja Helena sangat kesal sekali. Seharusnya rapat pemegang saham harus dilakukan secara nyata. Tapi ini tidak. Frank dan Aska memiliki sesuatu yang tidak baik untuknya.
“Pergilah kamu!”
Bentak Helena kepada orang itu.
Tanpa banyak bicara orang itu langsung pergi dari hadapan Helena. Bisa dipastikan Helena akan mengamuk habis-habisan setelah ini. Ia harus berpikir bagaimana caranya lepas dari Frank. Ditambah lagi ia harus mengajak seluruh kaki tangannya pergi dari perusahaan ini.
Helena sungguh sangat takut. Karena yang dihadapinya adalah pria tua. Yang di mana pria itu memiliki kharismatik yang sungguh mematikan. Ia sudah bermain-main dengannya. Yaitu mengumbar cinta kepada Frank.
Namun gara-gara ia mengumbar cinta, Helena terjebak oleh perasaannya. Ia sadar akan perbuatannya itu.
Lalu bagaimana dengan kematian Benjamin? Helena sudah mengetahuinya. Helena menganggap Benjamin itu sangat bodoh sekali. Bisa-bisanya Benjamin tertangkap oleh Frank. Sekarang dirinya harus mencari seseorang agar bisa bersembunyi dari Frank. Lalu dengan siapa sekarang dirinya bersembunyi? Itulah pertanyaan yang sangat sulit dijawabnya.
“Aku harus pergi dari sini. Aku harus pergi! Aku tidak bisa dibayang-bayangi oleh Frank. Orang itu sangat bahaya sekali bagiku.”
Ucap Helena dalam hati sambil mencari caranya untuk pergi dari sini.
__ADS_1