
Erna masih saja tetap diam. Meskipun Aska membentaknya berkali-kali, wanita itu belum berbicara apapun. Semuanya sudah terbukti, Erna bekerja sama dengan seseorang. Namun Romeo masih mencari siapa orang itu sebenarnya?
"Semua kejahatanmu sudah aku rangkum dalam map ini," Romeo menunjukkan satu map yang berada di depan Erna.
Mata Erna membulat sempurna. Bola matanya langsung tertuju pada map itu. Dirinya tidak menyangka kalau Romeo mendapatkan semua bukti kejahatan. Ia tidak bisa mengelak lagi dari perbuatannya itu. Namun ia akan mencoba cari cara agar Romeo percaya.
"Katakanlah Erna! Siapa orang yang berada di belakangmu?" tanya Christina.
"Saya tidak melakukan itu Bu. Mereka sengaja memfitnah saya," Erna mencoba mengelak dari kejahatannya.
"Semakin berusaha mengelak kami bisa membaca gerak-gerikmu. Wajahmu berusaha untuk bermain drama agar tidak ketahuan. Tapi aku bisa membaca raut wajahmu. Kamu berusaha merangkai kalimat agar kami percaya. Jangan bilang kamu ditipu atau keluargamu menjadi tawanan mereka. Itu adalah lagu lama demi menyakinkan sang korban untuk menolong dan menutup kasus tersebut. Iya kan... Erna," ujar Aska yang sudah mempelajari pola pikir sang tersangka.
"Yang dikatakan oleh Tuan Muda benar. Tersangka pasti bilang aku hanya disuruh. Setelah itu tersangka mencari alasan keluarganya sedang ditawan. Padahal yang melakukan kerjasama adalah dirinya sendiri. Ia mencoba bermain indah dan korbannya menjadi menuruti semua keinginan tersangka. Aku sudah menemukan siapa orangnya? Dia adalah calon klien kita yang kemarin marah-marah sebab pertemuan kita batal. Aku sudah memiliki banyak bukti," jelas Romeo.
"Cepat sekali kamu menemukannya," puji Aska.
"Sepertinya kamu harus belajar dari Romeo. Agar bisa menguasai ilmu hacker. Jangankan Romeo, Maria juga bisa melakukannya. Itulah kenapa ibu memiliki kedua asisten super," ucap Christina dengan jujur.
"Jangankan kami. Nyonya sendiri juga bisa. Bahkan Nyonya sendiri adalah pelopor utamanya," puji Romeo ke Christina yang membuat Aska menghela nafasnya.
"Apa yang anda lakukan tuan muda?" tanya Christina.
"Jalan satu-satunya adalah memasukkannya ke dalam penjara. Soal keluarganya biarkan menjadi urusan Erna. Aku sudah tidak memperdulikan lagi meskipun dia adalah temanku," jawab Aska dengan tegas.
"Maafkanlah aku Aska. Seumur hidup aku tidak tahu kamu adalah putra dari pemilik perusahaan ini. Seharusnya aku tidak membully mu. Karena aku tahu kamu adalah pria baik. Tolong jangan bawa-bawa keluargaku. Mereka tidak bersalah sama sekali denganmu," ucap Erna.
__ADS_1
"Itu terserah kamu. Kamu sudah melakukan hal yang fatal buat perusahaanku. Kenapa kamu tidak bekerja dengan jujur? Kenapa kamu menghianati ibuku? Ibukulah yang menanggung kamu dan keluargamu sebagai perantara rezeki sang pencipta. Tapi kamu sudah menyakitinya. Aku sendiri juga tidak bisa membantumu," terang Aska.
Aska sudah tidak mau berhubungan lagi dengan Erna. Jujur hati kecilnya menolak. Tapi dirinya harus melakukannya. Jika tidak maka seluruh karyawan akan melakukan hal yang sama. Bisa jadi karyawan itu sengaja melakukannya lalu meminta maaf dengan mudah.
"Buat apa kamu melakukannya? Bukankah kamu harus melindungi perusahaan ini? Kamu juga mematuhi semua peraturan yang telah dibuat perusahaan ini. Tapi kenapa kamu menghancurkan perusahaan ini secara pelan-pelan. Aku tidak habis pikir dengan sifatmu itu. Ternyata dari dulu kamu sama saja. Tidak pernah berubah sama sekali. Ya sudahlah cukup sekian dan terima kasih," Aska segera meninggalkan ruangan Christina untuk kembali ke ruangannya.
Sontak saja mereka terkejut dengan ucapan Aska. Mereka baru mengetahui Aska meluapkan amarahnya. Meskipun tidak berteriak maupun memukul, Aska berkata dengan suara datar.
"Romeo urus semua masalah Erna. Aku tidak mau Erna berada di sini lagi maupun perusahaan. Ia harus menanggung kesalahannya sendiri. Karena masalah ini sangat fatal sekali bagi perusahaan. Setelah kamu urus cari semua orang-orang yang terlibat di dalamnya. Aku tidak mau masa ini terlalu panjang. Aku berikan waktu selama satu bulan!" Perintah Christina
Romeo yang mengangguk paham lalu menghubungi pihak kepolisian. Setelah ini Romeo akan mencari semua orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dirinya akan mengajak Aska untuk belajar mencari para pelaku.
Jam istirahat telah tiba. Aska memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Sebelum pergi Aska menuju ke ruangan sang ibu. Saat masuk ke dalam ruangan, Christina kembali marah-marah dengan suara meninggi.
Tanpa basa-basi Aska masuk ke dalam dan melihat Christina sedang memijit di keningnya. Pria kurus itu mendekati Christina dan memeluknya dari belakang. Beberapa saat kemudian Christina merasakan kehangatan dari Sang putra.
"Dua negara besar telah menolak produk Aska food. Alasannya ada bakteri terkandung di dalam produk itu. Ibu pusing menghadapi hari ini," jawab Christina.
"Maksudnya bakteri apa? Apakah bakteri ecoli? Negara mana saja yang menolak produk kita?" Tanya Aska dengan serius sambil menuju ke sofa.
"Ya bakteri ecoli. Bakteri itu bisa membunuh manusia secara pelan bahkan sekaligus. Ibu takut produk kita yang dikirim akan ditarik secara besar-besaran di seluruh negara," jawab Christina dengan sendu.
"Kita harus memiliki ahli gizi kan Bu. Kenapa kita tidak bertanya dengan mereka? Setiap barang yang akan keluar dari perusahaan harus diperiksa terlebih dahulu," ucap Aska.
"Setiap barang-barang yang akan keluar dari perusahaan ini. Mereka selalu mengadakan penelitian terlebih dahulu. Mereka tidak akan mengeluarkan sop dalam waktu dekat. Karena mereka harus membutuhkan waktu selama satu bulan. Jika barang itu keluar tim kesehatan Sudah berani mengeluarkan sop. Beberapa bulan terakhir mereka selalu memberikan sop itu ke ibu," jelas Christina.
__ADS_1
"Apakah semua barang itu langsung dikirim ke sana?"
"Tergantung. Kalau di gudang masih ada stok, kita memakai stok gudang terlebih dahulu.jika tidak ada stok barang itu langsung dikirim ke sana."
"Ini sangat menarik sekali buatku. Ya baiklah... Aku akan melakukan sesuatu. Bu, kapan pernikahanku terjadi?"
"Dua minggu dari sekarang. Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Baiklah. Aku akan pergi dari sini selama seminggu bersama Romeo. Aku terpaksa mengungkap semua kasus ini."
"Kalau ibu menyuruh orang?"
"Jangan Bu. Aku tidak percaya dengan mereka. Aku harus melakukannya sendiri. Bisa saja orang itu adalah suruhan musuh kita."
"Kapan kamu melakukannya?"
"Setelah pulang dari rumah sakit. Jika aku bersama Romeo ibu bersama siapa?"
"Nyonya kan bersama dengan Winda dan Roni di sini," jawab Romeo yang berada di ambang pintu.
"Baiklah aku setuju. Oh ya Bu berikan aku laporan yang terkait kasus itu!" perintah Aska.
"Baiklah kalau itu mau kamu. Ibu akan mengirimkannya lewat email," sahut Christina sambil meraih ponselnya. "Sepertinya kalian sangat rapi sekali. Mau ke mana?"
"Kami mau pergi ke rumah sakit untuk menengok orang tua Maria.Aku harap gadis itu baik-baik saja beserta keluarganya," jawab Aska.
__ADS_1
"Ibu juga mau ikut ke sana," pinta Christina.