
"Memangnya harus saling mengenal sebelum menikah?" Tanya Aska.
"Nggak juga sih. Aku sendiri juga bingung," jawab Maria.
"Kamu tahu istilah pernikahan itu apa? Di mana dua orang berbeda jenis kelamin digabungkan menjadi satu di dalam satu ikatan. Setelah itu mereka ditetapkan sebagai pasangan suami istri. Di sinilah kita mengenal Aku belajar mengenalmu. Kamu belajar mengenaliku. Kita nggak harus berpacaran terlebih dahulu," jelas Aska.
"Bukannya orang berpacaran adalah saling mengenal?" tanya Maria.
"Menurutku beda. Bedanya kalau sudah menikah pengenalan diri semakin serius. Ditambah lagi kita memiliki suatu kewajiban untuk memberikan pelayanan buat pasangan masing-masing. Kalau pacaran hanya dimabuk asmara. Itulah kenapa perbedaannya sangat jauh," jawab Aska.
"Makanlah terlebih dahulu. Nanti lanjutkanlah pekerjaanmu. Aku nggak mau nanti kamu sakit. Beberapa hari lagi akan ada acara pernikahan kita," ucap Maria yang menyuruh Aska makan.
"Okelah kalau begitu. Aku akan makan terlebih dahulu," balas Aska kemudian menghentikan pekerjaannya sementara.
"Kalau begitu aku keluar terlebih dahulu. Aku ingin mempersiapkan berkas-berkas untuk aku limpahkan kepada tuan Adrian," pamit Maria yang mulai meninggalkan Aska.
Agar tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya saja. Melihat kepergian Maria, Aska meraih tempat makan itu dan melihat menu spesialnya.
"Syukurlah kalau dia tahu. Apa makanan favoritku sebenarnya?" puji Aska dalam hati.
Sebelum melanjutkan penyelidikannya, Aska memutuskan untuk berhenti sejenak. Lalu Aska mengambil makanan itu dan menikmatinya. Di saat makan ia menemukan informasi tentang Jamaludin. Matanya melotot sempurna dan mengingat wajah pria itu.
"Sepertinya aku mengenal orang ini. Bukannya orang ini sering datang ke kampung? Ini sangat aneh sekali. Kenapa orang itu menjadi seorang mafia?" tanya Aska dalam hati.
Entah kenapa Aska menemukan teka-teki yang cukup rumit sekali. Pertanyaan demi pertanyaan menghinggapi di kepalanya. Dirinya memang bingung untuk menanggapi kasus ini.
Pov 1.
Aku adalah Aska. Yang di mana seorang pria dibesarkan di kampung. Aku bingung dengan keluargaku ini. Semenjak aku datang banyak sekali teka-teki yang ada di sini. Hanya dua minggu saja aku tinggal di sini. Lalu aku di hadapkan dengan masalah besar. Aku di sini hanya untuk belajar bisnis dan manajemen. Namun apa yang aku temukan? Banyak sekali kejanggalan-kejanggalan di keluarga ini.
Sebenarnya keluarga besarku cukup terkenal di mata dunia. Aku tidak menyangka kalau mereka memiliki bisnis besar seperti ini. Seharusnya aku tunggu di lingkungan keluarga besarku itu. Tapi aku malah dibuangnya.
__ADS_1
Jujur... Aku tidak dendam dengan keluarga besarku. Mereka membuangku pasti ada rencana besar. Terutama pada ibuku. Memang keluargaku sangat terkenal sekali. Bahkan sangking terkenalnya, konflik keluargaku mencuat ke permukaan. Contohnya saja sekarang, konflik terbesar adalah perebutan kursi CEO Wicaksono Group. Entah kenapa diriku seakan menjadi beban berat di keluarga sana.
Tak lama aku menemukan sebuah berita tentang ibuku. Entah kenapa pernikahan ibuku disorot oleh dunia. Aku menjadi bingung soal ini. Masyarakat menilai kalau ibuku mencari pasangan bukan dari dunia bisnis. Aku mencium ada yang tidak beres dengan berita ini. Dalam hati aku bertanya, kenapa mereka meributkan tentang pernikahan ini? Sementara kakekku adalah orang yang tidak pernah mengekang ibuku memilih pasangan.
Ini pasti ada rencana di belakangnya. Aku harus mencari tahu siapa yang membuat keluargaku menjadi berantakan seperti ini? Lalu aku teringat pada ponselku.
Diam-diam ada seorang wanita memintaku untuk menemuinya. Namun suara wanita itu sangat berbeda sekali. Aku bisa menebak Wanita itu sudah berumur lebih dari tujuh puluh tahun. Betapa bahagianya ketika aku mengabulkan permintaannya untuk bertemu. Tapi aku merasakan ada sesuatu dengan wanita itu. Dia sangat berbeda sekali dengan nenek Julia. Wanita itu sangat baik sekali dan menyapaku penuh kasih sayang.
Malam ini aku harus mencari cara agar bisa keluar dari penthouse. Apakah kau harus berangkat bersama Abang? Atau aku harus berangkat bersama ibuku?
Jika aku berangkat bersama abang. Aku pastikan Abang sangat protect sekali denganku. Jika aku berangkat bersama ibu. Ibu selalu menemaniku walau malam hari. Akhirnya aku putuskan berangkat bersama ibuku. Tetapi aku harus meminta pengawalan ketat untuk ibuku. Aku tahu ibuku sedang diincar oleh seseorang. Aku tidak akan bisa pergi sendirian.
***
Tiba-tiba saja Christina datang dengan membawa sejumlah berkas. Ia mendekati Aska sambil melihat tempat kosong itu.
"Kamu selesai makan?" tanya Christina.
"Tanya apa? Memangnya ada apa sebenarnya?" tanya Christina balik.
"Bisakah Ibu menemaniku malam ini untuk bertemu seseorang?" tanya Aska yang meminta Christina untuk menemaninya malam ini.
"Sepertinya kamu harus mengajak Romeo. Karena dia yang menjagamu," jawab Christina.
"Tapi aku bingung Ma. Ada seorang wanita. Kira-kira usianya sudah tujuh puluh tahun menghubungiku untuk bertemu dengannya. Kemudian aku mengabulkan permintaannya. Wanita itu sangat senang sekali. Aku harus menuruti keinginannya," ucap Aska yang menumpuk tempat makanannya itu.
"Wanita tua," ujar Christina yang merasakan ada sesuatu di dalam hatinya.
"Ya Bu. Jika aku mengajak Abang. Apakah Abang mau?" tanya Aska.
"Ya ajaklah. Kemungkinan besar akan melindungimu. Soalnya abangmu memiliki bela diri yang cukup mumpuni. Sedangkan ibu hanya bisa menembak saja. Tidak bisa memakai jurus karate ataupun jurus-jurus lainnya," jelas Christina.
__ADS_1
"Kalau begitu okelah. Aku akan berbicara pada Abang. Jika Abang nggak mau bagaimana Bu?" tanya Aska yang belum mengetahui kelemahannya.
"Kalau begitu kamu bisa mengancamnya dengan membekukan uang jadi bulan ini beserta bonusnya. Aku yakin abangmu itu segera menurut kepadamu," jawab Christina yang memberitahukan kelemahan Romeo.
"Kejam amat Bu," celetuk Aska.
"Itu belum begitu kejam. Bisa-bisa nanti Ibu menarik mobil sport kesayangannya dan menjualnya kembali," kata Christina sambil tertawa.
"Ibu ada-ada saja. Kasihan abang punya mobil sport langsung dijual," sahut Aska yang tersenyum membayangkan penderitaan Romeo.
"Kamu tahu mobil sport itu adalah hadiah dari ibu. Selama mengabdi sama ibu, Abang memiliki dedikasi yang tinggi. Saat ulang tahunnya yang ketiga puluh tahun. Ibu memberikan abangmu memilih hadiah. Dan Romeo menjatuhkan hadiah itu ke mobil sport keluaran terbaru," jelaskan Christina tentang asal usul mobil sport itu.
"Apakah ibu tidak memberikan aku mobil?" Tanya Aska.
"Belajarlah menyetir dahulu. Jika sudah pandai dan bisa mengendalikan mobil. Ibu akan membelikannya. Kamu bisa memilih mobil biasa atau mobil sport," jawab Christina yang menyuruh Aska belajar menyetir mobil.
"Tenanglah Bu. Aku akan meminta Maria untuk mengajariku," ucap Aska yang melihat berkas-berkas berada di tangan sang ibu. "Itu berkas apa Bu?"
"Ada sesuatu yang janggal di berkas-berkas ini. Aku ingin kamu membantuku memeriksanya saja. Apakah hanya perasaan ibu? Atau Ibu terlalu lelah pada saat ini?" tanya Christina sambil menaruh berkas-berkas itu di hadapan Aska.
"Taruhlah di sana berkas-berkasnya itu. Aku akan membantu ibu memeriksanya? Apakah ibu sudah makan siang hari ini?" tanya Aska yang sangat perhatian sekali kepada Christina.
"Ibu sudah makan bersama ayahmu. Ayahmu juga merasakan ada sesuatu pada berkas itu," jawab Christina.
"Baiklah Bu. Aku akan mendiskusikan berkas ini bersama Abang," balas Aska yang membuat Christina menganggukkan kepalanya.
Setelah memberikan berkas itu, Christina memutuskan untuk pergi dari ruangan Aska. Lalu dirinya kembali lagi ke ruangannya. Tiba-tiba saja hatinya merasakan ada sesuatu hal yang tidak bisa diungkapkan. Christina teringat pada Aska yang mengucapkan ingin bertemu dengan wanita tua itu. Christina mulai ada sesuatu yang tidak beres. Ia akan melindungi Sang putra agar tidak terancam bahaya. Lalu dirinya memutuskan untuk menemani Aska bertemu dengan wanita itu.
Ketika masuk Maria segera mendekatinya sambil membisiki sesuatu. Alangkah terkejutnya dengan perkataan Maria. Kemudian Christina menatap wajah Maria.
"Apa betul papaku berada di kantor ini?" tanya Christina.
__ADS_1