Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Pertemuan Yang Mengharukan.


__ADS_3

“Iya ini mama,” seru Stefanie yang menunggu Christina memeluknya.


Christina langsung memeluknya dan langsung menangis terseedu-sedu.


Ia sangat merindukan sang mama sudah sejak lama. Baru kali ini mereka saling


bertatap muka dan mencurahkan suara hati masing-masing.


Berhubung Aska pergi meninggalkan mereka, Frank sgera menyusulnya.


Ia tidak ingin menangis dan menyusul Aska menuju ke roftoop. Sesampainya di


sana Frank melihat keberadaan Aska dan Adrian syang sedang berdiam diri.


“Kenapa kalian berada di sini?” tanya Frank yang mendekati mereka.


“Aku kesini ingin menghindari air mataku keluar,” jawab Adrian yang


menahan air matanya keluat.


“Percuma. Kamu juga ingin menangis sekatrang,” ledek Frank.


“Aku sangat merindukan mama,” sahut Adrian yang kesal terhadap sang


kakal.


“Kapan-kapan kita akan berkunjung ke Hamburg,” ucap Frank.


“Memangnya nenek aku dari pihak kalian masih hidup?” tanya Aska.


“Mereka sudah meninggal ketika sedang menuju ke Paris,” jawab


Adrian yang membuat Aska mendadak aneh.


“Hmmp... sepertinya ada yaang tidak beres?” tanya Aska yang mulai


curiga.


“Ada yang tidak beres? Apa maksud kamu?” tanya Adrian yang bingung.


“Sepertinya kalian harus mencari informasi tentang kematian mereka.


Aku ykin ini pasti konspirasi,” jawab Aska yang cima meenebak saja.


Frank dan Adrian saling memandang wajah Aska langsung memasang


wajah yang sulit ditebak. Lalu Aska tersenyum sambil berkata, “Jika orang tua


kalian meninggal? Apa kalian tidak merasa curiga satupun? Kalau pun aku curiga


akan satu hal. Yaitu mereka adalah seorang pembisnis. Mana mungkin mereka


meninggal secara konyol seperti itu. Ditambah lagi dengan meninggalnya


kecelakaan?”


Mereka berpikir secara jelas dan menyimpulkan ada kaitannya dengan


dugaan Aska. Kemudian Frank menatap Adrian sambil berkata, “Mereka meninggal


ketika usiaku empat tahun. Kamu berusia dua tahun. Yang aku dengar secara jelas


mereka meninggal ketika kecelakaan. Sempat deengar juga kalau mobil mereka


sedang mengalami rem blong.”


“Rem blong! Ya... itu masalah klasik yang digunakan oleh ssejumlah


lawan bisnis membunuh musuhnya. Pihak kepolisian tidak pernah mengusut tuntas


kasus ini,” jelas Aska. “Tapi tidak semuanya sih.”


“Kamu dapat cerita ini dari mana?” tanya Frank.


“Aku sering melihat Detective Conan unutk menganalisis kasus


kematian secara misterius.


“Sepertinya kita harus membuka kasus lama sudah tertimbun lama.

__ADS_1


Bagaimana menurutnu?” tanya Adrian yang meminta izin kepada Frank.


“Lebih baik begitu,” jawab Frank.


“Apakah kita tidak menunggu kasus ini selesai?” tanya Aska.


“Aska benar. Kita selesaikan kasus ini terlebih dahulu. Setelah itu


membuka kasus tentang kematian kedua orang tua kita,” jawab Frank yang membuat


Adrian menyetujuinya.


“Baiklah,” sahut Adrian yang mengambil keputusan yang membuat Aska


tersenyum.


“Sebenarnya ada apa?” tanya Aska. “Kok aku harus bergabung dengan


Agard Group?”


“Sepertimya kamu harus masuk ke sana terlebih dahulu.Kamu


sebenarnya berhak atas saham dengan Agard Group sebesar tiga puluh persen. Saat


kamu masuk ke sana maka hancurkanlah Wicaksono Group terlebih dhulu. Setelah


itu kamu bisa membangunnya kembali. Oh... ya... kakekmu sudah meneytujui


keputusan itu,” jelas Frank. “Gunanya unutk merebut Wicaksono Group.”


Aska mengangukan keplanya tanda setuju. Ia juga sempat berpikiran


seperti itu. Rencana itu pernah diberitahukan oleh sang ibu. Berhubung saat itu


Aska Food masih bisa dikatakan tidak terlalu besar. Jadinya ia mengurungkan


niatnya.


“Aku pernah membuat rencana seperti itu. Tapi aku mengurungkan


niatku terlebih dahulu,” ucap Aska yang umembuat mereka paham.


“Ya... dengan cara itulah kita bisa merebut Wicaksono Group hancur


Jamaludin.Sekalian kita membersihkan  nama baik Wicaksono Group dari nama mereka,” jelas Frank.


“Kapan kita akan melakukannya?” tanya Aska.


“Besok. Ayah akan meresmikan satu hotel mewah yang sudah selesai


dibangun beberapa tahun yang lalu di Barcelona,” jelas Adrian yang berencana


meresmikan sebuah hotel mewah di kawasan elit di Barcelona.


“Lalu, bagaimana dengan Benjamin?” tanya Aska.


“Benjamin biarkan saja. Benjamin sedang membuat rencana untuk


membantu Jamaludin unutk menguasai seseorang yang sudah membuatnya hancur,”


jelas Adrian.


“Siapa itu Yah?” tanya Aska yang penasaran dengan Adrian.


“Pasti kamulah. Kamulah orang yang membuat dirinya hancur,” ucap


Adrian.


“Bagaimana dengan Minah?” tanya Aska yang memiliki ide licik.


“Maksud kamu apa?” tanya Adrian.


“Akankah kita memperlihatkan kepada publik?” tanya Aska.


“Sepertinya ide yang bagus. Kamu sengaja memancing Benjamin agar


keluar dari tempat persembunyiannya?” tanya Adrian.


“Yupz... Ketika terjadi peresmian itu, kita akan mengajak Minah ikut

__ADS_1


dan dijadikan tamu spesial. Dengan catatan dimana Minah harus membawa beberapa


pengawal Black Knight. Kita bisa meminta kakek Lione dan Paman Fabio sekalian


untuk memberikan tugas untuk menangkap Benjamin,” jelas Aska yang membuat


Adrian dan Aska setuju.


“Ternyata putraku memiliki otak licik,” puji Adrian.


“Ya harus yah. Jika tidak bagaimana aku bisa membuat sebuah taktik


untuk menghancurkan lawan. Paman... aku berpesan kepada paman agar segera hadir


di seluruh media. Jika tidak Jamaludin dengan enaknya menyatukan kekuatan untuk


menghubungi para mafia di Eropa untuk menghancurkan kami,” ucap Aska yang


membuat Frank paham apa maksudnya.


Mereka pun paham apa maksudnya. Ini hanya sebuah warning buat


mereka. Bukan berarti Aska menakutinya. Karena Aska sendiri tidak tinggal diam


selama berada di kota Paris. Dengan kata lain Aska selalu mencari informasi


dari dark web.


Kalau dilihat-lihat Aska sungguh sangat menegrikan sekali. Bahkan


lebih mengerikan dari sang ayah. Otaknya mulai berkembang menjadi licik. Namun


jangan salahkan kalau Aska sendiri memang seperti itu. Karena luka hati yang


sudah bersemayam dengan indah ketika Jamaludin sama Julia palsu yang


membuatnya.


Markas Black Crossover.


Jamaludin yang mengetahui Aska masih hidup sangat geram sekali.


Bahkan sekarang Aska hidup dalam satu kota bersamanya. Ia tidak bisa menembus


dan membunuh Aska. Karena Aska sendiri mendapatkan perlindungan sangat ketat.


Bahkan Aska sendiri sudah masuk ke dalam pasukan khusus milik Adrian.


Dengan kata lain, pasukan khusus itu belum juga mati. Memang pihak


kepolisian ternyata belum membubarkan sama sekali. Bisa dikatakan nyawa Jamaludin


terancam mati.


“Argh!” teriak Jamaludin secara frustasi.


“Kenapa kamu berteriak seperti itu?” tanya Benjamin yang kesal


dengan suara Jamaludin.


“Ternyata anak itu masih hidup,” jawab Jamaludin.


“Memang anak itu masih hidup. Sebentar lagi dia akan menuntut balas


terutama ke kamu,” ledek Benjamin yang membuat Jamaludin yang semakin frustasi.


“Aku enggak bisa melakukan apa-apa lagi!” geram Jamaludin.


“Kenapa kamu tidak membunuh Adrian?” tanya Benjamin yang memberikan


ide konyol.


“Kalau kamu nagsih ide jangan gila seperti itu! Kamu tahukan dia


sangat dilindungi beberapa jendral. Kalau enggak salah dua puluh delapan


jendral! Mereka adalah musuh bebuyutanku! Jika aku membunuhnya, maka mereka


bisa membuatku menjadi jeroannya binatang alias hancur,” jawab Jamaludin yang

__ADS_1


tidak bisa berbuat apa-apa.


“Maksud kamu apa?” tanya Benjamin yang tidak mengerti.


__ADS_2