
Dora tidak menikmati makanannya. Dia hanya sesekali saja menyuap makanan itu.
Amor yang melihat itu, lalu menyelesaikan kunyahan makanan di mulutnya. "Kenapa Dora, kok makannya sedikit. Apa makanannya tidak enak?"tanya Amor lirih di dekat telinga Dora.
"Enak kok makanannya, hanya akunya saja yang lagi Nggak selera makan."
"Nanti kamu masuk angin loh Dora, kalau kamu makan sedikit. Sedangkan perjalanan kita masih sangat jauh." Moresette ikut menimpali.
Pak Richard yang sudah menyelesaikan makannya langsung berdiri. "Kalian lanjutkan saja makannya. Saya mau ke depan dulu."pamit Pak Richard.
Pak Richard lalu berjalan ke arah jalan raya. Dia berhenti di pinggir jalan itu, menunggu Jalan sedikit sepi agar dia bisa menyeberang.
Setelah berhasil menyeberang, Pak Richard melangkah masuk ke sebuah minimarket. karena melihat Dora tidak menghabiskan makannya itu, Pak Richard memiliki inisiatif untuk membeli roti bekal di jalan nanti.
Saat sudah berada di dalam minimarket, Pak Richard lalu mengambil keranjang yang letaknya di dekat pintu masuk.
lalu Pak Richard mengambil segala macam jenis roti dengan variant rasa. Karena dia tidak tahu roti jenis apa yang disukai oleh Dora. Dan Pak Richard juga membeli beberapa minuman instan dengan berbagai rasa. Tak lupa Pak Richard juga mengambil 4 botol air mineral. Setelah ia merasa cukup, Pak Richard selalu membayar semua belanjaannya. Kemudian Pak Richard berjalan keluar dari minimarket menuju Rumah Makan itu kembali.
Saat sampai di halaman rumah makan itu, terlihat tiga wanita sudah berdiri di dekat mobilnya.
"Maaf, kalian lama ya menunggu saya?"Pak Richard lalu membuka pintu mobilnya.
"Nggak juga pak."sahut Amor.
"Ayo kita masuk."ajak Pak Richard yang langsung duduk di kursi kemudi, karena sebelum ke minimarket dia terlebih dahulu membayar menu makanan yang mereka santap.
"Ini roti dan minuman untuk kalian makan saat di jalan nanti."Pak Richard menyerahkan dua kantong kresek ke arah belakang, yang langsung diambil alih oleh Amor.
"Terimakasih Pak."ucap Amor saat menerima kantong kresek tersebut.
Satu jam kemudian, Amor lalu membuka kantong kresek tersebut.
"Dora kamu mau roti nggak, ini ada roti rasa keju kesukaan kamu. Dan ini juga ada minuman susu kotak rasa vanila kesukaan kamu juga."mengambil roti dan minuman kotak itu. lalu menyerahkannya pada Dora.
Dora pun menerimanya, kebetulan saat ini perutnya kembali merasakan lapar. Karena tadi saat di rumah makan dia hanya memakan beberapa sendok saja.
Dora lalu membuka bungkus roti itu dan mulai memakannya. "Rotinya enak Amor cobain deh!"Dora menyodorkan roti keju itu pada Amor. Namun ditolak oleh Amor, Karena Wanita itu lebih menyukai roti rasa mocca.
__ADS_1
Pak Richard lalu menatap kaca spionnya kembali. Dalam hatinya tersenyum karena Dora mau memakan roti yang dibeli olehnya dan sudah berinisiatif mengajak temannya ngobrol lebih dulu.
"Pak Richard kok ngeliatin saya?"
Sebenarnya kalau disuruh memilih, Dora malas sekali untuk ikut mobil dosen yang sangat Dia benci. Apalagi dosen itu kerap sekali memberikan hukuman kepadanya walaupun dirinya hanya telat beberapa menit saja, saat kelas Mata kuliahnya dimulai.
Kalau saja Dia tidak sedang sakit, Dora pasti lebih memilih pulang dengan menaiki bus saja. setelah beberapa menit mobil yang membawanya ini berjalan kembali, perut Dora kembali merasakan lapar dan sedikit perih.
Ada rasa penyesalan juga kenapa tadi saat di rumah makan dia hanya makan sedikit saja. Untung saat ini Amor sedang membuka kantong kresek pemberian Pak Richard tadi. Rupanya sahabatnya itu sedang ingin mengambil minuman.
Setelah dilihatnya Amor minum sepertiga dari botol air mineral itu, sahabatnya itu lalu menutup botol tersebut dan meletakkannya di samping pintu mobil. Setelah itu Amor mencoba menawarkan roti pada Dora.
Dora yang sejak dari tadi merasakan perutnya lapar itu langsung saja menerimanya, apalagi ada roti isi keju kesukaannya. Menurutnya daripada nanti perutnya mengeluarkan bunyi kruk kruk yang akan membuatnya malu, lebih baik diterima saja tawaran roti dari Amor.
Pak Richard saat mendengar Amor menawarkan roti pada Dora, dia langsung menatap kera spion yang ada di dalam mobil, sesekali pria itu mencuri pandang terhadap Dora. Hingga akhirnya tatapan matanya pada cermin tertangkap oleh Dora.
"Pak Richard kok ngeliatin saya? tanya Dora yang merasa sedikit risih itu karena merasa tidak enak dilihat oleh sang dosen yang paling ia benci sejagat universitas.
"Eh enggak, Saya cuman ngeliatin motor di belakang mobil saya."
Amor dan Moresette lalu berbalik ke arah belakang, mencari keberadaan motor yang disebut oleh Pak Richard. Dan ternyata memang kebetulan ada motor di belakang mobil Pak Richard.
"Nggak apa-apa, cuma sudah lama saja motor itu di belakang mobil saya.
"Mungkin mau nyalip mobil bapak kali."Amor ikut menimpali sementara Dora enggan untuk berkomentar, dia lebih memilih menghabiskan roti dan susu yang ada di tangannya.
"Iya mungkin."lalu Pak Richard mengurangi kecepatan mobilnya dan benar saja motor itu langsung melewati mobilnya.
"Nah, kan benar kata saya Pak."ucap Amor.
"Untung saja saya bisa bikin alasan seperti itu."batin Pak Richard merasa lega karena terselamatkan oleh keberadaan motor itu.
Tidak terasa mobil Pak Richard sudah memasuki daerah perkotaan. Tidak lama lagi mereka akan segera sampai di rumah.
"Rumah kalian dimana? biar saya antar langsung ke rumah."tanya Pak Richard.
"Pak langsung ke rumah Dora saja. Kasihan Bapak kalau mengantar kami satu-satu. Kami turun di rumah Dora saja."sahut Amor.
__ADS_1
"Rumah Dora dimana?
"Kompleks perumahan Aqua divina urbano, tepatnya di Saphan Sung." Bukan Dora yang menjawab melainkan Amor.
"Itu kan, komplek perumahan yang paling mahal di kota ini. Bahkan di negara ini. Ternyata wanita ini anak orang kaya."batin Pak Richard.
Sekitar satu jam kemudian mobil Pak Richard sudah berada di depan pintu gerbang kompleks perumahan Aqua divina urbano.
Seorang security perumahan langsung menghampiri. Pak Richard lalu membuka kaca jendelanya.
"Maaf, mau bertamu ke rumah siapa?"tanya security itu saat sudah berdiri di samping mobil Pak Richard.
Pak Richard langsung menggaruk belakang kepalanya. Dia bingung mau menjawab apa, karena dia tidak tahu nama orang tua Dora sama sekali.
Amor lalu membuka kaca jendela di sampingnya. "Kami teman Dora Pak. Ini Dora nya ada di dalam."
Dora pun disuruh Amor menunjukkan wajah pada security itu.
"Oh, non Dora. Maaf non, bapak nggak tahu kalau non ada di dalam."
Dora hanya mengangguk dan tersenyum tipis. lalu security tersebut langsung membukakan portal besi yang menutup akses jalan masuk ke perumahan itu.
"KTP Saya perlu ditinggal Pak? tanya Pak Richard sebelum menjalankan mobilnya ke dalam perumahan.
"Oh, nggak usah Pak."
lalu Pak Richard mulai menjalankan mobilnya dengan perlahan. Dilihatnya bangunan mewah berlantai tiga berdiri kokoh di sepanjang jalan. Setiap rumah memiliki halaman yang luas yang mana terdapat taman pada bagian samping kiri dan kanan.
"Rumahnya yang mana?"tanya Pak Richard.
"Kira-kira Lima puluh meter lagi pak." Tunjuk Moresette pada sebuah bagian kanan jalan.
Pak Richard manggut-manggut.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN.