Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 220. MEMINTA RESTU


__ADS_3

Di rumah Fernando, Amor yang baru saja pulang dari supermarket melihat beberapa mobil parkir di halaman rumah Richard. Amor yang sebelumnya sudah diceritakan oleh Dora mengenai acara lamaran tidak terkejut lagi. hanya saja dia tidak tahu kalau acara lamaran itu diadakan hari ini.


"Mas, tadi waktu aku lewat di depan rumah Dora, banyak mobil di halamannya. kemungkinan hari ini adalah acara lamaran Bastian,"tutur Amor saat menghampiri suaminya yang sedang duduk santai di sebuah Gazebo samping rumah.


"Oh, jadi hari ini ya, lamarannya?"


"Bagaimana ya Mas, kalau Bimbim tahu?"


"Aku juga nggak tahu, sayang. Semoga saja Bimbim bisa menerima. Kita juga tidak bisa memaksa Mauren untuk rujuk dengan Bimbim."


***


Keesokan harinya, saat jam makan siang Bastian memenuhi permintaan Mama Cynthia untuk bertemu di sebuah restoran. Rencananya pria itu ingin sekalian menyampaikan pada mamanya, mengenai rencana acara pernikahannya dengan Mauren yang akan dilaksanakan dua bulan lagi. awalnya Bastian ingin mengajak bertemu di restoran milik Papanya, tapi Cynthia menolak.


Setelah memarkirkan mobilnya di depan halaman restoran, Bastian langsung masuk ke dalam restoran dan mencari keberadaan mama kandungnya. Kedua alis tebal Bastian bertahun saat melihat mama kandungnya tidak duduk sendirian.


Di sana juga ada seorang wanita seumuran dengan mamanya. Di samping wanita itu ada seorang gadis yang Bastian sangat kenali, Ya, dia adalah teman sekelas Bastian saat duduk di bangku SMA.


"Maaf ya, Ma. aku telat datangnya."


"Enggak apa-apa. Sini Bastian, duduk !"Cynthia menepuk kursi yang ada di sampingnya.


Pria tampan itu duduk. Dia menunggu apa yang ingin dibicarakan oleh mama kandungnya.


"Bastian, kamu masih ingat nggak sama Riska?"katanya dia satu sekolah sama kamu waktu SMA. Sekarang dia sudah menjadi seorang dokter, hebat kan?"tanya Cynthia, matanya beralih pada gadis yang barusan dia sebut.


"Bukan satu sekolah saja tante, kami juga satu kelas."sahut Riska yang langsung meralat ucapan Cynthia.


"Hai, Bastian."sapa Riska sambil tersenyum.


Bastian hanya membalasnya dengan sekali anggukan.


"Ma, aku tidak bisa lama-lama di sini. Aku masih banyak."Bastian ingin cepat-cepat menjauh dari tempat itu. Perasaannya berubah menjadi tidak enak. Dia sudah bisa menebak apa yang direncanakan oleh mamanya.


"Bastian, jangan buru-buru. Kamu bukan bekerja di tempat orang lain, jadi kamu bisa atur jam kerja kamu."


"Ma, to the point saja. Ada hal penting apa Mama mengajak aku bertemu di sini?"


"Bastian, Mama ingin menjodohkan kamu sama anak teman mama. Mama rasa Kalian cocok, sebab sudah saling mengenal."


Bastian memejamkan matanya sebentar. "Ma, Aku tidak mau dijodohkan. Aku ke sini Sebenarnya mau ngasih tahu ke mama, bawa 2 bulan lagi aku akan menikah."

__ADS_1


Ucapan Bastian membuat 3 orang wanita di depannya tercengang.


"Dua bulan lagi aku akan menikah dengan Mauren. Kemarin aku dan Papa sudah melamar Mauren."


"Apa Bastian? Kenapa kamu marah-marah Mauren tanpa memberitahu ke mama sebelumnya?"


"Mengenai itu, mama tanyakan saja pada papa."


"Bukannya Mauren itu sudah menikah dengan sahabat kamu?"


"Ma, dia sudah bercerai Beberapa bulan yang lalu."


"Apa! Jadi kamu mau nikah sama janda, Bastian?"


"Memangnya kenapa, Ma? aku nggak pernah mempermasalahkan statusnya. yang penting aku cinta sama dia."


"Bastian, kamu ini kayak nggak ada gadis lagi di dunia ini. Ini, Riska belum menikah dia masih gadis."


"Cukup Ma. Aku nggak punya waktu untuk berdebat masalah ini. intinya, Aku tidak akan merubah keputusan aku."ucap Bastian dengan tegas. dia Lalu mencium punggung tangan mama kandungnya sebelum beranjak dari tempat itu.


"Aduh, Maaf ya Mbak, kalau sikap Bastian kurang sopan. Biasanya dia tidak seperti itu."Cynthia yang merasa tidak enak.


"Sudahlah, kami sudah tidak berharap lagi pada anak kamu. Kita..."


"Kamu yang sabar ya Riska, nanti Tante akan membujuk Bastian lagi."


Setelah pulang dari restoran itu, Bastian yang belum makan siang langsung membelokkan mobilnya ke restoran milik Papanya. Dia langsung masuk ke ruangan Papanya. saat masuk ke dalam ruangan, pria tampan itu langsung menghempaskan badannya di sofa panjang.


"Loh, Bastian tumben kamu ke sini?"


"Aku habis ketemu Mama, Pa."


"Mama?"kening Cornel berkerut. Dia bingung, Mama Siapa yang dimaksud putranya. Apakah mama kandung atau Mama sambung?


"Mama Cynthia."sahut Bastian


"Terus, Kenapa kamu kayak kesal gitu habis ketemu mama kamu?"


Bastian menghela nafas panjang. "Mama mau jodohkan aku sama anak temannya Pa."


"Tinggal tolak saja, kok repot. Apa hak dia mengatur hidup kamu. Papa yang dari kecil merawat kamu saja tidak pernah mengatur hidup kamu."

__ADS_1


"Bukan cuman itu Pa. Mama juga nggak setuju aku nikah sama Mauren. alasannya karena mau res statusnya janda."


"Apa sih maunya wanita itu? ngerawat kamu enggak, Tapi dia sok mengatur hidup kamu."ucap Cornel geram.


"Kamu tenang saja,Nak. Mama kamu itu biar jadi urusan papa. Kamu nggak usah pikirin. tetap fokus dengan rencana pernikahan kamu saja."


"Iya, Pa. bantu bujuk mama supaya mau memberi Restu. Aku mau keluar dulu, mau makan siang."pamit Bastian.


Selepas Bastian keluar dari ruangannya, Cornel langsung mengambil ponselnya yang ada di meja kerjanya. Pria itu langsung mencari nomor kontak Cynthia.


Tak menunggu lama, panggilan itu langsung terhubung.


"Halo Cynthia, saya peringatkan sama kamu, Jangan pernah mengatur hidup Bastian! kamu tidak punya hak mengatur hidupnya. kita sebagai orang tua sudah seharusnya mendukungnya. Selama itu baik dan bisa membuat Bastian bahagia, kenapa kita tidak mendukung?"


"Apa kata kamu, baik? nikah sama janda itu baik? anak kita itu pria tampan dan lajang, tidak pantas mendapatkan istri seperti itu."


"Kamu merendahkan Mauren seolah-olah kamu tidak pernah menjadi seorang janda. padahal dulu kamu juga janda sebelum nikah dengan suami kamu itu, Mauren bahkan lebih terhormat dari kamu. Dia janda, bukan karena selingkuh dari suaminya."


Cynthia bukan, dari dulu cornel selalu menang jika diajak berdebat.


"Kenapa diam, benarkan perkataanku? Jangan pernah menghina seorang janda. karena itu sama saja kamu menghina diri kamu sendiri di masa lalu. Jadi aku minta, hentikan perjodohan Bastian dengan anak dari teman kamu itu, dan juga Restu Bastian menikah dengan Mauren."


Tut!!


Cornel langsung memutuskan sambungan telepon selulernya. Nampak pria itu mengatur nafasnya karena menahan emosi agar tidak meluap-luap.


***


Seminggu sebelum acara pernikahan, Bastian membawa Mauren ke rumah mama Cynthia. sebelumnya Mauren sudah diceritakan oleh Bastian, bahwa mama kandungnya itu tidak setuju dengan Mauren. hal ini dia lakukan agar Maureen tidak mengambil hati jika mamanya nanti berbicara kasar pada gadis itu.


"Bener ya, sayang, janji nggak boleh marah sama aku kalau misalnya nanti omongan mama nggak enak di hati."


"Iya,Kak. Aku janji, Aku ngerti kok dengan status aku. Kita datangkan hanya untuk meminta Restu padanya."


"Assalamualaikum."Mauren memberi salam saat dia dan Bastian sudah berada di teras depan rumah Cynthia.


Seorang pembantu rumah tangga membuka pintu rumah. "Eh tuan muda Bastian."ucap asisten rumah tangga itu yang mengenali anak majikannya.


"Mama ada, Bi?"


"Ada Tuan, Nyonya ada di Gazebo samping rumah."

__ADS_1


"Baik Bi, kami akan langsung ke Gazebo saja."Bastian lalu masuk sambil menggandeng tangan Mauren.


Bersambung..


__ADS_2