
Setelah selesai berbicara dengan Nyonya Alena. Nyonya Nadia menutup sambungan telepon selulernya.
Nyonya Alena langsung masuk ke dalam rumah. Berniat untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Pikiran wanita paruh baya itu penuh dengan tanya. Dia penasaran kira-kira apa yang ingin dibicarakan oleh orang tua Dora. Penasaran kira-kira apa yang ingin dibicarakan oleh orang tua Dora.
Dilihatnya jam dinding kamarnya masih menunjukkan angka delapan. Nyonya Alena lalu menghela nafasnya, rasanya sudah tidak sabar lagi dia menunggu jam itu berada di angka sembilan.
Setelah selesai mengganti pakaiannya, Wanita paruh baya itu turun ke lantai bawah.
"Bi, Saya mau ke toko sebentar."ucap Nyonya Alena
"Iya nyonya."sahut sang asisten rumah tangga sambil menghampiri sang majikan.
Beberapa menit kemudian, mobil yang dikemudikan oleh Nyonya Alena sudah sampai di halaman toko Paul cake a shop, Sebelum turun dari mobilnya, Nyonya Alena mengatur nafasnya terlebih dahulu. Detak jantungnya kembali berdetak lebih cepat. Rasa penasaran dan takut, kini muncul secara bersamaan dalam benak wanita paruh baya itu.
Saat sudah turun dari dalam mobilnya, Nyonya Alena langsung melangkah masuk ke dalam toko. "Selamat pagi Bu."ucap Lara asisten Nyonya Alena.
"Pagi, Lara. Nanti, misalnya ada ibu-ibu yang seumuran dengan saya datang ke toko ini, kamu langsung antar ke ruangan saya,ya."ujar Nyonya Alena
"Baik bu."sahut Lara.
Sementara di rumah Nyonya Nadia, wanita paruh baya itu sedang membereskan barang-barang cucunya.
__ADS_1
"Nyonya, baju nona Maureen dimasukin ke dalam koper semua ya? tanya sang asisten rumah tangga.
"Jangan semua, sisakan beberapa stel untuk saya. Jika saya rindu kepada cucu saya, saya bisa memeluk bajunya."ucap Nyonya Nadia lirih. Berat rasanya terpisah dengan sang cucu. Tapi karena tuan Bernando tidak mengizinkan Nyonya Nadia untuk merawatnya, sehingga mau tidak mau Nyonya Nadia harus menyerahkan baby Mauren kepada Richard.
"Baik nyonya."
"Sayang, kamu ikut papa kamu dulu ya. Oma nggak bisa menjaga kamu. Oma janji, Oma akan selalu menjenguk kamu."ucap Nyonya Nadia sambil meneteskan air matanya.
Setelah mengatakan itu, Nyonya Nadia mencium pipi tembem cucunya. Tepat pukul 08.30 nyonya Nadia keluar dari dalam kamar Dora sambil menggendong cucunya.
"Nyonya, kopernya langsung saya masukin mobil ya?"
"Iya Bi."
Terlihat raut kesedihan pada wajah wanita paruh baya itu. Cucu yang selalu bersamanya selama beberapa bulan terakhir ini, kini sebentar lagi akan tinggal di rumah Ayah kandungnya.
"Kamu baik-baik di sana ya, Sayang! Hiks.... hiks... hiks... hik." wanita paruh baya itu terisak. Sulit baginya terpisah dengan cucu yang paling ia sayangi. Nyonya Nadia sudah berkorban harus berjauhan dengan keluarga demi kehadiran cucunya itu.
"Kita jalan sekarang nyonya?" tanya sang sopir yang sudah siap menginjak pedal gas.
Nyonya Nadia menyeka air matanya. "Iya Pak, jalan sekarang. Bapak sudah tahu kan tempatnya?
__ADS_1
"Sudah nyonya." sahut sang sopir lalu menjalankan mobil itu perlahan keluar dari halaman rumah.
Setelah kurang lebih lima belas menit di dalam perjalanan membelah jalanan ibukota yang lumayan macet, mobil yang membawa Nyonya Nadia dan anak Dora sudah tiba di halaman Paul cake a shop.
Setelah memarkirkan mobilnya, sang sopir langsung membukakan pintu mobil untuk Nyonya Nadia. Kemudian membuka pintu belakang mobil untuk mengeluarkan koper yang berisi baju dan perlengkapan bayi lainnya dari dalam mobil.
Saat sudah turun dari dalam mobil, Nyonya Nadia menatap toko itu sebentar, lalu melanjutkan langkahnya menuju pintu masuk toko.
"Selamat pagi Bu."Lara menyambut kedatangan Nyonya Nadia.
"Selamat pagi. Nyonya Alena nya ada?"tanya nyonya Nadia kepada asisten Nyonya Alena.
"Ada Bu. Ibu Alena sudah menunggu ibu di dalam ruangannya. Mari saya antar ke ruangannya."ucap asisten Nyonya Alena itu. Dia berjalan lebih dulu di depan nyonya Nadia.
Nyonya Nadia lalu menoleh ke arah sang sopir. "Pak ikuti saya! jangan lupa bawa kopernya." titah Nyonya Nadia
"Baik nyonya."sahut sang sopir.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN