
Beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan oleh Richard sudah memasuki halaman rumahnya.
"Itu mobil siapa Mas?" Dora heran melihat ada sebuah mobil parkir di samping mobil milik adik iparnya.
"Itu mobil Afrian."
"Kak Afrian? ngapain kak Afrian ke sini, Mas? kan kamu tidak di rumah."
"Biasa, lah lagi pendekatan dengan Mia." ucap Richard sambil turun dari dalam mobilnya.
"Sayang, kamu langsung masuk saja. Barang ini biar Mas saja yang bawa."
Dora langsung melangkah menuju teras rumah. Saat sudah sampai di tera, Dora langsung mendorong daun pintu yang tidak dikunci itu. Wanita itu langsung berjalan ke arah ruang tengah. Dilihatnya di sana Mauren sedang tertidur. Pandangan mata Dora kini beralih pada Afrian yang sedang tidur. Posisi pria itu kira-kira berjarak empat meter dari Mauren.
"Itu Afrian kenapa tidur apa pingsan?" tanya Richard saat menghampiri istrinya di ruang keluarga. Dora hanya mengangkat kedua bahunya. Tak berselang lama, Mia keluar dari ruang dapur itu. "Afrian Kenapa Mia? Kok bisa ketiduran di sini?" tanya Dora.
"Nggak tahu Kak. Aku kan waktu lagi asik menidurkan Mauren. Saat Mauren sudah tidur aku lihat ke arah Kak Afrian, ternyata dia sudah tidur di pojokan sana."
"Pasti gara-gara begadang nonton bola tadi malam." sahut Richard dengan suara lirih.
"Mia ini kamu bawa ke ruang dapur, suruh Bibi simpan es krimnya di kulkas." perintah Richard.
Mia berlalu mengambil dua kantong kresek dari tangan kakaknya. Satu jam kemudian Afrian yang terbangun dari tidurnya, Saat ini Richard sudah duduk di sofa ruang keluarga. "Mimpi apa kamu Afrian? tidurnya nyenyak sekali sampai mangap gitu."
"Masa sih, aku tidurnya mangap?
"Tanya saja sama Mia kalau nggak percaya."
Afrian beranjak bangun dari tidurnya. "Aku numpang ke toilet dulu ya."
Afrian lalu melangkah ke arah kamar di lantai bawah. Saat sudah sampai di sana, Afrian langsung masuk ke dalam toilet.
"Aduh basah, mana di mobil aku nggak ada bawa boxer." ucap Afrian saat memeriksa boxernya.
Afrian lalu mengambil tisu yang ada di toilet itu. Lalu dia bersihkan cairan kentalnya itu di celana boxernya.
"Baru kali ini aku mimpi basah sama Mia" batin Afrian.
Setelah keluar dari dalam kamar itu, Afrian lalu memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Mia, Kakak pulang dulu, ya."
__ADS_1
"Iya kak, makasih ya cemilannya."
"Iya, Mia."
"Afrian, kamu mau ikut nggak jalan-jalan nanti?"
"Kapan?"
"Rencananya minggu depan."
"Iya, aku ikut. Aku sudah lama nggak jalan-jalan."
"Semoga saja Fernando dan Cornel juga ikut."
"Nanti aku yang akan bujuk mereka." saut Afrian.
Sepulang dari rumah Richard, Afrian langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya. Pria itu ingin mandi dan mengganti pakaiannya.
Beberapa saat kemudian, mobil Afrian sudah terparkir di halaman rumah orang tuanya. Pria itu langsung melangkah ke dalam kamar dengan sedikit berlari. Dia naik ke lantai atas, agar dia segera mencapai kamarnya.
Setelah masuk ke dalam kamarnya, Afrian langsung masuk ke dalam kamar mandi. sekitar lima belas menit kemudian, Afrian keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menuju ruang walk in closet.
Sepuluh menit kemudian, Afrian keluar dari dalam kamarnya. Pria itu turun ke lantai bawah "Afrian sekali-sekali coba kamu ajak Mia ke sini. Mama mau mengenal dia lebih jauh lagi." ucap Mamanya Afrian.
Afrian menggaruk belakang kepalanya. "Nggak bisa Ma, dia kan dari pagi sampai ke sore kerja di kantor Papanya."
"Kalau gitu, malam aja kamu bawa dia ke sini sebentar saja."
Afrian lalu teringat dengan muka datar Tuan Nicholas yang berdiri sambil menatapnya dengan tatapan tajam. "Aduh Ma, aku nggak berani bawa Mia keluar malam-malam."
"Sudah dulu ya, Ma. Aku mau ke bengkel, lagi banyak kerjaan di sana." pamit Afrian sambil mencium punggung tangan Mamanya.
Sekitar dua minggu kemudian, tepatnya pukul tujuh pagi, seluruh keluarga dan para sahabat sudah berkumpul di halaman rumah Richard. Mereka kali ini membawa persediaan makanan yang lumayan banyak. Kali ini mereka jalan-jalan ke daerah pedesaan yang tempatnya sangat unik dan di daerah pegunungan.
Kali ini Risma ikut dalam perjalanan wisata. karena Risma ikut, otomatis Amor dan juga Moresette ikut mobil Fernando. Kalau Afrian seperti biasa dia lebih suka numpang mobil cornel
"Arga, kamu saja yang nyetir karena kamu sudah pernah ke sana." ucap Richard pada asistennya.
"Baik Tuan." Arga menganggukkan sedikit kepalanya.
"Lima belas menit kemudian rombongan Richard berangkat, mobil Richard berada di barisan pertama. Karena hanya Arga yang tahu tempat wisata tujuan mereka saat ini.
__ADS_1
Setelah dua jam perjalanan, Dora meminta untuk berhenti sebentar. Arga langsung menepikan mobilnya. Beruntung sekali mereka sekarang sudah berada di daerah perkampungan, jadi jalanan tidak terlalu ramai.
Setelah mobil berhenti, Dora lalu turun dari mobil, disusul oleh Richard di belakangnya. Dia takut terjadi apa-apa dengan istrinya.
"Sayang, kamu kenapa turun? kamu mau ke mana? hei...Awas jangan terlalu kepinggir jalan sayang di sana tebing." seru Richard yang langsung melebarkan langkahnya berjalan kaki istrinya.
"Dora tidak menyahut. Hoek....Hoek..."Dora muntah. Richard langsung memijat tengkuk istrinya. "Sayang, kamu mabok perjalanan?
"Aku nggak tahu Mas. Tapi biasanya aku nggak pernah seperti ini."
Nyonya Nadia turun dari dalam mobil wanita paruh baya itu, membawa Dora sebotol air minum. "Ini minum dulu Dora pasti mah kamu-kamu lagi."
"Iya Ma, Mungkin aja."
Richard selalu membantu membuka penutup botol minuman itu. Setelah itu baru diserahkan pada istrinya.
"Ayo Mas kita lanjutkan perjalanannya ajak Dora. Setelah Dia meminum seperempat botol air minum itu.
Dora beranjak dari duduk jongkoknya. Richard lalu menyuruh istri jalan didepan. Setelah sampai di samping mobil, Dora masuk ke dalam mobil.
"Mauren kamu pindah ke depan sayang. Mauren duduk temani Om Arga ya," seru Richard.
"Iya, Pa. Mauren lalu pindah ke jok depan sambil samping kursi kemudi."
"Sayang sini Kamu tiduran di paha aku." Richard pahanya.
Dora lalu berbaring diletakkannya kepalanya di paha suaminya.
"Arga, Berapa lama lagi perjalanan?" tanya Ricard sambil memijat-mijat pelan kepala istrinya.
Sekitar tiga puluh menit lagi Tuan. Arga memberitahu.
Tiga puluh menit kemudian, mobil yang dikemudikan Arga sudah memasuki area tempat wisata tujuan mereka saat ini. Yang mana area tempat wisata itu, banyak jenis pepohonan buah-buahan, dan pemandangannya dari sana begitu indah menatap indahnya sebuah danau, Dan juga air terjun yang lokasinya berada di pedesaan tidak jauh dari tempat mereka saat ini.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1