Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 134. KEDATANGAN CLEO


__ADS_3

Tiga hari kemudian, seorang lelaki berusia sekitar 35 tahun memasuki kantor Tuan Nicholas. laki-laki itu berjalan dulu di kantor menuju meja resepsionis. lelaki itu ingin bertemu dengan Richard.


Resepsionis mencoba menghubungi atasannya.


"Selamat siang pak. ada yang mau bertemu dengan Bapak, namanya Cleo."


"Siapa Cleo? Saya tidak mempunyai kenalan yang namanya Cleo."


"Kata Pak Cleo, beliau adalah kakak kandung Irene."


"Mau apa kakak Irene menemuiku? batin Richard.


"Suruh dia menungguku di ruangan khusus tamu."


"Baik Pak."


Kemudian resepsionis menyuruh security untuk menghantarkan Pak Cleo ke ruang yang dimaksud oleh Richard. Pak Cleo pun berjalan mengikuti langkah security yang memasuki.


"Silakan tunggu di sini pak."security menyuruh pak Cleo duduk di ruangan itu.


Sekitar 15 menit kemudian Richard datang ke ruangan itu. Pak Cleo beranjak berdiri dari duduknya dan mengundurkan tangannya. Richard menerima uluran tangan itu. keduanya lalu duduk di ruangan itu.


"Sebelumnya saya mohon maaf jika kedatangan saya ke sini mengganggu Pak Richard.


Richard bergeming, dia masih menunggu apa sebenarnya yang ingin disampaikan pria di hadapannya ini.


"Begini Pak Richard, maksud kedatangan saya ke sini, adalah untuk meminta maaf atas perbuatan Irene terhadap anak bapak. Richard masih menyimak dia menunggu kelanjutan pria di depannya itu berbicara.


Saya mohon agar Pak Richard memaafkan adik saya, dan menarik kembali laporan terhadap adik saya. Bapak sendiri kan tahu, kalau Irene itu baru saja bebas dari penjara tetapi dia terhasut oleh Tuan Robinson."


"Seharusnya Irene tahu dan belajar dari kesalahan dari sebelumnya. Tapi apa yang ia lakukan? justru dia semakin memperkeruh permusuhan ini. Kenapa dia tega menculik anak saya. Memisahkan anak saya dengan orang tuanya.


Dia tidak pernah berpikir menempatkan dirinya berada di posisi orang lain bagaimana jika yang diculik itu anaknya sendiri.


"Manusia memang tempatnya salah dan khilaf Pak. Saya akui Apa yang dilakukan oleh Adik saya memang kelewatan. Tapi sekali lagi saya mohon maaf Pak, tolong bebaskan adik saya. Kasihani adik saya yang diperdaya oleh Tuan Robinson." mohon pak Cleo.

__ADS_1


"Asal bapak tahu, apa yang dilakukan adik Bapak sudah sangat keterlaluan dan membahayakan nyawa anak saya. Belum lagi Bagaimana dengan mental anak saya. Asisten saya juga sampai saat ini masih berbaring di rumah sakit. Karena saat kami menyelamatkan Mauren dia juga terkena tembakan. Semua masalah ini berawal dari perbuatan adik bapak. Bagaimana mungkin saya mengampuninya."sahut Richard sambil tersenyum sinis.


Richard beranjak dan berdiri dari duduknya. "Saya rasa jawaban Sudah cukup jelas. Dan saya tidak mau mengubah keputusan saya. kerjaan saya masih banyak, saya mau kembali ke ruangan."usir Richard secara halus.


lalu berdiri dari duduknya. Dia pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke lift


***


Seminggu sudah berlalu. Kini di rumah Richard orang-orang sudah berkumpul untuk persiapan acara aqiqah baby Andika. Acara tersebut akan diselenggarakan besok hari di rumah Richard.


Konsepnya sama seperti acara Tujuh bulanan kemarin. Richard akan mengundang anak-anak panti dan tetangga di komplek saja.


Dora berjalan menuruni tangga sambil menggendong putranya yang baru saja terbangun. Richard yang melihat itu langsung bergegas menaiki tangga menghampiri istrinya untuk mengambil alih putranya.


Di ruang tengah di sana sudah berkumpul sahabat-sahabat Richard dan Dora. Hanya Rani dan Arga saja yang tidak ada di sana sebab tangan Arga masih belum bisa banyak bergerak.


Sehingga pria itu belum biasa menyetir mobilnya, karena bahu kanannya akan terasa sakit jika Arga terlalu sering menggerakkan tangannya.


Dora ikut bergabung dengan adik ipar dan dua orang sahabatnya.


"Wah, ini tiga bumil semangat sekali kerjanya." sapa Dora saat melihat tiga istri dari sahabat Richard sedang membungkus paket souvenir untuk acara besok.


"Kalau aku nggak menentu Dora, yang penting asal jangan yang bau bumbu bawang aja." ucap Amor.


Mia melihat ke arah ketiga orang wanita di depannya. "Berarti aku ajak Kak yang ngidam gak ngerasain apa-apa." ucapnya bangga.


Tak jauh dari tempat itu, Richard sedang mengasuh baby Andika. Di samping kiri dan kanannya ada Afrian, Fernando dan Cornel.


Kalian berdua ini paling enak ya, istri hamil tapi kalian nggak merasakan ngidam." ucap Afrian.


"Tapi aku kasihan sama Moresette. Dia kalau muntah-muntah bisa sampai pucat wajahnya." sahut Cornel.


"kamu malam pertamanya kemarin gimana Cornel?digangguin Bastian nggak?" tanya Richard.


"Iya nih, Cornel nggak asik banget! curang dia. kita dulu disuruh cerita, kini hanya dia saja yang belum cerita."sahut Fernando.

__ADS_1


Cornel seketika terdiam dia kembali teringat pada kejadian dua bulan yang lalu.


Setelah dia dan Moresette dibebaskan oleh polisi, Cornel dan Moresette melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah. Namun, saat mobilnya masuk ke perkotaan, cornel langsung membelokkan mobilnya ke sebuah hotel bintang bintang empat


"Mas ngapain mampir ke sini? mending kita langsung pulang." tanya Moresette saat corn sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir hotel.


"Mas mau lanjutin yang tadi nanggung banget sayang, tangan cornel sudah menggenggam tangan istrinya. Lelaki itu menuntun istrinya menuju lobby.


Moresette hanya bisa pasrah mengikuti langkah suaminya.


"Sayang, kita langsung saja ya. Nggak usah mandi lagi. Kita nggak bawa baju ganti, mas sudah nggak kuat menahannya." Cornel menutup pintu kamar hotel.


Cornel langsung meraih lekukan itu, kita harus melakukannya malam ini, wajahnya mendekat ke arah istrinya, ditempelkannya alat tuturnya pada bagian wajah berwarna merah muda dan lembut itu.


Mata Moresette membeliak karena mendapat serangan tiba-tiba. Cornel memejamkan kedua netranya meresapi sesuatu yang sedang berpetualang di dalam sana.


Perlahan Cornel membawa istrinya berjalan ke arah peraduan yang sudah dilapis dengan sprei putih. Kedua wajah itu masih bertaut hingga akhirnya Moresette memukul tubuh suaminya agar segera melepaskan tautannya.


Sebab Dia hampir kehabisan nafasnya, saat tautan itu terlepas. Cornel langsung melepas semua kain yang ia kenakan. Kali ini tak ada lagi Tarzan di mata Moresette.


Moresette tercengang melihat pemandangan itu. Ini yang kedua kalinya melihat tongkat sakti berdiri kokoh. "Jangan dilihat aja sayang, kamu harus mencobanya ." Cornel menarik istrinya agar mendekat ke arahnya.


Tangannya kembali membuka satu persatu kancing yang dikenakan istrinya. Cornel dengan cepat meloloskan kain panjang itu, lelaki itu membobol istrinya naik ke peraduan.


Alat tuturnya kembali mengulang penjelajahan yang sempat terjadi beberapa saat. Tangan Cornel tak tinggal diam, dia membuang dua kain yang melekat di Moresette. Moresette merasa malu dia segera menutupnya dengan bantal.


Cornel menyingkirkan bantal itu. "Jangan ditutup sayang, Mas mau hinggap di sana.


Mata Moresette membeliak. Sebentar kemudian terpejam sambil sedikit menjambak rambut suaminya.


"Kali ini Mas harus menuntaskan ya sayang kamu jangan menghentikannya!"ucap Cornel. dia Lalu mengambil posisinya.


Moresette tak bisa menyembunyikan wajah tegangnya. Dalam hatinya kali ini dia akan selamat. Cornel mengecup kening istrinya seraya berbisik di telinganya. "Rileks saja, sayang. Sakitnya hanya sebentar."


Bersambung...

__ADS_1


Sambil menunggu karya ini up mampir kekarnya teman emak



__ADS_2