
Bastian lebih dulu keluar dari bandara, pria itu pulang dengan menggunakan mobilnya sendiri. Dia sengaja menitipkan mobilnya di tempat parkir inap bandara, karena dia tidak ingin merepotkan orang lain. Pria itu langsung melajukan mobilnya menuju hotel. dia ingin istirahat sebentar, baru setelah itu dia kembali bekerja.
"Selamat siang pak Bastian."sapa beberapa karyawan hotel.
"Siang,"Bastian terus mengayunkan langkahnya ke arah lift. begitulah Bastian terhadap orang lain, dia terkesan dingin dan tidak terlalu banyak bicara.
Setelah masuk ke dalam kamar pribadinya, pria itu membersihkan diri sebentar di kamar mandi. Baru setelah itu dia menuju ke peraduan. Pria itu berbaring sambil matanya menatap ke arah langit-langit kamar. Dia kembali teringat kebersamaannya dengan Mauren selama beberapa hari ini.
Tidak pernah dibayangkan bisa liburan bersama Mauren. Bisa menggendong Gadis itu juga. Bahkan menyatakan perasaan cintanya di balon udara.
"Mauren, kakak tidak tahu lagi setelah ini Bagaimana sikap kamu ke kakak. Kakak berharap, setelah kamu mengetahui perasaan Kakak ke kamu, sikap kamu tidak berubah. kamu akan tetap mau berteman seperti biasanya."
Lega, itu yang dirasakan oleh Bastian sekarang. Karena dia sudah mengungkapkan perasaan yang dia pendam selama bertahun-tahun. Walaupun dia terlambat mengatakannya, setidaknya Maureen sudah tahu bagaimana perasaannya.
Sementara di tempat lain, Mauren saat ini sedang berbaring di dalam kamar sendiri. Bimbim saat ini sedang pulang ke rumahnya, sebab pria itu sudah tidak memiliki baju untuk dipakai saat tidur di rumah mertuanya.
Di dalam kamar, Mauren tidak bisa memejamkan matanya. sebab begitu banyak masalah yang sedang dihadapi selama beberapa minggu terakhir ini. Gadis itu ingin menyelesaikan masalahnya satu persatu agar hidupnya bisa kembali tenang. Dia ingin menata hidupnya dari awal lagi.
Langkah pertama, dia ingin menyelesaikan hubungannya dengan Mario secara baik-baik. baru setelah itu dia memikirkan kelanjutan rumah tangganya dengan Bimbim.
Mauren berusaha memejamkan matanya, memikirkan kehidupan yang akan dilaluinya besok hingga seterusnya. Tiba-tiba saja terlintas kembali ingatan saat dia berada di balon udara.
Mauren masih ingat sekali, saat Bastian mengatakan gadis yang dicintainya itu adalah dirinya. Pria itu menatapnya penuh harap. perlahan kedua sudut bibir Gadis itu terangkat ke atas.
"Ah! kenapa aku jadi teringat sama Kak Bastian sih? batin Mauren. setelah itu dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Rencananya besok Mauren akan menemui Mario di kampus, tempat pria itu bekerja. sebab Mauren tahu, Mario hanya mengajukan cuti hanya satu minggu saja saat ingin melangsungkan pesta pernikahan. dan ini sudah lebih dari satu minggu. Itu artinya Mario sudah mulai aktif kembali mengajar di kampus. Kemungkinan siang ini Mario pasti sedang berada di kampus.
__ADS_1
"Semoga saja kak Mario masih mau bertemu dengan ku."harap Mauren dalam hati.
***
Pria yang sedang dipikirkan oleh Mauren Memang sekarang sedang berada di kampus, tepatnya di ruangan dosen. Nomor ponsel Mario sudah kembali aktif. hanya saja sejak Mauren berada di New Zealand, dia tidak ada sama sekali mencoba menghubungi Mario kembali. Karena hari-hari Gadis itu diisi dengan jalan-jalan dan berteman dengan Bastian. Kesedihan Gadis itu jadi teralihkan saat dia berada di New Zealand.
Saat ini Mario sedang memandangi ponselnya. Pria itu sekarang sedang melihat akun Instagram milik Mauren. yang mana Di sana terdapat banyak postingan foto Mauren saat dia berada di New Zealand. foto hasil jepretan Bastian memang bagus-bagus hasilnya. Maka dari itulah hampir semua foto yang dikirim oleh Bastian dia posting semua di akun Instagramnya.
Dari sekian banyak foto yang di posting oleh Mauren tidak ada satupun foto Mauren bersama dengan suaminya. Padahal Mauren memiliki beberapa foto dirinya bersama dengan Bimbim. namun tak satupun foto kebersamaan dengan suaminya dia posting di akun Instagramnya.
Hampir semua foto yang di posting oleh Morin memperlihatkan garis itu tersenyum. sama sekali tidak terlihat gurat kesedihan yang terpancar di wajahnya. Dia begitu pandai menutupi kesedihannya dan masalah hidupnya.
"Mauren, ternyata kamu terlihat bahagia walaupun tidak menikah denganku. buktinya kamu saja sampai pergi berbulan madu ke New Zealand."batin Mario.
Rencananya dulu setelah menikah, Mauren dan Mario berbulan madu ke New Zealand. maka dari itulah Mario tahu, bahwa perjalanan Mauren ke New jalan ini adalah dalam rangka untuk pergi berbulan madu.
Keesokan harinya, Mauren pergi ke kampus untuk menemui Mario. Gadis itu memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus mahasiswa. Dia menunggu Mario di dalam mobilnya saja. Matanya melihat ke arah tempat parkir mobil khusus dosen, dia tidak melihat mobil Mario di sana.
Banyak kenangan yang tercipta dari motor itu. Dulu dia pernah hujan-hujanan di jalan bersama Mario menaiki motor. Ada perasaan sedih saat mengenang masa-masa indahnya dulu bersama Mario.
Sekitar 15 menit kemudian, Mario keluar dari ruangannya . Karena sudah tidak ada lagi kelas, maka pria itu memutuskan untuk pulang ke rumah. Saat dia berjalan menuju tempat parkir motor yang bersebelahan dengan tempat parkir mahasiswa, pria itu terkejut melihat mobil milik Mauren terparkir di halaman parkir mobil mahasiswa.
"Ini kan mobil Mauren. Mau apa dia ke sini?"tanya dosen itu dalam hati.
Pria itu terus mengayunkan langkahnya hingga ke tempat parkir motornya. tidak ada sedikitpun keinginan di hatinya untuk menghampiri mobil mantan kekasihnya.
Mauren yang asik dengan ponselnya terkejut saat melihat Mario sudah berjalan ke arah motornya. Gadis itu ngegas keluar dari mobilnya dan langsung mengayunkan langkah ke arah Mario.
__ADS_1
"kak Mario! Panggil Mauren dengan sedikit berteriak, sebab Dia melihat pria itu ingin menunggangi motornya.
Mario yang ingin menaiki motornya itu mengurungkan niatnya. pria itu berbalik arah Mauren dengan mimik wajah datar tanpa ekspresi
"Kak Mario, bisa kita bicara sebentar?"
"Bicara saja di sini,"sahut pria itu dengan dingin.
"Apa tidak sebaiknya kita bicara di cafe atau...."
"Di sini saja!"tegas Mario langsung memotong ucapan Mauren.
"Baiklah, kalau kakak mau kita bicara di sini.Kak, aku ke sini mau minta maaf sama kakak atas kejadian waktu itu. asal Kakak tahu, aku juga tidak menginginkan pernikahan aku dan Bimbim tapi aku tidak bisa membantah keinginan keluargaku, terutama kakekku.
"Kenapa kamu tidak menunggu aku Mauren? setidaknya menceritakan Kenapa aku tidak datang pagi."
"Aku sudah berusaha menghubungi kakak dan adik kakak, tapi tidak ada satupun ponsel yang aktif. Kakek juga sudah marah lantaran keluarga kakak tak satupun ada yang datang ke rumah aku. Jadi kakek menganggap Kakak dan keluarga besar Kakak sudah mempermainkan keluargaku. Kalau kakak kecelakaan, setidaknya ada pihak dari keluarga besar kakak yang datang mewakili untuk memberitahukan keadaan kakak. tapi sudah hampir satu jam tidak ada satupun keluarga kakak yang datang ke rumah aku. kakek aku tidak bisa dibantah Kak. dia dari dulu mama keras dan tegas. Dia tidak mau acara pernikahan Aku gagal ataupun ditunda. karena itu mencoreng reputasi keluarga besar kami."tutur Mauren menjelaskan panjang lebar.
Damian bergeming, pria itu mengakui bahwa pihaknya juga bersalah. Sebelumnya dia tidak pernah mengatakan pada Mauren bahwa keluarga besarnya tidak akan hadir ke acara pernikahannya, karena keluarga besarnya tidak ada yang mau menerima Mauren sebagai bagian dari keluarga mereka.
"Sudahlah Mauren, tidak usah dibahas lagi. sejak kamu menikah dengan Bimbim, sejak itu juga aku menganggap hubungan kita sudah selesai. Jadi mulai sekarang kamu tidak usah lagi menemui atau menghubungiku."tegas Mario
"Tapi Kak."
Mario langsung menaiki motornya, dan menyalakan mesinnya. setelah itu dia langsung memutar gasnya pergi meninggalkan moren sendirian di tempat parkir itu.
Setelah terpaku beberapa saat di sana, Mauren kembali masuk ke dalam mobil dengan perasaan sedih. Di dalam mobilnya, Gadis itu menangis tergugu. Tak lama setelah itu dia termenung meratapi nasib asmaranya.
__ADS_1
Sekarang kisah cinta antara dirinya dengan Mario sudah berakhir. Mauren ingin membuka lembaran baru, tapi lembaran Baru seperti apa yang mau dia buka. Semua lembaran baru itu sudah diisi oleh Bimbim dan Aulia.
BERSAMBUNG...