Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 42. LIMA TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

Lima tahun sudah berlalu. Tidak terasa Dora sudah menyelesaikan pendidikannya di luar negeri. Kini dia sudah menjadi seorang desainer. Rencananya setelah kembali ke Bangkok dia akan membuka butik sesuai dengan impian Dora.


Mengenai hubungannya dengan kedua sahabatnya, Dora sudah mulai kembali menjalin komunikasi dengan Amor dan Moresette semenjak Dora menyelesaikan pendidikannya.


Saat ini kedua sahabatnya itu bekerja di perusahaan milik Tuan Bernando. Dora juga sudah menceritakan mengenai kejadian saat malam kemping itu, hingga akhirnya dia hamil dan mengasingkan diri di villa milik orang tuanya di Chiang Rai. sampai akhirnya sekarang dia kuliah di luar negeri tepatnya di kota San Diego California.


Sekarang Dora juga sudah memaafkan Richard. Karena sejak Nyonya Nadia menceritakan kejadian saat di Ban Khai, tepatnya saat mengadakan Persami, perlahan Dora mulai menghapus rasa bencinya pada Richard.


Apalagi dia sering mendengar Nyonya Nadia yang menceritakan Richard begitu menyayangi Mauren, dan mengurus sendiri Mauren saat dia berada di rumah.


Hati Dora mulai tersentuh pada ketulusan pria itu dalam merawat putrinya. Meskipun Dora sudah memaafkan Richard. Namun, untuk menikah Dora Belum terbuka hati untuk menikah dengan pria itu. Jadi menurutnya biarlah dia dan Richard hanya sebatas orang tua saja untuk Mauren.


Sebuah notifikasi masuk di ponsel Dora. Dora yang sedang menggambar gaun itu, langsung mengambil ponselnya ternyata Amor mengirim pesan di grup.


"Dora, kapan kamu pulang? tanya Amor di dalam pesan Whatsapp di grup persahabatan mereka.


"Iya nih, Dora sudah lima tahun kita tidak bertemu. Kangen loh, sama kamu."Morissette menanggapi pesan Whatsapp.


Satu bulan lagi, aku akan pulang. Ada sesuatu yang masih harus aku urus di sini."balas Dora di dalam grup WhatsApp persahabatan mereka.


"Benar ya! begitu kamu balik, kita hangout lagi Dora aku sangat merindukan masa-masa kita dulu pesan Whatsapp Amor.


"Iya, masalah itu gampang tapi aku mau bertemu dulu bersama putriku Mauren." balas Dora


Nanti kita akan ajak Maureen jalan-jalan aja sekalian Dora."Moresette menanggapi yang dibalas persetujuan dari Dora.

__ADS_1


Setelah meletakkan ponselnya. Dora lalu membuka akun media sosial miliknya yang berwarna pink itu, yang bernama Mauren Dora. Di dalam akun itu hanya berisi foto-foto dan video Mauren. Saat dia habis lahir sampai sekarang berusia hampir Lima tahun.


Dora selalu meminta kepada Nyonya Nadia untuk mengirimkan foto dan video Maureen setiap bulannya. Dia selalu memantau perkembangan putrinya melalui Nyonya Nadia.


Sekitar satu minggu kemudian, hari minggu ini Pak Richard ada janji bertemu dengan tiga sahabatnya Mereka sepakat untuk bertemu di sebuah mall dengan mengajak anak mereka masing-masing. Hanya Afrian saja yang tidak membawa anak, karena pria itu masih berstatus lajang sampai sekarang.


Setelah selesai berpakaian, Richard langsung keluar dan melangkah ke kamar putrinya. Di dalam kamar itu terlihat Nyonya Alena sedang mendandani putrinya.


"Oma, bikin kucirnya dua ya." pinta Mauren saat Nyonya Alena menyisir rambutnya.


"Iya sayang." sahut Nyonya Alena.


"Sini, biar onty saja yang mengucir rambut Maureen." tawar Mia.


Mia langsung cemberut ditolak oleh keponakannya.


Nyonya Alena tersenyum. "Kamu sih Mia, kalau mengucir rambut anak kecil itu jangan disamakan dengan mengusir rambut kamu sendiri. Kulit kepala anak kecil itu masih sensitif.


Richard yang melihat keakraban anaknya dengan Nyonya Alena beserta adiknya lantas tersenyum. Karena walaupun Dora tidak ada, Mauren tidak pernah merasakan kekurangan kasih sayang.


Anak kecil itu selalu ceria, meskipun kadang sesekali menanyakan keberadaan Dora dan kapan Dora akan kembali. Namun, saat Richard mengatakan Mamanya masih sekolah, Mauren langsung diam dan tidak rewel, seolah memahami.


"Sudah selesai." ucap Nyonya Alena saat selesai mengusir rambut cucunya.


"Ayo Putri papa yang cantik, kita berangkat sekarang." ajak Richard.

__ADS_1


Anak kecil itu lalu berdiri dan berjalan ke arah Papanya, sambil membawa boneka Doraemon kesayangannya.


"Mauren, bonekanya ditinggal saja di rumah." ujar Richard.


"Jangan Pa, kasihan bawa ya pa." Kepala Mauren mendongak menatap Papanya matanya sudah berkaca-kaca.


Nyonya Alena yang melihat itu langsung menegur Richard. "Richard!! mata Nyonya Alena sedikit melotot.


"Iya, tapi nanti saat kita di mall bonekanya ditinggal di mobil saja ya, sayang."


"Iya Pa, jawabnya sambil mengangguk.


kemudian Richard keluar dari kamar putrinya sambil menuntun tangan putrinya menuruni anak tangga.


Kemudian Setelah tiba di parkiran mobil, Richard membuka pintu mobil dan menggendong Mauren duduk di samping kemudi. Lalu Richard langsung duduk di bangku kemudi tepat di samping Mauren.


Saat Richard sudah memastikan kalau saat ini Mauren sudah duduk dengan nyaman, ia langsung melajukan mobil miliknya ke arah jalan raya menuju Mall di mana Richard janjian bersama ketiga sahabatnya. Fernando, Cornel, dan Afrian.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MAMA YANG LAIN.

__ADS_1


__ADS_2