
Sementara di kota San Diego California, Dora mendapat kabar dari Nyonya Nadia bahwa Mauren sudah dititipkan pada Richard.
Ada perasaan sedih dan senang yang dia rasakan saat ini. Senang karena keluarga dari Richard mau menerima dan mengasuh putrinya. Sedih karena dia berpisah dengan putrinya.
Dora mengakui bahwa dirinya egois, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah pilihan yang sudah diambil, karena Dora memang belum siap untuk menjadi seorang ibu untuk saat ini.
Keesokan harinya, Richard yang sudah selesai mengenakan pakaiannya langsung keluar dari dalam kamarnya dengan menenteng tas kerja. Pria itu langsung melangkah menuruni anak tangga dilihatnya Nyonya Alena menggendong putrinya.
Richard mendekati Nyonya Alena. "Selamat pagi Putri papa yang cantik "ucap Richard sambil langsung mengecup wajah cantik putrinya
"Cup!!!
"Wangi banget Putri papa."ucap Richard sambil mengembangkan senyumnya
"Richard, Ayo cepat kamu sarapan sana. Nanti kamu terlambat masuk kantornya!!"Nyonya Alena memperingatkan.
"Iya Mam." Richard lalu melangkahkan kakinya ke ruang makan.
Saat sampai di ruang makan, di sana sudah ada Tuan Nicolas dan juga Mia yang lebih dulu duduk menikmati sarapan pagi.
"Kapan kamu rencananya mengurus akta lahir Mauren!
__ADS_1
"Tiga hari lagi Pi. Rencananya lusa aku mau bikin acara aqiqah untuk Mauren di panti asuhan. Aku juga mau sekali menambahkan nama untuk Mauren
"Namanya apa Kak?"tanya Mia Setelah dia selesai mengunyah makanannya.
"Mauren Rocha Anggara."sahut Richard.
Mia dan Tuan Nicholas hanya manggut-manggut.
Setelah selesai sarapan, Richard langsung berpamitan pada Nyonya Alena, tidak lupa dia mencium kembali Putri cantiknya penyemangat hidupnya.
"Papa berangkat kerja dulu ya sayang,"ucapnya setelah mencium putrinya
Nyonya Alena yang melihat itu langsung tersenyum, karena melihat Richard yang begitu sangat menyayangi putrinya.
Sekitar satu jam setengah kemudian Tuan Nicholas yang masuk ke dalam ruang kerja Richard berlangsung geleng-geleng kepala. karena melihat Richard sedang tertidur dengan posisi kepala tertelungkup di atas meja kerjanya. Bagian lengan kanannya dia jadikan bantalnya agar Keningnya tidak sakit karena menyentuh meja
Tuan Nicholas terpaksa membangunkan putranya, karena sebentar lagi akan ada meeting bulanan. Sebenarnya Tuan Nicholas tidak tidak harus membangunkan putranya tapi namanya tuntutan pekerjaan. Mau tidak mau Tuan Nicholas membangunkan.
Tok ...
Tok ...
__ADS_1
Tok ...
Tuan Nicholas mengetuk meja kerja Richard.
"Richard bangun Nak, sebentar lagi ada meeting!! Tuan Nicholas membangunkannya tidak dengan nada marah. Karena ia mengetahui putranya itu satu malam begadang untuk menjaga putrinya.
Richard perlahan mengangkat kepalanya Ada apa Pi?
"Cepat, cuci muka kamu. Sebentar lagi ada meeting! Papi tunggu kamu di ruang meeting." setelah mengucapkan itu tuan di kelas Lalu melangkah keluar ruang kerja Richard
Richard lalu melihat ke arah jarum jam yang ada di pergelangan. lalu ia menghela nafas panjang. "Astaga! satu jam lebih juga aku tertidur di sini."gumamnya di dalam hati. Padahal, Richard berniat ingin tidur hanya lima belas menit saja untuk sekedar menghilangkan rasa kantuknya.
Richard bukan tidak bisa membayar baby sitter, ataupun asisten rumah tangga lainnya untuk mengasuh putrinya. Tetapi ia tidak mau melakukannya karena Richard ingin merawat putrinya sendiri dibantu oleh Nyonya Alena.
Apalagi Nyonya Alena juga dengan senang hati merawat cucunya Mauren sehingga Richard tidak perlu menggunakan jasa baby sitter untuk menjaga dan merawat Mauren.
Apalagi Richard ingin sekali agar baby Mauren ketergantungan kepadanya. Supaya saat Dora berniat untuk mengambil kembali Mauren Darinya, dia tidak mudah begitu saja. karena Richard ingin menikahi mamanya putrinya sendiri agar putrinya memiliki keluarga yang lengkap.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"