
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 jam, akhirnya pesawat mendarat sempurna di bandara udara internasional Wellington, ibukota Selandia Baru. Sejak keluar dari dalam pesawat, tak a henti-hentinya Aulia membuat video darinya yang sedang berada di bandara Wellington.
Sebab kopernya dibawa oleh Bimbim. sedangkan Mauren kopernya dibawa oleh Bastian. Walaupun awalnya Mauren sudah menolaknya.
Saat ini jam di sana menunjukkan di angka jam 08.00 malam. Sejak berada di luar bandara, udara dingin di sana semakin menusuk sampai ke tulang. Apalagi negara New Zealand terkenal dengan dinginnya. Mauren yang sudah mengenakan jaket tebal berwarna hitam, earmuff yang dipakai di telinga, dan kaos tangan berwarna merah sudah terpasang di kedua tangannya. membuat Mauren terlihat lebih imut di Mata Bastian dan Bimbim.
Aulia yang melihat penampilan Mauren seperti itu, Gadis itu tidak mau kalah dengan Mauren. Dia Lalu membuka kopernya, mengambil jaket kaos tangan dan topi.
Beberapa saat kemudian, sebuah mobil datang menjemput mereka. Nampak seorang pria keluar dari mobil. Pria tampan itu memiliki tubuh yang tinggi, berkulit putih dan berhidung mancung.
"Selamat malam Pak Bimbim,"Selamat datang di kota Selandia Baru." sapa pria yang bernama Bernard itu."
"Selamat malam Mr. Bernard."sahut Bimbim.
"Pak Bimbim mau langsung ke hotel atau mau ke restoran dulu?"
"Ke restoran saja,"tinta Bimbim.
"Baiklah saya akan membawa anda ke restoran."
Tepat jam 09.00 malam, mobil yang ke dikemudikan oleh Bernard berhenti di depan teras hotel bintang lima.
Bimbim dan Bastian mengeluarkan koper dari dalam mobil Bernard. keempatnya lalu diantar oleh tour guide itu menuju meja resepsionis untuk mengambil cardlock.
Ada 5 buah cardlock yang diserahkan oleh petugas resepsionis itu. Kening Bastian berkerut melihatnya. Itu artinya Bimbim tidak sekamar dengan Mauren,"pikir Bastian.
Bimbim mengambil card lock itu, lalu membagikan pada Mauren, Bastian, Aulia serta Bernard.
"Ayo kita ke kamar!"ajak Bimbim.! Tuan Bernard, besok kita mulai perjalanan jam 08.00 pagi ya?"
"Iya. jadi besok Pak Bimbim jam 07.00 pagi sarapan dulu di restoran.
Keempatnya lalu berjalan menuju lift. sedangkan Tuan bernat masuk kembali ke dalam mobil, untuk memarkirkan mobil di tempat parkir hotel.
Kamar mereka berada di lantai empat. Dua kamar di sebelah kanan dan dua di sebelah kiri.
Kebetulan kamar Aulia berseberangan dengan Bimbim. Sedangkan Mauren bersebelahan dengan kamar Bastian.
"Bim, gimana menggesek kartunya?"tanya Aulia saat ingin membuka pintu kamar.
Bimbim Manggarai belakang kepalanya, sedangkan Bastian dan Mauren saling berpandangan sambil mengulum senyum karena ingin sekali mereka tertawa.
"Kartunya ditempel, bukan digesek Aulia."
"Ditempel di mana Bim?
"Coba lihat aku! bimbi mempraktekkan dengan membuka pintu kamarnya sendiri.
Aulia gegas menempel card lock itu hingga muncul lampu hijau. akhirnya pintu itu berhasil dibuka.
"Bim, kok gelap? saklar lampunya sudah aku tekan-tekan tapi masih saja tidak bisa menyala?
__ADS_1
Bimbim selalu memandang ke arah Bastian dan Mauren yang sampai saat ini masih berada di ambang pintu kamar mereka yang sudah terbuka itu.
Malu rasanya Bimbim terhadap kedua sahabatnya itu. Bimbim yang ingin masuk ke dalam kamarnya mengurungkan niatnya, karena dia harus ke kamar Aulia. untuk membantu Aulia menyalakan lampu.
"Sini kartu kamu!"Bimbim mengambil card lock yang ada di tangan Aulia. kemudian dia masukkan kartu itu ke tempat kartu yang ada di dinding dekat pintu masuk. Lampu langsung menyala seketika.
"Bim, sekalian ajarin mencet closet duduk, terus juga cara menggunakan water heater."ledek Mauren, Bastian hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum ke arah Mauren.
Aulia langsung menatap tajam ke arah Mauren dan Bastian.
"Kak Bastian, kita masuk yuk! takut ada singa betina menerkam."Mauren langsung menutup daun pintu kamarnya. Bastian juga masuk ke dalam dan menutup dan pintu kamarnya.
Di kamar Aulia, Bimbim benar-benar mengajari Aulia cara penggunaan fasilitas yang ada di dalam kamar mandi.
Sebelum keluar kamar, Bimbim sudah mengatur suhu ruangan di kamar Aulia.
"aku ke kamar sebelah dulu ya Aulia mau istirahat,"pamit Bimbim.
"Tunggu Bim."Aulia menarik tangan Bimbim.
"waktu di restoran kamu bilang mama mengisikan paket roaming aku."Aulia menyerahkan ponsel pintarnya pada Bimbim.
Bimbim menghala nafas panjang dan membuang nafas kasarnya. "Lia, kamu malam ini pakai wi-fi yang ada di hotel ini saja. Aku capek mau cepat-cepat istirahat."bimbi melepas cakalang tangan Aulia pada tangannya, dan keluar dari kamar Aulia.
Setelah ponselnya terhubung dengan wi-fi yang ada di hotel itu. Aulia lalu memposting video saat dia berada di bandara Selandia Baru. selanjutnya dia juga memposting foto selfie dirinya sedang berada di kamar hotel.
Berbeda sekali dengan Mauren. Gadis itu setelah masuk ke dalam kamar, dia langsung berendam di bathtub. Setelah membersihkan diri dan melakukan perawatan pada wajahnya, Mauren langsung naik ke pembaringan dan memejamkan matanya.
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. tepat jam 07.00 pagi, Mauren masih bersiap-siap di dalam kamarnya. rencananya hari ini Mauren merubah penampilannya, berbeda dari biasanya.
Saat ini Bimbim, Aulia dan juga Bastian sudah berdiri di depan pintu kamar masing-masing, menunggu Mauren yang sampai saat ini belum keluar dari kamarnya.
"Bim, kita ke bawah saja duluan berkat Bastian saja menunggu Maureen di sini. Aku sudah lapar,"rengek Aulia.
"kita tunggu sebentar lagi."tegas Bimbim.
Beberapa menit kemudian, pintu kamar Mauren sudah terbuka. Bastian dan Bimbim terpukau dengan penampilan moren yang hari ini mengenakan kerudung di kepalanya. menambah kecantikan wanita itu di mata dua orang pria yang memandangnya saat ini.
"Cantik."satu kata itu keluar dari mulut Bimbim
"Sempurna." timpal Bastian.
Hari ini Mauren mengenakan setelan rok yang dipadukan dengan Coat yang panjangnya, dan kerudung segitiga yang dililit di lehernya. tampilannya semakin sempurna dengan sepatu boots yang dikenakannya. membuatnya terlihat cantik dan elegan.
Mendengar Bimbim memuji Mauren, raut wajah Aulia berubah menjadi masam. gadis yang pagi ini mengenakan celana jeans dan baju kaos yang tertutup jaket tebal dilengkapi dengan topi, kaos tangan dan sandal wedges itu melangkah ke arah Bimbim.
"Ayo Bim, kita ke bawah."Aulia merangkum dengan Bimbim.
Bastian berjalan mendekat ke arah Mauren. "Ayo mau ren kita sarapan dulu!"
Mauren tersenyum mengangguk. Gadis itu berjalan di samping Bastian. jarak mereka 1 meter di belakang Bimbim dan Aulia.
__ADS_1
Kini ke tempatnya sudah berada di restoran. Di sana sudah tersaji berbagai macam jenis makanan yang disajikan dalam bentuk prasmanan. Aulia mengikuti langkah Bimbim mengambil piring. Dia berjalan mengekor di belakang Bimbim mengambil makanan di meja prasmanan.
"Bim, nasinya mana?"berisik Aulia.
"Di sini sarapan tidak ada nasi Aulia, hanya ada roti, telur rebus, salat, sosis, buah dan pasta.'
"Tapi aku tidak terbiasa dengan makanan ini Bim."keluh Aulia.
"Dari sekian banyak menu ini nggak mungkin kamu tidak bisa memakannya?"
"Ada sih, telur rebus, roti dan buah saja."
"Ya sudah kamu ambil yang itu saja!"sahut Bimbim yang mulai jengah terhadap sikap Aulia.
Kemudian Aulia memasukkan 5 butir telur ke dalam piringnya, dan tiga jenis anggur, apel semangka dan roti. Semua itu memenuhi piring gadis itu. Bimbim yang melihat Aulia hanya bisa geleng-geleng kepala.
Nampak Bastian dan Mauren sedang meletakkan piring yang sudah berisi makanan pada sebuah meja makan berbentuk bundar. "Mauren Kamu mau minum apa? biar aku ambilkan sekalian."tanya Bastian.
"Teh hangat saja kak."sahur Mauren yang sudah duduk di kursi.
Bimbim yang sudah selesai mengambil makanannya langsung meletakkan piring makannya di meja yang sama dengan Mauren. Hal itu diikuti juga oleh Aulia.
Beberapa saat kemudian Bastian datang menghampiri meja itu dengan membawa 2 buah cangkir berisi teh hangat, dan meletakkannya di depan Mauren. mau renang semua ngambil gula berbentuk kotak sebanyak 2 buah yang sudah ada di sana sebelum dia duduk di tempat itu. lalu mengaduknya dengan sendok kecil yang terbuat dari bahan stainless.
"Bim, ambilin aku minuman!"perintah Aulia.
Bimbim bergeming.
"Bim, ambilin minum! tangan Aulia memukul bola tangan Bimbim, sehingga pria itu tersentak.
"Eh, iya Mauren."
"Apa? Mauren? tanya Aulia.
"Maaf aku salah sebut. Ada apa Lia?
"Ambil aku teh!" perintah Lia dia tidak mau kalah dengan Mauren yang diperlakukan seperti itu oleh Bastian.
Bimbim akhirnya menuju tempat meja yang menyediakan berbagai minuman di sana.
Bastian dan Mauren saling melempar pandang saat melihat Aulia mengupas 4 butir telur. Keduanya melihat Aulia memakan telur itu dengan begitu lahapnya.
Setelah selesai sarapan, keempatnya keluar dari restoran itu dan melangkah menuju lebih hotel. Sebab Bernard belum menyelesaikan sarapannya.
Nampak kemarin keluar dari hotel itu. Gadis itu mengayunkan langkahnya ke arah halaman. Dia ingin melihat pemandangan di luar hotel. udara dingin semakin menusuk sampai ke tulang saat berada di luar hotel. sehingga Mauren mengambil sarung tangan yang dia simpan di dalam tas, dan langsung memakainya. Tidak ketinggalan earmuff juga diletakkan di telinganya.
Bastian berjalan mendekat ke arah Mauren. "Mauren di depan hotel ini pemandangannya cukup bagus, Mau nggak aku bantu ambil beberapa foto di sini."tawar Bastian.
"Boleh kak. di mana ya kak, tempat yang bagus?"
Bastian lalu mengarahkan Mauren ke tempat menurut pria itu bagus untuk spot foto. dia mengambil foto Mauren dengan kamera ponselnya sendiri. Dalam hati pria itu lumayan untuk tambah koleksi foto Maureen di ponselnya. Ya, selama ini Bastian banyak menyimpan foto Maureen yang dia ambil dari akun sosmed gadis itu.
__ADS_1
Bersambung...