
Mendengar ucapan Bastian, Mauren sangat terkejut. Matanya langsung berkaca-kaca menahan buliran bening yang sebentar lagi akan jatuh. lidahnya terasa kelu. Gadis itu tak mampu berkata apa-apa. Dia tidak mengira, gadis yang selama ini dicintai oleh Bastian itu adalah dirinya sendiri. Kenapa dia tidak merasakan cinta pria itu selama ini? itu yang ada di pikiran Mauren.
"Mauren, Kamu tidak usah memikirkan perkataan kakak barusan. Sebab sekarang kamu sudah menikah dengan Bimbim. lupakan saja Mauren. Anggap kamu tidak pernah mendengarnya."Bastian menyesal karena sudah mengatakan perasaannya pada Mauren.
Mauren masih bergeming, dia tidak tahu lagi mau berkata apa. Bagaimana bisa dia melupakan begitu saja ungkapan dari Bastian barusan.
Di Canterbury ini, balon udara menjadi saksi ungkapan cinta Bastian untuknya. pria yang selalu ada di saat dirinya berduka dan kesepian, gini baru saja mengungkapkan perasaan cinta padanya. Dimana saat ini dirinya sedang berada dalam sebuah sangkar emas.
"Mauren, kamu kenapa? apa kata-kata Kakak melukai perasaan kamu? tanya Bastian dengan suara lirih saat melihat butiran bening mengalir di kedua sudut pipih gadis cantik itu. tangan pria itu sedikit bergetar mengusap lelehan air mata yang mengalir di pipi gadis pujaan hatinya.
Semakin bertambah pusing saja Mauren dengan segala yang terjadi dalam hidupnya. Apalagi semuanya datang secara beruntun, dalam waktu yang berdekatan. sebab hubungannya dengan Mario saja masih belum diselesaikan secara baik-baik.
Pernikahannya dengan Bimbim juga tidak tahu mau dibawa ke mana arahnya. sekarang ditambah lagi pernyataan dari Bastian yang mengatakan akan selalu mencintainya seumur hidup.
"Mauren,"Bastian terlihat cemas karena melihat reaksi Mauren dari tadi hanya diam. dia takut setelah ini Mauren akan membencinya. Karena Bastian merasa cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Kak...Aku.... aku."
ucapan Mauren terhenti saat pilot balon udara memberi instruksi agar mereka berpegangan pada keranjang sebab sebentar lagi balon udara akan segera mendarat.
Setelah terbang selama kurang lebih 1 jam, balon udara itu lalu turun secara perlahan. saat sudah mendarat di tanah, mereka langsung keluar dari keranjang balon udara. dan melangkah ke arah Tuan Bernard.
"Bagaimana dengan penerbangannya, apakah menyenangkan?"
"Menyenangkan sekali Tuan Bernard, nanti kami akan ke sini lagi."jawab Aulia dengan percaya dirinya menyahut itu seperti itu. Wanita itu sudah merasa seperti istri Sultan saja.
"Alhamdulillah kalau begitu. Mari kita kembali ke mobil. Kita harus segera menuju bandara. karena 3 jam lagi kita akan terbang kembali ke New Zealand."
"Apa tidak sebaiknya kita sarapan dulu Tuan bernat?"tanya Aulia lagi. pertanyaan yang dilayangkan oleh Aulia pada Tuan Bernard membuat Bimbim geram. Ingin sekali pria itu menegur Aulia.
"Mohon maaf Nyonya Bimbim, akan lebih baik kalau kita sarapan di bandara saja."
__ADS_1
"Iya, Tuan Bernard, tidak perlu didengarin omongan dia."Bimbim akhirnya ikut menimpali.
jam 01.00 siang pesawat yang membawa mereka landing di Bandara Auckland. sebelum kembali ke hotel, Tuan Bernard terlebih dahulu membawa mereka makan siang di sebuah restoran. jam 03.00 menjelang sore mereka sudah tiba di hotel. setelah masuk ke dalam kamarnya, moren langsung membersihkan diri dan berkemas sedikit. agar Setelah dia bangun dari tidur siang nanti tidak repot lagi merapikan barang-barang bawaannya.
Malam harinya mereka sudah tiba di bandara utama Wellington New Zealand. keempatnya berpamitan pada Tuan Bernard yang sudah menemani perjalanan mereka selama beberapa hari di New Zealand.
"Terima kasih Tuan Bernard, saya dan teman-teman meminta maaf jika selama ini berada di sini banyak merepotkan."tutur Bimbim.
"Iya, sama-sama Pak Bimbim, saya juga minta maaf jika pelayanan saya kurang memuaskan. Semoga perjalanannya lancar selamat sampai tujuan.. dan sampai jumpa lagi."
"Sampai jumpa lagi Tuan Bernard."celetuk Aulia. seolah-olah dia merasa yakin akan kembali.
Nampak Bimbim mengambil troli barang. karena barang yang dibawa oleh Aulia sangat banyak. berbeda dengan Mauren, Gadis itu hanya membawa ransel di pundaknya, satu koper besar dan satu paper bag berisi cemilan oleh-oleh.
Saat masuk ke dalam pesawat. tempat duduk Maureen bersebelahan dengan Bastian. sehingga tidak ada perdebatan lagi diantara Mauren dan Aulia. posisi tempat duduk Mereka pun saling berjauhan. Bastian dan Mauren ada di dekat jendela kanan sedangkan Bimbim dan Aulia ada dekat jendela sebelah kiri.
Semenjak pembicaraan di atas balon udara itu, antara Bastian dan Maureen kini terjadi kecanggungan. Terutama Bastian, pria itu sekarang sedikit malu menatap wajah Mauren. meskipun begitu, ada rasa kelegaan di dalam hatinya karena perasaan yang sudah lama dipendam, kini sudah dia sampaikan pada gadis itu.
"Mauren, soal yang kemarin kakak minta maaf ya. Kakak nggak ada maksud untuk menambah beban pikiran kamu. Jangan kamu pikirkan lagi soal itu. Anggap saja kakak tidak pernah mengatakan itu."
"Waktu itu kakak mau mengatakannya, Tapi Kakak terlambat. Saat ingin mengatakannya, kamu sudah lebih dulu pacaran dengan pak Mario."
"Kak, Maaf ya, aku belum bisa membalas perasaan Kakak sekarang. Karena kakak tahu sendiri kan masalah aku saat ini begitu banyak. Aku mau menyelesaikannya dulu satu persatu masalah aku."
"Iya Mauren, Kakak mengerti sekali dengan kondisimu saat ini. Kakak juga tidak menuntut kamu harus membalas perasaan kakak. kakak hanya mengutarakan apa yang selama ini masih Kakak pendam di hati, itu saja kok."
***
Siang ini amar dan Dora sudah berada di bandara. Keduanya ingin menjemput anak-anak mereka yang menurut perkiraan pesawat akan landing sekitar satu jam lagi. Fernando dan Richard hari ini tidak bisa ikut ke bandara, sebab keduanya hari ini sama-sama mempunyai kesibukan di perusahaan.
Saat ini kedua wanita itu berdiri di tengah kerumunan orang-orang yang ingin menjemput keluarganya yang datang dari New Zealand juga.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Bimbim sudah berada di area pengambilan bagasi. setelah mendapatkan semua barang-barang miliknya dan Aulia, pria itu langsung menyusun barang-barang itu ke atas troli. tidak seperti Mauren dan Bastian yang melangkah dengan santainya menjerat koper dengan sebelah tangan.
Mauren dan Bastian tiba lebih dulu di ruang penjemputan. Gadis itu tersentak saat melihat Dora dan Amor berada di tengah kerumunan orang-orang.
"Kak Bastian, di sana ada mama aku,"ucap Mauren dengan sedikit panik. tangannya menuju ke arah kanan.
Bastian yang kebetulan sedang menggunakan masker itu langsung pamit dengan Mauren. "Kakak pulang dulu ya Mauren."pamit Bastian, pria itu langsung mengayunkan langkahnya ke arah kiri. dia tidak ingin kelihatan oleh sahabat mamanya kalau dia juga pergi ke New Zealand.
Bimbim menghentikan trolinya di samping Mauren. "Kenapa berhenti di sini Mauren?
"Di sana ada Mama."
"Loh, katanya Mereka nggak bisa jemput."Bimbim terkejut. pria itu bergegas mengambil kopernya di troli barang. gini di troli itu hanya ada barang-barang milik Aulia saja. Bimbim terlihat panik, karena takut ketahuan oleh mama sambungnya dan mama mertuanya pergi berbulan madu membawa wanita lain.
Baru saja coper Bimbim turun dari troli, Dora dan Amor melihat keberadaan anak-anaknya.
"Aulia, kamu pulang sendiri ya. di sana ada mama aku!"seru Bimbim.
"Ayo Mauren, kita jalan ke arah mama!"Bimbim mengajak Mauren berjalan ke arah orang tua mereka.
"CK!"Aulia berdecak kesal. dia Lalu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Bastian. dia ingin menyuruh batin membantunya membawa barang-barangnya. namun pria itu tidak ada di sana.
"Maaf Mbak, jangan berhenti di sini!"tegur petugas bandara.
"I ..Iya pak."
Mendapat teguran dari pria berseragam itu, Aulia langsung ingin mendorong troli barangnya, tapi roda troli itu tidak bergeser dari tempatnya. "kok trolinya tidak bisa jalan ya? perasaan tadi waktu Bimbim mendorong, rodanya tidak macet seperti ini."keluh wanita itu dalam hati. Gadis itu duduk berjongkok melihat ke arah roda, siapa tahu ada sesuatu yang nyangkut di roda, pikirnya.
"Maaf Mbak, trolinya bisa dipinggirkan nggak?"posisi di sini dekat dengan pintu keluar."petugas hitungan berteguran lagi.
"Iya pak, Saya dari tadi sudah berusaha mendorong troli ini, tapi sepertinya roda troli ini rusak.
__ADS_1
Petugas itu lalu mencoba mendorong. "ini bisa."troli itu didorong petugas ke arah kiri. setelah itu dia meninggalkan Aulia tanpa mengajari acara menggunakan troli itu, yang mana pegangan troli itu harus ditekan ke bawah agar roda bisa berjalan. akhirnya garis itu terpaksa membawa koper, tas travelling, dan dua kardus dengan kedua tangannya sambil berjalan terseok-seok ke arah luar bandara.
bersambung. ....