Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 127. TITIK TERANG


__ADS_3

Panggilan keduanya langsung diakhiri oleh Richard. Pria itu lalu menanyakan pada satpam, di mana dia bisa melihat rekaman CCTV.


"Biasanya CCTV itu urusannya wakil kepala sekolah."


"Bapak punya nomor ponselnya nggak Pak, atau bapak bisa bantu saya menemui orangnya?"


Belum sempat satpam itu menjawab, tiba-tiba dari arah belakang ada ibu Rani datang dengan mengendarai motor matic nya. kebetulan dia ingin mengambil barang pribadinya yang tertinggal di meja kerjanya. Bu guru itu langsung memarkirkan motornya.


"Pak Richard,"tegur Ibu Rani dengan mata berbinar, wanita itu berjalan ke arah Richard sambil memamerkan senyumannya yang paling manis.


"Ada perlu apa ya, Bapak ke sekolah jam segini?"


"Saya mau lihat rekaman CCTV saat jam pulang sekolah."


"Oh, kalau urusan CCTV itu biasanya urusan Pak Milas yang punya wewenang. Memangnya untuk keperluan apa Pak?"


"Saya mau mencari jejak Mauren. Siapa orang yang membawa Mauren pulang."


"Apa!!!Ja..Jadi Mauren hilang Pak?"Ibu Rani terlonjak kaget.


Richard hanya bisa mengangguk lemah.


Kemudian ibu Rani mencoba menghubungi Pak Milas dan menceritakan kembali apa yang disampaikan oleh Richard. Dan Pak Milas pun segera pergi ke sekolah.


Beberapa saat kemudian, saat ini Richard, Tuan Nicholas, Pak Milas dan ibu Rani sedang berada di ruang CCTV. video itu menayangkan Mauren yang berdiri di samping pagar.


Anak kecil itu selimutan mencari keberadaan Papanya. Mata Richard berkaca-kaca melihat putrinya di video itu. Setelah semua orang pulang, satpam lalu menyuruh Mauren untuk duduk di pos.


Mata Richard selalu menatap lekat ke arah wanita yang menghampiri Mauren.


"Siapa wanita itu, dan dua orang pria itu?"tanya Richard.


Ibu Rani mengangkat kedua bahunya. Dia memang tidak mengenal Irene sama sekali, apalagi dengan dua orang pria bertubuh kekar itu.


"Sepertinya anak bapak diculik oleh wanita itu terlihat wanita itu membekapnya dari belakang. Saat pria bertubuh kekar itu menawarkan jajanan."Ucap pak Milas.


***


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, mobil yang membawa Irene dan Mauren sudah tiba di halaman sebuah rumah. Rumah kontrakan yang baru dihuni oleh Irene beberapa hari yang lalu setelah Iran keluar dari penjara.

__ADS_1


Saat ini Mauren sedang tertidur dengan posisi tubuhnya miring ke kiri. Akibat obat bius yang dioles oleh Irene untuk membekap mulut Mauren.


"Cepat kalian angkat anak kecil ini ke dalam rumah. Aku nggak sudi mengangkatnya."suruh Irene pada dua orang pria yang duduk di jok depan.


Sayup-sayup terdengar dari kejauhan, suara motor milik Dani. tadi saat mobil yang ditumpangi oleh Irene berbelok ke arah hutan, Dani sempat melihatnya. dia terus mengikuti jalan lebarnya muat satu ukuran mobil. Sampai akhirnya Dani berhasil menemukan keberadaan mobil yang membawa Mauren.


Daniel lalu memarkirkan motornya sekitar 10 meter dari belakang mobil yang ditumpangi oleh Irene.


Pria itu langsung turun dari kuda besinya. tak ada mimik wajah takut sedikitpun terpancar dari wajah pria itu. Dia berjalan begitu santai menghampiri mobil yang berada di sana.


Belum ada lima menit mematikan mesin mobilnya. Terlihat pria kekar keluar dari dalam mobil itu. keduanya berjalan ke arah belakang mobil. Di sana sudah ada Dani berdiri sambil bersedekap dada.


"Lepaskan anak kecil itu jika kalian tidak ingin lengan kalian aku patahkan!!"ucap Dani lantang.


"Hahaha.... badan secuil kayak begini berani sekali mengancam kita."tawa pria bertubuh kekar itu meremehkan Dani.


Sementara Irene, dia tidak berani keluar dari mobil. Takut dia kena sasaran.


"Kamu saja yang menghadapinya. Aku di sini saja jadi penonton."pria berambut gondrong itu berjalan ke belakang mobil dan bersandar di sana.


"Nggak usah satu lawan satu. Aku mau menghadapi kalian Langsung berdua."Dani menantang.


Lelaki itu mengarahkan satu Bagaimana mentah ke arah Dani, namun, dengan sigap Dani berhasil menghindar. lelaki satunya lagi maju ingin memukul wajah dan. Tetapi Dani berhasil menangkap tangan itu. dicengkeram ya tangan kanan lelaki itu, lalu Dani memutar tangan lelaki itu hingga mengeluarkan bunyi seperti ranting pohon yang patah.


"Krek..!!


"Arghhh....!!"teriak lelaki itu kesakitan.


BUGH


Dani menendang tubuh lelaki yang berteriak itu, hingga tubuhnya terpental jatuh ke tanah. tiba-tiba ada lagu rambut gondrong memukul perut Dani.


"BUGH.."


Dani terhuyung ke belakang jatuh ke tanah. "Arghhh...."teriak Dani merasakan perutnya sakit, karena baru saja mendapat pukulan yang kuat.


Dani berusaha bangkit, dia berdiri sambil memegangi perutnya yang sakit. Dani lalu mengambil kuda-kuda lagi. Kali ini dia benar-benar marah pada pria berambut gondrong itu.


Satu tendangan kuat dilayangkan seluruh pria gondrong itu. Pria itu langsung terjengkang jatuh ke tanah. Tak puas dengan itu, dan yang bergerak maju dan langsung menginjak kuat dengan kanan pria itu.

__ADS_1


"Arghhh...!!!"teriak pria gondrong itu. lelaki yang dipatahkan tangannya oleh Dani kini bersandar di batang pohon. Dia tidak bisa menyerang Dani lagi.


Dani lalu melangkah ke arah mobil. dia ingin segera membawa pergi Maureen dari tempat itu. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat sebuah mobil berwarna merah datang. keningnya berkerut, dia tidak mengenali orang-orang yang baru saja turun dari mobil itu. Dilihatnya ada empat orang yang keluar dari mobil.


Keempat orang itu berjalan ke arah Dani. Daniel lalu berjalan mundur ke arah belakang mobil kembali. Pria itu tahu apa yang akan terjadi setelah ini. itulah sebabnya dia mencari tempat lapang agar memudahkannya memberi mereka pelajaran.


Pria kekar yang baru turun dari mobil berwarna merah itu memberi aba-aba pada dua orang lelaki berbaju safari hitam, agar segera membeku Dani.


Dua orang itu langsung mendekati Dani dan berusaha memukul. namun belum sampai tangan itu mendarat ke tubuh Dani, Dani lebih dulu melayangkan tendangannya. lalu tangannya meninju wajah pria yang satunya lagi.


Terlihat darah segar keluar dari mulut pria itu. yang melihat itu langsung menambahkan pistolnya ke arah atas.


Dorrr!!


"Berhenti!!! atau peluru yang ada di dalam pistol ini bersarang di kepalamu."teriak Irene mengancam.


Dani lalu menghentikan serangannya pada dua lelaki yang ada di hadapannya.


"Tangkap pria itu, dan langsung bawa dia ke markas!!"perintah Irene


Pria berbaju hitam itu langsung bergerak ke arah Dani.


Pria yang baru saja dihajar oleh Dani itu langsung memegang kedua tangan dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Bocah kecil itu masih pingsan,"ucap salah satu anak buah Irene.


"Bangunkan dia, dan bawa dia ke dalam!!"selepas mengatakan itu, lalu Irene melangkah menuju rumah yang sering disebutnya markas.


"Bangun Nona kecil!!!"salah satu anak buah Iran menepuk pelan tangan Mauren.


"Om siapa? lepas Om!! Mauren gak mau digendong, Mauren ingin pulang."


Namun pria itu tetap menggendong Mauren.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2