
Setelah sampai di kota Bangkok, mereka langsung menuju rumah utama keluarga Nicholas. Sementara keluarga Tuan Bernando langsung menuju rumah utama keluarga Bernando.
Karena sudah begitu lelah, Dora bermaksud untuk istirahat ke kamar. Yang dituntun oleh Mia membawa Dora ke kamarnya.
semua anggota keluarga yang ikut menghadiri pesta pernikahan Dora dan Richard mengemasi barang-barang mereka yang sudah mereka bawa dari California.
Termasuk juga Dora pengantin baru itu, juga membereskan barang-barang yang mereka bawa. Setelah sampai di dalam kamar, wanita itu langsung membuka tiga buah koper. Yaitu koper miliknya, milik suami dan juga putrinya. Richard yang sudah bisa menduga istrinya sekarang ini sedang berada di kamar itu, langsung bergegas masuk juga ke dalam kamarnya.
Dilihatnya istrinya saat itu sedang mengeluarkan baju-baju dari dalam koper. Richard lalu perlahan berjalan mendekati istrinya dan mendekap tubuh wanita itu dari belakang.
Hidung pria itu menciumi leher jenjang istrinya. Tangan kekarnya yang awalnya melingkar di perut istrinya, kini perlahan naik ke atas mencari sesuatu yang kenyal untuk dipegang.
"Mas!!! ini masih siang, jangan aneh-aneh."
"Memangnya kenapa sayang? dari tadi malam aku sudah ingin pelepasan, tapi malah ditinggal tidur sama kamu."Richard selalu membalikan tubuh istrinya.
Kini keduanya saling berhadapan. Richard lalu memajukan wajahnya bersiap ingin mencium istrinya. Mata Dora dari tadi sudah terpejam, karena takut mendapat serangan seperti ini.
"Ceklek."
pintu kamar terbuka. "Mama boneka Doraemon Mauren nggak lupa dibawa kan?"tiba-tiba Mauren nyelonong masuk ke dalam kamar. Richard yang bibirnya tinggal beberapa centi lagi akan menyentuh bibir istrinya itu langsung menjauhkan wajahnya dari Dora.
Begitu pula dengan Dora matanya mendadak terbuka saat suara memanggil.
"Kenapa aku tadi sampai lupa mengunci pintu!"rutuk Richard dalam hati.
"Mama sama Papa lagi apa?"
Richard menggaruk belakang kepalanya. "Mata Mama kamu kemasukan debu sayang, Makanya Papa mau bantuin meniup supaya debunya keluar."
"Mas, bantuin Mauren mandi, ya." aku beresin baju-baju ini biar jangan kusut nanti, jika kelamaan di dalam koper ini."
"Iya sayang."
"Ayo Mauren, ikut Papa ke kamar mandi."
dengan telaten Richard langsung memandikan putrinya walaupun asisten rumah tangga ada tapi dia ingin meluangkan kasih sayangnya terhadap putrinya.
***
__ADS_1
Setelah selesai makan siang Cornel, Fernando, dan Richard sedang duduk bersantai di gajebo yang berada di taman rumah utama keluarga Nicholas. Karena ketiga sahabat Richard belum kembali ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Amor, Amor dan Moresette atas permintaan Dora sendiri. Mereka masih berada di rumah utama keluarga Nicholas.
Saat ini Amor sedang ngobrol bersama Risma, Moresette di teras rumah.
"Jangan terlalu dipandangi terus, lebih baik kamu jadikan saja dia istri."ucap Cornel ketika pandangan Fernando mengarah kepada Risma adik iparnya sendiri yang dipanggil Bimbim Mama.
"Tapi dia sudah memiliki pacar Cornel."
"Kenapa kamu tidak mencoba minta tolong saja pada mertuamu agar dinikahkan dengan Risma? karena Bimbim kan juga sudah menganggap Risma sebagai pengganti ibunya. Pasti mertuamu akan mendukungmu." saran Cornel.
"Maksud kamu turun ranjang gitu?" tanya Richard.
"Iya kira kira begitulah." sahut cornel
Fernando tidak menyahut lagi. Dia akan mempertimbangkan saran dari Cornel.
"Eh si Afrian tumben dia menyendiri di Gazebo sebelah." ucap Richard.
"Kayaknya, dia lagi ada masalah." sahut Fernando.
"Sudah, biarin aja dulu. Nanti juga dia bakalan cerita ke kita." ucap Kornel.
"Mia, Kakak benar-benar minta maaf. Kakak mengikuti kamu ke sana, karena kakak sangat mengkhawatirkanmu. Apalagi kamu pergi sendiri kemarin. Lagian kota itu, masih jarang kamu jalani, makanya kakak ingin menjaga kamu walaupun dari kejauhan"
"Mengenai kakak melihat kamu dalam keadaan seperti itu, itu murni ketidaksengajaan. Kakak kaget saat mendengar kamu berteriak kesakitan, karna kaki kamu tersandung dan jatuh ke kolam. waktu itu kakak khawatir kamu diganggu oleh orang-orang jahat yang ada di sana. Makanya kakak langsung ke tempat kamu. Kakak melihat beberapa orang pria yang ada di sana hendak ingin mendekatimu."
Dia pesan Whatsapp yang dikirimkan oleh Afrian hanya dibaca oleh Mia. Wanita itu tidak berniat untuk membalasnya. Meskipun wanita itu tidak membalasnya, Afrian masih bersyukur karena Mia masih mau membaca pesan yang dikirimnya dan tidak memblokir nomornya.
Amor, Moresette dan juga Risma masih asik bercanda gurau. Kini Dora menghampiri ketiga sahabatnya yang sedang duduk di teras rumah.
"Kalian sedang apa sih? tertawanya sampai terdengar ke dalam kamarku."tanya Dora sambil mengerutkan keningnya menatap ketiga sahabatnya itu tertawa lepas.
"Tidak apa-apa Dora, sini Kamu duduk. Lagian suami kamu juga masih bareng sama teman-temannya di sana." tunjuk Risma dan Amor bersamaan menunjuk ke arah gazebo.
"Kalau laki-laki sudah ngumpul, Sama halnya seperti wanita. Pasti membicarakan lawan jenisnya yang tak luput dari pergosipan.
laki-laki juga doyan menggosip. Tapi gosipnya berbeda dengan perempuan." ucap Amor sambil terkekeh membuat keempat wanita itu benar-benar tertawa lepas.
Sementara Mia yang saat ini sedang berada di dalam kamarnya, menimbang-nimbang membalas atau tidak pesan Whatsapp dari Afrian. Kejadian selama berada di California, membuat wanita itu enggan untuk bertatap muka dengan Afrian. Apalagi semenjak Afrian mengungkapkan isi hatinya terhadapnya.
__ADS_1
Afrian juga sempat melihat penampilan Mia yang terlihat seksi saat berada di kolam renang. Dan Afrian berusaha untuk melindungi Mia, dari beberapa pria mendekati Mia yang menatapnya dengan tatapan nafsu.
Hal itu yang membuat Afrian langsung memeluk Mia dan memberikan handuk kepadanya. Tetapi anggapan Mia terhadap Afrian berbeda. Ia merasa dilecehkan oleh Afrian, sehingga dia marah besar kepada Afrian.
Beberapa menit Afrian menunggu balasan dari Mia. Tapi Ia tak kunjung mendapat balasan. "Apa yang harus aku lakukan? Mia pasti menganggapku ingin melecehkannya pada saat itu. Padahal aku hanya ingin melindunginya dari tatapan pria-pria hidup belang itu." gumam Afrian mencebik kesal.
"Mama, nanti malam mama tidak pulang ke rumah mama, kan? nanti malam di rumah Papa tidurnya di mana?? tanya Mauren tiba-tiba menghampiri Dora yang sedang ngobrol bersama dengan teman-temannya.
Richard yang mendengar pertanyaan putrinya itu langsung berjalan menghampiri Mauren dan Dora beserta teman-temannya.
"Di kamar papa."sahut Richard.
"Tapi Mauren tidur di kamar papa."protes bocah kecil itu.
"Mauren kan, sudah besar. Jadi Mauren tidur di kamar Maureen sendiri ya." sahut Richard lagi. Dora hanya mendengarkan perdebatan papa dan anak itu saja.
"Kita tidur bertiga di kamar papa." usul Mauren.
"Nggak muat Mauren ,kasur Papa kecil."tolak Richard.
"Mas, sudah mengalah saja dulu sama anak. nanti pelan-pelan Mauren kita ajari." omel Mauren
"Tapi kita harus berapa lama lagi menundanya Sayang?"ucap Richard yang membuat ketiga sahabat Dora langsung tertawa ngakak.
"Berarti kalian belum.....? Amor sengaja tidak melanjutkan ucapannya.
"Kenapa sih di pikiran Mas itu, cuman kegiatan itu saja?"
"Sayang kamu nggak kasihan aku sudah lima tahun menantikan momen itu. Aku ingin mencobanya lagi."bisik Richard tepat di telinga Dora.
"Mas bisa diam nggak?!!! Jangan bahas masalah itu di depan anak.
Richard lalu berhenti berbicara. "galak juga ternyata mama Mauren."batin Richard.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS