
Di dalam hotel, Bimbim dan Aulia masih duduk di lobby sambil menunggu tuan Bernard keluar dari restoran. kebetulan dinding depan lobi itu terbuat dari kaca. jadi Bimbim bisa melihat dengan jelas apa saja yang dilakukan oleh Mauren dan juga Bastian di luar sana.
"Sayang, kita keluar yuk!"ajak Bimbim.
Aulia menatap ke arah luar hotel melalui dinding kaca. "Ayo Bim, Aku juga mau berfoto seperti Mauren."
Namun langkah keduanya terhenti saat Bernard Baru saja sampai di lobby hotel. "Tuan Bimbim, bisa Kita berangkat sekarang?
"Bisa, Tuan Bernard."
Aulia wajahnya berubah menjadi masam, karena keinginannya untuk berfoto di depan hotel menjadi tertunda
"Tuan Bimbim tunggu saja di teras. Saya mau mengambil mobil dulu di tempat parkir.
Bimbim dan Aulia lalu keluar dari dobi itu. dan berdiri di teras. Bastian dan Mauren juga ikut bergabung di teras.
Tak berselang lama Tuan Bernard memarkirkan mobilnya di depan teras hotel. pria itu turun dari mobilnya dan melangkah ke arah teras. Dia melihat ke arah Mauren dan juga Aulia.
Bastian menatap lekat ke arah Mauren. gadis yang ada di sampingnya ini selain cantik, dia juga pintar. Semakin bertambah kagum saja Bastian terhadap Mauren.
***
Destinasi pertama mereka adalah tour ke beberapa objek wisata yang ada di New Zealand. matahari bersinar cerah namun udara di sana tetap terasa sejuk. antrian panjang melebihi panjang kereta api itu tak menyurutkan semangat orang-orang yang berbaris di tempat antrian itu untuk tetap masuk ke dalam objek wisata yang begitu menakjubkan.
"Mauren, Kamu mau minum nggak?"tower Bastian
"Mau Kak."
"Sebentar ya, Kakak belikan."Bastian lalu keluar dari barisan yang menyerupai kereta api itu. pria itu menghampiri sebuah gerobak penjual minuman. Bastian membeli 4 botol air mineral. Pria itu memberikan uang sebesar, 5 dolar Selandia Baru pada penjual itu. pedagang itu ingin memberikan kembaliannya, namun Bastian menolak.
Dia juga membeli beberapa cemilan yang ada di gerobak bersebelahan dengan penjual minuman. cemilan itu dibungkus dengan kantong yang terbuat dari kertas. satu porsinya dihargai dengan 2 dolar.
Bastian kembali masuk pada barisan Mauren. pria itu menyerahkan cemilan pada Mauren, dan sebotol minuman pada Mauren yang bagian tutupnya sudah dibuka Bastian.
Mauren tersenyum menerimanya. "Terima kasih Kak Bastian."
Sisa 2 botol minuman yang ada di kantong kresek dia berikan pada Bimbim. dan Bimbim gagas mengambilnya, lalu membukakan botol minuman untuk sang kekasih hati.
Setelah mengantri sekitar kurang lebih 45 menit, akhirnya mereka bisa masuk ke dalam objek wisata yang begitu menakjubkan itu. di sana mereka mengambil beberapa foto dengan kamera ponsel mereka masing-masing.
Aulia berjalan menghampiri Bastian. "Kak Bastian Tolong bantu fotoin aku dengan Bimbim."Aulia menyerahkan ponselnya pada Bastian. pria itu tidak langsung mengambil ponsel itu. dia menatap darah Mauren dan juga Bimbim. Bimbim mengangguk.
"Fotoin aja Kak!"seru Mauren dia tidak peduli terhadap Bimbim dan Aulia.
Kring...kring....kring...
Belum sempat Bastian mengambil foto, tiba-tiba ponsel Bimbim mendapat panggilan video dari mama Amor.
"Lia, kamu jangan dekat-dekat aku, Mama aku lagi menelepon."Bimbim selalu melangkah ke arah mau orang sambil menerima panggilan video itu.
ternyata di layar ponsel itu bukan hanya Mama Amor saja, tapi juga ada mama mertuanya.
"Halo nak, Kamu lagi di mana? tanya Amor
__ADS_1
"Bimbim lagi menikmati objek wisata yang ada di New Zealand ini mah, apa Mama tahu objek wisata di sini begitu menakjubkan."sahut Bimbim sambil mengarahkan ponselnya mendekat ke arah Mauren.
"Mauren mana Bim?"tanya Dora.
"Ada,"Bimbim lalu berdiri di samping Mauren.
"Mama!" sapa Mauren sambil tersenyum.
"Hallo sayang, Kamu cantik sekali nak, menggunakan hijab seperti itu,"Puji Dora.
"Gimana keadaan kalian di sana Sayang?"tanya Amor
"Alhamdulillah aku sama Bimbim sehat mah."
"Alhamdulillah... Ya sudah kalian lanjutkan lagi jalan-jalannya ya."sahut Amor.
Sambungan video itu diputus oleh Amor.
Bastian lalu melanjutkan kembali mengambil foto untuk Bimbim dan Aulia. setelah itu Bimbim juga meminta dirinya agar difoto berdua juga bersama Mauren.
"Bim!"Aulia merasa keberatan.
namun Bimbim tak menghiraukan larangan dari Aulia. sebab Dia harus memiliki foto berdua dengan Maureen di semua tempat yang dia kunjungi. hal itu dilakukan untuk berjaga-jaga saja apabila nanti keluarganya ataupun keluarga Maureen bertanya tentang foto kenangan-kenangan bersama Mauren saat berbulan madu di New Zealand.
Perjalanan kembali dilanjutkan ke tempat wisata lainnya. Setelah itu mereka dibawa oleh Tuan Bernard ke salah satu pusat perbelanjaan oleh-oleh.
Di sana Aulia begitu bersemangat untuk berbelanja. Gadis itu menarik tangan Bimbim ke sana kemarin membeli barang-barang yang dia inginkan. sedangkan Bastian, pria itu berdiri sekitar 5 meter dari Mauren. dia beberapa kali membidikkan kamera ponselnya mengambil foto moren dengan berbagai pose tanpa sepengetahuan Mauren.
Bastian yang sudah keluar lebih dulu dari tempat itu langsung berjalan menghampiri Mauren menentang dua buah paper bag. "Apakah Nona Mauren, kiwi burger ini?"Bastian memperlihatkan kiwi burger berukuran jumbo yang baru saja dia beli di dalam pusat pembelanjaan oleh-oleh itu seharga 8 dolar.
Mauren peperangan sambil tersenyum, tangannya mengambil alih kiwi burger itu dari tangan Bastian. "Mau, Terima kasih Kak aku suka banget sama kiwi burger."
Maureen lalu mengambil tisu basah dari dalam tasnya. "pegang dulu kiwi burgernya Kak!"Mauren menyerahkan kembali burger itu pada Bastian.
Kemudian dia membersihkan tangannya dengan tisu basah. Setelah dirasa sudah bersih, Mauren mengambil kembali kiwi burger itu dari tangan Bastian.
Mauren memakan kiwi burger itu dengan memakai tangan, wanita itu perlahan menggigit sedikit demi sedikit kiwi burger yang diberikan oleh Bastian. "Enak kak. enak banget. Kakak mau coba?
Bastian menggeleng. "buat kamu saja Mauren."
"Nggak mau, Kak Bastian pokoknya harus mencoba juga. Ini enak banget Kak,"Mauren memaksa.
Dia menyodorkan kiwi burger ke arah mulut pria itu. mau tidak mau Bastian terpaksa membuka mulutnya.
Di dalam pusat perbelanjaan oleh-oleh itu, Bimbim yang sudah hampir mencapai gerbang luar itu melihat jelas dengan matanya sendiri, istrinya menyuapi Bastian dengan burger yang ada di tangannya, ingin melangkah keluar, namun Aulia menara tangannya lagi.
"Bim, Aku mau beli gelang itu."tunjuk Aulia pada gelang yang ada di dalam rak etalase kaca.
Bimbim membuang nafas kasar, entah karena jengah dengan sikap Aulia atau karena hatinya panas harus melihat Mauren dan Bastian barusan. "Lia, bisa nggak kamu berhenti belanja. kisah sesudah 1 jam di dalam ini. kasihan Tuan Bernard kalau menunggu kita terlalu lama."Amel Bimbim.
"Iya deh iyaaa!"sahut Aulia kesal karena permintaannya tidak dipenuhi oleh Bimbim.
Di depan gerbang Tuan Bernard, Bastian sudah 5 kali disuapin burger oleh Maureen. Tidak pernah pria itu bayangkan sebelumnya Kalau dia akan mendapat perlakuan seperti ini oleh gadis yang dia cintai.
__ADS_1
"Enak banget ya Kak burgernya. Beda banget sama burger yang ada di Bangkok. Nanti kalau kita ke sini lagi, kita beli kiwi burgernya lagi ya Kak."
Bastian mengerutkan sedikit keningnya. karena aneh saja menurutnya kalau Maureen ingin ke New jalan lagi dan membeli kiwi burger di sini dengan dirinya. Sedangkan moren saja sekarang statusnya sudah menjadi istri Bimbim.
Beberapa saat kemudian, Bimbim dan Aulia keluar dari pusat perbelanjaan itu. kedua tangan Bimbim dan Aulia penuh dengan Peter back berisi barang belanjaan milik Aulia.
"Mau buka toko ya kamu di Bangkok? tanya Mauren menyindir.
"Kenapa? sirik ya kamu tidak dibelikan Bimbim barang?"
"Ngapain aku sirik. kalau aku mau, aku bisa belanja 10 kali lipat dari barang belanjaan kamu dengan uang aku sendiri. Bahkan tempat perbelanjaan ini pun bisa aku beli."
"Bisanya hanya mengandalkan harta orang tua."sahut Aulia sewot.
"Daripada kamu, bisanya cuman mengandalkan uang suami orang."sahut Mauren.
"Kamu..."
"Aulia stop!"bentak Bimbim
"Kak Bastian, yuk kita susun Tuan Bernard di depan sana!"Mauren melangkah lebih dulu meninggalkan tiga orang yang ada di depan gedung pusat perbelanjaan oleh-oleh itu.
Bastian langsung menyusul Mauren, pria itu melebarkan langkahnya, agar dia bisa berjalan beriringan dengan Mauren.
Sebelum pulang ke hotel Tuan Bernard membawa mereka makan siang di restoran.
Tepat jam 01.00 siang mobil yang dikemudikan oleh Tuan Bernard tiba di depan teras hotel.
"Pak Bimbim, siang ini kita istirahat dulu. Nanti malam kita akan jalan lagi sekalian makan malam."ucapkan Bernard.
"Iya, Tuan Bernard. Terima kasih. kalau begitu kami ke atas dulu mau istirahat."pamit Bimbim.
Sesampainya di lantai di mana kamar mereka masing-masing. Mereka langsung masuk ke dalam kamar.
"Kak Bastian, nanti kirim ya semua foto-fotoku yang ada di ponsel kakak!"ucap Mauren saat dia ingin membuka pintu kamarnya. dan dibalas anggukan oleh pria tampan itu.
Sedangkan Bimbim, pria itu sibuk membantu Aulia memasukkan barang-barang belanjaan ke dalam kamar gadis itu.
Setelah membersihkan badan, Bastian lalu mengambil ponselnya yang pria itu letakkan di atas nakas. dia duduk di atas ranjangnya sambil melihat foto-foto Maureen yang diambilnya tadi siang. semua foto Maureen dengan ekspresi apapun terlihat cantik.
"Kamu memang cantik dari lahir Mauren."Puji Bastian sambil mengusap layar ponselnya yang menampilkan wajah Mauren sedang tersenyum.
Kring...
Sebuah notifikasi pesan masuk dari Mauren. Bastian yang sedang memegang ponselnya itu langsung gegas membuka pesan di aplikasi hijau itu.
"Kak, buruan kirim fotonya!"pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Mauren kepada Bastian.
Bastian menepuk jidatnya, dia terlalu asik memandangi foto Maureen yang ada di ponselnya sampai dia lupa dengan permintaan Mauren sebelum masuk ke dalam kamar.
Bastian lalu puluhan foto Mauren dengan berbagai pose. termasuk foto yang diambil Bastian secara diam-diam. Mauren yang melihat itu sempat melayangkan protesnya, karena banyak foto yang diambil Bastian secara sembunyi-sembunyi.
Bersambung...
__ADS_1