Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 99. PINDAH RUMAH


__ADS_3

"Sayang, kepala kamu jangan gerak-gerak." ujar Afrian lirih di telinga Mia.


"Kenapa kak?


"Nanti Adik kecil Kakak bangun lagi." bisiknya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam kemudian, mobil yang dikemudikan oleh Tuan Andalas sudah terparkir di halaman rumah. Ketiganya lalu keluar dari dalam mobil. Hanya Tuan Andalas saja yang masih berada di dalam mobil, karena pria itu ingin langsung ke kantor showroom mobilnya.


Setelah masuk ke dalam rumah, tinggal Nyonya Yasinta menyuruh Afrian dan Mia untuk langsung beristirahat di kamar. Wanita paruh baya itu mengerti anak dan menantunya pasti capek habis pulang dari perjalanan jauh.


Sampai saat di kamar, Mia langsung masuk ke dalam kamar mandi dia ingin sekali berendam di bathub untuk menyegarkan badannya.


Sudah sekitar Lima belas menit, ia berendam di dalam bathtub, sambil memejamkan kedua matanya. Namun, wanita itu belum juga menyelesaikan mandinya.


Kring


Kring


Kring


Ponsel Mia berbunyi. Sebuah panggilan masuk dari Tuan Nicholas. Mia saat ini, masih berada dalam kamar mandi. Afrian ingin mengangkat menerima sambungan telepon seluler itu. Tapi dia takut berbicara dengan rival Papanya Itu.


ceklek


Mia membuka pintu kamar mandi. Wanita itu keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.


"Sayang, barusan Papa telepon. Coba kamu telepon balik. siapa tahu ada yang penting." Afrian menyerahkan benda pipih itu pada istrinya.


Setelah mengambil ponsel itu yang lalu menelepon balik Tuan Nicholas.


Kring...


Kring ...


Kring ...


Sambungan telepon langsung terhubung.


"Assalamualaikum, Mia


"Waalaikumsalam. Ada apa,Pa?"


"Kamu sudah pulang, kan? malam ini Papa minta kamu menginap di rumah Papa. Karena sejak kamu menikah dengan anak si Andalas itu, kamu belum pernah lagi menginap di rumah."


"Aku tanyain ke Afrian dulu ya, Pa."


Tut...


sambungan telepon terputus.


Afrian menatap istrinya seolah meminta penjelasan.


"Papa menyuruh Kita menginap di rumahnya malam ini."


Mendengar itu muncul pikiran-pikiran negatif terhadap Tuan Nicholas Mertuanya itu. Karena semenjak Tuan Nicholas mengetahui dirinya merupakan anak dari rivalnya di masa lalu, sejak itu juga Afrian menjadi ikut terseret dalam permusuhan dua pria paruh baya itu.

__ADS_1


Padahal sejak kejadian mobil mogok waktu itu, sikap Tuan Nicholas sudah membaik pada Afrian.


Sore harinya Afrian dan Mia turun di ke lantai bawah. Keduanya berpamitan kepada Nyonya Yasinta, kebetulan sedang berada di ruang tengah.


"Kalian mau kemana?" wanita paruh baya itu menatap sepasang pengantin baru yang sudah rapi dengan pakaiannya.


"Malam ini kami menginap di rumah Papa." sahut Mia.


"Iya Ma, tadi siang Papa telepon Mia, menyuruh kami menginap di rumahnya." Afrian menimpali ucapan istrinya.


"Ya sudah, kalian hati-hati di jalan ya."


Afrian dan Mia Lalu mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


Tiga puluh menit kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Afrian dan Mia sudah tiba di halaman rumah Tuan Nicholas Belum sempat keduanya turun dari mobil. Mobil Pajero berwarna hitam milik Tuan Nicholas juga tiba di halaman rumah itu.


Mobil itu parkir berdampingan dengan mobil Afrian, ketiga orang itu lalu turun dari mobil mereka masing-masing. Lalu melangkah ke arah teras rumah.


Setelah masuk ke dalam rumah, Mia langsung duduk di ruang tengah untuk bergabung dengan Nyonya Alena. Sedangkan Tuan Nicholas langsung naik ke lantai atas untuk segera membersihkan diri.


Malam harinya di ruang makan, ini momen pertama Afrian makan malam bersama dengan keluarga Mia. Sejak dia menyandang predikat anak rival, Afrian menjadi tidak percaya diri jika berhadapan dengan ayah mertuanya. Seperti malam ini dia hanya makan dalam diam.


"Papa dengar Kalian beli rumah di komplek perumahan yang sama dengan Richard ya?" Tuan Nicholas mulai membuka obrolan.


"Iya Pa, Cuman beda blok aja." sahut Afrian.


"Kapan kalian pindah?


"Mungkin dua hari lagi pa, besok rencananya kami ingin membeli perabotan dulu." sahut Afrian lagi.


Pria baru baya itu manggut-manggut. Mia hanya di fokus dengan makanannya.


****


Dua hari kemudian Afrian dan Mia pindah ke rumah mereka yang baru. Malam ini keduanya mengundang orang tua dan sahabat untuk acara syukuran rumah baru mereka. Terlihat Tuan Nicholas dan nyonya Alena datang ke rumah baru Afrian kedatangan keduanya disambut oleh Tuan Andalas.


"Selamat datang, Besan. Mari silakan masuk." mata Tuan Andalas melirik ke arah Nyonya Alena.


Tuan Nicholas tidak merespon rivalnya itu, dia langsung merangkul lengan istrinya dan melangkah masuk ke dalam rumah. Saat sampai di dalam rumah, Mata Tuan Nicholas memperhatikan beberapa ruangan yang dilewatinya.


"Nyonya Alena,Tuan Nicholas, mari duduk disini." ucap Nyonya Yasinta saat melihat Besannya sudah sampai di ruang tengah.


Tuan Nicholas dan nyonya Alena lalu duduk di tempat yang dimaksud oleh Nyonya Alena.


Tak berselang lama, Mia dan Dora datang dari dapur. Keduanya baru saja membuat minuman untuk mereka. Maklum di rumah Afrian belum ada asisten rumah tangga. Jadi Mia dan Dora bekerja sama menyediakan segala sesuatunya.


"Dora, Kamu jangan terlalu capek. Ingat kondisi kamu sedang hamil." Alena Mama peringatkan menantunya.


"Iya Ma, aku cuman bantu Mia membuat minuman aja."


Selesai acara syukuran, Amor membantu Mia mencuci perlengkapan bekas makan mereka. Sedangkan Dora, dia hanya duduk melihat keduanya, di meja makan.


"Amor, dimana Moresette?" tanya Dora


"Katanya sih mau cari angin di luar."

__ADS_1


Di teras depan rumah, Afrian, Richard, Fernando, dan Cornel sedang duduk disana. Pandangan Cornel menatap ke arah Amor yang duduk di sebuah Gazebo yang ada di taman.


"Richard, teman istri kamu itu Kenapa ya? kok aku lihat dia nggak seperti biasanya. Kayak Lagi bersedih gitu?" tanya Cornel


"Kata istriku, dia lagi patah hati. Nggak tahu patah hati sama siapa." sahut Richard dengan suara lirih.


"Yang benar? Cornel tidak percaya.


"Iya, katanya sih seperti itu." Richard meyakinkan


"Kesempatan kamu Cornel buat deketin dia." sahut Fernando.


"Kawinan aja langsung, enak tiap malam ada yang dipompa." sahut Afrian.


"Apa kamu bilang?!!! Richard langsung melayangkan tatapan tajam ke arah adik iparnya itu. Dia merasa kasihan terhadap Mia.


"dimaklumi aja lah, Richard. Mereka kan masih pengantin baru. Jadi wajar aja." sahut Cornel.


"Iya, kayak kamu nggak pernah aja Jadi pengantin baru." ucap Afrian.


"Risma ke mana Fernando?


"Nggak tahu, lagi pacaran."sahut Fernando.


"Kamu ditolak juga ya, sama dia?


"Aku ditolak sama dia, menurut aku wajar saja. Karena dia kan sudah punya pacar. Aku kemarin ngajakin nikah karena dia kan dekat dengan Bimbim."


Beberapa saat kemudian ketiga anak kecil yang bermain di dalam rumah tiba-tiba keluar.


"Papa pulang rengek Bimbim."


"Bastian juga mau pulang pa."


"Mauren juga mau pulang pa."


"Mauren nginep di rumah Om Afrian aja."


Afrian lalu teringat cerita Mia mengenai Richard dan Dora yang selalu diganggu Mauren saat ingin berhubungan.


"Tidur sama Onty Mia,?


"Iya, Richard berharap Mauren mau menginap di rumah Mia malam ini. Supaya Afrian merasa Bagaimana dulu dia diganggu oleh Mauren.


Afrian langsung menggeleng cepat. Memandang memandang ke arahnya.


"Tapi besok pagi Papa jemput Mauren, ya." ucap Mauren


"Iya, sayang. Papa akan jemput kamu." Richard menjulurkan lidahnya ke arah Afrian.


Afrian langsung memijat kepalanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2