Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 68. HAMPIR KEPERGOK


__ADS_3

Sore harinya sahabat Richard dan juga Dora sudah kembali ke kediaman masing-masing. Begitu juga dengan Richard dan Dora bersama Mauren Sudah berlalu meninggalkan rumah utama keluarga Nicholas. Mereka saat ini sudah berada di rumah pribadi Richard.


Setelah masuk ke dalam rumah, Richard lalu mengajak istrinya masuk ke dalam kamar. Saat Dora ingin masuk ke kamar itu, dia kembali teringat dengan kejadian boxer saat pertama kali dirinya menginjakkan kaki ke rumah pribadi milik Richard.


Ada sedikit keraguan di hati wanita itu, untuk masuk ke dalam kamar itu.


"Sayang, ayo cepat masuk. Kamu harus mandi. Kita langsung turun ke bawah untuk makan malam."


Setelah masuk ke dalam kamar itu, Dora langsung mengambil baju ganti, kemudian dia masuk kamar mandi. Sebenarnya Richard bisa saja masuk ke dalam kamar mandi itu untuk unboxing. Namun dia tidak ingin unboxing di kamar mandi.


Dia ingin melakukannya di kasur empuknya yang memang dia niatkan saat beli untuk dijadikannya ranjang panasnya bersama Dora.


Beberapa menit Richard menunggu, akhirnya istrinya keluar juga dari dalam kamar mandi. Kini giliran Richard yang masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang, baju kamu yang di dalam koper itu kamu masukin aja ke dalam ruangan itu." tunjuk pria itu pada Wolk in closet. Kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi.


Dora mengambil pakaian yang sudah ia keluarkan sebelumnya dari dalam koper, lalu menyusun baju-bajunya ke dalam lemari di ruangan itu. Setelah selesai, Dora lalu keluar dari kamar Richard dan masuk ke kamar putrinya. Ternyata Mauren sudah mengenakan piyama tidurnya.


Setelah selesai makan malam, Mauren langsung masuk ke dalam kamar Papanya dengan membawa boneka kesayangannya. Richard dan Dora lalu berpandangan. Rencananya Richard akan memindahkan Mauren ke dalam kamarnya saat anak kecil itu sudah tidur.


Namun, karena Mauren sepanjang jalan perjalanan lebih banyak tidur sehingga malam ini dia akan tidur lebih lambat dari biasanya. Dan benar saja saat ini Mauren berada di tengah-tengah orang tuanya yang sedang tertidur pulas. Anak kecil itu masih berbicara dengan boneka kesayangannya.


Beberapa hari berlalu. Namun, Richard belum juga berhasil menjebol gawang istrinya. Karena saat ingin dia ingin menidurkan putrinya di kamar Maureen sendiri, pria itu juga ikut tertidur. Atau bisa juga ketika anaknya sudah tertidur dan saat dia kembali ke dalam kamarnya dia menemukan istrinya dalam keadaan tertidur pulas.


Hari ini Richard pulang kerja terlebih dahulu mampir ke rumah Nyonya Alena. Karena nyonya Alena baru saja membuat kue untuk menantu dan cucu kesayangannya.


Setelah memarkirkan mobilnya Richard masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ruang dapur. Saat sudah sampai di ruangan itu, Richard langsung duduk di kursi meja makan.


"Kenapa? kok kayak banyak pikiran? pengantin baru kok wajahnya murung begitu? harusnya wajah kamu itu berseri. Apalagi sekarang kamu sudah berhasil menikah dengan Dora." tutur Nyonya Alena.


"Mom, Gimana ya supaya Mauren mau tidur sendiri di kamarnya?


Nyonya Alena terdiam mencoba mencerna pertanyaan putranya.

__ADS_1


"Richard, jangan bilang kamu dan Dora belum.... "Nyonya Alena tidak melanjutkan ucapannya. Dia tahu pasti Richard paham maksud perkataannya.


"Iya, Mom. Memang belum, Ini semua karena Mauren nggak bisa pisah dari aku."


Nyonya Alena yang mendengar itu merasa kasihan terhadap putranya sudah lima tahun lebih putranya tidak pernah lagi melakukan itu, pasti saat ini putranya sangat menginginkannya."pikir Nyonya Alena.


"Kamu yang sabar ya, Nak. Nanti Mami akan menyuruh Mia tidur di rumah kamu malam ini, agar bisa menemani Mauren."


"Kamu lebih baik segera pulang, dan bawa kue ini. Kasihan istri kamu sudah menunggu kamu di rumah." ucap Nyonya Alena sambil menyodorkan satu kotak kue.


Jam tujuh malam, Mia datang ke rumah Richard. Wanita itu ditugaskan oleh Nyonya Alena untuk menemani Mauren malam ini. Mia yang sudah dewasa itu, tentunya saja paham maksud dari Nyonya Alena. Saat masuk ke dalam rumah Richard, wanita itu langsung bergabung bersama Mauren dan Dora bermain di ruang keluarga.


"Mauren, kamu mau kemana?"


"Mauren mau ngambil mainan masakan, Ma."


"Memangnya yang di keranjang itu nggak ada?" tunjuk Dora pada keranjang besar berisi mainan yang diletakkan Richard di sudut ruangan, tujuannya agar anaknya tidak bolak-balik naik ke lantai atas.


Dora lalu beranjak dari duduknya. " Maureen, tunggu di sini saja sama Onty Mia. Biar Mama yang ambil mainan kamu di ruangan bermain.


Setelah mengucapkan itu, Dora Lalu naik ke lantai atas. Wanita itu langsung masuk ke dalam ruang bermain. Dora mencari-cari mainan yang dipinta oleh putrinya. Karena mainan itu letaknya tidak beraturan dan terpisah-pisah.


Richard yang baru saja keluar dari dalam ruangan kerjanya, dia langsung melangkah ingin menuju kamarnya. Namun, saat lewat di depan ruang bermain, dia mendapati istrinya sendirian di kamar itu.


Richard lalu masuk menutup pintu. Saat sudah masuk, Richard langsung menghampiri istrinya, menarik pinggang ramping itu dan mendekap tubuh wanita itu dari depan. Dia Lalu mulai mencium lembut bibir istrinya perlahan ciuman itu semakin mendalam.


Sementara di lantai bawah, Mauren yang sudah lama menunggu Mamanya tak kunjung datang dia langsung mengajak Mia ke lantai atas. "Mauren pelan-pelan naik tangganya." teriak Mia


"Onty kok pintu ruang bermain ditutup. Mama mana?" tanya Mauren Saya sudah berada di depan pintu ruang bermain.


Mia berpikir pasti Dora dan kakaknya sedang bercinta di dalam kamar mereka.


"Mauren, Kamu mau ke mana?" tanya Mia saat melihat Mauren berjalan ke arah kamar Papanya.

__ADS_1


"Mauren mau ke kamar, Mama pasti ada di kamar papa."


"Jangan Mauren lebih baik kita ambil mainan di ruang bermain saja.


Mia menarik tangan keponakannya agar kembali ke depan ruangan bermain.


Saat sudah sampai di depan ruang bermain, Mia lalu memutar handle pintu ruangan itu.


"Ceklek!!! pintu terbuka. Mia dan Mauren masuk ke ruangan itu. Kemudian mengambil mainannya dan setelah keluar dari ruangan itu,Mia lalu menutup kembali pintu itu dan mengikuti Mauren turun ke lantai bawah.


"Berarti benar, dugaanku Kakak dan istrinya lagi bercinta di kamarnya." Batin Mia.


Sepeninggalan Mia dan Mauren Richard melepaskan dekapan tangannya di mulut istrinya. Sayang diam dulu, nanti Mia dan Mauren tau kalau kita ada disini." bisik Richard.


Beberapa menit sebelumnya.


Richard mencium ganas bibir istrinya. Dora yang memang belum mahir dalam berciuman itu hanya bisa mengikuti gerakan suaminya saja. Ciuman itu berlangsung cukup lama, hingga akhirnya Dora memukul-mukul dada suaminya, karena dia hampir kehabisan nafas. Richard lalu melepaskan pagutannya.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan Mia dari luar kamar yang menyuruh Mauren untuk pelan-pelan menaiki tangga. Richard lalu menghentikan kegiatannya dan Dora mulai membuka matanya kembali.


"Mas, Mia dan Mauren sepertinya mau ke sini." nampak raut wajah wanita itu takut Mia dan Mauren masuk ke ruangan itu.


Dora lalu mengumpulkan mainan Mauren kembali. Namun tangan Richard langsung melepaskan mainan itu dari tangan istrinya. Pria itu lalu menarik istrinya ke dalam kamarnya yang memang sengaja ada pintu kecil yang menyatakan kamar bermain itu dengan kamar Richard.


Sebenarnya kamar itu dibuat khusus untuk anak kedua Richard kelak. Tapi karna belum ada, sehingga kamar itu di jadikan kamar tempat bermain Mauren dan menyimpan mainan Mauren.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS

__ADS_1


__ADS_2