Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 190. TIDAK ADA YANG SIA-SIA


__ADS_3

Setelah sampai di tempat parkir, Aulia membuka amplop yang baru saja dia terima saat berada di ruang HRD. Nampak beberapa lembar uang berjejer rapi di amplop itu.


Wanita itu menghitung lembaran uang tersebut. Aulia membuang nafas kasar. "Ternyata uang yang ada di amplop ini hanya 2000 Bath aja."uang itu mau Aulia gunakan untuk membayar uang kos. Sisanya untuk makan beberapa hari.


Aulia lalu memasukkan kembali amplop itu ke dalam tasnya. Dia juga sekalian mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya. Seketika itu juga dia langsung teringat dengan Bimbim. dia berniat ingin meminta uang pada Bimbim. Gadis itu bergegas menghubungi kekasihnya.


Beberapa kali dia menghubungi Bimbim, tapi sama sekali tidak ada sahutan.


"Bimbim Kenapa sih beberapa hari ini tidak membalas pesan aku? panggilan teleponku juga tidak diterima. Apa dia diancam sama Mauren ya?hah! Mauren lagi, baiklah Bim, Kalau kamu tidak bisa dihubungi aku akan samperin kamu ke perusahaan papa kamu."gumam wanita itu tidak tahu malu.


Setelah mengendarai motor matic selama kurang lebih 30 menit membelah jalanan ibukota, akhirnya Aulia tiba di depan halaman perusahaan milik Fernando. Ini pertama kalinya wanita itu menginjakkan kaki di tempat ini. selama ini dia hanya tahu alamatnya saja. Tapi dia belum pernah diajak Bimbim ke perusahaan ini.


"Besar sekali kantornya. kalau aku bisa menikah dengan Bimbim, pasti hidupku akan berkelimpahan harta. Aku harus segera mendapatkan kamu Bim,"gumam Aulia di dalam hati.


Aulia memarkirkan motor maticnya di area parkir perusahaan. Gadis itu enggan turun dari motornya. karena di sana tidak ada bangku, maka dari itu Aulia lebih memilih untuk duduk di motornya saja. Aulia kembali membuka tasnya untuk mengambil ponsel nya. Dia mencoba kembali menghubungi Bimbim.


Sementara itu di ruangan Bimbim, pria itu Tengah disibukkan oleh setumpuk pekerjaan. ponselnya yang diletakkan di atas meja kerja kembali berbunyi. Bimbim hanya melirik ke layar ponselnya saja untuk melihat Siapa yang menghubunginya.


Namun, saat melihat nama Aulia tertera di sana, Bimbim enggan untuk mengangkatnya. Dia sedang malas berkomunikasi dengan wanita itu. Baginya saat ini, Aulia banyak menimbulkan masalah dalam hidupnya. selain Dia berpisah dengan Mauren, uang bulanan dirinya pun sekarang dibatasi oleh Papanya. Gajinya, sama seperti karyawan-karyawan lainnya diberikan oleh Fernando. Karena Fernando ingin agar putranya lebih berhemat lagi.


Bukan karena Fernando tidak menyayangi Bimbim, atau Karena pelit. Tetapi Fernando ingin agar Bimbim memanfaatkan uangnya untuk yang lebih bermanfaat.


Ting!


Sebuah notifikasi pesan masuk di layar ponsel milik Bimbim. Bimbim membuka pesan itu. ternyata audio mengirim sebuah pesan foto selfie dengan background perusahaan Papanya. tak lama setelah itu, pesan masuk kembali ke ponsel Bimbim. masih dengan pengiriman yang sama.


"Bim, aku yang temui kamu di dalam, atau kamu yang temui aku di luar?"

__ADS_1


Bimbim benar-benar terkejut saat melihat foto yang dikirimkan Aulia. pria itu bertambah panik saat membaca pesan bernada ancaman yang dikirim oleh Aulia.


Dia takut kalau Papanya melihat Aulia menginjakkan kaki di perusahaan. sebab kemarin saja Papanya sudah sangat marah pada dirinya saat melihat Aulia berkunjung ke rumahnya. kalau sekarang Papanya kembali melihat Aulia ke kantor itu, bisa-bisa uang belanjanya akan dipangkas lagi.


Bimbim segera beranjak berdiri dari duduknya. Pria itu memutuskan menemui Aulia di halaman kantor. dia tidak ingin Aulia masuk ke perusahaan Papanya. apalagi saat ini Papanya sedang berada di kantor.


Saat di dalam lift, Mauren membalas pesan Aulia. sebab dia takut Aulia tidak sabar menunggu di sana.


"Tunggu aku di sana!"


Begitu singkat pesan balasan yang dikirimkan oleh. Kalimat pesan itu terkesan dingin. tidak ada kata-kata romantis buat puisi lagi dari kalimat itu. Bimbim kali ini sudah banyak berubah. Perubahan itu bukan karena Mauren, melainkan dari sikap Aulia sendiri yang pada akhirnya membuatnya jengah.


Akhir-akhir ini, panggilan sayang hampir tidak pernah lagi keluar dari mulut pria itu. kecuali kalau Aulia memprotesnya, baru pria itu akan meralat ucapannya dengan menambahkan kata sayang.


Saat Bimbim sudah berada di teras kantor, dia melihat Aulia sedang duduk di motornya yang parkir di parkiran kantor. Pria itu melebarkan langkahnya ke arah Aulia.


"Untuk apa kamu datang ke sini?"tanya Bimbim tanpa basa-basi. dia menatap diingin ke arah Aulia.


"Kalau kamu dipecat, pasti ada penyebabnya. tidak mungkin punya perusahaan langsung memecat karyawannya secara tiba-tiba kalau tidak melakukan kesalahan."ucap Bimbim.


"Ini semua karena Mauren yang membuatku, maka dari itu aku sampai ke lap dan mendorongnya hingga terjatuh."


"Apa! kamu mendorong Mauren?"Bimbim terkejut. diantara Aulia dan Mauren yang tindakannya barbar adalah Aulia, sudah pasti Mauren dalam hal ini tidak bersalah.


"Kalau perusahaan sampai memecat kamu, itu artinya kamu memang melakukan kesalahan fatal. Kamu sudah melakukan tindakan penganiayaan terhadap anak dari pemilik perusahaan. Untung saja kamu hanya dipecat dan tidak dilaporkan ke pihak yang berwajib, mungkin kalau aku di posisi om Richard, aku akan memanjakan kamu langsung."ucap Bimbim dengan nada dingin.


"Bim, aku datang ke sini bukan untuk kamu salahkan seperti ini."

__ADS_1


"Terus, mau kamu apa?"


"Aku mau minta uang sama kamu Bim. sudah satu minggu ini aku telat bayar kos. skin care Aku juga mau habis. kasih aku uang lima juta ya Bim!"


"Jadi, kamu ke sini hanya karena mau minta uang?


"Iya, terus untuk apa lagi?"


Bimbim menghela nafas panjang lalu membuangnya kasar lewat mulut. dia lalu teringat dengan ucapan Papanya, bahwa Aulia hanya menginginkan uangnya saja.


"Aku tidak ada uang Aulia."


"Kamu jangan bohong, Bim. perusahaan papa kamu saja sebesar ini, uang segitu tidak ada apa-apanya bagi kamu. aku lihat akhir-akhir ini kamu pelit dan perhitungan banget sama aku. Kenapa? apa uang kamu sekarang dikontrol oleh Mauren?"


"Aulia, saya tegaskan sekali lagi sama kamu ya. jangan bawa-bawa nama Mauren!"Bimbim geram.


"Aulia, ternyata benar apa yang dikatakan oleh papaku, bahwa kamu adalah perempuan matre. Kamu hanya menginginkan uangku saja. berbeda dengan Mauren. kamu dan Mauren itu bagai langit dan bumi. Mauren itu, Walaupun dia anak orang kaya, tapi dia tidak seperti kamu. Padahal dia bisa membeli apa saja yang dia mau. Dia wanita sederhana. dia belanja sesuai dengan kebutuhannya saja."


"Kamu jangan banding-bandingkan aku dengan Mauren! aku tidak sudi! Aku benci dia. gara-gara dia kamu sekarang banyak berubah."Aulia meninggikan suaranya.


"Asal kamu tahu, aku berubah bukan gara-gara Mauren. aku berubah karena sudah jengah dengan sikap kamu. Aulia, lebih baik mulai sekarang kita jalan masing-masing. aku sudah tidak bisa lagi sama kamu. Percuma juga kalau hubungan kita diteruskan. Karena sampai kapanpun, Kamu tidak akan dapat restu dari papa aku."akhirnya mimpi mengambil keputusan. tidak ada lagi keraguan lagi dalam hatinya untuk melepas Aulia.


Aulia terkejut, tiba-tiba saja mimpi mengajaknya putus hubungan. Wanita itu geleng-geleng kepala."Tidak, aku nggak mau putus dengan kamu Bim. Aku mencintai kamu dan kamu juga pasti mencintai aku."


"Maaf Lia, aku tidak bisa jalan lagi sama kamu."ucap Bimbim.


"Bim, kamu tidak bisa seenaknya begitu. sia-sia saja selama ini aku membuang waktu untuk berhubungan dengan kamu."

__ADS_1


"Tidak ada yang sia-sia Aulia, kamu selama ini sudah ratusan juta menghabiskan uang aku. Bahkan kamu yang tidak pernah bermimpi menginjakkan kaki ke luar negeri, kamu menginjakkan kaki di New Zealand, itu karena siapa? tentu karena aku. sudah ya, kerjaanku masih banyak. Jangan pernah lagi menghubungi atau menemui aku. mulai hari ini kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi."setelah mengucapkan itu, Bimbim langsung berbalik. dia melangkah pergi meninggalkan Aulia di sana sendirian.


bersambung....


__ADS_2