
Beberapa minggu kemudian, selesai makan Dora malam dan ketika sahabatnya asik bercengkrama di ruang keluarga. Sedangkan Mia, wanita itu lebih memilih duduk di kursi taman yang ada di samping rumah Richard.
Afrian yang dari tadi mencari cari Mia akhirnya menemukan wanita idaman hatinya sedang duduk sendirian di taman samping rumah Richard.
"Mia!!"Panggil Afrian yang tiba-tiba sudah duduk di samping wanita itu.
"Astagfirullah Kakak ini ngagetin aja!!"gerutu Mia.
"Mia, Kamu bisa nggak besok teman kakak ke acara resepsi pernikahan sepupu kakak?"
Mia lalu menatap ke arah Afrian.
"Kenapa mesti sama aku Kak? itu kan acara keluarga, jadi nggak masalah misalnya Kakak datang sendiri."
"Kakak malas banget, karena di sana nanti pasti bakalan ketemu dengan gadis yang rencananya ingin dijodohkan dengan kakak."
"Apa?
"Dijodohkan?!! kaget Mia.
"Memangnya zaman sekarang masih ada perjodohan?"
"Iya Mia. karena kakak sudah berumur hampir sama dengan kakak kamu Richard, makanya orang tua kakak berniat ingin menjodohkan Kakak dengan anak temannya yang usianya lebih muda dari kakak."
"Lihat nanti deh Kak, aku nggak bisa janji."
"Usahakan ya Mia, karena ini menyangkut masa depan Kakak."pinta Afrian penuh harap.
"Kakak pulang dulu Mia, itu teman-teman sudah di teras."
"Iya."sahutnya singkat.
Sepeninggalan Afrian, wanita itu berpikir keras. Dia masih belum yakin dengan perasaannya pada Afrian.
"Jika aku tidak pergi, maka Kak Afrian akan dijodohkan. Tapi jika aku pergi, maka orang tuanya pasti akan menganggap aku calon istri Kak Afrian."batin Mia bimbang.
Malam ini, Setelah semua keluarga dan sahabat pulang ke rumah masing-masing, suasana rumah Richard kembali pada keadaan semula.
Richard menemani Mauren untuk tidur terlebih dahulu. baru nanti dia masuk ke kamarnya untuk tidur bersama istrinya.
Setelah beberapa menit kemudian, Richard berada di dalam kamar Mauren. akhirnya Mauren tertidur pulas.
Terlihat pria itu Turun Dari ranjang putrinya, dan membetulkan selimut putrinya. kemudian segera keluar dari kamar itu dan langsung masuk ke dalam kamar pribadinya.
"Sayang, kok belum tidur?"tanya Richard saat ini melihat istrinya masih duduk di ranjang sedang melamun.
__ADS_1
"Nggak apa-apa Mas, Aku hanya ingin menunggu kamu."sahut Dora sambil mengembangkan senyumnya.
****
Di tempat lain, Mia tidak bisa tidur. wanita itu kembali merasakan perasaan gelisah. dia masih kepikiran dan ucapan aprian yang mengatakan, bahwa pria itu akan dijodohkan oleh orang tuanya.
"Aduh gimana ya, Gimana kalau Kak Afrian benar-benar dijodohkan dengan wanita lain? itu artinya nggak ada lagi yang bakalan menjahili aku."
Mia lalu mengambil ponselnya, wanita itu berniat menghubungi aprian.
Sementara saat ini tepat berada di rumah Afrian, saat baru pulang dari rumah Richard, papa dan Mamanya memanggilnya. Afrian pun menghampiri orang tuanya yang sedang berada di ruang keluarga itu.
"Ryan sini dulu!"Papanya menepuk sofa bed yang ada di sampingnya. Afrian pun duduk di samping Papanya.
"Ryan, kapan kamu menikah? umur kamu ini sudah tidak muda lagi. papa dan mama juga sudah tua. Kami ingin sekali melihat kamu punya anak. Kalau kamu tidak bisa mencari wanita buat dijadikan istri, papa akan mengenalkan kamu dengan anak teman Papa."tutur Papanya Afrian.
Afrian yang sudah mengetahui hal tersebut dari mamanya, dia sudah tidak terkejut lagi mendengar berita itu.
"Pa, aku sudah punya wanita yang akan aku nikahi. Jadi Papa tidak usah repot-repot lagi menjodohkan aku."
"Siapa? adiknya Richard? dia saja sudah beberapa kali menolak kamu."
"Tapi aku yakin kali ini dia tidak akan menolak Aku lagi Pa."
"Terserah, Yang penting besok kalau teman Papa datang ke acara pernikahan sepupu kamu, kamu harus mau berkenalan dengan anaknya, titik Papa tidak terima penolakan."tegas pria paruh baya itu.
"Sudah dulu ya Pa, Aku mau ke atas."Afrian langsung beranjak dari duduknya. dia begitu malas membicarakan anak teman Papanya Itu.
"Mama lihat kan Bagaimana Afrian? susah banget anak itu dibilangin."
"Anak kita itu cintanya sama Mia Pa. dia saja sampai rela membujang di umurnya yang sekarang ini. Padahal teman-temannya sudah mempunyai anak yang sudah sekolah taman."sahut wanita paruh baya itu.
Saat sudah sampai di dalam kamarnya, Afrian langsung melepaskan pakaiannya. ponsel yang ada di dalam saku celananya itu langsung dilempar ke arah ranjang.
Setelah itu, Afrian masuk ke dalam kamar mandi. pria itu lalu berendam di dalam bathub untuk menenangkan pikirannya. dia benar-benar dipusingkan dengan rencana Papanya Itu.
Di satu sisi, hubungannya dengan Mia hingga saat ini belum ada kejelasan. di sisi lain orang tuanya sekarang sudah masuk ke tahap ingin menjodohkannya. Harapan satu-satunya saat ini adalah Mia.
Setelah puas berendam. Afrian lalu keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan handuk yang dililitkan di bagian pinggangnya.
Afrian lalu berjalan ke arah walk in closet untuk mengambil pakaian tidur yang biasa ia kenakan. Setelah selesai berpakaian, Afrian langsung berjalan ke arah ranjangnya. dia mencari ponsel yang sempat dilempar sebelum masuk ke kamar mandi.
Ternyata ponsel itu jatuh di sela-sela bantal dan gulingnya. Setelah mendapatkannya, Afrian lalu membuka ponsel itu.
"Mia? Mia kirim pesan apa ya?"batin Richard bertanya-tanya.
__ADS_1
Sebelum membuka pesan yang dikirimkan oleh Mia, Afri yang terlebih dahulu mengatur posisi duduknya. Dia duduk selonjoran sambil bersandar di sandaran ranjangnya. Satu bantal dia letakkan di kedua pahanya.
Setelah merasa nyaman dengan posisi itu, Afrian lalu membuka kembali aplikasi berlambang hijau itu. Ada rasa takut yang dirasakannya saat ini. Dia takut pesan yang akan dia baca ini merupakan pesan berupa penolakan dari Mia.
Afrian lalu mengatur nafasnya. Perlahan dia membuka pesan yang dikirim oleh Mia.
"Assalamualaikum...kak, besok acaranya jam berapa?" pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Mia sekitar setengah jam yang lalu.
Terlihat sudut bibir pria itu ditarik ke atas, setelah membaca pesan dari Mia. Solusi dari penolakan perjodohan sudah dimilikinya."
"Besok jam 07.00 malam, Kakak akan menjemput kamu." pesan yang dikirim Afrian langsung centang biru. Melihat itu, Afrian kembali menulis pesan dengan penuh semangat.
"Kamu belum tidur Mia?"
"Belum ngantuk Kak."
"Kenapa? Pasti lagi mikirin Kakak ya?"
"Nggak." balas biar cepat.
"Mia, Kamu kapan mau terima cinta kakak? sudah lima tahun lamanya Kakak setia menunggu kamu. "
"Entahlah Kak. Aku masih bingung dengan perasaanku ke kakak." balas Mia
"Mia, Tolong jangan lama-lama bingungnya. nanti akan ada perjodohan kedua ketika setelah ini. Kamu rela kalau kakak nikah dengan wanita lain yang tidak Kakak cintai?
"Tapi aku masih belum mau menikah sama kakak!"
"Kenapa Mia? Mia, Kakak sudah tidak bisa menunggu kamu lagi. Usia Kakak sudah sepatunya memiliki anak."
"Mia.....Mia? Kamu sudah tidur ya?"kembali Afrian mengirimkan pesan sampai tiga kali tapi dia tidak membalas. pesan yang dikirimkan Afrian juga belum dibuka oleh Mia.
Di kamar Mia, wanita itu sengaja tidak membuka pesan yang dikirim oleh Afrian. wanita itu sedang menggigit kuku di jari tangan kanannya.
Dia bingung mau membalas apa. Ingin mengiyakan tapi dia masih takut untuk menikah. Apalagi setelah menyaksikan sendiri keberingasan kakaknya dalam berhubungan intim yang tidak mengenal tempat itu. Ditambah lagi saat dia mendengar suara de$@han dari kakak iparnya. dan suara hentakan kulit bertemu kulit di dalam ruangan nge-gym itu. seperti itukah seorang suami?"pikiran Mia berkelana hingga ke sana.
Tapi jika dia menolak Afrian, mungkin kali ini Afrian benar-benar menyerah terhadap Mia. makanya Mia ingin menggantung jawabannya dulu. Sampai dia sudah merasa siap.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1