Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 54. HANGOUT BARENG


__ADS_3

Hari weekend sudah tiba. Saat Dora dan kedua sahabatnya sudah merasa bosan jalan-jalan di sebuah Mall, Dora dan kedua sahabatnya masuk ke dalam Cafe langganan mereka waktu masih kuliah dulu. Mereka menghabiskan waktu jalan jalan di Mall. mengingat sudah sekitar lima tahun mereka tidak bertemu.


Saat ini Cafe itu tidak terlalu ramai dengan pengunjung, sehingga ketiga wanita cantik itu bebas mau memilih tempat duduk di sana.


"Dora, kita duduk di sana yuk, lebih sepi tempatnya."tunjuk Moresette pada sebuah meja yang di samping kiri kanannya tidak ada orang.


Sementara di Mall yang sama, saat keluar dari Okezone, Mauren dan kedua temannya ingin makan burger.


"Kita ke cafe lantai tiga saja ya Do, di sana ada menu burger." ajak Afrian.


Ketiganya lalu turun melalui tangga eskalator. dan tiga orang pria itu langsung menuntun anaknya masing-masing.


Saat Sudah sampai di lantai tiga, Afrian mengajak mereka ke cafe yang menjual burger. Ketika mereka sudah sampai di Cafe, Fernando melihat seorang wanita yang baru beberapa hari ini dikenalnya.


"Richard, bukannya itu Mamanya Mauren?"tanya Fernando. tunjuk Fernando ke arah Dora yang sedang ngobrol dengan Amor dan juga Moresette.


Richard dan yang lainnya langsung menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Fernando.


"Sama siapa dia? tanya Cornel


"Itu sahabatnya saat dia masih kuliah di sini."sahut Richard.


"Ayo kita samperin ke sana." ajak Afrian.


Akhirnya mereka masuk ke kafe itu.


"Dora, itu kan Pak Richard."ucap Amor saat melihat Richard dan teman-temannya berjalan ke arah mereka. Kebetulan dua buah meja di samping tempat Dora duduk masih kosong. Mereka rencananya ingin duduk di sana.


"Pak Richard!! Amor melambaikan tangannya.


"Itu ya, Mamanya Mauren?" tanya Afrian dengan suara lirih.


"Bukan mama Mauren yang rambutnya yang panjang itu." bisik Cornel.


Dora langsung menoleh ke arah yang dimaksud Amor. Matanya langsung berbinar menatap putrinya juga ada di sana.


"Mauren! Panggil Dora


"Mama!"sahut Mauren


"Sini sayang!!" panggil Dora sambil langsung meraih tubuh putrinya


Mauren mendongak darah Papanya, seolah ingin meminta izin. Richard pun menganggukkan kepalanya.


"Richard, kenalin mereka sama kami dong." bisik Cornel di telinga Richard.


"Ehem.... kami Boleh gabung di meja kalian?" tanya Richard.


"Boleh Pak." sahur Amor.


Richard dan kawan-kawannya lalu merapatkan meja yang masih kosong itu kemeja Dora. Richard langsung mengambil tempat duduk di sebelah Mauren, jadi saat ini Mauren duduk dihimpit oleh kedua orang tuanya.


Saat keduanya sudah mengambil tempat duduk, Richard lalu memperkenalkan teman-temannya.


"Sambil menunggu pesanan kita datang, Saya mau memperkenalkan teman-teman saya. Yang duduk di seberang saya, namanya Cornel Yang di sebelahnya itu anaknya namanya Bastian. Yang duduk di sebelah Bastian, itu namanya Bimbim dan itu papanya. Yang duduk di sampingnya, namanya Fernando. Terus yang di samping saya ini namanya Afrian dia masih lajang.


"Aww..."teriak Richard saat Afrian menyiku lengannya


"Ngenalin boleh, tapi nggak usah detail gitu juga keles." protes Afrian berbisik di telinga Richard. Karena dirinya tidak ingin merasa malu di hadapan ketika wanita yang ada di sana, kalau dirinya sampai di usia seperti itu masih berstatus lajang.


"Nggak apa-apa. Sekalian aku promo hahaha...." sahut Richard dengan suara lirih.

__ADS_1


"Ehem... salam kenal juga, nama saya Amor."


"Saya Moresette."


"Ngomong-ngomong ini bapak-bapak jalannya Kenapa Tanpa istri.


"Ah ... Pasti lagi perawatan di salon ya, istrinya?" tanya Amor.


"Oh iya, saya lupa Amor, dua pria yang di seberang saya ini mereka duren alias duda keren, Hehehe..... "ungkap Richard Sambil tertawa.


"Kalau kami duren, terus kamu apa?" tanya Fernando.


Richard langsung terdiam, dia langsung menoleh ke arah Dora. Bertepatan dengan wanita itu juga menoleh ke arah Richard. Dua pasang bola mata hitam mereka saling bertabrakan sesaat. Namun, setelahnya Dora langsung menunduk memutus tatapan itu.


Suasana di sana mendadak hening. Namun, tiba-tiba dipecahkan oleh suara Mauren.


"Duren.... Mauren mau es, es krim duren Pa.


"Astaga...! Amor langsung menutup mulutnya menahan tawa.


"Iya sayang, habis dari sini kita beli ya."


Mauren hanya mengangguk.


"Kamu yang salah sih, Siapa yang suruh ngomong duren." ucap Afrian.


Obrolan mereka berhenti saat dua orang pelayan kafe menghampiri meja mereka. Pelayan itu membawakan makanan dan minuman yang dipesan oleh mereka sebelumnya.


Dora mengambil kentang goreng yang ada di depannya. " Mauren mau kentang goreng nggak sayang?" tanya Dora sambil menunjukkan satu kentang goreng di depan wajah Mauren.


"Mau." sahutnya lalu anak kecil itu membuka mulutnya.


Setelah kentang goreng yang di mulutnya habis.


Richard langsung mengangkat burger itu dan mendekatkan ke mulut putrinya.


"Mauren, menggigit burger itu pelan-pelan sayang." ucap Richard.


Dora yang melihat mulut Mauren belepotan dengan saus dan mayones itu langsung mengambil tisu dan mengelap mulut putrinya. Mendapat perlakuan seperti itu dari papa dan mamanya Anak kecil itu tersenyum.


Amor yang melihat adegan itu tidak tahan untuk Tidak berkomentar.


"So sweet banget ya kalian, kompak banget mengurus anak."


Mendengar ucapan Amor, orang dewasa yang ada di meja itu perhatiannya langsung teralihkan ke arah keluarga kecil yang belum sah itu. Richard dan Dora menjadi salah tingkah dipandangi oleh beberapa pasang mata.


"Papa, Bimbim disuapin juga." pinta Bimbim pada Papanya.


"Nah ayo, Do. suapi tuh anakmu, jangan sibuk makan sendiri saja." ucap Afrian.


"Eh, tapi tunggu dulu. Nanti siapa yang bantuin melap mulutnya Bimbim ya?" tanya Amor.


"Kamu saja." sahut Afrian.


"Kok saya, Moresette saja, dia kan lebih keibuan, Hahaha....." sahut Amor


Beberapa saat kemudian semua hidangan yang ada di meja mereka sudah habis.


Fernando beranjak berdiri dari duduknya. "Saya mau ke toilet dulu sebentar mau ngantar Bimbim buang air. Nanti habis dari toilet saya langsung ke kasir. Biar saya saja yang bayar makanan ini semua. Usai mengucapkan itu, Fernando menuntun anaknya ke arah toilet pria.


Beberapa saat kemudian mereka semua keluar dari Cafe itu. Sebenarnya sulit bagi Richard untuk berpisah dengan Dora. Dia ingin membawa Mauren jalan-jalan dengan mamanya. Tapi Richard tidak dapat memaksakan kehendaknya. Karena sampai saat ini sepertinya Dora belum menerima Richard dan masih dingin jika mereka bertemu.

__ADS_1


"Oh iya, Kalian mau ke mana lagi?tanya Richard pada ketiga wanita itu.


"Kami mau langsung pulang Pak. Kami sudah beberapa jam di sini. iya nggak Dora? sahut Moresette.


Dora terdiam. Dia masih menimbang-nimbang antara pulang atau enggak.


"Dora misalnya kamu mau bersama Mauren, kami nggak apa-apa kok pulang berdua saja. kami bisa naik taksi." ucap Amor.


"Amor, kamu bisa nyetir nggak?" tanya Richard.


"Bisa Pak, saya kan kursus mengemudi pekerjaan saya dituntut untuk kemana-mana bawa mobil karena bahaya kalau naik motor." sahut Amor.


"Ya sudah, kalau gitu kamu bawa saja mobilnya Mama Mauren. Mama Mauren biar saya yang antar ke rumahnya.


Amor menatap Dora. "Gimana Dora, kamu ikut kami pulang Sekarang atau nanti?


Dora tidak menjawab Dia membuka tasnya dan mengambil kunci mobilnya lalu menyerahkannya pada Amor


Amor mengambil kunci mobil itu. "Dora kami duluan ya." ucap Amor sambil menggandeng lengan Moresette.


"Pak, kami duluan."ucap Moresette dan Amor bersamaan.


"Eh bentar, bisa nggak kalian jangan panggil kami Bapak protes Afrian.


"Terus mau kami panggil apa?" tanya Amor


"Terserah mau panggil kami kakak, abang, Mas yang penting jangan Bapak." timpal Cornel


"Oh ya sudah. Kami panggil kakak aja ya." sahut Moresette, setelah itu dia dan Amor melanjutkan langkahnya.


Afrian dan Cornel menatap kepergian dua wanita cantik itu.


"Afrian, Aris Kita pulang yuk." ajak Fernando.


"Loh, kok pulang? bukannya kita mau ke toko baju anak-anak?" tanya Richard.


Afrian dan cornel langsung paham dengan ajakan Fernando.


"Neneknya Bimbim menyuruh pulang." Fernando beralasan.


"Aku mau ke restoran ada kerjaan di sana."


"Aku.. aku." Afrian bingung beralasan.


"Katanya mau ke bengkel mobil, kamu gimana sih." ucap Fernando.


Ketiga orang pria dan dia anak laki-laki itu pergi meninggalkan tempat itu.


Kini suasana mendadak hening sesaat. "Kamu mau jalan ke mana Dora. Apa kamu mau membeli sesuatu?" tanya Richard.


"Nggak ada, Katanya tadi mau ke toko baju anak-anak."


"Oh iya, ayo kita ke sana. Baju-baju Mauren yang di rumah sudah banyak yang kekecilan.


Ketiganya lalu melangkah ke arah toko baju anak-anak. Mereka berjalan sambil memegang tangan Mauren. Sudah layaknya keluarga kecil yang sah di depan hukum dan agama. Tapi sayangnya Mereka belum sah, karna Dora belum membuka hatinya untuk papanya Mauren .


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN.


"DI BULLY KARNA OBESITAS"


__ADS_2