Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 215. BUKAN KALENG KALENG


__ADS_3

Malam ini Bastian menginjakkan kembali kakinya di sebuah mall terbesar di kotanya. Kini dia sudah berada di depan sebuah toko perhiasan. Dipandanginya toko itu. Dia tak menyangka, akhirnya hari ini dia akan masuk ke dalam toko ini melanjutkan niatnya yang tertunda beberapa tahun yang lalu. mewujudkan impiannya membeli cincin untuk gadis pujaan hatinya.


Satu jam sebelumnya, Bastian sudah menerima kabar dari Papanya bawa Richard sudah menyetujui niat baik Bastian untuk segera menikahi Mauren. Restu dari Papa Mauren sudah dia kantongi. Sekarang tinggal menunggu restu dari keluarga besar Mauren saja.


Mengenai Mauren, Bastian yakin bahwa Mauren akan mau menerima lamarannya, hanya waktu saja Bastian belum bisa memastikannya. Karena bisa saja Mauren masih meminta waktu lagi untuk meyakinkan hatinya bahwa Bastian adalah orang yang tepat untuk menjadi suaminya.


Sebelum pulang ke rumah, Bastian memutuskan untuk pergi ke mall membeli cincin untuk mengikat Mauren. Sama seperti niatnya beberapa tahun yang lalu, dia ingin kembali mewujudkan mimpi indahnya, menyatakan cintanya kembali pada Mauren dan menyematkan cincin Di jari manis sang kekasih.


Saat memandang tokoh yang ada di depannya, Bastian kembali teringat pada kejadian beberapa tahun yang lalu. Di depan toko ini dia melihat Maureen dan Mario saling berpegangan tangan keluar dari toko ini.


Pria itu mendesah pelan, kenangan yang buruk itu sudah seharusnya dia lupakan. sebab kini dirinya lah yang bertahta di hati Mauren.


Di dalam toko, Bastian memilih cincin yang menurutnya sangat cocok jika dipakai oleh Mauren. Setelah melakukan pembayaran, Bastian keluar dari toko itu sambil menenteng paper bet kecil dengan logo toko itu.


Tak jauh dari tempat itu, Mario yang ingin ke toko buku tak sengaja melihat Bastian keluar dari toko perhiasan itu sambil menenteng kecil.


"Bastian, apa yang barusan dia beli di dalam? Apakah ini ada hubungannya dengan Mauren?"batin Mario.


Keluar dari toko perhiasan, Bastian langsung pulang ke rumah. Pria itu bukan tipe orang yang suka nongkrong. Kecuali nanti dia sudah memiliki pasangan hidup, bisa jadi kebiasaannya akan berubah menyesuaikan dengan kebiasaan pasangannya.


Malam harinya Mario mencoba menghubungi Mauren. pria itu sampai sekarang masih kepikiran dengan Bastian yang keluar dari toko perhiasan. Apa sudah saya serius itu hubungan Bastian dengan Mauren? batin Mario.


"Assalamualaikum," sapa Mauren saat mengangkat telepon dari Mario.


"Waalaikumsalam, Mauren apa kamu menjalin hubungan dengan Bastian?"


"Iya, Kak."sahut Mauren bingung dari mana mantannya itu tahu mengenai hubungannya dengan Bastian.


"Berarti benar dugaan kakak, kamu menolak kakak karena Bastian, kan?"


"Ya, salah satunya itu. Aku harap kakak juga segera dapat pengganti aku yang lebih baik."


"Pasti itu. Ya sudah, Mauren. semoga Bastian bisa menerima kamu apa adanya. bisa membahagiakan kamu."ucap Mario sebelum mengakhiri panggilan telepon selulernya.


Mendengar itu, Mauren sudah merasa lega. sekarang tinggal memberi pengertian pada Bimbim saja.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Bastian berinisiatif mengajak Mauren makan malam di luar. Jam 07.00 malam mobil Bastian sudah meluncur menuju kediaman Richard. Setelah memarkirkan mobilnya, pria tampan itu keluar dan melangkah menuju teras rumah. Tak berselang lama, seorang asisten rumah tangga membuka pintu utama.


"Siapa yang datang Bi?"tanya Dora berjalan ke arah ruang tamu. Dia tidak mengetahui jika Mauren malam ini akan pergi keluar dengan Bastian.


Asisten rumah tangga itu membuka lebih lebar daun pintu utama. agar majikannya bisa melihat secara langsung Siapa tamu yang datang.


"Oh, kamu Bastian. Mari masuk, silakan duduk. Mau ketemu Mauren ya?


"Iya, tante."


"Bi, Tolong panggil Mauren di kamarnya."


"Baik nyonya."


"Rapi banget penampilan kamu. Kalian mau jalan-jalan ya?"


"Iya, tante. Kalau dibolehin Saya mau bawa Mauren jalan. cuma mau makan malam saja"sahut Bastian dengan sedikit grogi. sebab Dia biasanya bicara dengan Dora sebagai Mama dari sahabatnya. Berbeda dengan sekarang, dia bicara dengan Mama dari kekasihnya, yang mungkin sebentar lagi akan menjadi Mama mertuanya.


"Tante izinkan, yang penting pulang jangan sampai jam 10.00 malam."Dora sudah diceritakan oleh Richard bahwa putrinya sudah menjalin hubungan dengan Bastian.


"Hai, Maaf ya lama." sapa Mauren dengan gaun malam sopan dan elegan.


"Ma, Aku mau makan malam di luar dulu dengan Kak Bastian."


"Iya, pulangnya jangan kemalaman."


Keduanya memberi salam kepada Dora sambil mencium punggung tangan Dora.


Seperti biasa, Bastian membuka pintu mobil untuk Mauren. Dora yang masih berdiri di ambang pintu itu tersenyum melihatnya. dalam hati wanita itu berharap semoga Bastian bisa menjadi suami yang baik untuk Mauren. Selalu menyayangi dan mencintai putrinya. Terutama dengan kekurangan putrinya saat ini. semoga Bastian mau menerimanya.


"Papa kamu mana, sayang?"tanya Bastian saat mobil yang dikemudikannya sudah keluar dari gerbang perumahan.


"Papa lagi di ruang kerja dengan om Arga."


Tangan kiri Bastian meraih tangan Mauren, diciumnya tangan itu sebentar lalu digenggamnya selama di perjalanan.

__ADS_1


"Kita mau makan malam di mana, Kak?"


"Ayo tebak, di mana?"


"Paling di restoran Cornel."


Bastian tersenyum. "salah."


"Terus makan malam di mana, Kak? mana sih, punya restoran tapi makan di restoran orang."


"Kakak nggak ngajak kamu makan di restoran orang, sayang."tangannya mencubit pelan pipi Mauren.


Tak terasa mobil sudah melaju sekitar 15 menit membelah jalanan malam. "loh kok kita ke hotel?"apa kita Mau makan malam di restoran hotel ini?"tanya sama orang saat Bastian membelokkan mobilnya ke hotel miliknya.


Bastian memarkirkan mobilnya tepat di depan teras hotel. Di teras sudah ada Herlan berdiri menyambut kedatangan bosnya. Bastian segera keluar dari mobil. setelah melempar kuncinya pada Herlan, pria itu langsung berjalan mengitari mobil, membukakan pintu untuk kekasihnya.


Bastian mengulurkan tangan kanannya. uluran tangan itu langsung disambut oleh Mauren. "Selamat datang Nona Mauren."sapa Herlan.


"Malam."Mauren tersenyum ramah pada Herlan.


"Sudah siap ya?"tanya Bastian


"sudah Pak."


Bastian lalu membawa Mauren melangkah masuk ke dalam lobby hotel, tanpa melepaskan tautan tangannya. semua orang yang ada di lobby termasuk Maya dan temannya si resepsionis tercengang melihat ke arah pasangan yang baru masuk.


Bastian yang seumur-umur belum pernah menggandeng seorang wanita, yang sempat dianggap tidak normal oleh sebagian karyawannya, malam ini anggapan itu dipatahkan oleh Bastian.


Maya langsung mengepalkan tangannya saat melihat Bastian menggandeng seorang gadis cantik.


"May, nggak kaleng-kaleng ya Gadis pilihan Pak Bastian. Cantik sekali Gadis itu imut lagi. pantesan karyawan di sini tidak ada yang berhasil meluluhkan hati Pak Bastian, seleranya tinggi sih."ucap sang resepsionis pada Maya.


Maya menatap tajam ke arah sahabatnya. "kamu menyindir aku?"


"Enggak ah! wanita cantik yang mengincar Bos Kita kan banyak, bukan kamu saja."ucap wanita yang saat ini berdiri di meja resepsionis.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2