Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 19. KECELAKAAN


__ADS_3

Arghh...."teriak Dora saat tubuhnya didorong oleh Richard.


Bruk!


Tubuh Richard terlempar mengenai trotoar.


Dora yang didorong oleh Richard bagian keningnya terluka akibat terjatuh. Keningnya sedikit mengenai pinggiran trotoar itu.


Sementara keadaan Richard, dia langsung tidak sadarkan diri. Tubuhnya terkapar bersimbah darah akibat hantaman dari mobil yang begitu kuat.


Terlihat para pengendara di sekitar tempat itu berhenti dan melihat keadaan korban. Tidak sedikit para pejalan kaki dan orang-orang yang ada di minimarket berlarian keluar untuk melihat kejadian itu.


"Cepat Panggil ambulans." seru salah seorang yang ada di sana.


"Pak wanita yang terbaring di trotoar itu pingsan di bagian kakinya mengalir darah." ucap seorang ibu ibu bertubuh cempreng itu


Tak berselang lama dua mobil ambulans tiba di tempat kejadian perkara.


"Ambulans kamu yang ready dua pak." sahut suster yang ikut di dalam mobil ambulans itu.


"Ya sudah, kalau begitu Kalian bawa laki-laki yang bersimbah darah itu dan wanita Ini ke ambulans." ucap seorang pria paruh baya yang kebetulan berada di sana. Kemudian orang-orang yang ada di sana membantu mengevakuasi korban.


"Mobil pick up yang menabrak tadi, Apa ada yang melihatnya?" tanya pria paruh baya itu.


"Mobil itu langsung pergi Pak." sahut salah seorang saksi mata yang juga melihat kejadian itu.


Sementara di tempat lain, di rumah keluarga Bernando. Mama Nadia yang sejak tadi menunggu putrinya pulang dari Cafe membawakan makanan, yang mereka pesan, Perasaannya mendadak tidak enak. Karena sudah sekitar 3 jam anaknya belum juga pulang ke rumah.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu lalu mengambil ponselnya dan langsung mencari kontak ponsel nomor Dora. Panggilan terhubung, namun belum diangkat. Mama Nadia lalu mencoba menghubungi lagi.


"Halo." sahut orang yang mengangkat telepon Dora.


"Mama Nadia melihat ke arah layar ponselnya. Untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah menghubungi orang, ternyata benar yang diteleponnya memang benar nomor ponsel putrinya Dora. lantas kenapa yang mengangkat ponsel itu orang lain?


"Halo, kamu siapa? di mana anak saya? Kenapa ponsel anak saya ada sama kamu?" tanya Nyonya Nadia di dalam sambungan telepon selulernya.


"Saya perawat rumah sakit Bu. Beberapa menit yang lalu anak ibu mengalami kecelakaan di depan Cafe yang berseberangan dengan sebuah minimarket." ucap salah satu suster yang kebetulan menangani Dora.


"Apa? putri saya di rumah sakit mengalami kecelakaan!" teriak Nyonya Nadia kaget.


"Bagaimana keadaan anak saya? di rumah sakit mana dia dirawat? cepat katakan!" ucap Nyonya Nadia terburu-buru


Perawat itu lalu menyebut alamat Rumah Sakit tempat Dora di rawat.


Dari tadi dia menghubungi nomor ponsel Richard. Namun, ponsel pria itu tidak aktif lalu mencoba menghubungi nomor ponsel Nyonya Alena.


Kring ....


Kring ....


Kring....


ponsel Nyonya Alena berdering saat ini dia sedang asyik. Di dapur membuat cemilan bersama Mia.


"Halo,"

__ADS_1


"Halo tante."


"Aku l Mia, Kak. Bukan Mami


"Eh kamu Mia,.Mami kamu mana?


"Ada. Mami lagi sibuk membuat cemilan. makanya Mia yang mengangkat telepon." Ada apa ya, Kak?


"Gini, Mia. Aku kan janji sama kakak kamu buat ketemuan di Cafe tempat biasa kita nongkrong. Tapi sudah lebih dari satu jam aku menunggu, Kakak kamu belum juga datang ponselnya juga nggak aktif. Kakak kamu masih di rumah ya." tanya Afrian.


"Enggak kak, kak Richard sudah sekitar satu jam yang lalu." berangkat ke mana ya Kak Richard kalau gitu?


"Aku juga bingung. Harusnya kan, kakak kamu kasih kabar ke aku kalau memang dia nggak jadi datang ke cafe." ucap Afrian


"Iya juga sih, Kak."


Tiba-tiba saja salah satu asisten rumah tangga datang dari arah luar. "Nyonya Ada orang datang mencari Nyonya. Katanya dari petugas rumah sakit."


Nyonya Alena yang sedang membuat cemilan langsung menghentikan aktivitasnya.


"Ada apa ya, Bi? tanya Nyonya Alena sambil berjalan ke arah luar. Perasaannya jadi langsung tidak enak. Mia yang sudah mematikan sambungan teleponnya, juga ikut berjalan mengikuti Nyonya Alena.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MAMA YANG LAIN


__ADS_2