Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 130. PASANG BADAN


__ADS_3

Arga yang melihat nyawa Richard terancam langsung berlari ke arah Richard. Sehingga timah panas itu mengenai pundaknya. Richard langsung menangkap Arga yang jatuh ke arahnya.


Robinson yang punggungnya ditendang oleh Dani itu jatuh terjerembab, tangannya tak jauh dari keberadaan pistol. Tuan Nicholas yang melihat itu tak tinggal diam, pria itu langsung menendang pistol itu agar menjauh dari tangan Robinson


Lalu melangkah ke arah pintu, dia ingin menghampiri Mauren.


"Mau ke mana!!"Dani menghalangi langkah wanita itu. langkah Irene tertahan. Tangan kanannya mencoba mendorong tubuh Dani. Namun, tangan itu ditangkap dan dicengkeram oleh Dani.


"Arghh ...!!" erangnya sebab merasakan sakit di tangannya.


Dani lalu berdiri di belakang Irene. Tangan kiri wanita itu dilipat Dani ke belakang. "Berhenti!"teriak Dani pada anak buah Irene dan Robinson yang masih berusaha berkelahi melawan Tuan Bernando dan yang lainnya. perkelahian berhenti seketika.


Semenit Kemudian beberapa orang polisi datang. "Angkat tangan!"


Irene dan semua anak buahnya segera diamankan oleh polisi. Tangan mereka Langsung diborgol.


"Maaf Tuan Bernando, kami datang terlambat. karena waktu di jalan menuju ke sini, kami mengalami bocor ban, jadi harus mengganti ban, dulu.


"Iya, Pak. Yang penting Cucu saya sekarang sudah selamat."sahut Tuan Bernando.


Terlihat Richard membawa masuk mobilnya ke halaman. Saat polisi datang, dia langsung berlari untuk mengambil mobilnya. Karena dia ingin coba-coba membawa Arga ke rumah sakit bersama Tuan Nicholas.


Dia hanya bisa menatap putrinya dari kejauhan yang sudah digendong oleh Dani. Dilihatnya Mauren masih tertidur sekarang produk tas utamanya adalah menyelamatkan nyawa Arga.

__ADS_1


Richard dan Tuan Nicholas bergegas mengangkat Arga ke dalam mobil. Richard duduk di kursi kemudi. Arga dibaringkan oleh Richard di jok depan, yang sandarannya sudah diturunkan. Sedangkan Tuan Nicholas, pria paruh baya itu duduk di belakang kursi kemudi.


"Arga, Kenapa kamu melakukan hal bodoh ini? kenapa kamu mau mempertaruhkan nyawamu?" Richard menyesalkan tindakan Arga. Kalau nyawa Arga sampai tidak selamat, pasti seumur hidup Richard akan diliputi rasa bersalah.


"Tidak apa-apa Tuan, Di dunia ini saya tidak memiliki siapa-siapa lagi. Berbeda dengan Tuan,"sahut Arga dengan suara lirih.


"Aku harap kamu bisa bertahan, karena rumah sakit masih jauh dari sini.


Semua penjahat sudah dimasukkan polisi ke dalam mobil, Tidak tertinggal barang bukti berapa pistol yang akan memberatkan hukuman Robinson dan Irene. Karena keduanya akan dikenakan pasal berlapis.


Beberapa jam kemudian, mobil yang dikemudikan oleh Antonius tiba di halaman rumah Richard. Dora yang dari tadi tidak bisa tidur itu langsung membuka pintu.


Dilihatnya Antonius dan Papanya turun dari mobil. Dora mencari-cari keberadaan Mauren dia berharap Papanya pulang membawa putrinya.


"Om Riko, mana Tante? Kenapa dia tidak ikut kita?"tanya Maureen saat turun dari mobil. anak kecil itu baru saja terbangun.


"Om Riko sudah pulang ke rumahnya sahut Dani asal.


"Mauren!!! Dora tersenyum ke arah putrinya kedua tangannya direntangkan.


"Mamaaa!!! Mauren berlari menghambur ke pelukan Dora.


"Mama kangen Nak."Dora mencium putrinya sambil terguguk.

__ADS_1


"Mama kenapa nangis?"


"Mama menangis karena bahagia sayang. Ayo kita masuk."Dora menuntun putrinya.


"Papa Mauren dan yang lainnya mana Pa? Kenapa mereka belum pulang? tanya Dora yang baru menyadari suaminya belum datang.


"Suami dan mertua kamu membawa Arga ke rumah sakit. Arga terkena tembakan


"Apa!!! Kok bisa Pa? Dora terperanjat.


"Dia memasang badan untuk menyelamatkan suami kamu. andai saja Arga tidak melakukannya, pasti peluru itu bersarang di tubuh suami kamu."Dora terperangah sambil menutup mulut dengan tangan kanannya.


"Semoga dia baik-baik saja ya, pa."harap Dora.


Di dalam rumah, Mauren menceritakan, dia di sekolah menunggu-nunggu papanya yang tak kunjung datang. Sampai akhirnya dia dihampiri oleh Irene dan kedua temannya.


Dora menepuk jidatnya, putrinya ini masih terlalu polos. Dia belum bisa membedakan mana yang tulus dan yang pura-pura baik.


BERSAMBUNG....


Sambil menunggu karya ini up, yuk mampir ke karya teman emak


__ADS_1


__ADS_2