Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 56. MULAI POSESIF


__ADS_3

Beberapa bulan sudah berlalu, Dora sudah memiliki butik sendiri setelah mendapatkan modal usaha dari Tuan Bernando. Saat ini dia sudah sibuk dengan pekerjaan merancang beberapa baju untuk dijual di butiknya.


Hubungannya dengan Richard sudah membaik. Tapi sampai saat ini Richard tidak pernah lagi mengajak Dora menikah. Hanya saja komunikasi yang terjadi di antara mereka sebatas Mauren saja.


Hubungan Dora dengan Mauren juga sudah mengalami kemajuan. Anak kecil itu sekarang sudah mau dijemput oleh Dora, cuma Mauren masih belum mau tidur di rumah Dora.


Sekitar satu jam yang lalu, Richard mengirim pesan bahwa dia tidak bisa menjemput Mauren karena ada meeting. Jadi hari ini Dora lah yang menjemput Mauren pulang sekolah.


Dora melihat jam di tangannya. Sebentar lagi bel pulang sekolah berbunyi." Bila, saya jemput Mauren dulu. Nanti kalau ada orang yang mencari saya, suruh di tunggu sebentar." pamit Dora pada asistennya."


"Baik Bu." sahut Bila


Di sekolah, beberapa menit setelah bel berbunyi mobil Dora baru masuk area gerbang sekolah. Terlihat wanita itu langsung memarkirkan mobilnya, tak jauh dari gerbang sekolah. Saat dia ingin keluar dari dalam mobilnya, saat itu juga dia melihat Mauren tangannya dipegang oleh Ibu Rani sambil berjalan menuju gerbang sekolah.


Ketika Ibu Rani dan Mauren sampai di gerbang sekolah. Dari dalam mobil, Dora melihat Ibu Rina seperti mencari keberadaan seseorang. Tak berselang lama, dilihatnya ibu Rani berjalan ke arah Cornel dengan masih memegang tangan Mauren. Dora lalu turun dari mobil dan melangkah ke arah gerbang sekolah.


"Pak Cornel, Pak Richard ke mana ya? kok nggak ada?"tanya ibu Rani sudah berada di depan Cornel.


"Mungkin Pak Richard nggak jemput Mauren hari ini, karena hari ini Mamanya Mauren yang menjemput."sahut Cornel yang melihat Dora baru saja datang dan berdiri dengan jarak sekitar dua meter dari belakang Ibu Rani


"Ada apa ibu mencari Papa Mauren? tanya Dora.


Ibu Rani menoleh ke belakang saat mendengar ada wanita yang terkesan protes terhadapnya, saat dia menanyakan keberadaan Richard. Dia terkejut sekaligus kecewa, karena yang menjemput Mauren hari ini adalah Mamanya Mauren.


"Nggak apa-apa, saya cuman bertanya saja. Karena biasanya kan, Pak Richard yang menjemput Mauren. Nah, ini tadi Pak Richard nya Nggak ada."tutur Ibu Rani menjelaskan.


"Mama!"Panggil Mauren, tangan kecilnya mencoba melepas genggaman tangan Ibu gurunya.


Dora lalu menghampiri putrinya. Melihat itu Ibu Rani langsung melepaskan tangan Mauren.


"Maaf ya bu, mulai besok Ibu nggak usah mengantar Mauren sampai ke depan gerbang sekolah lagi. Biarkan Mauren berjalan bersama teman-temannya."ucap Dora dengan tegas.


"Dan satu hal lagi, mulai besok dan seterusnya Papa Mauren tidak akan menjemput Mauren lagi. Karena saya yang akan menjemput Mauren saat pulang sekolah.


Ibu Rani terdiam, seketika mendengar ucapan Dora. Sejujurnya Ibu Rina kecewa karena lelaki idamannya kini sudah tidak akan pernah datang lagi ke sekolah tempatnya mengajar.


"Ayo Mauren kita pulang!"


Dora meraih tangan putrinya lalu melangkah ke arah mobilnya.


Sementara di tempat lain tepatnya di perusahaan keluarga Nicholas, setelah selesai meeting, Richard kembali masuk ke dalam ruangannya. Dia langsung duduk di kursi kerjanya.


Saat meeting tadi, pria itu sengaja tidak membawa ponselnya. Karena baginya percuma saja membawa ponsel, kalau di dalam sana benda pipih itu di mode silent juga.


Untuk itulah saat masuk ke dalam ruangannya, Richard langsung memeriksa ponselnya. Karena dia takut kalau ada kabar dari sekolah Mauren.


Richard melihat tampilan di layar depan, ada sebuah pesan masuk di whatsapp-nya. Pria itu lalu membuka aplikasi whatsapp-nya yang ternyata Fernando mengiriminya sebuah video dengan caption Mama Mauren mulai posesif.


Sebelumnya saat berada di sekolah Mauren.

__ADS_1


saat Bel sekolah berbunyi, Fernando dan Cornel masih fokus dengan ponselnya masing-masing. Namun, posisinya Cornel berdiri di depan gerbang sekolah, sedangkan Fernando duduk di sebuah kursi panjang tak jauh dari tempat corner berdiri.


Beberapa saat kemudian, terdengar suara Ibu Rani yang menanyakan keberadaan. Fernando berlagak seolah tidak peduli. Namun, ponsel pria itu merekam video saat Dora bertanya pada ibu Rani yang menanyakan "Ada apa ya Ibu mencari Papa Mauren." Fernando terus merekam dengan durasi yang lumayan panjang, hingga rekaman video itu berakhir pada saat Dora melangkah menuntun mobilnya.


Setelah Richard melihat rekaman video itu, kedua sudut bibirnya Richard nampak terangkat ke atas. Muncul sebuah pertanyaan dalam hatinya, Apakah Dora mulai menyukainya?


Video yang dikirim oleh Fernando bagaikan obat bagi Richard. Karena beberapa minggu belakangan ini dia merasa kecewa terhadap Dora. Namun, setelah melihat video itu, benih-benih cinta yang mulai layu di hatinya kini bersemi kembali. Semangatnya untuk mengejar cintanya Mama Mauren kini muncul lagi.


Waktu sudah berlalu, kini jam pulang kerja sudah tiba. Richard langsung keluar dari ruang kerjanya. Terlihat raut wajah cerah yang terpancar dari pria itu saat berjalan di sepanjang lobby kantor.


Saat masuk ke dalam mobilnya, pria itu bersiul-siul dengan riangnya. Ketika mesin mobil sudah dihidupkan, Richard langsung menginjak pedal gasnya membawa mobilnya menuju ke arah butik Dora untuk menjemput Putri kesayangannya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit kemudian, mobil Richard sudah tiba di halaman butik. Sebelum turun pria itu terlebih dahulu merapikan penampilannya melalui kaca spion mobil bagian dalam.


Setelah Richard merasa penampilannya sudah rapi, dia bergegas turun dari dalam mobilnya dan langsung berjalan ke arah pintu butik yang terbuat dari kaca itu. Richard mendorong pintu itu kemudian dia melangkah masuk ke dalam.


"Selamat sore Pak Richard Siapa bila sang asisten Dora


"Dora nya ada Bila?


"Ada Pak, Ibu Dora dan Nona Mauren ada di dalam ruang pribadi ibu."


Richard terlalu melangkah menuju ruangan itu.


Tok


Tok


Richard mengetuk pintu ruangan Dora.


"Masuk," ucap Dora pelan.


mendengar itu Richard pun langsung memutar handle pintu ruangan itu, dan langsung masuk ke dalam.


Saat ini Dora sedang duduk selonjoran di lantai, yang dilapis karpet lembut dan tebal. Dia tidak bisa membuka pintu karena Mauren sedang tertidur di pangkuannya.


"Syuutt....!! Dora memberi kode dengan jari telunjuknya yang diletakkan di hidung dan di bibirnya.


Richard berjalan perlahan mendekati dua wanita yang berbeda generasi itu wanita yang sangat ia cintai. "Mauren Kenapa Dora? sakit?? tangan Richard mencoba ingin memegang kening putrinya.


Plakk!


Dora menipis tangan Richard. "Jangan pegang, nanti bangun! kasihan dia baru saja tidur." dilarang Dora.


Richard lalu duduk di dekat kaki Dora. "kamu nggak pegal Dora. memangku Mauren sedang tidur begitu? Mauren kalau tidur biasanya lama loh."


"Nggak pegel!"


Di ruangan ini aku belum sempat beli kasur kecil untuk Mauren. Awalnya dia cuman rebahan saya di paha. terus aku bacakan dongeng, eh nggak tahunya malah tertidur. aku nggak tega memindahkannya ke sofa." timpalnya lagi.

__ADS_1


Satu jam kemudian, Mauren terbangun dari tidurnya.


"Papa!!"Panggil Mauren dengan suara lirih saat membuka matanya.


Anak kecil itu langsung bangkit dari tidurnya dan memeluk Papanya. Dia melupakan wanita yang sejak tadi memangku dirinya saat tidur.


"Papa ayo kita pulang."rengek Mauren.


"Iya sayang."kemudian Richard langsung berdiri dari duduknya.


"Dora Ayo pulang ajak Richard.


"Iya sebentar."ucap Dora berusaha bangkit berdiri, kakinya terasa kebas. Wanita itu kesulitan untuk berdiri.


Richard yang melihat itu langsung berjalan ke arah belakang Dora. "Sini saya bantu berdiri."ucapnya lalu memegang kedua lengan atas Dora.


"Berkat bantuan Richard, akhirnya Dora sudah bisa berdiri.


"Ayo kita keluar." ajak Richard lalu dia menuntun putrinya dan melangkah ke arah pintu


Mendengar tidak ada suara langkah di belakangnya, Richard lalu menoleh. Dilihatnya Dora masih posisi berdiri di tempat. Tidak ada pergerakan dari kakinya.


Richard lalu memutar balik badannya dan melangkah ke arah Dora


"Kenapa Dora, kaki kamu sakit?


Dora mengangguk


"Ayo, saya bantu jalan Richard meletakkan tangan kanan Dora merangkul pundaknya.


"Ayo Dora jalan pelan-pelan."


Dora lalu melangkah pelan sambil dibantu oleh Richard.


Saat sudah sampai di halaman butik, Dora bersiap untuk membuka mobilnya.


Kamu beneran bisa pulang sendiri Dora tanya Richard dengan perasaan khawatir.


"Iya, bisa." jawab Dora yakin.


"Ya sudah, kalau begitu Kamu duluan jalan. Richard dan Mauren melangkah ke arah mobilnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS

__ADS_1


__ADS_2