Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 69. TIDAK SIA-SIA MENUNGGU.


__ADS_3

Dora Tengkuk sedikit kakinya, sesuai dengan arahan dari suaminya. Richard lalu bangkit dari tubuh istrinya. Dia duduk di samping istrinya. Pria itu lalu melepas baju kaos oblongnya, kemudian melepas kain yang melekat di tubuhnya. Kini tubuh pria itu hanya ditutupi oleh boxer saja.


Dora tertegun melihat bentuk cetakan boxer itu yang berbeda dari yang pernah dia lihat sebelumnya. Kali ini bentuknya lebih besar dan memanjang ke atas.


Richard lalu mulai membuka kancing baju tidur yang dikenakan oleh istrinya, setelah itu is kembali membuka kain yang melekat di tubuh sang istri.


"Glek!!


Richard meneguk kasar salivanya. Pria itu lalu menaiki tubuh istrinya kembali dan memulai dengan pemanasan lagi. Beberapa saat kemudian keduanya melupakan inti dari pergumulan panas mereka.


Tak berselang lama kasur empuk yang sengaja di beli oleh Richard bergoyang-goyang seirama dengan gerakan Richard.


Hingga akhirnya De$@han panjang keluar dari mulutnya, keduanya sama-sama mencapai puncaknya.


Setelah itu, Richard menjatuhkan diri di samping istrinya, lalu memeluk istrinya dari samping. "Terima kasih sayang." Dora tidak menyahut matanya terpejam tubuhnya saat ini begitu lemas.


Dua jam kemudian Richard turun ke lantai bawah dengan rambut yang sudah basah. Pria itu Tampak bersiul riang gembira. Langkah kaki pria itu mengarah ke arah dapur dan menuju kulkas dua pintu. Diambil air putih di dalam kulkas itu, dan membawanya ke atas meja makan. Pria itu lalu duduk di sana sambil menuang air ke dalam gelas.


Dia teguk minuman itu sampai Tandas. Richard lalu menuang kembali minuman itu. Diambilnya roti tawar di meja itu dioleskan dengan selai nanas kesukaannya. Setelah itu bagian roti yang sudah dioles selai itu, ditutupnya kembali dengan roti tawar. Kemudian pria itu langsung melahap roti itu.


Setelah menghabiskan roti dan minuman yang di dalam gelas itu, Richard lalu melangkah keluar dari ruang makan. Seketika pria itu teringat dengan putrinya yang mengambil mainan di ruang mainan dua jam yang lalu. Dia melangkah ke arah ruang keluarga Mia sudah tertidur di tubuh boneka Doraemon milik Mauren.


Richard selalu menepuk-nepuk Mia.


"Mia ...Mia.... Bangun!


wanita itu lalu mulai membuka kelopak matanya.


"Kakak!"


Lalu matanya beralih melihat ke arah keponakannya.


"Astaga! Mauren kok kita bisa tertidur di sini?" kagetnya saat tahu dirinya masih berada di ruang keluarga.


"Ayo sekarang kamu masuk ke kamar Mauren." suruh Richard pria itu lalu menggendong putrinya.


Mia lalu bangkit dari tidurnya dan langsung berjalan mengikuti langkah kakaknya menaiki tangga. Setelah masuk ke dalam kamar Mauren, Mia baru sadar kalau rambut kakaknya basah.


"Ck......keramas malam-malam. Uhuiii....." goda Mia.

__ADS_1


Wajah Richard langsung merah. Mulutnya nampak mengulang senyum.


"Berhasil Kak? tanya Mia untuk meyakinkan.


"Semua berkat kamu mengamankan bocil ini. Sudah ya, Kakak mau ke kamar sebelah. Mau istirahat." Richard lalu melangkah keluar kamar dan menutup kembali pintu kamar itu.


"Tidak sia-sia aku menghalangi Mauren saat ingin ke kamar kakak." ucap Mia dalam hati dengan penuh rasa bangga.


Saat sudah masuk ke dalam kamarnya, Richard kalau naik ke atas ranjangnya. Dia berbaring di samping Dora yang sudah tertidur dengan pulas nya. Pria itu lalu memainkan anak rambut di dahi istrinya.


"Ternyata rasa kamu tidak berubah Sayang, lirihnya. Masih sama seperti 5 tahun yang lalu. Tidak sia-sia aku menunggu kamu selama kurang lebih lima tahun. Akhirnya Malam ini aku kembali mendapatkan kamu, mengulang kembali peristiwa malam itu." batin Richard setelah itu dia menutup matanya dan menyusul istrinya mengarungi alam mimpinya.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Richard mengangkat Dora ke kamar mandi setelah mengarungi samudra kenikmatan tadi malam, bagian inti istrinya mengalami cedera. Ini semua akibat adik kecil milik Papa Mauren yang tidak bisa dikendalikan.


"Masih sakit ya sayang?" tanya pria itu saat sudah mendudukkan istrinya di kloset.


"Gimana nggak sakit, kamu sampai dua kali manjat. Kamu ngak ada puas puasnya."


"Maaf ya Sayang, ini karena kamu pakai acara kabur lima tahun yang lalu. Makanya adik kecil aku minta jatah yang banyak.


"Mas, sarapan saja di bawah. Nggak usah nungguin aku. Nanti bawakan makanan ke kamar Kalau Mas sudah selesai makan."


"Siap Nyonya Richard." tangannya memberi hormat ke arah istrinya. Kemudian pria itu keluar dari dalam kamar mandi dan menutup kembali pintu itu. Lalu setelah itu dia turun ke lantai bawah.


Terlihat Richard berjalan menuruni tangga dengan pakaian santainya. Setelah sampai di bawah, pria itu langsung berjalan ke arah ruang makan. Ternyata disana sudah ada Mia dan Mauren yang sedang menikmati sarapan dengan menu nasi goreng.


Setelah mengambil tempat duduk, Papa satu anak itu, langsung mengambil piring dan menyendok nasi ke dalam piringnya. Lalu setelah itu dia mengambil satu telur mata sapi,dan sepotong ayam goreng tepung.


"Mama Mauren mana, kak?" Tanya Mia setelah menelan makanannya.


"Ada di kamar, lagi nggak enak badan."


"Ini pasti gara-gara Kakak, kan? tuding Mia.


Richard tidak menjawab pria itu terus saja makanannya.


"Kak hari ini kan, tanggal merah. Rencananya siang nanti aku mau ajak Maureen jalan-jalan di mall.Boleh nggak Kak?"

__ADS_1


"Coba tanya Mauren, Mau nggak dia?"


"Mauren, Gimana mau nggak? nanti Onty ajak kamu makan burger dsn makan es krim dan kita juga Timezone.


"Mau Onty, Mauren mau."


sahut Mauren bersemangat.


Setelah selesai sarapan Mauren kembali naik ke lantai atas. Namun beberapa menit kemudian anak kecil itu turun kembali dalam keadaan menangis.


"Huaaaaa..... Mainan Mauren Pa, mainan Mauren rusak huaaaa..."


"Cup.....cup cup... sudah diam ya. Mauren Sayang, nanti Onty akan perbaiki tandanya.


"Jangan nanti Onty Mauren maunya sekarang Mauren menarik tangan Mia


"Iya, sebentar ya Onty, mau habisin minuman dulu. Baru setelah itu anti cuci tangan."


"Mia, biar kakak saja yang memperbaiki mainannya. Kamu bawa Mauren main di ruang keluarga saja."


"Mauren nggak mau main, Mauren mau perbaiki mainan sama Onty Mia. Yuk onty." Mauren menarik tangan Mia.


Mendengar itu Richard lalu buru-buru menghabiskan minumnya sampai Richard tersedak.


Pria itu lalu mengambil tisu dan segera mengelap mulutnya. lupa sudah dia mengambilkan makanan untuk istrinya. Dia ingin mencegah Mia dan Mauren masuk ke kamar bermain. Saat dia sudah di tangga paling bawah Mauren dan berada di tanggapan yang atas, Richard lalu berlari menaiki tangga, hingga akhirnya dia sampai juga di tangga paling atas. Pria itu mengatur nafasnya sebentar.


"Mia...." teriak Richard melihat Mia memegang handle pintu kamar bermain.


Mia lalu menoleh ke arah kakaknya." Ada apa kak?" Tanya Mia heran.


Dora yang berada di dalam kamarnya, langsung beranjak turun dari pembaringan Saat dia mendengar suara teriakan suaminya. Karena penasaran dan takut, terjadi sesuatu yang buruk di luar sana. Dora berjalan keluar dengan langkah yang masih tertatih-tatih persis seperti orang yang baru melahirkan .


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS

__ADS_1


__ADS_2