Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 86. DORA PINGSAN


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Dora yang baru terbangun dari tidurnya melirik jarum jam yang ada di dinding kamarnya. Dia melihat Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Itu artinya wanita itu telat bangun dari tidurnya.


Dora berniat bangkit dari tempat tidurnya. Tiba-tiba saja, Dora merasa mual dan pusing. Dora berusaha bangkit berdiri. Dia ingin masuk ke kamar mandi mengeluarkan seluruh isi perutnya. Karena mual yang ia rasakan sudah tidak bisa tertahan lagi.


Dengan berpegangan ke dinding, Dora akhirnya berjalan sampai ke kamar mandi. lalu ia memuntahkan seluruh isi perutnya.


"Hoek.... Hoek." Dora memuntahkan seluruh isi perutnya. Tubuhnya sudah terasa lemas pandangannya berbayang seisi ruangan terasa berputar membuat dirinya tidak dapat berdiri dengan kokoh.


Dora kembali berpegangan ke dinding untuk keluar dari kamar mandi. Setelah ia mengeluarkan isi dalam perutnya. Rasa pusing yang melanda membuat tubuhnya semakin melemah hingga akhirnya dia pun terjatuh di lantai.


Richard meraba di sampingnya. Tangannya tidak menemukan sosok Dora. Dia pun langsung bergeliat, kemudian duduk di atas tempat tidur.


"Sayang!! Panggil Richard tapi sama sekali tidak ada sahutan. Richard pun bangkit berdiri kemudian ia memanggil-manggil nama istrinya. Tapi, Dora sama sekali tidak menyahut membuat Richard pun akhirnya mencarinya ke kamar mandi.


Saat Richard membuka kamar mandi, ia benar-benar terkejut telah melihat tubuh Dora sudah tergeletak di lantai.


Richard berteriak Memanggil nama Dora. "Sayang kamu kenapa? tanya Richard sambil langsung menggendong tubuh Dora keluar dari kamar mandi. Kemudian ia membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Richard berusaha menyadarkan istrinya dengan mengoleskan minyak kayu putih kebagian hidungnya.


Tapi Dora tak kunjung sadar. Richard akhirnya menggendong tubuh Dora keluar dari kamar, sambil menjerit memanggil salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.

__ADS_1


Asisten rumah tangga dan juga Mauren pun langsung menghampiri Richard karena mereka terkejut mendengar suara teriakan dari Richard. "Mama kenapa Pa? tanya Mauren panik, sambil Langsung menangis.


"Papa tidak tahu sayang, tiba-tiba saja Papa menemukan Mama kamu tergeletak di kamar mandi. Ayo sekarang kita bawa Mama ke rumah sakit."ucap Richard yang langsung dibalas anggukan dari Mauren.


Kemudian asisten rumah tangga pun mempersiapkan apa yang diminta oleh Richard sebelumnya. Lalu asisten rumah tangga itu membuka pintu mobilnya agar Richard dapat memasukkan tubuh Dora ke dalam mobil.


Mauren yang sudah dari tadi menangis langsung naik ke mobil milik Richard. Dia duduk di samping kemudi. Sementara asisten rumah tangga itu duduk di jok tengah, dan kepala Dora berada di paha asisten rumah tangga itu.


Richard langsung menginjak pedal gas mobilnya, melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah sakit terdekat. Setelah sepuluh menit melakukan perjalanan, akhirnya mereka tiba di rumah sakit.


Richard langsung memarkirkan mobilnya diperkiraan rumah sakit. Kemudian ia keluar lalu menggendong tubuh istrinya, sambil menjerit minta tolong kepada suster dan dokter yang bertugas di sana.


Suster dan dokter yang bertugas di rumah sakit itu, langsung membaringkan tubuh Dora di atas branker. Kemudian membawa Dora ke ruang UGD. "Maaf Pak, Apa yang terjadi? tanya dokter itu kepada Richard.


Dokter pun memeriksa kondisi kesehatan Dora yang saat ini masih melemah belum sadarkan diri.


Setelah selesai memeriksa kondisi kesehatan Dora, dokter pun menghela nafas panjang.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Richard kepada dokter yang memeriksa kondisi Dora.

__ADS_1


"Istri anda hanya kecapean saja. Dia tidak apa-apa, hanya saja sepertinya istri anda sedang hamil."ucap dokter itu kepada Richard.


"Apakah itu benar dokter?


"Menurut pemeriksaan saya sepertinya istri anda sedang hamil, tapi untuk memastikannya lebih baik langsung diperiksakan ke dokter kandungan saja."ujar dokter itu kepada Richard.


Dokter itu pun sudah memberikan obat yang disuntikkan di jarum infus di bagian punggung tangan Dora.


***


Richard meminta kepada dokter kandungan untuk segera memeriksa kandungan istrinya. saat itu juga dokter kandungan langsung menghampiri Dora. Setelah dokter kandungan memeriksa Dora, ternyata pendapat dari dokter sebelumnya benar adanya. kalau Dora benar-benar hamil.


"Selamat ya Pak, istri bapak sedang hamil tiga minggu. Saya harap kandungannya dijaga karena kondisinya masih lemah."ujar dokter itu kepada Richard sambil memberi selamat kepada Richard.


Richard bersorak kegirangan, Sementara Mauren yang menjadi hanya pendengar saja dari tadi, dia langsung bertanya kepada Richard. "Pa, Mama hamil? berarti dedek bayi ada di perut Mama?" tanya Mauren kepada Richard. Dokter itu mengembangkan senyumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2