Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 174. RENCANA SARAH


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Mario langsung masuk ke dalam kamarnya. pria itu menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Sebenarnya dia masih sangat mencintai Mauren. Namun karena saat ini dia masih merasa kecewa terhadap pernikahan Mauren dengan Bimbim, ditambah lagi kemarin dia habis melihat foto bulan madu Mauren, maka dari itulah tadi dia bersikap dingin saat bertemu dengan Mauren.


"Maafkan aku Mauren, sikapku tidak sehat dulu lagi pada kamu. Aku sangat kecewa terhadap kamu."


Sementara itu, sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan Fernando, setelah pulang dari bulan madu, Mauren dan Bimbim akan diberi sebuah rumah mewah oleh Fernando. rumah itu sudah siap huni.


Semua perabotan di sana dibeli oleh Amor dan Dora. Dora lah yang paling banyak memilih barang-barang. Sebab dia lebih tahu apa saja kesukaan putrinya.


Sekitar jam 01.00 siang, Mauren dan Bimbim memindahkan pakaian dan barang-barang pribadinya ke rumah baru. mereka berdua datang ke rumah itu didampingi oleh Dora dan Amor. keempatnya kini masuk ke dalam rumah. Mauren dan Bimbim matanya memindai ke seluruh ruangan.


"Ayo kita naik ke atas, Mama akan tunjukkan kamar kalian!"seru Amur sambil kakinya melangkah menaiki anak tangga. Dora, Bimbim dan Mauren menyusul mengikuti Amor.


Jarak empat meter ke arah kanan dari tangga lantai atas, di situlah letak kamar utama.


Amor membuka pintu kamar. "nah ini kamar kalian."


Mereka lalu masuk ke dalam kamar utama. kamar itu sangat luas. ada wolk in closet juga disana. di bagian luar ada balkon yang dihiasi dengan beberapa tanaman bunga di dalam pot. serta dua buah kursi yang di tengahnya ada sebuah meja kecil berbentuk bundar. pas sekali untuk pasangan suami istri duduk di sana sambil menikmati secangkir teh saat sore hari.


"Gimana Sayang, Kamu suka nggak dengan kamarnya? ini mama lu yang pilih ranjang, meja rias, gorden dan sprei sesuai dengan selera kamu,"tutur Dora.


"Iya, Ma. aku suka,"sahut Mauren sambil tersenyum.


"Kalau kamu Bimbim, gimana? suka nggak dengan rumah ini?"tanya Amor.


"Suka,"jawab Bimbim singkat.


Setelah melihat isi kamar utama, Amor lalu mengajak keluar kamar. "yang dua kamar itu untuk kamar anak-anak kalian nanti. di sana masih ada dua ruangan lagi. itu bisa untuk ruang kerja, ruang nge-gym, atau ruang bermain anak-anak, terserah kalian saja nanti mau Kalian pakai untuk ruangan apa."tutur Amor.


"Oh, iya, Nanti sore papa akan kirim dua asisten rumah tangga untuk membantu Mauren mengurus rumah ini."imbuh Amor.


"Terima kasih Ma."ucap Mauren.

__ADS_1


Sedangkan Bimbim, dari tadi pria itu lebih banyak diam, dia tidak terlalu antusias dengan rumah baru pemberian Papanya.


Sekitar jam 03.00 sore Dora dan Amor pulang dari rumah Bimbim. Sebab tidak akan lama lagi suami mereka akan pulang kerja. Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka saat sore hari pasti ikut berbaur di dapur dengan asisten rumah tangganya untuk membuat menu makan malam.


Sepeninggalan orang tuanya, Bimbim mengambil beberapa bajunya dari kamar utama. Sebagian baju-bajunya ingin dia pindahkan ke kamar sebelah. Mauren hanya menatap dalam diam terhadap tindakan suaminya tersebut.


"Mauren, kamu saja yang tidur di kamar utama. Aku tidur di kamar sebelah saja."ucap Bimbim sambil membawa beberapa stel pakaiannya.


"tapi kan di sebelah tidak ada kasurnya Bim."


"Aku sudah membelinya, sebentar lagi orang toko akan datang mengantarkannya.


"Iya, Bim."


Malam harinya, Mauren dan Bimbim tidur di kamar secara terpisah. sesuai dengan janjinya pada Aulia, Bimbim berusaha menjaga jarak dengan Mauren. karena sebagai seorang lelaki normal, jika terus-terusan selalu tidur di kamar atau di ranjang yang sama, cepat atau lambat dia pasti akan tergoda untuk melakukan itu terhadap istrinya. Kalau sudah begitu, dia akan terikat selamanya dengan Mauren.


***


Sekarang ini keduanya sedang duduk di sebuah cafe di mall. Arini benar-benar mengutarakan niatnya pada Sarah, bahwa dia ingin bekerja di kantor Papanya Sarah.


"Kenapa kamu tidak kerja di kantor papa kamu saja Arini? bukankah papa kamu mempunyai jembatan yang tinggi. Pasti sangat mudah untuk memasukkan kamu kerja di sana."


"Malas aku berhubungan dengan papa. Papa sekarang lebih sayang dengan anak dari istri mudanya ketimbang dengan aku."tutur Arini.


"Ayolah Sarah, Aku sekarang lagi butuh kerjaan. Uang belanja dari papa aku sangat terbatas. Aku juga mau seperti orang-orang, bisa belanja baju yang bagus, barang-barang mewah,"bujuk Arini.


Sarah bergeming, Gadis itu berpikir sejenak. "Hmmm... baiklah, aku akan menjadikan kamu sekretarisku. Tapi itu kalau disetujui oleh papa aku. Jadi kamu jangan senang dulu iya Arini," sahut Sarah meskipun dia anak dari si pemilik perusahaan, tapi Gadis itu tidak berani mengambil keputusan sendiri.


Arini lalu mengeluarkan ponselnya. Gadis itu menunjukkan foto-foto Bimbim dan Aulia yang sedang berada di New Zealand. awalnya mereka mengira Aulia dan Bimbim sudah putus semenjak Bimbim nikah dengan Mauren.


"Coba Arini kamu buka akun Instagram Mauren. apa dia juga pergi ke New Zealand!"seru Sarah yang kepo dengan kehidupan rumah tangga rivalnya.

__ADS_1


Arini menggeleng. "Instagram aku diblokir oleh Maureen."


Sarah mendengus kesal. "Aku kira cuman aku saja yang diblokir oleh Maureen."


"Coba kamu bikin akun palsu untuk berteman dengan dia."usul Arini.


Sarah menggeleng. "Aku sudah pernah mencobanya, tapi Instagram punya dia di privasi, aku coba follow tapi sampai sekarang Nggak diterima sama dia."keluh Sarah


"Kalau memang benar si Aulia itu masih berhubungan dengan Bimbim, Biarkan saja dia memisahkan Bimbim dengan Mauren. kalau Bimbim sudah kembali ke tangan Aulia, akan lebih mudah buat aku untuk menyingkirkan perempuan kampung itu."imbuh Sarah dengan seringai liciknya.


Mendengar itu, Arini yang juga menyukai Bimbim sejak lama itu terpaksa mengalah jika harus bersaing dengan Sarah.


Di waktu dan tempat yang sama, saat ini Mauren dan Atalia sedang jalan-jalan di mall. kedua gadis cantik itu sedang berada di baju. rencananya besok Mauren dan Atalia akan mulai bekerja di kantor papa Richard.


"Baju yang ini bagus nggak Mauren?"tanya Atalia, Gadis itu tidak begitu pintar dalam fashion, makanya setiap mau beli baju atau apapun itu, dia selalu meminta pendapat Mauren. Dia juga memilih sepatu yang harganya masih bisa dijangkau olehnya.


Mauren menatap baju yang dipegang oleh sahabatnya, kemudian Gadis itu menggelengkan kepalanya.


Mauren lalu mengambil dua model dan motif baju dan menyerahkannya pada Atalia. "baju yang ini bagus untuk kamu Atalia."


Atalia mengambil sepatu itu, matanya langsung tertuju kah harga baju. "Iya Mauren, baju ini bagus tapi harganya yang gak bagus untuk dompet aku."ucap Atalia sambil tersenyum.


"Coba kamu Carikan aku baju yang murah dan cocok untuk aku Mauren!"


"Kamu nggak usah mikirin harganya, dua pasang baju ini biar aku saja yang bayar. anggap saja Ini hadiah dari aku Karena kamu mulai besok sudah bekerja di kantor papa aku."


"Jangan Mauren, kamu sudah banyak membeli aku barang-barang. di butik juga mama kamu sudah banyak ngasih aku baju-baju untuk kerja."Atalia tidak enak karena selalu mendapat bantuan dari Mauren dan keluarganya.


"Tidak apa-apa Atalia, kamu kan teman aku. sesama teman memang harus saling membantu."


Akhirnya Atalia dan Mauren sama-sama membeli dua pasang baju yang tidak dijual di butik mamanya Mauren. Keduanya lalu keluar dari toko itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2