Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 62. MELAMAR DORA


__ADS_3

Semenjak kamu kembali ke Bangkok kan kita belum pernah ada makan malam bertiga dengan Mauren. Makanya saya mau ngajak kamu, malam ini makan malam. Aku harap kamu bersedia." ucap Richard kepada Dora yang sedari tadi sibuk dengan pensil dan kertas yang ada ditangannya


"Jam berapa?


"Jam tujuh malam nanti, kamu akan aku jemput Jika kamu bersedia." sahut Richard


"Nggak usah, saya berangkat sendiri saja." Dora langsung memotong ucapan Richard.


"Ya sudah, kalau begitu Dora nga apa apa kalau kamu nggak mau di jemput. Aku dan Mauren pulang dulu, ya. Sampai jumpa nanti malam.


Dora mengangguk.


Dora lalu beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menghampiri Mauren. Dora memberikan kecupan hangat di wajah cantik putrinya, sebelum Putri kecilnya itu pulang.


***


Malam harinya Dora yang sudah mengenakan gaun yang terlihat cantik dan terkesan mewah Ia turun dari lantai atas. Nyonya Nadia yang sudah mengetahui rencana Richard malam ini akan mengajak Dora makan malam di sebuah restoran, sekaligus Ingin melamar putrinya, dia hanya bisa tersenyum melihat kepergian putrinya.


Sementara Tuan Bernando menatap Dora saat Dora berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Kamu mau ke mana pergi malam begini? tanya Tuan Bernando penuh selidik.


"Dora ingin pergi makan malam bersama Mauren dan Papanya Mauren Pa."sahut Dora guguk takut kalau Tuan Bernando tidak akan mengijinkannya.


"Kamu yakin pergi sendiri? tanya Tuan Bernando lagi.


"Iya Pa, Lagian ini masih jam tujuh Kok tempatnya juga tidak terlalu jauh."sahut Dora sambil menundukkan kepalanya.


"Apa kamu tidak dijemput?


"Tadinya Papanya Mauren mau jemput Dora, tapi Dora yang menolak Pa." sahut Dora kembali menundukkan kepalanya seolah dirinya tidak mampu menatap Tuan Bernando


"Ya sudah pergi saja, Tapi ingat jangan lama-lama. apalagi ini sudah malam, jaga diri dan hati kamu." ucap Tuan Bernando. kemudian Dora berlalu meninggalkan kedua orang tuanya. Ia masuk ke dalam mobil, ia langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju restoran di mana Richard dan Dora janjian untuk makan malam.

__ADS_1


Sementara itu di tempat yang berbeda tepatnya di rumah pribadi Richard. Richard dan Mauren juga sudah siap berangkat menuju restoran yang sudah di resevasi terlebih dahulu.


Sekitar lima belas menit kemudian Richard dan Maurin sudah tiba di restoran. Tidak menunggu lama setelah Richard memarkirkan mobilnya, terlihat mobil Dora juga sudah datang memasuki halaman restoran itu.


Richard langsung tersenyum melihat kedatangan Dora. Dilihatnya malam ini Dora tampil dengan sangat cantik dan elegan.


"Ayo kita masuk sekarang Dora."


Richard menuntun Mauren memasuki restoran mewah itu.


Sementara Dora berjalan di samping Mauren dengan menuntun tangan bocah kecil itu juga. Setelah masuk ke dalam restoran, Richard langsung diarahkan oleh pelayan menuju tempat yang memang sudah dipesan.


Saat sudah masuk di dalam sana, Dora disuguhkan pemandangan yang indah dengan taman bunga yang bermekaran indah di pandang mata.


Beberapa kursi santai mengisi area ini dengan penerangan yang begitu romantis perpaduan warna putih coklat dan ornamen tanaman juga menghiasi romantis malam ini


"Pak, kok di sini cuman ada kita bertiga saja?" tanya Dora dengan suara lirih.


Setelah memesan makanan, dua orang pelayan itu segera pergi dari tempat itu. momen ini dimanfaatkan oleh Richard untuk mengutarakan niatnya kepada Dora.


"Dora...."


"Hem..."


"Saya sengaja mengajakmu ke tempat ini karena ingin mengatakan sesuatu kepada. mu."ucap Richard detak jantungnya mulai berdetak lebih cepat.


Dora terdiam. Dia masih menunggu apa yang ingin diungkapkan pria tampan yang duduk di seberangnya.


"Sudah lebih lima tahun lamanya menunggu momen seperti ini. Momen di mana Saya ingin mengungkapkan isi hati saya. Malam ini di hadapan Mauren, sekali lagi saya ingin mengutarakannya kembali. Bersedia kah kamu menikah dengan Aku menjadi istri dari Richard Nicholas dan menjadi Ibu resmi untuk Mauren dan adik-adik Maureen kelak?" ungkapannya sambil merogoh saku celananya untuk mengambil kotak cincin.


Setelah mendapatkannya Richard langsung mengeluarkan kotak itu dan membawanya ke atas meja, serta perlahan membukanya.


Mata Dora mengikuti ke arah pergerakan tangan Richard. Dora benar-benar terperangah melihat cincin berlian mata satu yang tampak indah. Yang Dora tau, pastilah harga cincin itu sangat mahal.

__ADS_1


"Bagaimana Dor" Richard bertanya sekali lagi karena sejak tadi Dora belum juga memberikan jawaban.


Richard lalu beranjak dari duduknya, dan berjalan ke samping Dora duduk. Pria itu langsung berlutut dengan bertumpu pada satu kaki kanan


"Will you marry me?" telapak tangan kirinya dia tadahkan.


Dora lalu tersenyum dan memberikan tangan kirinya pada tangan kiri Richard. Melihat itu mata Richard langsung berbinar. Dia langsung memasang cincin itu pada jari manis tangan kiri Dora. Setelah selesai memasangnya, Richard langsung mengecup punggung tangan Dora.


"Terima kasih Dora, karena penantian panjang saya akhirnya tidak sia-sia." ucap Richard berterus terang. Dora tersenyum dan mengangguk.


Malam itu Richard benar-benar bahagia. akhirnya Dora bersedia menikah dengannya. walaupun Richard tidak mengetahui kalau Dora mencintainya atau tidak, yang pasti perjuangannya selama ini tidak sia-sia. kini hati Dora mulai melunak. Sehingga Dora bersedia menikah dengannya.


Dora juga memberitahu kepada Richard, kalau saat ini Tuan Bernando sudah memberikan restu untuk mereka. Tetapi Dora juga memberitahu Kalau Tuan Bernando memberikan syarat. Yang mana syarat itu Dora juga belum mengetahuinya. Tapi Richard meyakinkan Dora, akan memenuhi syarat yang diberikan oleh Tuan Bernando. walaupun syarat itu berat atau tidak.


***


Beberapa hari kemudian saat ini di ruang keluarga rumah Tuan Bernando mendadak berubah tegang saat Papa Bernando mengutarakan sebuah syarat.


Saya bersedia memberikan Restu kepada Richard dan Dora menikah, asalkan pernikahannya tidak diadakan di kota Bangkok. Karena saya tidak mau acara pernikahan ini tercium oleh media yang dapat merusak reputasi keluarga saya dan keluarga Kalian juga,"


"Tentunya kalian tahu siapa saya dan saya juga mengetahui Siapa kalian. Pasti kalian tidak ingin kehadiran Mauren dipertanyakan oleh awak media kelak. Jadi saya ingin pernikahan Dora dan Richard diadakan di California."ucap Tuan Bernando kepada Tuan Nicholas. Dan yang hadir di acara pernikahan itu juga Hanya teman-teman dekat kalian, yang memang sudah mengetahui asal usul Mauren." ucap Tuan Bernando kemudian.


"Baik Pak, kami akan menuruti permintaan Bapak. Kalau boleh tahu acara pernikahannya yang bagaimana yang yang bapak inginkan?" tanya Tuan Nicholas.


"Saya tidak mempermasalahkan pernikahan itu diselenggarakan bagaimana. Yang penting mereka menikah secara resmi. Saya tidak ingin reputasi keluarga kita akan hancur." ucap Tuan Bernando yang langsung disanggupi oleh kedua orang tua Richard.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2