
Ting! Mia yang mengirimkan lokasi tempatnya saat ini.
Afrian dan dua orang karyawannya langsung berangkat ke alamat yang baru saja dikirimkan oleh Mia.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, mobil yang dikemudikan oleh Afrian berhenti di depan mobil Tuan Nicholas. Pria itu lalu keluar dari dalam mobilnya, Dia berjalan ke arah kap mesin mobil yang sudah terbuka itu.
Afrian berpura-pura mengeceknya. Kemudian dia berjalan ke arah pintu Kemudi. yang mana, di dalam sana ada Tuan Nicholas duduk di dalam mobil itu untuk berlindung dari panasnya terik matahari.
"Om, perbaikannya akan memakan waktu cukup lama. Lebih baik Om dan Mia ikut mobil saya saja. Mobil ini nanti Akan diperbaiki dan dibawa oleh anak buah saya.
Tuan Nicholas lalu menoleh ke arah putrinya. Mia mengganggu cepat.
"Baiklah, Tuan Nicholas lalu membuka pintu mobilnya, setelah Afrian menjauh dari pintu itu. Mia juga ikut keluar dari mobil itu sambil menenteng tas kerjanya.
Afrian lalu membawa Mia dan calon mertuanya menuju mobilnya. Setelah membuka pintu mobil Afrian, pria itu berkerut saat mendengar lagu religi menyambutnya.
"Om dan Mia Tunggu sebentar ya, saya mau berbicara sebentar dengan anak buah saya." ucap Afrian setelah Mia dan Tuan Nicholas duduk di kursi Tengah.
Setelah mengucapkan itu, Afrian lalu berjalan menghampiri anak buahnya.
"Kalian, Setelah selesai memperbaiki, jangan langsung pulang ya. Tunggu instruksi dari saya."
"Siap bos."misi akan kita lakukan dengan baik asalkan Bos bahagia." sahut dua anak buah Afrian sambil terkekeh.
Kemudian Afrian berjalan kembali ke arah mobilnya. "Sesudah sampai di sana, pria itu membuka pintu mobilnya dan langsung duduk di kursi kemudi.
"Kita jalan sekarang ya, Om."ucap Afrian sebelum menginjak dalam pedal gasnya.
"Hmmm ... sahut pria paruh baya itu.
"Mia, Om, mau makan dimana? tanya Afrian yang sebelumnya sudah mengetahui bahwa Mia dan Tuan Nicholas belum makan siang.
"Terserah saja."
Afrian lalu menghentikan mobilnya di halaman rumah makan. Setelah mobil itu berhenti ketiganya lalu turun dari dalam mobil, dan langsung masuk ke dalam rumah makan itu. Terlihat Mia duduk berdampingan dengan Tuan Nicholas sedangkan Afrian dia duduk di seberang Mia.
"Kira-kira kapan mobil saya selesai diperbaiki?" tanya Tuan Nicholas setelah mereka memesan makanan.
"Saya belum tahu Om, nanti saya antarkan mobil Om jika sudah selesai." sahut Afrian. Padahal dia baru saja mendapat pesan dari anak buahnya, bahwa mobil itu sudah selesai diperbaiki. Dan Afrian langsung menginstruksikan pada anak buahnya, agar secepatnya membawa mobil itu ke bengkelnya. Mumpung Mia dan ayahnya lagi makan siang.
Setelah selesai makan, Afrian bergegas melangkah ke arah kasir untuk membayar semua makanan yang mereka pesan. Setelah itu mereka masuk kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, mobil yang dibawa oleh Afrian baru saja berhenti di depan teras perusahaan. Nampak Mia dan Tuan Nicholas turun dari mobil Afrian.
"Terima kasih." ucap Tuan Nicholas
"Terima kasih, Kak Afrian."
"Iya sama-sama." Afrian tersenyum
Kemudian Afrian menjalankan mobilnya Kembali keluar dari area perusahaan.
Malam harinya terlihat Afrian datang ke rumah tuan Nicholas. Pria itu datang dengan maksud mengantarkan mobil Tuan Nicholas
Afrian yang berdiri di teras rumah itu langsung mencet bel yang ada di samping pintu rumah.
Tak berselang lama, pintu rumah terbuka. Salah satu asisten rumah tangga muncul dari balik pintu.
"Malam Bi, apa Tuan Nicholas ada?"
"Ada, bentar ya, Tuan."
Asisten rumah tangga itu lalu melangkah ke arah ruang tengah. Di ruang tengah ada Mia bersama kedua orang tuanya sedang duduk bersantai sambil menonton TV.
"Maaf Tuan, di luar ada Tuan Afrian.
Kemudian Mia dan kedua orang tuanya melangkah ke arah ruang tamu.
"Malam Om, Tante ." ucap Afrian sambil tersenyum.
"Mari masuk Afrian, dan silakan duduk." Nyonya Alena mempersilahkan masuk.
Pria tampan itu lalu masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang keluarga.
"Maaf kalau malam-malam saya datang ke sini. Saya ke sini hanya ingin mengantarkan mobil Om."Afrian meletakkan kunci mobil Tuan Nicholas.
"Berapa biayanya?
"Nggak usah Om." Afrian sambil nyengir.
"Kok nggak usah? Nanti kamu malah rugi. karena perbaikannya kan memakan waktu yang lama."
"Ngak usah dibayar, Om."
__ADS_1
"Tapi saya nggak mau ada hutang Budi sama kamu."
"Papa! kalau Afrian bilang gratis ya, sudah terima saja."
"Afrian, Saya tahu kamu ke sini bukan hanya untuk mengantar mobil saja. Tapi kau mau ketemu Mia juga, kan? Afrian lalu menggaruk belakang kepalanya.
"Papa!! tegur nyonya Alena.
"Kalau kamu benar-benar serius sama Mia segera bawa orang tua kamu ke sini. Karena Om tidak mau kamu dan dia berpacaran."
Kemudian Afrian dan Mia saling berpandangan. Senyum lebar terpancar dari raut wajah keduanya.
Nyonya Alena yang melihat itu tersenyum bahagia.
"Terima kasih Om, karena sudah memberikan Restu pada saya secepatnya. Saya akan membawa kedua orang tua saya untuk melamar Mia."ucap Afrian bahagia.
Beberapa saat kemudian, taksi online yang dipesan oleh Afrian sudah tiba di depan halaman rumah Tuan Nicholas.
Afrian pun langsung berpamitan Tuan Nicholas dan keluar dari rumah Tuan Nicholas.
Saat sampai di rumah, Afrian langsung menemui kedua orang tuanya. Dia memberitahukan pada kedua orang tuanya, bahwa dia disuruh Papanya Mia untuk segera datang melamar. Hal itu disambut baik oleh kedua orang tuanya.
Setelah mengatakan itu, Afrian Lalu naik ke lantai atas dan segera masuk ke dalam kamarnya. Kemudian pria itu membersihkan diri dan mengambil celana boxernya the Walk in closet. Selesai mengenakan celana, dia langsung naik ke atas ranjangnya dan mengambil ponselnya
"Sayang, kamu sudah tidur?" Afrian mengirim pesan
Afrian lalu melihat kerah jam dinding baru jam setengah sepuluh malam. Tapi kamu sudah tidur, lihat saja nanti setelah kita menikah, Kamu tidak akan bisa tidur di jam seperti segini." batin Afrian dengan senyum menyeringai.
Keesokan harinya,
Tepat jam setengah lima sore, Mia sudah keluar dari kantor Tuan Nicholas. Wanita itu sengaja pulang lebih cepat, Karena rencananya malam ini Afrian dan kedua orang tuanya akan datang berkunjung ke rumahnya.
Tiba-tiba notifikasi di ponsel terdengar yang ada di dalam tasnya. Mia langsung membuka tas dan mengambil ponselnya. Dilihatnya ada pesan masuk dari Nyonya Alena. Wanita itu langsung membuka pesan itu. Ternyata Nyonya Alena menyuruhnya mampir di supermarket untuk membeli barang-barang yang ada deh List sudah dikirimkan oleh Nyonya Alena, melalui pesan Whatsapp.
Setelah membaca pesan itu, dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Kemudian ia langsung menyalakan mobilnya dan meluncur ke supermarket.
Beberapa menit kemudian, mobil yang dikemudikan Mia sampai di halaman supermarket itu. Dia mengambil troli barang, dan langsung melangkah ke lorong tempat barang yang ingin dia beli. Saat asik mengambil barang belanja, tiba-tiba seorang wanita menghampirinya dengan menabrak troli miliknya ke troli milik Mia.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN