
Di rumah Richard, saat ini Tuan Nicholas, Nyonya Alena, Mia dan aprian sedang berkumpul di rumah Richard.
Richard ingin merayakan, kelahiran putranya sekaligus perayaan Richard berhasil memenangkan tender besar. Richard memesan makanan dari restoran milik Cornel.
Kini makanan itu telah tersaji di ruang tengah. karena meja makan Richard hanya muat untuk enam orang saja.
"Arga mana Richard, kok dia belum datang?"tanya Nyonya Alena
Tett..
Tett...
"Nah itu dia, panjang umur Dia, baru saja dibicarakan."Celetuk Richard.
Tak berselang lama, asisten rumah tangga masuk ruang tengah, diiringi oleh Arga dan seorang wanita cantik.
"Maaf Tuan saya terlambat."harga merasa tidak enak.
"Nggak apa-apa. Ayo sini, mari duduk."sahut Richard.
"Lia, kemarin sini!"seru Dora.
Lia pun melangkah ke arah Dora, dan duduk di sana.
Selesai makan malam, Arga bergabung dengan para lelaki. Sedangkan Lia, asisten Antonius itu bergabung dengan Dora yang sedang mengasuh bayinya.
Lantas, ke mana Nyonya Alena? Ya, wanita paruh baya itu sedang berada di lain lantai atas menemani cucu pertamanya yang katanya sudah mengantuk.
"Lia, kamu dan...?"Dora sengaja tidak melanjutkan ucapannya. iya pasti paham maksud pertanyaannya.
"Kami nggak ada hubungan apa-apa Kak. kami hanya berteman saja."
"Menurut kamu, harga itu di mana orangnya Lia?"Dora ingin mengetahui lebih jauh isi hati wanita itu.
"Yang pasti dia baik, sopan. itu aja sih Yang aku lihat selama ini dari Kak Arga."
"Hanya itu? berarti nggak tampan, ya?"goda Dora.
"Oh,iya. Tampan juga."
"Kamu nggak ada perasaan suka sama dia Lia?"
"Suka, dalam artian apa ya, Kak?"
"Rasa suka antara pria dan wanita."
__ADS_1
"Ngak tau lah Kak, aku juga bingung. Sejauh ini aku suka aja berteman dengan Kak Arga. sebab Dia Baik dan perhatian."
Dora manggut-manggut. Dia sudah tahu apa isi hati wanita itu.
"Jam 09.30 malam, Lia dan Arga berpamitan untuk pulang. karena Lia tidak enak dengan ibu kosnya Jika dia pulang di atas jam 10.00 malam. sebab pagar tempat kosnya akan dikunci jika sudah jam 10.00 malam.
"Hati-hati ya bawa anak gadis orang. jangan sampai lecet."janda Richard, yang langsung mendapat cubitan di pinggang, oleh istrinya.
"Aw .. Sayang sakit!!!"teluh Richard mengusap-usap bekas cubitan istrinya yang terasa panas di pinggangnya.
Arga melajukan mobilnya membelah jalanan malam yang masih lumayan padat. sesekali ekor mata pria itu melirik kerah Lia Yang sepertinya sedang menikmati pemandangan kota pada malam hari.
"Lia, Apa kamu mau membeli sesuatu Sebelum pulang ke tempat kost?"
Lia mengalihkan perhatiannya, Kini dia menoleh ke arah pria tampan yang duduk di sampingnya. "Beli apa Kak?" keningnya sedikit berkerut.
"Siapa tahu kamu mau beli kue untuk dimakan saat di kamar kos."
"Enggak kak, ini saja aku masih kenyang. aku nggak mau makan banyak, takut gemuk."ucapnya sambil tersenyum.
"Jadi kamu mau langsung pulang?"
"Iya kak."
Lia beringsut turun dari mobil itu. "Terima kasih ya kak."
"Iya Lia sama-sama.
Lia lalu mendorong pagar itu. "Kak, hati-hati di jalan ya. Jangan ngebut!"pesan Lia.
"Iya, Lia."Arga merasa bahagia. Mimpi apa dia semalam, hari ini mendapat perhatian dari wanita yang sudah digadang-gadangnya akan menjadi pendamping hidupnya kelak. tadi saat berangkat juga Lia merapikan kerah baju kemejanya, yang bagian belakangnya tidak terlipat sempurna.
Perlakuan seperti itu membuat Arga semakin yakin untuk menyatakan perasaannya pada Lia dalam waktu.
Arga kembali menjalankan mobilnya saat dia memastikan Lia benar-benar sudah masuk ke dalam kamar kosnya.
"Aku akan segera melamarmu Lia. Aku mau kita langsung menikah aja, bagiku kedekatan kita selama beberapa bulan ini sudah cukup untuk saling mengenal pribadi masing-masing."Arga bermonolog sendiri.
****
Keesokan harinya, Richa tiba-tiba menghubungi ponsel istrinya. Saat ini dia sedang berada di jalan raya. mobilnya terjebak macet akibat ada kecelakaan di depan sana.
"Assalamualaikum Mas.."Dora memberi salam saat menempelkan benda pipinya pada telinga kanannya.
"Waalaikumsalam... sayang kamu bisa nggak telepon Amor buat bawa Mauren pulang. Mas nggak bisa jemput. Karena lagi terjebak macet.
__ADS_1
"Amor dan Bimbim lagi pulang kampung Mas, orang tua Amor lagi sakit."
"Kalau Moresette gimana?"
"Mas kan tahu, Bastian masih di rumah sakit."
"Oh iya Mas lupa. aduh minta tolong sama siapa ya, kalau nyuruh Arga juga nggak bakalan terkejar."
"Mas sudah nelepon Karina?
"Sudah beberapa kali, tapi ponselnya nggak aktif.
Richard dan Dora hanya memiliki nomor ponsel ibu karena saja. keduanya tidak memiliki nomor telepon kantor sekolah, terlebih lagi nomor kepala sekolah. sementara nomor ibu Rani sudah Richard hapus dari daftar kontaknya. Karena Wanita itu sudah tidak menjadi guru Mauren lagi.
"Ya, sudah aku coba telepon Dani, Siapa tahu kondisinya sudah mulai sehat."ucap Dora cepat lalu langsung memutuskan sambungan telepon selulernya.
Dora langsung menghubungi Dani yang sebetulnya masih meliburkan diri karena dia kurang sehat.
"Hello Bu."dan emang angkat telepon sambil terbatuk sedikit. Dia tidak kuat menahan rasa gatal di tenggorokannya.
"Dan, aku bisa minta tolong nggak, jemput Mauren sekarang. karena Papa Mauren nggak bisa jemput. Mobilnya terjebak macet."
Dani lalu bangkit dari posisi tidurnya. "Iya,Bu Saya segera ke sana."
Setelah sambungan telepon terputus, dia ambil kunci motornya dan bergegas keluar rumah.
Di sekolah, sudah 15 menit Mauren menunggu Papanya di pos satpam samping gerbang sekolah. Setelah bosan duduk di sana, bocah kecil itu duduk di sebuah kursi panjang yang berada di bawah pohon, letaknya berseberangan dengan pintu gerbang. berjarak 5 m dari gerbang itu.
Beberapa saat kemudian, satpam itu pergi ke toilet sebentar. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Irene yang baru bebas dari penjara. Padahal belum waktunya Irene seharusnya bebas.
Sebuah mobil Terios berwarna putih berhenti di depan Mauren duduk. Kenapa seorang pria dan wanita keluar dari mobil itu. Seorang pria menghampiri Mauren. Mencoba menawarkan jajanan untuk bocah kecil itu. Tapi sepertinya Mauren tidak tergoda dengan jajanan yang ditawarkan.
Hingga dari belakang, Irene langsung membekap mulut Mauren dengan menggunakan sapu tangan yang sudah dioles obat bius. Saat Irene membekap mulut Mauren dengan sapu tangan itu, tak Berapa lama Mauren pun kehilangan kesadarannya. hal itu dimanfaatkan oleh Irene dan dua orang pria yang ikut bersamanya.
Mauren langsung dimasukkan ke dalam mobil oleh dua orang pria bertubuh kekar itu. kemudian mau beli yang mereka tumpangi Langsung melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan sekolah Mauren.
Dari kejauhan, dan yang baru sampai itu melihat Mauren dibawa masuk oleh dua orang pria dan satu orang wanita ke dalam mobil terus berwarna putih. Wanita itu melajukan motornya agar cepat sampai ke tempat mobil itu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1